Israel Bombardir Gereja di Gaza, Delapan Tewas

Wanita dan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan terhadap Gereja Saint Porphyrius

GAZA, PALESTINA – Setidaknya delapan orang tewas dan puluhan lainnya dilaporkan terluka dalam serangan Israel terhadap gereja Ortodoks Yunani Saint Porphyrius di Kota Gaza, tempat banyak warga Palestina, baik Kristen maupun Muslim, berlindung.

Wanita dan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan terhadap Gereja Saint Porphyrius di lingkungan al-Zaytoun di Gaza, menurut kantor berita Palestina Wafa.

Bacaan Lainnya

Wafa mengatakan jumlah orang yang tewas dan terluka masih bisa bertambah.

Kantor berita tersebut mengutip sumber-sumber di lapangan yang mengatakan bahwa pemboman tersebut menyebabkan runtuhnya gedung Dewan Pengurus Gereja, yang menampung beberapa keluarga Palestina, baik Kristen maupun Muslim, yang mengungsi di gereja tersebut di tengah berlanjutnya pemboman Israel.

Klip video yang diposting oleh Al Jazeera Arab di platform media sosial X menunjukkan dua korban terluka tiba dengan ambulans di fasilitas medis Gaza.

Patriarkat Ortodoks Yerusalem telah menyatakan kecaman paling keras atas serangan tersebut, dan mengatakan bahwa menargetkan gereja-gereja dan lembaga-lembaga mereka, serta tempat penampungan yang mereka sediakan untuk melindungi warga yang tidak bersalah, terutama anak-anak dan perempuan yang kehilangan rumah karena serangan udara Israel.

“Serangan terhadap wilayah pemukiman selama 13 hari terakhir, merupakan kejahatan perang. Ke mana saya harus pergi sekarang? Tidak ada tempat tinggal,” kata salah satu korban selamat.

Pos terkait