Kabar Buruk Buat Kapolri dan Wakapolri : Sudah LP Di Polsek Pancur Batu Medan, Rumah Wartawan di Pancur Batu 2 Kali Dibakar Pakai Bom Molotov, Dilempar Kain Kafan, Kaca Mobil Dipecahkan, Namun Sudah 3 Tahun Satu Pun Tidak Terungkap !

KabarToday l Pancur Batu – Tragis hingga saat ini sama sekali belum terungkap, siapa pelaku dan otak pelakunya, padahal rumah salah seorang Wartawan bernama Leo Sembiring yang berada di Dusun I, Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, sudah berulang kali menjadi sasaran kejahatan, sejak 3 tahun lalu.

Pertama Rumah Leo Sembiring di bakar dengan menggunakan Bom Molotov pada tanggal 2 februari 2020 lalu. Akibatnya merusak Meteran Listrik, pintu depan rumah, asbes dan dinding yang terbuat dari tripleks hangus terbakar. Beruntung, api saat itu bisa dipadamkan berkat bantuan warga sekitar.

Kejadian kedua, pada tanggal 4 Februari 2020, mobil yang diparkirkan Leo Sembiring di Simpang Tuntungan, kacanya dilempar dengan batu, pada saat kejadian tak seorang pun melihat aksi tersebut, namun cctv yang berada di atas parkir mobil merekan kejadian tersebut.

Dari CCTV diketahui pelaku pelemparan ada dua orang dengan mengendarai sepeda motor matic, melaju kencang ke arah Pancur Batu.

Kejadian yang ketiga, terjadi pada tanggal 21 Desember 2023 sekitar pukul 03.58 Wib, dimana dua orang pria yang diduga kuat merupakan warga sekitar Kecamatan Pancur Batu berinsial MB alias HT.

Kejadian yang ketiga, terjadi pada tanggal 21 Desember 2023 sekitar pukul 03.58 Wib, dimana dua orang pria yang diduga kuat merupakan warga sekitar Kecamatan Pancur Batu berinsial MB alias HT bolak balik lewat depan rumahnya, dan kemudian melemparkan Bom Molotov ke bawah mobil untuk membunuhnya besama sekeluarga yang sedang tidur dirumahnya di Dusun I. Beruntung pada saat itu, anjing histeris mengonggong, Ia bersama keluarganya yang melihat kobaran api tersebut melalui cctv, langsung keluar dan memadamkan api.

Tak hanya kejadian pelemparan Bom Molotov dan Pemecahan Kaca Mobilnya, seseorang yang tidak dikenal dan diduga merupakan kaki tangan pelaku sebelumnya, kembali melemparkan sebuah kain warna putih yang diduga kain kafan ke teras rumahnya belum lama ini.

Leo menceritakan, bahwa sebelumnya Istrinya sedang kesurupan kerasukan roh dari Ayah Kandung Istrinya. Saat kesurupan, Istri Leo Sembiring mengatakan, bahwa ada orang yang mau menjahatinya sekeluarga Tak lama setelah itu, kain kafan yang bau busuk pun ditemukan tepat di depan garasi rumahnya. Melihat kejadian itu, kain kafan tersebut langsung dibakar.

Leo mengakui, bahwa Ia ada memberitakan Aktifitas Judi Togel dan Barak Narkoba yang beroperasi di Kecamatan Pancur Batu. Dirinya yakin, bahwa hal tersebut memicu tindakan jahat tersebut menyerangnya. Karena merasa sakit hati dan dendam akibat pemberitaan dimaksud.

Leo juga mengatakan, 3 hal tersebut telah dilaporan ke Polsek Pancur Batu, diantaranya : pembakaran rumah tanggal 2/2/2020, pelemparan kaca mobil tangaal 4/2/2020 dan pelemparan Bom Molotov pada 21/12/2023. Namun, hingga kini satu pun tidak bisa terungkap oleh Polisi.

“Saya heran kenapa 3 laporan Kami ke Polsek Pancur Batu satu pun tidak terungkap. Apakah karna ada orang kuat atau mafia dibalik semua ini…? Sehingga tidak bisa terungkap atau memang Polisi tidak mau mengungkapnya ? Atau mungkin Polisi tidak mampu mengungkapnya ?”, sebut Leo.

Menurut Leo, Banyak orang yang menyuruh saya sabar akan kejadian pelemparan Bom Molotov kerumahnya. Tapi apa kurang sabar lagi kalau rumah dibakar dan kaca mobil sudah dipecahkan dan kejadiannya sudah 4 tahun yang lalu tidak terungkap.

“Ini malahan saya dirusuh sabar, apa menunggu Kami mati terbakar dulu baru Pak Kapolda Sumut mau menangkap Pelaku dan Otak Pelakunya, yang Saya duga adalah seorang mafia di Kecamatan Pancur Batu. Bahkan belakangan ini, Saya mulai curiga atau jangan – jangan ketiga kejadian ini disuruh oleh seorang mafia itu, karena sering saya beritakan”, ungkapnya.

Leo melanjutkan, Ia menduga Pelaku dan Otak Pelaku akan kembali membakar rumahnya. Karena sebelum kejadian, orang yang Kami duga adalah suruhannya mafia itu, bolak balik datang kerumahnya tanpa diundang, dan diduga kedatangannya untuk memantau letak CCTV dirumahnya.

“Sebelum kejadian, tiap hari dia ke rumah Saya. Alasannya mau buka judi ikan – ikan dan Barak Narkoba, karena Saya tidak mau tau akan hal itu, Aaya tidak melayaninya. Mungkin dia sakit hati, karena Saya tidak kasi dia pinjam uang. Katanya untuk beli Narkoba ke seorang Bandar Besar yang Saya tidak tau siapa orangya. Dia datang kerumah Saya, katanya mau minjam uang untuk beli Narkoba dan jadi Pengedar Sabu. Saya merasa aneh dan merasa ucapannya itu tidak masuk akal, dan saya tidak mau ikut campur akan hal tersebut, makanya Saya menghindarinya”, ujarnya kepada Wartawan, Minggu 10/3/2024 lalu.

Ia juga merasa heran dan tau bahwa tujuan orang tersebut datang kerumahnya bukan untuk itu, melainkan ingin memastikan dimana letak CCTV nya.

“Dia bolah balik datang ke rumah Saya untuk memastikan letak mendaratnya Bom Molotov untuk membunuh Kami sekeluarga. Saat dia datang, dia juga menyingggung, apakah Saya pernah memberitakan Barak Narkoba yang di Pramuka Bandar Baru. Saat pelemparan Bom Molotov, pelaku yang Kami duga adalah MB dan HT, melemparkan Bom Molotov dari sebelah kanan rumah Kami yang tidak ada sorotan CCTV. Akan tetapi, kedua pelaku sebelum melempar dan sesudah melempar Bom Molotov ada terekam CCTV”, sebut Leo.

Pihaknya heran hingga saat ini tidak terungkap, dan mendengar bahwa pelaku saat ini berlindung kepada seorang mafia yang sangat meresahkan warga Pancur Batu. Dan hingga kini pelaku masih berkeliaran dan lalu lalang di depan rumahnya.

“Harapan kami agar Bapak Kapolda Sumut Irjen. Pol. Agung Setya Imam Effendi, S.H., S.I.K., M.Si dapat segera menangkap Pelaku dan Otak Pelaku serta penyedia dana dalam aksi tersebut. Karena saya menduga, ketiga kasus ini ada kaitannya dengan seorang Mafia di Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Saya yakin Polda Sumut tidak akan kalah dengan para pelaku kejahatan”, tegasnya.

Pihak juga heran dan agak merasa aneh, kenapa pelaku pembakaran rumah dan mobil wartawan yang di Hamparan Perak, yang kejadian sebulan lalu, pelakunya ditangkap hanya tempo sekitar 3 hari saja.

Demikian pelaku pelemparan dan pengurusakan kaca mobi Dam Truk PT KEY KEY di Pancur Batu langsung ditangkap. Sementara, pelaku kejahatan dirumahnya,  pada mobilnya, sampai sekarang tidak ada terungkap satu pun.

Dir Krimum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono saat di konfirmasi Wartawan terkait hal ini menjelaskan, bahwa akan mengatensikan kasus tesebut ke Polresabes Medan.

“Akan kami atensikan ke Polrestabes Medan”, sebutnya. (Okta)

Pos terkait