Imbas Rencana Pembangunan Perumahan, Warga Dukuh Nekat Akan Blokade Akses Jalan Desa

Kabartoday.co.id, Kabupaten Tangerang | Warga Desa Dukuh, RT.08, RW.03, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang Banten nekat akan Blokade Akses Jalan Desa jika tuntutannya tak terpenuhi.

Pasalnya, tanah yang diduga Milik PT.Jabar Utama Wood Industry yang terletak di RW.08 Desa Dukuh tersebut rencananya akan dibangun perumahan oleh pengembang.

Bacaan Lainnya

Namun rencana tersebut nampaknya mendapat penolakan dari warga setempat lantaran mengganggu ketertiban umum dan belum mendapatkan izin lingkungan.

Saat dikonfirmasi sejumlah Awak Media, Madropi selaku Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat membenarkan adanya penolakan dari warganya tersebut.

“Ya bang, warga menolak lantaran pihak perusahaan pengembang belum melakukan musyawarah dengan warga sekitar,” Ujar Madropi.

Madropi juga mengatakan, penolakan dari warganya itu bukan bermaksud menghalang-halangi proses pembangunan. Namun, pihak warga sendiri menginginkan adanya musyawarah terlebih dahulu antara warga dengan pihak perusahaan.

“Warga ingin pihak perusahaan datang menemui warga, saya sebagai ketua RT tidak bisa berbuat banyak, karna ini urusan kepentingan umum, jadi semua saya kembalikan kepada warga,” Kata Madropi kepada Awak Media. Senin, 17/4/2023.

Ditempat yang sama, HL salah satu warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari proyek itupun mengatakan hal yang tidak jauh berbeda dengan apa yang telah disampaikan oleh ketua RT sebelumnya.

Menurut HL, dirinya pun belum mendapatkan informasi lebih rinci terkait hal itu. Namun menurutnya, pihak perusahaan seharusnya memang tidak melakukan aktivitas apapun dilokasi tersebut selama proses perizinan lingkungan belum terselesaikan.

“Seharusnya tidak ada aktivitas di sana, selama pihak perusahaan belum menyelesaikan polemik dengan warga setempat,” Ucapnya.

HL juga yakin bahwa polemik yang terjadi antara warga dan pihak perusahaan itu pasti ada titik temu dan jalan keluarnya.

“Saya yakin tidak ada persoalan yang tidak bisa di selesaikan selama kita bersama-sama mencari jalan keluarnya,” Tutup HL pada Awak Media.

Sementara itu, pihak perusahaan saat dikonfirmasi via WhatsApp oleh Awak Media belum memberikan jawaban apapun sampai berita ini diterbitkan.

Pos terkait