Hina Istri Mantan Suami, Santy Anwar Diganjar Satu Bulan Penjara

Kabartoday, AMBON – Santy Anwar, seorang ibu rumah tangga di kawasan Wailela, Kecamatan Teluk Ambon harus tertunduk saat diganjar hukuman satu bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Dia dinyatakan terbukti bersalah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap saksi korban Harti Talib alias Harti. Saksi korban adalah istri dari mantan suami terdakwa.

Vonis tersebut disampaikan Hakim Orpa Marthina selaku Hakim ketua didampingi dua hakim anggota lainnya.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan ini berlangsung Selasa (25/7/2023) di Ruang Tirta PN Ambon.

Hadir dalam sidang ini JPU Secretchil E Pentury dan beberapa rekannya.

Dalam perkara ini bukan hanya Santy Anwar yang jadi terdakwa. Anak pertamanya Andini Husainy juga jadi terdakwa. Dia pun diganjar hukuman yang sama dengan ibunya.

Menurut majelis hakim, kedua terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Pasal 310 ayat (1) KUHP junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

“Mengadili, menetapkan terdakwa I Santy Anwar secara bersama-sama dengan terdakwa II Andini Husainy bersalah melakukan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam pasal 310 ayat (1) jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” tegas Orpa Marthina saat membacakan putusan.

Karena itu, majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada kedua terdakwa selama satu bulan.

“Menjatuhkan pidana terhadap masing-masing  terdakwa yaitu terdakwa I Santy Anwar secara bersama-sama dengan terdakwa II Andini Husainy dengan pidana penjara masing-masing selama satu bulan,” tambahnya.

Hakim juga menetapkan barang bukti berupa satu buah Flashdisk berwarna merah hitam merk Sandisk Cluzer Blade 8 GB di rampas untuk dimusnahkan.

Kedua terdakwa juga diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp. 2.000,-

Putusan ini ditetapkan hakim setelah sebelumnya mempertimbangkan hal yang meringankan maupun memberatkan terdakwa.

Hakim juga menolak permohonan terdakwa lewat kuasa hukumnya pada agenda pembelaan terdakwa agar kedua terdakwa dinyatakan bebas dalam perkara ini.

Terhadap putusan majelis hakim ini, baik terdakwa maupun JPU belum menerima. Terdakwa serta JPU menyatakan pikir-pikir.

Hakim Orpa nyatakan putusan pidana penjara selama satu bulan, ternyata lebih ringan dari tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama dua bulan.

Dalam perjalanan sidang perkara ini, JPU menghadirkan enam orang saksi.

Enam orang saksi ini antara lain Harti Talib alias Harti, Husainy Harun alias Harun, Harni Talib alias Harni, Patima Nukuhehe Alias Tima, Mansur Aihunan Alias Mansur dan Lutfiah Tusiek Alias Pia.

Diketahui, peristiwa penghinaan ini terjadi Kamis (12/5/2022) sekitar pukul 15.35 WIT di kediaman saksi korban di kawasan sekitar Monumen Patung dr Leimena, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Saat itu saksi korban sedang mengadakan hajatan aqiqah atau syukuran ambil rambut atas anak saksi korban.

Disaat acara berlangsung dengan banyaknya kehadiran tamu undangan, tiba-tiba terdakwa Santy Anwar dan terdakwa Andini Husainy serta Ainy Husainy (anak kedua terdakwa Santy Anwar) datang ke lokasi hajatan.

Mereka melakukan tindak pidana dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum.

Selain menghina saksi korban, Santy Anwar bersama kedua anaknya juga melakukan pengrusakan barang di lokasi hajatan. Para terdakwa memecahkan sejumlah piring dan mangkok.

Untuk perbuatan pengrusakan ini, terdakwa Santy Anwar serta Andini Husainy juga telah diadili.

Dalam perkara dengan nomor perkara : 12/Pid.B/2023/PN Amb dengan klasifikasi perkara Kejahatan Terhadap Ketertiban Umum, kedua terdakwa juga telah divonis.

Hakim Orpa Marthina selaku Ketua Majelis Hakim yang juga mengadili perkara tersebut menjatuhkan hukuman pidana penjara selama lima bulan. Namun hakim juga memberi masa percobaan selama 10 bulan. Putusan ini dibacakan dalam sidang yang digelar Senin, 13 Maret 2023 lalu. (IMRAN)

Pos terkait