Diduga Bersubahat Dengan Disdikbud Kota Tebing Tinggi, Kepala SMPN 1 – 10 Kerja Sama Dengan Nunung Colection, Jual Pakaian Perlengkapan Sekolah

Kabar Today l Tebing Tinggi – Sudah bertahun – tahun lamanya, bahkan sampai silih berganti Kepala Sekolah hingga Kepala Dinas, dikabarkan, SMPN 1 – 10 Kota Tebing Tinggi diduga bersubahat Dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tebing Tinggi, bekerja sama dengan rekanan Nunung Colection menjual Pakaian Perlengkapan Sekolah tingkat SMP, dari Baju Batik, Baju Koko, Rompi dan Baju/Celana Olah Raga.

Dari hasil kerjasama tersebut, diduga semua pihak yang terkait, baik dari Kepala SMPN masing – masing, hingga Sekretaris dan Kepala Disdikbud Kota Tebing Tinggi diduga mendapat jatah gratifikasi yang cukup fantastis nilainya.

Tak perduli, kendati banyak Wali Murid menjerit oleh karenanya. Selain kualitas barang yang jelek, juga harus membeli Pakaian Perlengkapan Sekolah dimaksud dibandrol dengan harga yang cukup mahal.

Mirisnya, jeritan Wali Murid tersebut, hanya diibaratkan radio rusak dan dianggap angin lalu semata. Yang penting, bagi hasil keuntungan dari monopoli penjualan Pakaian Perlengkapan tersebut didapat besar dan memuaskan.

Diberitakan sebelumnya, sudah bertahun – tahun lamanya Disdikbud Kota Tebing Tinggi dan para Kepala SMPN Se Kita Tebing Tinggi, rangkap fungsi sebagai Multi Level Marketing, diduga turut derta menjadi penjual Pakaian Perlengkapan Sekolah Tingkat SMP, bekerja sama dengan Nunung Colection.

Diinformasikan, Disdikbud Kota Tebing Tinggi merekomendasikan secara lisan, agar semua Kepala Sekolah SMP mengarahkan Orang Tua/Wali Murid agar membeli Pakaian Perlengkapan Sekolah tersebut, Seperti Baju Batik, Baju Koko, Rompi dan Baju/Celana Olah Raga berlebel Nunung Colection dari salah satu Ruko yang tidak memiliki Plang Merek yang berada di Jalan Pulau Belitung – Bandar Sono – Tebing Tinggi.

Dan dari hasil penjualan Perlengkapan Pakaian Sekolah dimaksud, Disdikbud Tebing Tinggi beserta jajaran Kepala Sekolah SMP, dikabarkan mendapat Fee Gede, hingga Puluhan Juta Rupiah setiap tahunnya.

Karena kondisi ini, banyak Orang Tua/Wali Murid Menjerit dan merasa keberatan atas hal tersebut, selain harganya yang terlalu mahal, kualitas Pakaian Perlengkapan Sekolah tersebut jauh dibawah standar dan sangat jelek, serta tidak layak pakai.

Melihat kualitas Pakaian yang diproduksi oleh Nunung Colection, harga di pasaran berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 per potong. Namun, Nunung Colection mematok harga Pakaian Perlengkapan Sekolah tersebut kepada Orang Tua/Wali Murid, per potongnya senilai Rp. 100.000.

Sebelumnya, Sekretaris Disdikbud Kota Tebing Tinggi Darajad Harahap SPd ketika dikonfirmasi oleh Wartawan lewat Whatsapp, pihaknya membantah hal tersebut dan mengatakan tidak pernah mewajibkan membeli pakaian sekolah di salah satu toko.

“Sepengetahuan saya tidak ada yang diwajibkan untuk membeli pakaian sekolah disalah satu toko”, sebut Darajat pada dinding WhatsApp nya.

Dan ketika dikonfirmasi kembali, terkait isu miring atas fee penjualan yang diterima, Darajat membantahnya dan melempar permasalahan kepada Kepala Bidang Dikdas.

“Sepengatahuan saya tidak ada seperti itu, karena itu teknis, silahkan hubungi Kepala Bidang Dikdas”, tulisnya lagi didinding Whatsappnya.

Dilain tempat, salah seorang Wali Murid, Ana, saat dikonfirmasi tentang hal ini pada hari yang sama mengatakan, sangat keberatan jika orang tua murid diarahkan atau diwajibkan membeli Pakaian Perlengkapan Sekolah tersebut di Salah Satu Ruko yang ada di Jalan Pulau Belitung – Bandar Sono – Tebing Tinggi.

Menurutnya, selain harga Pakaian tersebut terlalu mahal dibandrol oleh Nunung Colection, kualitasnya juga jelek, jahitannya cepat koyak dan Sablonnya mudah luntur.

“Baju Batiknya tipis dan mudah sobek. Demikian pula dengan Rompinya, Baju Kokonya tebal tapi panas, entah terbuat dari bahan apa, nggak tau. Sedangkan karet yang dikandung Baju/Celana Olah Raganya juga jelek, mudah kendor dan jahitannya cepat koyak, serta sablon nama dan merek sekolah cepat luntur”, beber Ana.

Pihaknya harus membayar Rp. 100.000 per potong. Begitu Anaknya menadi Siswa Kelas VII SMP, diarahkan ke Jalan Pulau Belitung untuk membeli Pakaian Perlengkapan Sekolah tersebut, dan harus merogoh kocek senilai Rp. 400.000.

Pihaknya berharap, kondisi seperti ini harus ditiadakan. Biarkan Orang Tua/Wali Murid bebas memilih, sesuai kemampuan, jangan diharuskan membeli Baju Batik, Baju Koko, Rompi dan Pakaian Olah Raga untuk dipakai Sekolah dari 1 tempat saja.

Ia juga meminta kepada pihak hukum agar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hal ini, serta banyaknya dugaan pungutan – pungutan lainnya yang cukup meresahkan Wali Murid. Selain itu juga terhadap penggunaan anggaran di Disdikbud Kota Tebing Tinggi, tidak terkecuali penggunaan Dana BOS di SMPN Se Kota Tebing Tinggi. Informasi miringnya, diduga banyak terjadi penyimpangan.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala SMPN 1, SMPN 2, SMPN 4, SMPN 5, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 9 dan SMPN 10, serta Sekretaris Disdikbud Kota Tebing Tinggi melalui dinding WhatsApp nya belum lama ini, hingga berita ini diterbitkan, tidak menjawab konfirmasi Wartawan. (Okta)

Pos terkait