Esok, Lima Tersangka Kasus Korupsi Kapal Pemkab SBB Diperiksa

Kabartoday, AMBON – Dipastikan, esok Kamis (8/6/2023) lima orang tersangka kasus korupsi pekerjaan pengadaan kapal operasional Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Tahun 2020 akan diperiksa.

Lima tersangka yang dijadwalkan akan diperiksa penyidik Subdit 3 Tipikor Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku adalah PC selalu Pengguna Anggaran (PA), H sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) serta tiga orang Pokja ULP masing-masing CS, MM serta SM.

Bacaan Lainnya

Tersangka PC merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten SBB sedangkan tersangka H saat ini menjabat Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten SBB.

Pekerjaan ini merugikan keuangan negara sebesar lebih dari lima miliar rupiah atau tepatnya Rp. 5.072.772.386,00 (lima miliar tujuh puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu tiga ratus delapan puluh enam rupiah) sesuai hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di Mako Ditreskrimsus Polda Maluku, Surat Panggilan kepada para tersangka sudah dikirim penyidik kepada para tersangka beberapa hari lalu.

“Jadwal pemeriksaan lima tersangka di kasus kapal Pemda SBB ini akan dilakukan esok (Kamis). Surat panggilan sudah dilayangkan. Jadi, kita lihat esok nanti apakah mereka (para tersangka) memenuhi panggilan atau tidak,” ungkap sumber media ini, Rabu (7/6/2023).

Ia katakan, lima tersangka ini merupakan bagian dari delapan tersangka yang ditetapkan pada pekan lalu.

Untuk tiga tersangka lain yaitu AM (Direktur PT Khairos Anugerah Marina (KAM), SP (penyedia jasa) serta F (Konsultan Pengawas) akan diperiksa setelah pemeriksaan lima tersangka lain.

Dirreskrimsus Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Harold W Huwae kepada wartawan Selasa (30/5/2023) menjelaskan dari hasil gelar perkara kasus ini, sebanyak delapan orang ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasil gelar perkara kasus kapal SBB telah ditetapkan delapan orang sebagai tersangka yaitu PC (PA), H (PPK), AM (Direktur PT KAM), SP (penyedia PT KAM), F (Konsultan Pengawas) dan tiga Pokja CS, MM serta SM. Kerugian Negara: Rp. 5.072.772.386,” jelas Harold.

Sekedar informasi, sumber anggaran pekerjaan ini sumber anggaran dari APBD Kabupaten SBB tahun 2020.

PT Kairos Anugerah Marina merupakan rekanan yang menang dalam proses lelang. Nilai kontraknya 6,9 miliar lebih.

Dalam perjalanan pekerjaan, ada adendum nilai kontrak dimana ada penambahan sekitar 150 juta rupiah. Sehingga nilai kontraknya menjadi 7,1 miliar.

Dari total nilai kontrak, PT Kairos telah menerima pencairan sebesar 75 persen.

Namun hingga berakhir masa kontrak, bahkan sampai saat ini kapal tersebut tidak pernah tiba di Kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa. (IMRAN)

Pos terkait