Diskusi publik “Selamatkan pemilu yang demokratis” digelar KAMI

KABARTODAY,JAKARTA |  Seperti yang sudah-sudah, KAMI sebagai sebuah wadah yang dideklarasikan oleh tokoh-tokoh bangsa didalam setiap irama kehidupan berbangsa dan bernegara selalu menyikapi apa yang terjadi di Indonesia maupun dunia. Didiskusi publiknya minggu ini pun mengupas permasalahan PilPres yang saat ini sedang berlangsung.

Mengundang beberapa tokoh senior maupun milenial, diselenggarakan lah diskusi yang mengangkat tema “Selamatkan pemilu yang demokratis”.

Bertempat di kantor KAMI, hadir beberapa nara sumber sebagai pembicara dalam mengungkap data dan fakta dari beberapa keadaan yang terjadi selama masa kampanye dari ke 3 Paslon yang diusung ParPol. Tampak hadir Prof. Ikrar Nisabakti, Dr. Ishak Rafiq, Ubedilah Badrun S.Pd (13/1/2024).

“Di Sumatera, survey yang saya lakukan menyatakan kalau pemilu curang dan APBN dinyatakan bahwa 20% untuk pembayaran hutang pemerintah.” Ujar Ishak Rafiq

Ungkap dia “Berbagai UU sudah disiapkan untuk investor pertambangan, padahal saat the founding father memerdekakan negara ini untuk memerangi perbudakan yang sudah dialami rakyat Indonesia bisa dipastikan kalau bangsa ini menjadi kuli bangsa – bangsa”.

Prof. Ikrar Nusabakti menyoroti statement dari KaPolRi “Yang kita cari adalah pemimpin yang dapat melanjutkan estafet kepemimpinan untuk kedepan bukan pemimpin yang kita pelihara dan selalu mencari perbedaan sehingga menimbulkan konflik,” kata Sigit.

“Hal ini dapat menimbulkan asumsi yang kurang baik bagi jajarannya bahwa seakan-akan… jadi saya berharap Polri dan jajarannya dapat bersikap netral dalam pemilu ini.” Ujar Ikrar Bakti.

Hadir dalam diskusi ini beberapa tokoh nasonal dan Gen Z diantaranya, Let.jen Yayat, Faesal assegaf, Brig.Jen Purnomo, Abraham Samad, Antony Budiawan, BEM UGM Gilbran dan BEM ITB Bisma.

Sedikit ditambahkan oleh Faezal Assegaf orang orang yang akan merusak demokrasi dan itulah Dinasty politik yang merupakan musuh seluruh rakyat Indonesia, sudah saatnya rakyat bergerak mengajak TNI/Polri kembali ke Tupoksinya agar dapat mengawal jalannya demokrasi di indonesia.

(Atma)

Pos terkait