Diduga Terlibat Kasus Galian C di Rohomoni, Kontraktor Telly Nio Akan Dipolisikan

Kontraktor Telly Nio (kaos hitam), di belakang Raja Rohomoni Daud Sangadji saat bertemu di rumah Raja Negeri Rohomoni, Sabtu (2/9/2023)

Kabartoday, AMBON – Telly Nio, salah satu kontraktor kondang di dunia jasa konstruksi di Maluku akan dilaporkan ke kepolisian.

Telly Nio diduga terlibat dalam kasus tambang galian C tanpa ijin di kawasan Air Besar (Waeira) Negeri Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan eksploitasi material galian C ini diduga telah berlangsung sejak Oktober 2023 hingga Januari 2024.

Dari kasus tambang tanpa ijin ini, Daud Sangadji selalu Raja Negeri Rohomoni, telah ditetapkan penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku sebagai tersangka.

Dia disangkakan dengan pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara dan denda 10 miliar rupiah.

Dalam kasus ini, kuat dugaan masih ada pihak lain yang terlibat dan hingga kini belum tersentuh polisi.

Karena itu, tersangka Daud Sangadji melalui kuasa hukumnya dalam waktu dekat akan melaporkan Telly Nio ke Polda Maluku karena diduga kuat ikut terlibat dalam kasus tambang galian C tanpa ijin tersebut.

Doddi Soselisa, kuasa hukum Daud Sangadji, tersangka kasus pertambangan galian c tanpa ijin

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan laporan polisi secara resmi terkait dengan tindakan-tindakan dan peran dia (Telly Nio) yang bersamaan dengan kasus ini. Materi laporan sementara kami siapkan,” tegas Doddi Soselisa, kuasa hukum tersangka Daud Sangadji, Kamis (1/2/2024) di Ambon.

Ia katakan hak kliennya untuk melaporkan pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini.

“Hak kami adalah melaporkan dan sesuai fakta lapangan, kami meyakini ada perannya dia (Telly Nio). Signifikan perannya dia,” tandasnya.

Setelah melaporkan Telly Nio ke pihak kepolisian, Soselisa tegaskan akan mengawal laporan tersebut hingga proses hukumnya tuntas.

“Sebagai pihak yang melaporkan, kami akan kawal. Kami akan konsolidasikan setiap bukti-bukti terkait dengan peran Teli Nio itu. Kami meyakini ada perannya dia. Signifikan perannya dia,” tukas Doddi.

Dia beberkan bahwa dilokasi yang jadi locus perkara, justru alat yang digunakan untuk eksploitasi material kebanyakan milik Telly Nio.

“Alat yang digunakan untuk mengangkat material di Rohomoni itu dia (Teli Nio) punya lebih banyak dari klien kami. Dia. Punya truk lebih banyak. Dan sampai sekarang tidak juga diamankan polisi. Yang diamankan hanya milik bapak Daud saja,” bebernya.

Karena itu, ia berjanji segera mempersiapkan materi untuk melaporkan Telly Nio ke Polda Maluku. (IMRAN

Pos terkait