Dituding Terlibat Gajian C Ilegal, Bagus : Saya di Rohomoni Hanya Sosialisasi

Ida Bagus Made Artamana, Kasatker Wilayah I BPJN Maluku

Kabartoday, AMBON – Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Wilayah I Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku Ida Bagus Made Artamana tegaskan keberadaan dirinya di Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah adalah untuk melakukan sosialisasi pekerjaan jalan yang akan dilakukan BPJN Maluku.

Dia mengaku tidak ada pembicaraan terkait material galian C di Air Besar (Waeira) Negeri Rohomoni, yang saat ini sementara bergulir di Ditreskrimsus Polda Maluku.

Bacaan Lainnya

“Tujuan utama kami ke Rohomoni adalah untuk sosialisasi pekerjaan sesuai Inpres Nomor 3 tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah. Berdasarkan Inpres ini, kami diperintahkan Pak Presiden untuk mengerjakan pekerjaan jalan sepanjang dua kilo meter,” tandas Bagus kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (2/2/2024).

Ia jelaskan di Pulau Haruku ada dua item pekerjaan yaitu rekonstruksi jalan sepanjang dua kilo meter dan di Desa Oma ada pekerjaan jembatan.

Ida Bagus Made Artamana saat sosialisasi di rumah Raja Negeri Rohomoni, Sabtu (2/9/2023) lalu.

Sosialisasi tersebut dilakukan Sabtu (2/9/2023) lalu di dua desa tersebut.

“Tanggal 2 September ada kegiatan sosialisasi. Saat itu saya bersama staf saya. Kita ke Negeri Rohomoni karena ada satu kegiatan yaitu rekonstruksi jalan dua kilometer. Selanjutnya juga saya ke Desa Oma, di sana ada pekerjaan jembatan,” jelas Bagus.

Menurutnya, sosialisasi ke Rohomoni sangat penting karena merupakan desa terdekat dengan lokasi pekerjaan ini. Di desa Rohomoni jalan yang rusak dekat jembatan.

“Sehingga bila nanti saat mengirimkan material dari penyedia jasa menuju lokasi pekerjaan, maka harus melewati Rohomoni. Nah disitu ada satu jembatan yang rusak di sana,” ungkap Bagus.

Saat sosialisasi, ia bersama rombongan menemui Daud Sangadji sebagai kepala pemerintahan setempat.

“Pak Raja (Daud) juga menghadirkan beberapa tokoh masyarakat saat itu. Sekitar 10 sampai 15 orang. Kami sampaikan tujuan kami. Dalam sosialisasi kami perkenalkan pihak penyedia jasa yang terlibat. Kami juga perkenalkan personil kami yang akan bertugas di sana,” tuturnya.

Dia juga sempat bertanya apakah di desa ada anggaran untuk memperbaiki jembatan yang rusak.

“Kalau tidak ada, biar dibicarakan bersama bagaimana baiknya,” beber Bagus.

Dari Rohomoni, Bagus dan rombongan bertolak ke Desa Oma. Mereka bertemu dengan Raja Oma dan melakukan kegiatan sosialisasi terkait pembangunan jembatan.

Terkait permasalahan galian C yang menyeret Raja Rohomoni sebagai tersangka, Bagus menepis keterlibatannya.

Dia tegaskan di Rohomoni selain sosialisasi, yang dibicarakan adalah soal perbaikan jalan yang rusak untuk memperlancar mobilisasi material oleh penyedia jasa dari Ambon ke lokasi pekerjaan.

“Jalan yang rusak itu ada dekat jembatan. Dan kita bicarakan agar pak Telly dapat memperbaiki jalan tersebut. Dan pekerjaan itu diluar kontrak. Tidak ada pembicaraan khusus terkait material yang akan diambil dari kali a atau kali b,” tandasnya.

Dirinya juga mengaku tidak tahu kalau di Rohomoni ada material yang bisa diambil di sana.

“Saya juga bahkan tidak tahu bahwa ada material yang bisa diambil di sana. Karena kalau ada pengambilan material untuk pekerjaan jalan maka harus ada pengujian yang dilakukan di laboratorium uji,” pungkas Bagus. (IMRAN

Pos terkait