Kasus BBM Oplosan di SBB, Penyidik Sedang Rampungkan Berkas

Aipda Edi Budiono,SH, salah satu penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku yang membongkar praktek BBM Oplosan di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Kabartoday, AMBON – Penyidik subdit IV Tipidter Ditreskrimsus hingga kini sementara berupaya merampungkan berkas perkara tindak pidana BBM oplosan dengan TKP di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Kasus ini diungkap penyidik pada medio September lalu. Dari pengungkapan ini, penyidik berhasil amankan 13,9 ton BBM oplosan serta minyak tanah murni.

Bacaan Lainnya

Untuk rampungnya berkas perkara ini, penyidik akan membawa sampel barang bukti BBM oplosan ke Pertamina Ambon untuk diteliti di laboratorium. Selain itu, penyidik juga akan meminta keterangan ahli dari pihak BPH Migas.

Demikian disampaikan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku Komisaris Polisi Andi Zulkifli kepada media ini Rabu (4/10/2023) di ruang kerjanya.

Kompol Andi Zulkifli,S.I.K, M.M – Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku.

“Untuk perkara BBM oplosan itu, kita sedang berupaya merampungkan berkas perkara. Karena itu, kita akan segera membawa barang bukti BBM tersebut ke Pertamina untuk diteliti. Selain itu, kita akan meminta keterangan ahli migas dari BPH Migas,” jelas Andi.

Ia katakan setelah dua hal ini terpenuhi, maka selanjutnya penyidik akan menyerahkan berkas perkara penyidikan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diteliti.

Tiga Tersangka

Jebolan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri angkatan 62 tahun 2022 ini beberkan dalam penyidikan perkara ini, pihaknya telah menetapkan tiga orang tersangka.

“Dari penyidikan perkara ini, sudah ditetapkan tiga tersangka. Mereka saat ini sedang ditahan di Rutan Polda Maluku. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan, karena kita terus mengembangkan perkara ini,” tegas Andi.

Para tersangka ini yaitu H Saleh beralamat di dusun Wayasel Desa Kairatu Kecamatan Kairatu. Dia diduga sebagai dalang utama di kasus BBM oplosan ini berupa campuran solar dan minyak tanah.

Tersangka berikutnya adalah Adul Jainal, karyawan H Saleh yang berperan sebagai mencampur solar dengan minyak tanah. Tersangka ketiga adalah Maru Raheng. Dia adalah sopir mobil tangki BBM dengan nomor polisi DE 8941 BU. Dalam tangki mobil yang berkapasitas lima ton ini penuh berisi BBM oplosan.

Barang Bukti

Untuk barang bukti ada sebanyak 13,9 ton dengan perincian 13,6 ton BBM oplosan berupa campuran Solar dan minyak tanah serta 300 liter minyak tanah murni.

Keseluruhan barang bukti ini untuk sementara penyidik telah menitipkan untuk diamankan di Mapolsek Waisarisa. (IMRAN)

Pos terkait