Kapal Tanker MT. KOAN Tenggelam di Perbatasan Indonesia Australia

Tim SAR gabungan sedang evakuasi ABK Kapal MT Koan yang berhasil diselamatkan Kapal Tanker Hafnia Petler ke Kapal Polisi KP XVI-2006 untuk dibawa ke Saumlaki.

Kabartoday, AMBON – Satu kapal tanker berbendera Indonesia tenggelam di Perairan Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Provinsi Maluku dekat perbatasan teritorial Indonesia-Australia.

Kapal naas ini tenggelam Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 04.00 WIT. Beruntung dalam peristiwa kecelakaan laut ini, tidak ada korban jiwa. Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) berjumlah 18 orang berhasil diselamatkan.

Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arif Anwar ungkapkan Kapal Tengker MT. Koan Indonesia penyebab tenggelamnya kapal ini karena terjadi kebocoran pada badan kapal.

M Arif Anwar, Kepala Kantor Basarnas Ambon

“Kapal MT Koan tenggelam di perairan Saumlaki pada Kamis pagi tadi. Lokasi tenggelamnya kapal ini dekat perbatasan Indonesia dan Australia. Penyebabnya karena terjadi kebocoran pada badan kapal,” ungkap Arif, Kamis (15/2/2024) malam di Ambon.

Beruntung dalam peristiwa kecelakaan laut ini tidak ada korban jiwa. Seluruh kru kapal yang berjumlah 18 orang berhasil diselamatkan.

Bocor

Arif jelaskan sehari sebelumnya tepatnya Rabu (14/2/2024) sekira pukul 06.00 WIT, kapal tanker ini sempat dihantam cuaca buruk di perairan Laut Arafura.

“Gelombang laut setinggi 5 meter menghantam kapal di Laut Arafura. Badan kapal bocor. Walaupun begitu, kapal tetap berlayar terus dengan tujuan Surabaya,” jelas mantan Kepala Basarnas Mamuju, Sulawesi Barat ini.

Akibat kebocoran, air laut masuk ke dalam kapal. Kapal pun alami miring ke kanan. Para ABK sempat berupaya menguras air dari badan kapal menggunakan pompa, namun upaya mereka tidak berhasil.

Sehari mencoba bertahan, kapal ini akhirnya karam pada Kamis (15/2/2024) sekira pukul. 04.00 WIT di perairan laut Saumlaki, Tanimbar dekat perbatasan Indonesia Australia.

Seluruh ABK Selamat

Saat kapal mulai tenggelam, seluruh ABK yang berjumlah 18 orang berhasil menyelamatkan diri menggunakan dua buah Life Craft.

Mereka sempat terombang ambing selama 12 jam di laut sebelum di selamatkan Kapal Tanker Hafnia Petler pada pukul 16.00 WIT.

Sebelumnya, pada pukul 15.00 WIT, ABK yang terombang-ambing ini berhasil berkomunikasi dan mengirim kode SOS panggilan darurat meminta pertolongan.

Panggilan darurat ini ditangkap kapal tanker MT Hafnia Petler yang saat itu sedang melintas di perairan Tanimbar. Kapal ini kemudian merubah haluan menuju ke lokasi panggilan darurat tersebut.

Setibanya di lokasi, kapal ini kemudian memberikan pertolongan. Seluruh ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat ke atas kapal.

Operasi SAR Gabungan

Peristiwa kecelakaan kapal ini juga diketahui Basarnas Ambon pada Kamis (15/2/2024) sekitar pukul 14.22 WIT setelah menerima informasi dari Basarnas Command Centre (BCC)  yang meneruskan signal distress bahwa telah terjadi kecelakaan laut kapal tanker tenggelam di sekitar Perairan Kepulauan Tanimbar.

Kepala Basarnas Ambon M Arif Anwar kemudian merespon cepat laporan tersebut. Ia segera mengerahkan Tim SAR gabungan dari rescuer Pos SAR Saumlaki dan Polairud Polda Maluku.

Sekitar pukul 14.27 WIT, tim SAR gabungan menggunakan Kapal Polisi dengan nomor lambung KP-XVI-2006 bertolak menuju lokasi kejadian untuk melakukan  operasi SAR. Mereka bergerak menuju koordinat 8° 28′ S – 131° 28′ E, jarak -+ 31 Nm, dan Heading 167° arah Selatan dari  Pos SAR Saumlaki.

Untuk tiba di lokasi, tim SAR menempuh perjalanan selama empat jam. Sekitar pukul 18.50 WIT tim SAR gabungan ini berhasil tiba di lokasi intercept Kapal Tanker Hafnia Petrel guna mengevakuasi seluruh ABK kapal MT Koan.

Pukul 19.15 WIT, seluruh korban berhasil di evakuasi dengan selamat. Mereka dipindahkan ke Kapal Polairud Polda Maluku dan dibawa menuju Pelabuhan Laut Saumlaki.

Seluruh ABK Kapal Tanker MT Koan berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Saumlaki

Pukul 22.04 WIT,  KP -XVI-2006 Polairud Polda Maluku beserta seluruh korban berhasil tiba di Pelabuhan Laut Saumlaki.

Selanjutnya ke 18 korban selamat di serahkan kepada pihak RSUD DR. PP. Margreti Saumlaki guna penanganan lebih lanjut.

Arif katakan dengan berhasilnya menyelamatkan seluruh korban, maka operasi SAR ini resmi ditutup.

“Alhamdulillah seluruh korban berhasil di selamatkan. Maka operasi SAR ditutup dan seluruh potensi SAR dikembalikan ke satuannya masing-masing serta tak lupa kami haturkan banyak terima kasih,” ucap Arif.

Data Korban

Adapun 18 ABK kapal MT Koan yang berhasil diselamatkan sebagai berikut :
1. Sony Mubarok (31) oiler.
2. Rusman (27) juru mudi.
3. Jumu jahi (27) juru mudi.
4. Kiki weldi (37) tukang las.
5. Toni Ricardo ( 24) oiler.
6. Erid suhendra (35) Kapten kapal.
7. Hendro Febrianto ( 34) mandor mesin.
8. Rahmadi ( 28) Mualim III.
9. Wahyu Dwi Djatmiko ( 49) KKM.
10. Ayu Airin Laihan ( 24) Koki.
11. Rohmat Saiful Anwar ( 32) Mualim I.
12. Ari Satrio priantoro ( 35) botswain.
13. Mahesa Ari Sandi ( 25) masinis II.
14. Pilar jaman tegar R.A ( 26) masinis III.
15. M. Arofa ( 27) oiler.
16. Heri Siswanto ( 39) Ebi.
17. Dadan Abriansyah (30) second officer.
18. Madi Maulana (20) kadet deck.

Kapal MT Koan ini dioperasikan oleh PT Margo Indonesia Servicestama. Kapal ini berukuran panjang 89,74 meter dengan bobot 2011 Gross Tonnage (GT) dan 3.899,640 DeadWeight (DWT). (IMRAN)

Pos terkait