6000-an Orang Ikut Ritual Mandi Safar di Leihitu, Polisi Terjunkan Puluhan Personil Pengamanan

Kabartoday, AMBON – Hampir 6000-an warga lima negeri/desa di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah mengikuti ritual mandi Safar.

Lima negeri yang menggelar ritual mandi Safar antara lain Desa Morella, Desa Mamala, Desa Hitulama, Desa Hitumessing dan Desa Wakal.

Bacaan Lainnya

Ritual mandi Safar ini dilaksanakan Rabu (13/9/2023) sejak pukul 14.00 WIT hingga pukul 18.30 WIT di kawasan pantai masing-masing lima negeri tersebut.

Ritual mandi Safar bagi sebagian penduduk merupakan ritual yang memohon kepada Yang Maha Kuasa agar penduduk terhindar dari bahaya dan penyakit serta membersihkan diri dari dosa dengan membuangnya ke laut

Pada umumnya tradisi mandi safar dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Safar merupakan bulan kedua setelah Bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Kata Safar sendiri berasal dari bahasa Arab “shifr” yang artinya kosong atau pergi

Pada ritual mandi Safar di lima desa kawasan Jazirah Leihitu ini, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengerahkan sekitar 85 personil gabungan Polisi dan TNI untuk mengamankan jalannya ritual tersebut.

Ipda Janet S Luhukay, Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

“Sudah menjadi tugas kami dari kepolisian untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dan pada gelar acara ritual mandi Safar di lima desa pada kawasan Jazirah Leihitu, lebih dari 80 personil kita terjunkan untuk amankan kegiatan tersebut,” ungkap Kepala Seksi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Janet S Luhukay kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (14/9/2023).

Jebolan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 51 tahun 2022 ini rincikan untuk ritual mandi Safar di pantai Moki Desa Morella yang diikuti sekitar 800 warga, sebanyak lima personil dikerahkan ke lokasi. Tim pengamanan dipimpin Kanit Sabhara Polsek Leihitu Aipda Aziz Manilet dan melibatkan dua personil polsek Leihitu dan dua personil Satuan Polairud Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Ritual yang sama di pantai Hitilatu, Negeri Mamala diikuti sekitar 600 warga. Mereka menggelar tahlilan, dzikir bersama, sholawat. Mereka juga melakukan tarian sawat dan samrah.

Pengamanan dilakukan oleh empat personil Polsek Leihitu serta tiga personil Satgas BKO Batalyon Armed 1. Tim pengamanan dipimpin Bhabinkamtibmas Negeri Mamala Bripka Amran Maruapey

Ritual mandi Safar di pantai Tanjung Tetulain Negeri Hitumessing diikuti sekitar 1000 orang. Di lokasi ini digelar lomba gosepa (rakit) hias, lomba balap gosepa dan tarik tambang. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama.

Pengamanan dilakukan oleh 18 personil gabungan terdiri dari tiga personil Polsek Leihitu, lima personil Satgas Brimob BKO Polsek Leihitu, tujuh personil Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan dua personil Koramil 1504-05/Leihitu. Pengamanan dipimpin Bhabinkamtibmas Negeri Hitumessing Aipda Anwar Rasyid.

Ratusan warga Negeri Hitulama ikut ritual mandi Safar

Untuk ritual di pantai pelabuhan Negeri Hitulama, diperkirakan sebanyak 2000 orang. Setelah melalui beberapa rangkaian acara, ritual mandi Safar ditutup dengan doa tolak bala di jembatan pelabuhan Hitu.

Doa tolak bala bersama juga diikuti Raja Negeri Hitulama Bapak Salhana Pelu, tokoh agama dan tokoh adat negeri Hitulama.

Pengamanan dilakukan 36 personil gabungan terdiri dari 10 personil Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, 12 personil Polsek Leihitu, satu regu Satgas Brimob BKO Polsek Leihitu, satu personil Intel Brimob Polda Maluku dan dua personil Koramil 1504-05/Leihitu. Tim pengamanan dipimpin oleh Kasat Intelkam Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Hasanudin.

Mandi Safar juga digelar di Negeri Wakal. Pantai Pasir Putih menjadi lokasi kegiatan ritual ini. Sekitar 1500 orang dari Negeri Wakal dan sekitarnya mengikuti ritual ini.

Rangkaian ritual ini diramaikan juga dengan kegiatan lomba tari-tarian anak sekolah, pengisihan mandi Safar.

Puncak ritual dilakukan doa tolak bala bersama dan dilanjutkan dengan penyiraman air yang dipimpin Imam Ahmad Lewaru.

Kapolsek Leihitu Ipda Moyo Utomo bersama para tokoh agama saat acara ritual mandi Safar.

Pengamanan ritual mandi Safar di Negeri Wakal dipimpin langsung oleh Kapolsek Leihitu Iptu Moyo Utomo. Personil pengamanan melibatkan satu regu personil Polsek Leihitu, lima personil Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dan tiga personil Koramil 1504-05/Leihitu.

Sejak awal hingga berakhirnya kegiatan ritual mandi Safar di lima Negeri ini, berlangsung dalam keadaan aman dan tertib.

“Kita bersyukur ya atas kerjasama semua pihak, seluruh rangkaian ritual mandi Safar di lima negeri Kecamatan Leihitu, dapat berlangsung aman dan tertib,” pungkas Janet. (IMRAN)

Pos terkait