Asimetri Informasi Bikin Bangkrut? Ini Tips Menghindarinya

DEPOKPOS – Berita mengenai kasus berujung pailitnya beberapa perusahaan BUMN banyak menghiasi media nasional dalam beberapa waktu terakhir (Bestari, 2022). Kejadian ini tentu memberikan pertanyaan besar bagi masyarakat terutama bagi para calon investor yaitu mengapa perusahaan yang dinaungi oleh negara tersebut mengalami gagal bayar.

Dalam dunia bisnis, berinvestasi merupakan hal yang lumrah dilakukan. Sebagian orang melakukan investasi agar bisa mendapatkan keuntungan baik dalam jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Namun, kejadian pailitnya perusahaan BUMN menjadi pengingat bahwa investasi tidak selalu tanpa risiko. Faktor-faktor eksternal, kebijakan, dan manajemen internal dapat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan finansial suatu perusahaan.

Penting bagi calon investor untuk memahami bahwa meskipun berinvestasi dapat memberikan peluang besar, risiko juga selalu ada. Pengelolaan risiko yang baik, pemahaman yang mendalam terhadap kondisi ekonomi, dan keterbukaan perusahaan terkait kebijakan dan strategi bisnisnya menjadi kunci untuk membuat keputusan investasi yang cerdas. Sehingga, walaupun kegagalan suatu perusahaan besar dapat menjadi guncangan, investor yang terinformasi dan berhati-hati tetap dapat melangkah maju dalam dunia bisnis dengan kepercayaan yang kuat.

Bahaya Asimetri Informasi

Salah satu penyebab gagal bayar atau pailitnya sebuah perusahaan adalah seringkali terdapat kesenjangan antara informasi atau disebut sebagai asimetri informasi. Asimetri infomasi merupakan keadaan dimana manajemen sebagai pihak internal memberikan informasi namun investor sebagai pihak eksternal memiliki pemahaman yang berbeda dari apa yang disampaikan.

Asimetri informasi dapat memiliki dampak yang signifikan pada investor. Ketika investor menghadapi asimetri informasi, mereka mungkin tidak dapat membuat keputusan investasi yang optimal karena kurangnya akses terhadap informasi yang relevan. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpastian dan risiko yang lebih tinggi dalam pengambilan keputusan investasi. Selain itu, asimetri informasi juga dapat memengaruhi harga saham dan kinerja pasar, karena investor yang memiliki informasi lebih baik dapat memanfaatkan keunggulan mereka, menciptakan ketidakadilan dalam pasar (Wiryadi & Sebrina, 2013).

Beberapa investor mungkin kesulitan memahami pesan yang ingin disampaikan oleh manajemen perusahaan dalam laporan keuangannya. Ini bisa membuat keputusan investasi menjadi sulit, karena kurangnya pemahaman terhadap isyarat atau pesan tersirat dari manajemen. Bahkan sedikit investor yang menyadari bahwa sebenarnya laporan keuangan yang mereka terima sudah diberlakukan window dressing oleh manajemen perusahaan. Window dressing adalah praktik yang dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk mempercantik laporan keuangan dengan cara memanipulasi informasi yang disajikan (Tim Wallstreetmojo, 2021).

Namun pada kasus lain, manajemen perusahaan mungkin juga mengalami kesulitan dalam menyampaikan pesan mereka secara jelas kepada investor. Isyarat yang mereka berikan mungkin bisa diartikan dengan berbagai cara, dan ini dapat menyebabkan kebingungan di antara pemangku kepentingan. Kompleksitas bahasa keuangan atau penggunaan istilah teknis yang tidak umum dipahami dapat menjadi penghalang bagi investor yang tidak memiliki latar belakang keuangan yang kuat. (Putri, 2013)

Agar Tidak Terjadi Asimetri Informasi

Setelah mengetahui bahwa adanya asimetri informasi bisa mengakibatkan konsekuensi yang fatal, maka penting untuk mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat agar kita bisa membuat keputusan investasi yang tepat. Lantas apa saja yang perlu kita lakukan untuk menghindari terjadinya asimetri informasi? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan terutama untuk para calon investor, diantaranya:

Pendidikan Literasi Keuangan
Meningkatkan literasi keuangan dengan lebih banyak membaca panduan dan sumber daya yang membantu agar bisa memahami istilah-istilah keuangan dan metrik yang digunakan dalam laporan keuangan.

Bergabung dengan Kelompok Diskusi
Bergabung dengan kelompok diskusi atau forum investasi agar dapat mengetahui berbagai pengalaman dan memahami sudut pandang dari investor lainnya terkait perusahaan yang di investasikan.

Membangun Jaringan
Membangun jaringan dengan ahli keuangan atau konsultan untuk mendapatkan wawasan tambahan. Berdiskusi dengan profesional dapat membantu agar dapat memahami isyarat keuangan yang mungkin sulit diinterpretasi.

Gunakan Rujukan Eksternal
Menggunakan rujukan eksternal seperti analis keuangan atau rating perusahaan dari lembaga independen. Ini dapat memberikan pandangan independen terkait kinerja perusahaan.

Partisipasi dalam Pertemuan Investor
Turut aktif berpartisipasi dalam pertemuan investor yang diselenggarakan oleh perusahaan. Hal ini memberikan kesempatan untuk bertanya langsung dan mendapatkan klarifikasi terkait strategi dan tujuan perusahaan.

Adanya Pengarahan Lanjutan untuk Manajemen
Memberikan pengarahan kepada perusahaan pelatihan khusus kepada tim manajemen agar bisa meningkatkan keterampilan komunikasi agar lebih sederhana dan mudah dimengerti seperti menyederhanakan komunikasi, merincikan dokumentasi, meningkatkan kebijakan keterbukaan, serta mengoptimalkan penyampaian dengan menggunakan media digital.

Dengan demikian, langkah-langkah ini bukan hanya sebagai bentuk pencegahan, tetapi juga sebagai upaya untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih transparan dan berdaya saing. Peningkatan transparansi akan menciptakan kepercayaan yang lebih besar di antara pelaku bisnis, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.

Keberhasilan dalam mengurangi asimetri informasi tidak hanya memberikan manfaat bagi calon investor yang dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas, tetapi juga bagi perusahaan itu sendiri yang akan memperoleh kepercayaan serta dukungan yang lebih besar dari pasar. Sebuah lingkungan bisnis yang transparan dapat menjadi pendorong pertumbuhan, inovasi, dan keberlanjutan, menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, keterbukaan dan komunikasi yang efektif menjadi landasan untuk membangun fondasi yang kokoh dalam dunia bisnis yang dinamis.

Hasna Auliyaussalimah

Pos terkait