<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Kampus Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/kategori/dunia-kampus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/kategori/dunia-kampus/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Feb 2026 11:56:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>Dunia Kampus Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/kategori/dunia-kampus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 11:56:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UPER]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=82563</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, 26 Februari 2026 &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan akademik terus meningkat.&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/">Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, 26 Februari 2026</strong> &#8211; Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan akademik terus meningkat. Survei YouGov (2025) menunjukkan bahwa 71 persen mahasiswa telah menggunakan AI untuk membantu tugas atau aktivitas belajar, meningkat dari 64 persen pada survei tahun sebelumnya. Namun, tingginya adopsi tersebut juga diiringi sejumlah kekhawatiran. Masih di survei yang sama, faktor utama yang membuat mahasiswa ragu menggunakan AI adalah risiko dituduh melakukan kecurangan (53%) serta potensi hasil keliru atau hallucinations dari sistem AI (51%).</p>
<p>Temuan tersebut menunjukkan bahwa tantangan utama bukan lagi pada akses teknologi, melainkan pada literasi, verifikasi, dan integritas dalam penggunaannya. Di tengah dinamika ini, Iman Dwi Satrio, mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER) angkatan 2024, menghadirkan pendekatan yang berbeda. Iman memposisikan AI bukan sebagai jalan pintas, melainkan sebagai learning partner yang membantu memahami konsep secara lebih terstruktur dan reflektif.</p>
<p>“Sebagai lulusan SMK, saya sempat merasa tertinggal pada awal perkuliahan. Di situlah saya mulai memanfaatkan AI sebagai partner belajar untuk memahami konsep-konsep sulit. Namun, penggunaannya harus bijak. Saya menggunakannya untuk merangkum materi, mencari alternatif penjelasan, atau mensimulasikan kode, bukan menyalin jawaban. Setiap hasil tetap saya verifikasi agar tidak terjebak informasi keliru atau hallucination, sehingga proses berpikir dan integritas akademik tetap terjaga,” ungkap Iman (26/2).</p>
<p>Dalam proses belajarnya, Iman memanfaatkan ekosistem AI untuk merangkum materi, memetakan konsep, hingga menganalisis topik perkuliahan yang kompleks. Iman menekankan bahwa setiap output dari sistem generatif tetap harus diverifikasi melalui referensi akademik yang kredibel dan dipahami logika berpikirnya. Pendekatan ini memastikan AI berfungsi sebagai penguat pemahaman, bukan sumber ketergantungan atau kesalahan informasi.</p>
<p>Komitmen terhadap pemanfaatan AI yang etis dan berdampak tersebut mengantarkan Iman meraih posisi Top 5 Google Student Ambassador Tier Trailblazer, tingkat tertinggi dalam program tersebut. Dari sekitar 12.000 pendaftar dan 800 ambassador terpilih, hanya lima mahasiswa yang mencapai kategori ini.</p>
<p>“Dari 800 Google Student Ambassador yang terpilih, hanya lima orang yang mencapai Tier Trailblazer. Google dan Dicoding menitikberatkan penilaian dalam tantangan yang diberikan yaitu pada kualitas dan kedalaman materi yang disampaikan tersebut mampu mengubah cara mahasiswa belajar,” ujar Iman.</p>
<p>Iman menjelaskan bahwa materi yang dibawakannya berfokus pada pengenalan lingkungan pembelajaran berbasis AI dari Google yang mendorong mahasiswa belajar secara lebih mandiri, kritis, dan bertanggung jawab. Pendekatan ini dilakukan melalui penyelenggaraan kegiatan demonstrasi penggunaan fitur AI Google yang dihadiri lebih dari 100 mahasiswa UPER, mentorship berbasis konten digital di platform media sosial TikTok.</p>
<p>Sebagai GSA Tier Trailblazer, Iman memperoleh kesempatan berdiskusi langsung dengan jajaran pimpinan Google Indonesia serta Dicoding, serta mengikuti lokakarya kepemimpinan dan sertifikasi Google Cloud Generative AI Leader. Ke depan, Iman merancang komunitas #TeamGoogle UPER sebagai wadah belajar talenta digital dan memperkuat budaya peer-to-peer mentoring di lingkungan kampus.</p>
<p>Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., turut merespon positif capaian Iman dalam kancah nasional. Menurutnya prestasi mahasiswa turut sejalan dengan tujuan pembelajaran yang dirancang di Universitas Pertamina untuk menyiapkan talenta unggul di era digital.</p>
<p>“Universitas Pertamina tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang membentuk pemimpin masa depan yang berintegritas, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Hal ini diwujudkan, salah satunya, melalui peminatan Artificial Intelligence pada Program Studi Ilmu Komputer yang menekankan pemanfaatan teknologi secara bijak dan memberikan manfaat nyata,” tutup Prof. Wawan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mahasiswa-uper-tembus-top-5-google-student-ambassador/">Mahasiswa UPER Tembus Top 5 Google Student Ambassador</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://nuansapublik.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260227-WA0026-1536x1025.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Dakwah Modern, PPIJ dan Masjid Sejuta Pemuda Gelar JIC Digital School</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/perkuat-dakwah-modern-ppij-dan-masjid-sejuta-pemuda-gelar-jic-digital-school/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 00:39:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[JIC]]></category>
		<category><![CDATA[PPIJ]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=79856</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Personal Branding yang Positif bagi Personal, Komunitas, dan Lembaga melalui&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perkuat-dakwah-modern-ppij-dan-masjid-sejuta-pemuda-gelar-jic-digital-school/">Perkuat Dakwah Modern, PPIJ dan Masjid Sejuta Pemuda Gelar JIC Digital School</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<h3><em>Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Personal Branding yang Positif bagi Personal, Komunitas, dan Lembaga melalui Media Sosial.”</em></h3>
</blockquote>
<p><a href="https://kabartoday.co.id/site/"><strong>SUKABUMI</strong></a> &#8211; Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau Jakarta Islamic Centre (JIC) sukses menyelenggarakan JIC Digital School selama tiga hari, dari tanggal 18 hingga 20 Juni 2025 di Masjid Sejuta Pemuda, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Personal Branding yang Positif bagi Personal, Komunitas, dan Lembaga melalui Media Sosial.”</p>
<p>Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Pusat PPIJ, Dr. KH. Didi Supandi, Lc., MA., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya gerakan dakwah digital yang beretika, cerdas, dan berkelanjutan. Kiai Didi juga menyoroti tantangan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Islam di tengah arus deras informasi digital.</p>
<p>“Media sosial adalah ladang dakwah, jika kita tak pandai mengolahnya, kita bisa terhanyut oleh arusnya. Tapi jika kita cerdas, ia bisa menjadi alat perubahan,” ungkap Kiai Didi Supandi dalam sambutannya.</p>
<p>Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai elemen strategis, di antaranya komunitas pemuda dan penggerak masjid, mahasiswa dan aktivis kampus, konten kreator Muslim muda, hingga para pegiat dakwah digital. Para peserta datang dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Bekasi, Sukabumi, Purwakarta, Medan, Yogyakarta, Malang, dan kota-kota lainnya.</p>
<p>Didukung penuh oleh Pengurus Masjid Sejuta Pemuda, JIC Digital School menghadirkan narasumber profesional yang telah lama berkecimpung dalam dunia dakwah digital dan media sosial. Materi disampaikan secara tematik, interaktif, dan aplikatif, mulai dari strategi membangun personal branding Islami hingga praktik membuat konten digital yang berdampak.</p>
<p>Menariknya, dalam setiap sesi, peserta ditantang untuk membuat video pendek bertema inspiratif yang langsung dinilai oleh para pemateri. Ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus unjuk kreativitas peserta dalam menerjemahkan nilai-nilai dakwah dalam format digital yang relevan dan menarik.</p>
<p>JIC Digital School 2025 membuktikan bahwa media sosial tidak sekadar ruang hiburan, melainkan arena dakwah modern yang bisa dioptimalkan dengan etika, kreativitas, dan visi keumatan. Harapannya, para peserta dapat menjadi pionir perubahan yang mampu membawa nilai Islam ke tengah masyarakat digital dengan cara yang bijak dan bermartabat.*</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perkuat-dakwah-modern-ppij-dan-masjid-sejuta-pemuda-gelar-jic-digital-school/">Perkuat Dakwah Modern, PPIJ dan Masjid Sejuta Pemuda Gelar JIC Digital School</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dfrmdtanm/images/v1750811660/Gambar-WhatsApp-2025-06-25-pukul-04.03.36_468e3588-FILEminimizer/Gambar-WhatsApp-2025-06-25-pukul-04.03.36_468e3588-FILEminimizer.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Naik Kelas! Sambel Pecel My Fin Milik Mahasiswa UPER Siap Tembus Pasar Global</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/naik-kelas-sambel-pecel-my-fin-milik-mahasiswa-uper-siap-tembus-pasar-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 04:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UPER]]></category>
		<category><![CDATA[Sambel Pecel My Fin]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Pertamina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=79198</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA &#8211; Sambel pecel khas Blitar dikenal sebagai bumbu legendaris dalam kuliner Nusantara, dengan cita&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/naik-kelas-sambel-pecel-my-fin-milik-mahasiswa-uper-siap-tembus-pasar-global/">Naik Kelas! Sambel Pecel My Fin Milik Mahasiswa UPER Siap Tembus Pasar Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Sambel pecel khas Blitar dikenal sebagai bumbu legendaris dalam kuliner Nusantara, dengan cita rasa autentik dari perpaduan kacang, cabai, dan rempah pilihan. Blitar, Jawa Timur, tak hanya menjadikan sambel pecel sebagai identitas kuliner lokal, tapi juga sebagai komoditas unggulan. Menurut Dinas Perdagangan dan Perindustrian Blitar (2022), produk ini termasuk dalam lima besar pangan lokal terlaris, membuktikan bahwa sambel pecel Blitar punya nilai ekonomi tinggi dan potensi besar di pasar UMKM.</p>
<p>Sayangnya, popularitas sambel pecel sebagai hidangan khas Nusantara masih menghadapi berbagai tantangan dalam produksinya, seperti fluktuasi harga bahan baku yang memengaruhi daya jual serta praktik pencampuran dengan ubi yang berisiko mengurangi cita rasa autentiknya. Selain itu, kualitas pengemasan produk sambel pecel yang masih kurang menarik dan rentan terkontaminasi bakteri turut menjadi perhatian. Berdasarkan laporan Foresight Indonesia (2022), sebanyak 40% konsumen kini lebih memilih bumbu dengan kemasan praktis, mudah dibawa, dan memiliki daya tahan lebih lama, menandakan perlunya inovasi dalam produksi dan distribusi sambel pecel agar tetap kompetitif di pasar.</p>
<p>Menyadari hal tersebut, mahasiswa dan alumni Universitas Pertamina menghadirkan inovasi bisnis melalui “Sambel Pecel My Fin”. Qori’atul Septiavani (alumni) bersama Millenia Shinta Anggraeni, Iklimah Nur Rachmah, dan Nur Arifka W. (mahasiswa Program Studi Ekonomi) membangun bisnis ini dengan tujuan melestarikan sambel pecel khas Blitar dalam kemasan yang lebih modern, higienis, dan sesuai kebutuhan pasar.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-84873" src="https://res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1743048936/sambel-pecel-my-fin-2-FILEminimizer/sambel-pecel-my-fin-2-FILEminimizer.jpg?_i=AA" alt="" width="1024" height="800" /></p>
<p>Menurut Qori, salah satu pendiri, Sambel Pecel My Fin telah dirintis sejak tahun 2017 dengan mengusung nilai “Citra Rasa Warisan Nusantara” yang kental akan sentuhan budaya Jawa. Produk ini diproduksi secara autentik untuk dipasarkan di Kota Malang dengan kapasitas produksi mencapai 115 kg atau sekitar 350 kemasan per bulan.</p>
<p>Tergabung dalam tim Sambel Pecel My Fin, Qori bersama rekan-rekannya menghadirkan inovasi pada desain dan kemasan produk guna meningkatkan nilai jual. Awalnya, sambel pecel dikemas dalam plastik ukuran 500 gram hingga 1 kg. Kini, produk dikemas lebih praktis dan menarik dalam jar kaca, yang mudah dibawa dan lebih higienis. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, My Fin juga menghadirkan empat varian bumbu siap saji: Sambel Pecel, Bumbu Gado-gado, Bumbu Tahu Telur, dan Bumbu Sate—masing-masing dengan daya tahan produk yang lebih lama dan cocok untuk gaya hidup praktis.</p>
<p>“Kami memproduksi sambel pecel tersebut murni dari bahan-bahan alami tanpa pengawet. Namun dengan pengemasan yang lebih rapi dan higienis, produk kami mampu bertahan hingga tiga bulan dari yang sebelumnya hanya satu bulan sejak dibukanya kemasan. Menariknya untuk meningkatkan ketertarikan konsumen kami mendesain produknya dengan mengangkat kebudayaan Jawa sesuai dengan tempat diproduksinya. Misalkan dari desain visual kemasan, nama produk yang mengambil tokoh wayang hingga pemasarannya yang khas masyarakat Jawa,” pungkas Qori</p>
<p>Dengan harga Rp23.500 per kemasan 300 gram, Sambel Pecel My Fin berhasil membangun jaringan pemasaran melalui 90 reseller, partisipasi dalam bazar UMKM, serta promosi aktif di media sosial dan e-commerce. Strategi ini mendorong pertumbuhan omzet yang kini mencapai Rp7,3 juta per bulan. Untuk memperluas jangkauan pasar, tim My Fin tengah mengembangkan skema penjualan menuju pasar internasional melalui platform marketplace global.</p>
<p>Qori menyampaikan bahwa Sambel Pecel My Fin kini tengah mempersiapkan penjualan lintas negara melalui pelatihan dari Inkubasi Bisnis Lanjutan Universitas Pertamina. Program ini membantu meningkatkan kualitas produk, strategi penjualan, dan ketahanan bisnis. “Harapan kami, sambel pecel ini bisa dinikmati oleh banyak orang di berbagai penjuru dunia,” tutupnya.</p>
<p>Sebagai kampus yang bercita-cita menjadi kampus kelas dunia berbasis inovasi dan kewirausahaan khususnya di bidang teknologi dan energi, bisnis Sambel Pecel My Fin menjadi cerminan hasil buah pikiran dan inovasi mahasiswa serta alumni UPER dalam memanfaatkan teknologi dengan baik sebagai upaya mengembangkan penjualan produk kuliner yang lebih luas.</p>
<p>“Melalui tim MyFin, mahasiswa Universitas Pertamina membuktikan bahwa kewirausahaan bukan hanya soal kreativitas, tetapi juga kontribusi nyata bagi perekonomian lokal dan nasional. Dengan dukungan inkubasi bisnis, mereka mampu menciptakan inovasi yang memperkuat ekosistem UKM dan membuka peluang pasar yang lebih luas” jelas Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/naik-kelas-sambel-pecel-my-fin-milik-mahasiswa-uper-siap-tembus-pasar-global/">Naik Kelas! Sambel Pecel My Fin Milik Mahasiswa UPER Siap Tembus Pasar Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1743048818/sambel-pecel-my-fin-FILEminimizer/sambel-pecel-my-fin-FILEminimizer.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ketua Dewan  Pakar Gerbang Betawi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-dinobatkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 09:42:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Gerbang Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Djunaidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=77259</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Ketua Dewan Pakar Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Prof. Dr. dr. H. Zulkifli&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-dinobatkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/">Ketua Dewan  Pakar Gerbang Betawi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co.id/site/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Ketua Dewan Pakar Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Prof. Dr. dr. H. Zulkifli Djunaidi, M.AppSc. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Rabu (20/11/2024).</p>
<p>Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul &#8220;Manajemen Risiko K3 untuk Mengantisipasi Future Risk karena Perkembangan Teknologi dan Gap Generation&#8221; pakar K3 ini menyarakan bahwa motivasi utama dalam melaksanakan keselamatan dan kesejatan kerja (K3) adalah mencegah kecelekaan kerja dan penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan. K3 menurutnya erat kaitannya dengan bahaya dan risiko.</p>
<p>Bahaya, lanjutnya, merupakan sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian, sedangkan risiko merupakan kombinasi dari peluang dan konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang merugikan.</p>
<p>“Tempat kerja yang aman dan sehat menjadi penting karena mendukung setiap pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien,” tegas Ketua Dewan Pakar Gerbang Betawi ini.</p>
<p>Sebaliknya, lanjut Zulkifli, jika tempat kerja tidak terlindungi dan banyak terdapat bahaya dan risiko K3, kerusakan dan absen karena sakit menjadi tak terhindarkan yang pada gilirannya dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitasnya menjadi berkurang bagi perusahaan.</p>
<p>“Manajemen risiko K3 menjadi salah satu pengawal proses operasi dalam mewujudkan tempat kerja yang aman dan sehat,” tegas Prof. Zulkifli yang juga aktif sebagai Konsultan Senior Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.</p>
<p>Mengutip data dari laporan ILO yang berjudul Safety and Health at the Heart of the Future of Work, Prof Zulkifli menyoroti risiko keselamatan dan kesehatan yang dapat muncul akibat perubahan pada beberapa aspek seperti teknologi, demografi, perubahan iklim dan perubahan dalam organisasi kerja.</p>
<p>Dalam pidatonya Prof Zulkifli juga menguraikan bagaimana peran manajemen risiko K3 dan bagaimana posisinya dalam keilmuan K3. Menurut mantan aktivis Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) ini keilmuan K3 merupakan ilmu terapan.</p>
<p>Keilmuan K3 mempunyai tujuan untuk menciptakan sistem kerja yang aman atau safe work system.</p>
<p>Karena itu, menurut anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alm. H. Djunaidi Amin dan Hj Nani Djunaidi ini, metode yang dikembangkan adalah manajemen risiko yang berbasis pada problem solving method dengan tahapan-tahapan mulai dari identifikasi, analisis dan pengendalian.</p>
<p>Sebagai sebuah ilmu, lajut Zulkifli, tentu saja manajamen risiko K3 ini juga terus mengalami perkembangan. “Inilah yang terkait dengan furture risk sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan adanya gap generation serta perubahan-perubahan dari segi sosial dan ekonomi saat ini,” ujar suami dra Hj Siti Zulaiha ini.</p>
<p>Ia menambahkan yang dipelajari dalam manajemen risiko K3 juga mengalami perkembangan yang menyebabkan terjadi perkembangan pula dalam metode dan pendekatan dalam manajemen risiko K3.</p>
<p>“Pendekatan dalam identifikasi proses-proses pekerjaan tidak lagi secara konvensional tetapi dilakukan secara futuris dengan adanya penggunaan Artifical Intelligence (AI) yang semakin marak dan penggunaan teknologi yang semakin canggih yang akibatnya mempengaruhi pola kerja,” tegasnya.</p>
<p>Pola kerja sekarang tidak hanya terkait dengan dimensi ruang dan waktu, tetapi sudah menembus dimensi ruang dan waktu. Demikian pula yang terkait dengan strata manajemen di tempat kerja, katanya lagi, kini bukan lagi berupa struktur organisasi yang bersifat konvensional dengan adanya pembagian tugas sebagai direktur, manajer, supervisor atau operator, tetapi saat ini semua pekerjaan tersebut melebur yang dilakukan oleh satu orang.</p>
<p>“Seseorang yang menggunakan teknologi saat ini bisa menjadi direktur, menjadi manajer, supervisor bahkan sebagai operator sekaligus,” tegas ayah 2 orang anak ini.</p>
<p>Selain itu, urai Prof Zulkifli, perkembangan teknologi juga menyebabkan terjadinya gap generation antara generasi yang biasa disebut dengan generasi kolonial, dengan generasi milenial.</p>
<p>Gap generation ini, menurut Prof Zulkifli, akan menghasilkan resiko sosial yang juga harus diantisipasi dalam manajemen risiko K3. Karena itu, menurutnya untuk mengantisipasi perkembangan tersebut setiap identifikasi terhadap future risk harus dilakukan secara bijak, bukan hanya terkait dengan pekerjaan tetapi juga berkait dengan fitrah kemanusiaan.</p>
<p>“Manusia harus dijadikan sentral, karena sekarang ini ada kecenderungan manusia sering disamakan dengan teknologi itu sendiri alias sebagai robot,” tegasnya.</p>
<p>Profesor Zulkifli Djunaidi yang lahir di Jakarta pada 27 November 1959 merupakan Guru Besar Tetap ke 36 yang dikukuhkan Universitas Indonesia sepanjang tahun 2024 ini. Saat ini Universitas Indonesia memiliki 337 Guru Besar Tetap dan 126 Guru Besar Tidak Tetap sehingga seluruh Guru Besar yang dimiliki UI saat ini berjumlah 463 orang.</p>
<p>Di lingkungan Gerbang Betawi, Prof Zulkifli Djunaidi merupakan Guru Besar kesepuluh yang kini dimiliki Gerbang Betawi. Siapa menyusul?</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-dinobatkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/">Ketua Dewan  Pakar Gerbang Betawi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1732095276/IMG-20241120-WA00532/IMG-20241120-WA00532.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Nature-based Solutions Jadi Strategi Jaga Kelestarian Hutan Bakau di Pahawang</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/nature-based-solutions-jadi-strategi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 08:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74965</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memberikan sumbangsih nyata&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/nature-based-solutions-jadi-strategi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang/">Nature-based Solutions Jadi Strategi Jaga Kelestarian Hutan Bakau di Pahawang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat di desa Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berupa edukasi tentang Nature-based Solutions (NbS). Hal ini dirasa penting sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian hutan bakau (mangrove). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang terancam akibat perubahan iklim, abrasi, serta aktivitas antropogenik, seperti penebangan hutan bakau secara ilegal, pembuangan limbah, dan pembangunan cottage untuk pariwisata.</p>
<p>Tim FMIPA yang terlibat dalam “Program Literasi Masyarakat dan Penanaman Mangrove sebagai Nature-based Solution” ini turun ke lapangan (22/7) diketuai oleh Dr. Tito Latif Indra (dosen pembimbing lapangan), dengan anggota Muhammad Attorik Falnsky, S.Si. dan Bintang Mahakarya Sembahen, S.Si. (asisten dosen); serta para mahasiswa yang terdiri dari Satrio Rifqi Wicaksono, Azzikri, Ramaditya Dhamara Mukri, Damar Daffa Aulia, Ero Alvaro, Muhammad Haikal Mudzaki, Fajar Ramadhan, dan Sthevi Fahdira.</p>
<p>NbS atau solusi berbasis alam adalah serangkaian tindakan yang memanfaatkan kekuatan alam untuk mengatasi tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi. Dalam konteks ini, NbS diwujudkan melalui penanaman bakau untuk melindungi pantai dari abrasi, melestarikan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan keterlibatan dan kesadaran masyarakat dalam upaya konservasi.</p>
<p>Tito mengatakan bahwa implementasi NbS menjadi langkah strategis dalam memitigasi perubahan iklim dan abrasi di Pulau Pahawang. “Saat ini, mangrove sebagai komponen blue carbon ecosystem berperan penting dalam siklus karbon, karena memiliki kapasitas penyerapan karbon yang tinggi dan melindungi wilayah pesisir dari abrasi. Untuk itu, edukasi diberikan agar masyarakat sadar akan pentingnya ekosistem mangrove, khususnya dalam mencegah penurunan luas hutan mangrove, serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan ekosistem hutan mangrove di Pulau Pahawang,” ujar Tito.</p>
<p>NbS untuk hutan bakau dilakukan melalui beberapa hal, antara lain konservasi dan restorasi lahan basah pesisir; pemulihan tambak masyarakat; serta pembangunan penangkap sedimen untuk membentuk jalur hijau sebagai kawasan konservasi. Dengan terjaganya hutan bakau, warga dapat memanfaatkannya sebagai pelindung pesisir dari banjir dan badai; penjaga infrastruktur dan keamanan ekonomi; habitat bagi lebih dari 25 miliar ikan muda setiap tahunnya; serta pemberi manfaat bagi 37 spesies laut komersial, seperti ikan, kepiting, bivalvia, dan udang.</p>
<p>Selain memberikan edukasi, pada kesempatan tersebut, Tim Pengabdi UI bersama warga desa juga mengunjungi lokasi penanaman bakau. Mereka menanam 50 bibit bakau di daerah pasang surut dengan substrat pasir berlumpur menggunakan alat tanam sederhana, yakni patok bambu dan tali pengikat.</p>
<p>Sekretaris Desa Pahawang, Aristama, menyampaikan apresiasinya atas program ini. Menurutnya, program penanaman bakau sangat penting bagi keberlanjutan pelestarian hutan bakau di desa tersebut. “Kami membutuhkan banyak kegiatan budi daya tanaman mangrove guna menjaga Pulau Pahawang dari ancaman abrasi. Dengan dukungan dari Tim Pengabdi UI, kegiatan ini diharapkan mendorong Pulau Pahawang menjadi contoh sukses pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan dan bermanfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/nature-based-solutions-jadi-strategi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang/">Nature-based Solutions Jadi Strategi Jaga Kelestarian Hutan Bakau di Pahawang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/167/2024/09/03/Screenshot_20240903_130010-1662868447.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UI Resmikan Laboratorium Nano Device: Pusat Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ui-resmikan-laboratorium-nano-device-pusat-pengembangan-nanoteknologi-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 06:43:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74957</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; &#8220;Keberadaan Nano Device Laboratory di Indonesia adalah langkah strategis untuk menjadikan negara kita&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ui-resmikan-laboratorium-nano-device-pusat-pengembangan-nanoteknologi-di-indonesia/">UI Resmikan Laboratorium Nano Device: Pusat Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co.id/site/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; &#8220;Keberadaan Nano Device Laboratory di Indonesia adalah langkah strategis untuk menjadikan negara kita sebagai pemain utama dalam industri teknologi global. Di era kecerdasan buatan (AI) ini, laboratorium ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan industri chip di tanah air,&#8221; kata Dr. (HC) Mochtar Riady, Ketua Majelis Wali Amanat (Periode 2002-2005), Universitas Indonesia (UI), pada acara peresmian Laboratorium Nano Devices Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc.</p>
<p>Mochtar Riady yang juga pendiri Lippo Group, dan Dr. Lies Harmidy, adalah donatur utama pembangunan laboratorium yang diresmikan pada Senin (2/9), bertempat di Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ), Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) UI. Fasilitas laboratorium pintar dan canggih ini dirancang untuk mendorong penelitian dan inovasi di bidang teknologi nano. Nama Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc. diambil untuk menghormati salah seorang tokoh terkemuka di bidang sensor dan juga founding fathers Teknik Elektro di FTUI. Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc. merupakan Guru Besar FTUI yang juga Dekan FTUI periode 1996-2000.</p>
<p>Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FTUI, Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc., mengatakan, &#8220;Laboratorium ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat peran FTUI dalam menyediakan pendidikan yang berbasis penelitian bagi mahasiswa kami. Laboratorium ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia. Dengan fasilitas yang ada, kami optimis dapat mencetak generasi insinyur yang siap menghadapi tantangan di industri nanoteknologi.&#8221;</p>
<p>Laboratorium Nano Device dilengkapi dengan peralatan penelitian mutakhir yang memungkinkan para peneliti dan mahasiswa untuk melakukan eksperimen dengan presisi tinggi. Dilengkapi dengan fasilitas terkini seperti Semiconductor Parameter Analyzer dan maskless laser lithography, laboratorium ini akan memainkan peran penting dalam mendorong Indonesia menjadi pemain kunci dalam industri semikonduktor global.</p>
<p>Keunggulan Nano Device Laboratory tidak hanya terletak pada kecanggihan peralatannya, tetapi juga pada potensi besar yang dimilikinya dalam memfasilitasi kolaborasi antara akademisi dan industri. Melalui kolaborasi ini, laboratorium diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi nasional. Selain itu, laboratorium ini juga akan menjadi tempat bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang nanoteknologi, menjadikan FTUI sebagai pusat pendidikan dan penelitian terdepan di Indonesia.</p>
<p>Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya laboratorium ini bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. &#8220;Saya berharap Nano Device Laboratory dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya memperkuat industri semikonduktor di dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan teknologi global,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Keberadaan laboratorium ini juga didukung oleh kontribusi besar dari Mochtar Riady, yang tidak hanya menyumbangkan sebagian besar peralatan canggih, tetapi juga mendukung pembangunan gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ) tempat laboratorium ini berada.</p>
<p>Dengan kehadiran Nano Device Laboratory, FTUI semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Laboratorium ini bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi juga simbol dedikasi FTUI dalam memajukan ilmu pengetahuan, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan teknologi di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ui-resmikan-laboratorium-nano-device-pusat-pengembangan-nanoteknologi-di-indonesia/">UI Resmikan Laboratorium Nano Device: Pusat Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/lab-nano-device-ftui.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tim Nagapasa UI Raih Juara 3 dalam Kompetisi Internasional Desain Kapal Feri Aman dan Terjangkau 2024</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/tim-nagapasa-ui-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-desain-kapal-feri-aman-dan-terjangkau-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 09:46:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74931</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Tim Nagapasa yang beranggotakan 10 mahasiswa Teknik Perkapalan Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tim-nagapasa-ui-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-desain-kapal-feri-aman-dan-terjangkau-2024/">Tim Nagapasa UI Raih Juara 3 dalam Kompetisi Internasional Desain Kapal Feri Aman dan Terjangkau 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Tim Nagapasa yang beranggotakan 10 mahasiswa Teknik Perkapalan Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) meraih predikat juara 3 pada kompetisi bergengsi 11th Annual International Student Design Competition, Safe Affordable Ferry Design Competition 2024, diselenggarakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) yang *berpusat di Amerika Serikat.</p>
<p>Tim beranggotakan Rifqianda Fadlurrahman, Muhammad Elvan Nawawi, Muhammad Akbar Ramsha Oetama, Vincent Collin, Daffa Sulaiman Kamil, Ken Nafilahshafa Sahatisae, Rawhul Ihsan Setyoko, Dzakiah Mardiah, Felicia Rachel Taruli Siregar, dan Reisya Putri Ariyan, dibimbing oleh Dr. Eng. Ir. Muhammad Arif Budiyanto, S.T., M.T., IPM. Mereka merancang inovasi kapal feri yang diberi nama MV Omnia: Safe &amp; Affordable Ferry for Niger River.</p>
<p>MV Omnia dirancang dengan spesifikasi tipe flat monohull barge dan dilengkapi dua generator marine dual fuel CSI Ningdong DF170 berkapasitas 300 KW, yang memungkinkan kapal mencapai kecepatan 8,5 knot. “Dengan dimensi kapal yang memiliki panjang hampir mencapai 40 meter, lebar keseluruhan 16.01 meter, dan tinggi sarat air 1 meter, kapal rancangan kami mampu menampung 10 kru, 170 penumpang, 16 mobil, serta kargo agrikultural. Kapal ini dibangun menggunakan konsep pre-cut, yang memudahkan pengangkutan dan perakitan bagian-bagian konstruksi dari MV Omnia dan mampu mengurangi biaya produksi hingga diperkirakan hanya sebesar $1,5 juta,” kata Rifqianda, kapten tim.</p>
<p>Tidak hanya efisien pada biaya, MV Omnia juga memiliki dua fitur unggulan, yakni anti-piracy device (anti pembajakan) yang dilengkapi dengan water jet gun dan razor wire, serta sistem pemantauan kapal yang dilengkapi radar kapal jarak jauh, sensor pemantauan berat, dan kamera pengawas multivis dengan infrared yang dapat mendeteksi objek dalam jarak menengah. Ditenagai oleh CNG-diesel dengan tambahan tenaga surya yang ramah lingkungan, kapal ini juga dilengkapi tilt up thrustmaster yang memudahkan perawatan dan perbaikan kapal. Selain itu biaya produksi project ini sebesar $ 1.516.633,18 dan biaya operasional sebesar $ 461.653,44.</p>
<p>International Student Design Competition yang diselenggarakan WFSA merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan mendukung inovasi kapal yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan. Pada tahun 2024, fokus kompetisi adalah merancang kapal feri Roll-on/Roll-off Passenger Ship (RoPax) yang akan digunakan di Sungai Niger, Nigeria. Kapal ini harus mampu beroperasi di perairan dangkal di wilayah Negara Bagian Anambra, Nigeria Selatan, dan melayani rute dari Dermaga Onitsha ke Dermaga Idah dan Dermaga Ndoni. Kapal tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan spesifik terkait dengan kondisi sungai dan kebutuhan transportasi lokal. Tahun ini, kompetisi tersebut berlangsung dari Desember 2023 hingga Mei 2024 dan pemenang diumumkan pada 20 Juni 2024 secara online di Marrakesh, Maroko. Selanjutnya, tim Nagapasa UI bersama pemenang lainnya diundang ke Maroko pada Oktober mendatang untuk menerima penghargaan secara langsung dari WFSA.</p>
<p>Plh. Dekan FTUI, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, MSc., Ph.D., mengapresiasi pencapaian mahasiswa Teknik Perkapalan tersebut. Ia mengungkapkan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Dalam konteks ini, sudah seharusnya Indonesia berperan aktif dalam inovasi di bidang maritim, dan prestasi ini merupakan langkah awal dari peran besar tersebut. &#8220;Tim Nagapasa UI menunjukkan kemampuan teknis dan inovasi dalam menghadirkan solusi yang relevan terhadap isu yang ada di kancah internasional,&#8221; ujar Prof. Mahmud.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tim-nagapasa-ui-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-desain-kapal-feri-aman-dan-terjangkau-2024/">Tim Nagapasa UI Raih Juara 3 dalam Kompetisi Internasional Desain Kapal Feri Aman dan Terjangkau 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://tribundepok.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-20.27.29.jpeg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dosen UGM Bantu Ungkap Kasus Perdagangan Cula Badak Senilai Rp245 M</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/dosen-ugm-bantu-ungkap-kasus-perdagangan-cula-badak-senilai-rp245-m/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 08:15:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Cula Badak]]></category>
		<category><![CDATA[UGM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74922</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Dr. Dwi Sendi Priyono, terlibat peran penting&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/dosen-ugm-bantu-ungkap-kasus-perdagangan-cula-badak-senilai-rp245-m/">Dosen UGM Bantu Ungkap Kasus Perdagangan Cula Badak Senilai Rp245 M</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Dr. Dwi Sendi Priyono, terlibat peran penting dalam membantu aparat penegak hukum menangani kasus perdagangan cula badak senilai 245 miliar rupiah. Sendi melibatkan mahasiswa, Hapiz Al-Khairi dan mahasiswa Tim MBKM untuk transfer knowledge khususnya DNA Forensik Satwa Liar.</p>
<p>Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Polda Sumatera Selatan. Bersama aparat terkait, Sendi mengungkap jaringan perdagangan satwa ilegal yang diduga melibatkan spesies yang dilindungi secara internasional.</p>
<p>Penyelidikan ini mengarah pada penangkapan seorang tersangka yang diidentifikasi sebagai ZA, seorang warga berusia 60 tahun dari 24 Ilir, Bukit Kecil, Palembang, Sumsel. Ia ditangkap saat mencoba melakukan transaksi jual beli cula badak dan pipa gading gajah di Jalan Rama VII, Alang-Alang Lebar, Palembang.</p>
<p>Penangkapan ini berawal dari penyelidikan siber oleh Ditjen Gakkum yang memantau aktivitas perdagangan satwa ilegal di media sosial seperti Facebook. Setelah melakukan transaksi palsu yang diatur oleh petugas, mereka menemukan satu cula badak dan satu pipa gading gajah. Saat digeledah lebih lanjut, petugas menemukan tujuh cula badak dan tiga pipa gading gajah lain.</p>
<p>Menurut keterangan tersangka, total berat cula badak tersebut adalah tujuh kilogram, dengan harga jual 35 juta per gram yang mencapai total 245 miliar rupiah. Selain itu, pipa gading gajah juga diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah. “Kasus ini menjadi yang terbesar di Indonesia dalam 10 tahun terakhir dan masih didalami kaitannya dengan jaringan Sunendi, yaitu pemburu badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten,” kata Sendi dalam rilis yang dikirim Selasa (3/9).</p>
<p>Tersangka ZA dijerat Pasal 40 A Ayat 1 huruf F dan Pasal 21 ayat (2) Huruf C UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Dirjen Gakkum akan bekerja sama dengan polisi untuk melakukan pengembangan kasus yang diduga melibatkan jaringan internasional perdagangan ilegal satwa langka dilindungi,” jelasnya.</p>
<p>Kasus ini mencerminkan tantangan besar dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, sebab perdagangan ilegal satwa liar merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan spesies terancam punah dan ekosistem global. Oleh karena itu, kerja sama antara akademisi dan penegak hukum sangat penting dalam mengatasi masalah ini secara efektif. “Selain dampak hukumnya, kasus ini juga mempertegas pentingnya peningkatan kesadaran publik akan konservasi satwa liar,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, peningkatan usaha edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keanekaragaman hayati dapat menjadi benteng pertahanan dalam melawan kejahatan lingkungan ini. Disamping kerja sama yang berkelanjutan antara berbagai pihak, termasuk akademisi dan penegak hukum, adalah kunci dalam melindungi keanekaragaman hayati untuk generasi mendatang.</p>
<p>Penulis : Tiefany<br />
Editor : Gusti Grehenson</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/dosen-ugm-bantu-ungkap-kasus-perdagangan-cula-badak-senilai-rp245-m/">Dosen UGM Bantu Ungkap Kasus Perdagangan Cula Badak Senilai Rp245 M</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ugm.ac.id/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-03-at-12.39.41-768x452.jpeg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perlunya Bekali Guru Cara Atasi Perundungan Siswa di Sekolah</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/perlunya-bekali-guru-cara-atasi-perundungan-siswa-di-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 07:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74913</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Riset Kesehatan Mental Komunitas (RoCMHI), Fakultas Psikologi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perlunya-bekali-guru-cara-atasi-perundungan-siswa-di-sekolah/">Perlunya Bekali Guru Cara Atasi Perundungan Siswa di Sekolah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Riset Kesehatan Mental Komunitas (RoCMHI), Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2023 di salah satu sekolah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengungkapkan temuan adanya tingkat perundungan yang tinggi, yakni 44% pada siswa kelas 8 dan 37% pada siswa kelas 9.</p>
<p>Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) UI melalui RoCMHI melihat urgensi kasus ini, sehingga menginisiasi penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Welas Asih bagi guru-guru di SMPN 4 Muncar Satu Atap, Banyuwangi, pada 23-24 Agustus 2024. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru guna mengatasi perundungan.</p>
<p>“Welas asih adalah perasaan emosional yang dimiliki seseorang ketika mengetahui individu lain yang sedang menderita sehingga termotivasi untuk membantu individu tersebut. Dengan menjadi guru yang welas asih dan mempromosikan nilai tersebut di sekolah, guru dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak sehingga mengurangi angka perundungan,” kata Fauzan Abdullah selaku Ketua Tim Pengmas UI.</p>
<p>Ia menambahkan, hal ini dapat terwujud secara lebih optimal apabila welas asih menjadi nilai yang dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan dari sekolah. Beberapa di antaranya adalah sesama siswa, guru-guru, pegawai Tata Usaha (TU), pengurus kantin, petugas kebersihan, sampai dengan masyarakat di sekitar sekolah.</p>
<p>“Konsep sistem welas asih dalam lingkungan pendidikan adalah hal yang kami tekankan dalam pelatihan ini. Seluruh komponen sekolah mulai dari siswa, guru, hingga wali murid perlu bersinergi bersama dan membangun hubungan timbal balik untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, guru-guru menjadi sadar akan pentingnya membangun welas asih di sekolah sehingga dapat mengurangi terjadinya kekerasan di SMPN 4 Muncar,” ujar Fauzan</p>
<p>Pelatihan ini melibatkan 15 orang guru SMPN 4 Muncar Satu Atap. Rangkaian kegiatan terdiri dari sesi refleksi pengalaman mengajar, pemaparan materi welas asih, serta kegiatan menerapkan welas asih dalam bentuk permainan yang dikemas secara interaktif dan menarik. Guru-guru juga diminta untuk merencanakan rencana tindak lanjut terkait apa yang akan mereka lakukan untuk dapat menerapkan welas asih di sekolah selepas pelatihan ini.</p>
<p>Menurut Fauzan, antusiasme peserta sangat terlihat selama menjalani proses pelatihan. Terlebih lagi karena kegiatan dirancang interaktif dan menyenangkan. Para peserta merasa mendapatkan inspirasi dan semangat baru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa-siswi mereka. Berdasarkan pengakuan mereka, guru-guru seringkali merasa kewalahan dan kehabisan ide dalam mengatasi perundungan dan masalah perilaku lain yang terjadi di sekolah.</p>
<p>“Pelatihan selama dua hari ini luar biasa, kami mendapatkan ilmu yang sebenarnya kami sudah terapkan, namun dengan pelatihan ini kami menjadi semakin mantap dalam mengatasi anak-anak yang bermasalah,” ujar Oktafa, salah seorang Guru Matematika di SMPN 4 Muncar Satu Atap.</p>
<p>Sementara itu, Imam Najeh selaku kepala sekolah SMPN 4 Muncar Satu Atap, mengatakan, “Saya sangat senang dapat menyambut kembali rekan-rekan dari Fakultas Psikologi UI dalam pelatihan kali ini, apalagi pelatihan ini merupakan kerjasama yang dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian tahun lalu.”</p>
<p>Adapun Tim Pengmas UI terdiri atas Siti Wikan Widya Dhana Eileen Truda, Ganisa Kayla Aghna Fitri, Muhammad Faris Fathi Farhat, Laraszahra Kemalasari Erlambang, Danishara Raputri Priyono, Jovinka Maulina Raharjo, Marwa Aliifah Muthmainnah, serta Sherly Saragih Turnip, Ph.D., Psikolog., selaku dosen pembimbing lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perlunya-bekali-guru-cara-atasi-perundungan-siswa-di-sekolah/">Perlunya Bekali Guru Cara Atasi Perundungan Siswa di Sekolah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://mmc.tirto.id/image/2017/11/17/sosialisasi-menangkal-perundungan-antarafoto_ratio-16x9.JPG" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Satu-satunya Perwakilan Indonesia, Mahasiswa UI Bicara Kesetaraan Gender di Global Peace Summit New York</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/satu-satunya-perwakilan-indonesia-mahasiswa-ui-bicara-kesetaraan-gender-di-global-peace-summit-new-york/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 04:24:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74894</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Fransiskus Antonius Mahendra Harimurti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/satu-satunya-perwakilan-indonesia-mahasiswa-ui-bicara-kesetaraan-gender-di-global-peace-summit-new-york/">Satu-satunya Perwakilan Indonesia, Mahasiswa UI Bicara Kesetaraan Gender di Global Peace Summit New York</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fransiskus Antonius Mahendra Harimurti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang mengikuti Global Peace Summit New York 2024. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh organisasi non-profit Global Peace Chain yang akan dilaksanakan pada 9-12 Desember 2024 di New York, Amerika Serikat.</p>
<p>Beberapa agenda kegiatan yang akan diikuti Mahendra pada Global Peace Summit New York 2024 adalah workshop terkait SDGs, panel talks, sesi diskusi, aktivitas kelompok, cross-cultural exchanges, global friendships, leadership development, youth empowerment, dan lainnya. Mahendra terpilih setelah lolos beberapa tahapan seleksi, di antaranya esai, CV, excitement video, community activity, dan media recognition.</p>
<p>Di acara bertema “The Role of Women in Politics and Peacebuilding”, Mahendra akan mengangkat isu kesetaraan gender yang juga dialami pada skala global, serta mencari solusi yang efektif secara universal. Menurutnya, terdapat bias jender yang tidak disadari dan seringkali muncul di lingkungan sekitar, salah satunya dalam proses produksi film.</p>
<p>“Perempuan selalu diposisikan pada peran yang less crucial dan tidak termasuk dalam key-roles produksi. Padahal, sebagian besar dari mereka bekerja dengan teliti dan selalu tepat waktu berdasarkan pengalaman saya bekerja dalam sebuah produksi,” ujar Mahendra. Beberapa karya film pendek Mahendra yang berkolaborasi dengan perempuan, baik sebagai sutradara ataupun asisten sutradara, yaitu Selametan (2023) dan Sahur (2024). Mahendra melihat, potensi mereka dalam key-roles produksi berjalan dengan lancar dan hasilnya maksimal.</p>
<p>Ia juga menyoroti fenomena gender inequality di Indonesia yang lebih dari sekadar angka pada statistik, yaitu akar masalah yang perlu diurai satu per satu. Mahendra mengatakan, “Sudah sejak dahulu perempuan di Indonesia selalu dikaitkan dengan peran domestik. Tetapi, begitu mereka mengambil posisi publik, kapabilitas mereka selalu dipertanyakan. Sampai sekarang, perempuan harus bekerja dua kali lebih keras untuk membuktikan kelayakan mereka. Sudah waktunya kita semua meninggalkan mindset seperti itu dan membuat lingkungan yang inklusif.”</p>
<p>Film yang pertama kali menginspirasi Mahendra dalam mengangkat isu tersebut adalah Yentl (1983) yang disutradarai sekaligus diperankan Barbra Streisand. Pada saat itu, film tersebut tidak banyak mengumpulkan banyak penghargaan dan Streisand menerima banyak kritik terkait peran yang banyak diambilnya pada film tersebut. Padahal, banyak juga sutradara laki-laki yang juga membintangi film mereka sendiri.</p>
<p>Selain itu, isu gender inequality juga merupakan isu yang dihadapi secara universal. Data dari UN Foundation pada 2023 menyatakan bahwa 34% negara di dunia melarang perempuan untuk bekerja di industri tertentu. Belum ada negara yang sepenuhnya berhasil mencapai kesetaraan jender.</p>
<p>Meski begitu, negara-negara seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia, memimpin perkembangan kesetaraan gender. Mulai dari distribusi yang adil terhadap pendapatan, kesempatan bagi semua gender, serta sumber daya. Bahkan, saat ini terdapat lebih banyak perempuan yang menempuh pendidikan tinggi di perkuliahan dibanding laki-laki di Amerika Serikat.</p>
<p>Di Indonesia, menurut The Indonesian Film Board hanya 10-15% film yang disutradarai perempuan. Jika dikaitkan dengan karakter utama dalam film, hanya terdapat 20-30% persen karakter utama perempuan dalam produksi film Indonesia.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini saya ingin membangun koneksi dan bertukar pikiran bersama orang-orang dari berbagai macam latar belakang. Hal ini akan membuat lebih mudah bagi kita untuk menciptakan pendekatan yang lebih efektif. Saya juga berharap agar melanjutkan forum diskusi film yang sudah berjalan mengangkat isu-isu global. Saya juga ingin menjadi preseden atas banyaknya peran perempuan di key-roles produksi. Sehingga, semakin banyak perspektif yang inklusif dalam proses kreatif yang akan menciptakan lingkungan yang respectful dan kolaboratif,” kata Mahendra.</p>
<p>Berbagai negara yang turut hadir pada kegiatan tersebut adalah Meksiko, Vietnam, Afrika Selatan, Jepang, Algeria, Singapura, Belarus, Nepal, Armenia, dan 50 negara lainnya. Mehendra juga pernah menjadi satu- satunya mahasiswa yang berasal dari Indonesia dalam kegiatan Youth Capacity and Building Training &amp; Model APEC, pada Juli lalu yang berlangsung di Taiwan. APEC merupakan organisasi antarpemerintah yang mempromosikan perkembangan ekonomi dan kemakmuran wilayah Asia Pasifik melalui berbagai proyek.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Mahendra bersama mahasiswa asal Taiwan, membuat sebuah proyek bertajuk “Empowering Athlete’s Career Growth: Fostering Mental Well-Being in APEC”. Proyek ini bertujuan membangun komunitas secara daring agar atlet dapat saling berjejaring dengan sesama atlet maupun pelatih.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/satu-satunya-perwakilan-indonesia-mahasiswa-ui-bicara-kesetaraan-gender-di-global-peace-summit-new-york/">Satu-satunya Perwakilan Indonesia, Mahasiswa UI Bicara Kesetaraan Gender di Global Peace Summit New York</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2024/09/02/IMG-20240731-WA0057_copy_1280x974.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
