<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ramadhan Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/kategori/ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/kategori/ramadhan/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Mar 2026 00:30:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>Ramadhan Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/kategori/ramadhan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berkah Ramadhan, Lanud Pattimura Bagikan 200 Takjil Gratis di JMP Ambon</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/berkah-ramadhan-lanud-pattimura-bagikan-200-takjil-gratis-di-jmp-ambon/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2026 00:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Berkah Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Jembatan Merah Putih]]></category>
		<category><![CDATA[Lanud Pattimura Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[Takjil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=82871</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabartoday, AMBON &#8211; Berbagi berkah di Bulan Suci Ramadhan terus dilakukan keluarga besar Pangkalan TNI&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/berkah-ramadhan-lanud-pattimura-bagikan-200-takjil-gratis-di-jmp-ambon/">Berkah Ramadhan, Lanud Pattimura Bagikan 200 Takjil Gratis di JMP Ambon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Kabartoday, </b><b>AMBON &#8211;</b> Berbagi berkah di Bulan Suci Ramadhan terus dilakukan keluarga besar Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Pattimura.</p>
<p dir="ltr">Di bulan Ramadhan 1447 H ini, setelah menyantuni sejumlah anak yatim pada Senin (9/3/2026) lalu yang dikemas dalam acara peringatan Nuzulul Quran serta buka puasa bersama, maka pada Selasa (17/3/2026) Lanud Pattimura membagikan makanan berbuka puasa.</p>
<p dir="ltr">Sebanyak 200 paket takjil dibagikan gratis ke para pengendara dan masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa di Jembatan Merah Putih, Kota Ambon.</p>
<p dir="ltr">Di jembatan yang merupakan salah satu ikon Kota Ambon dan Provinsi Maluku ini, Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto, S.Sos., M.M. bersama Ketua PIA Ardhya Garini Cab.5/D.III Lanud Pattimura Kodau III, Ny. Enny Sugeng Sugiharto turun langsung memimpin kegiatan tersebut.</p>
<figure id="attachment_82873" aria-describedby="caption-attachment-82873" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-82873" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0018-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1706" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0018-scaled.jpg 2560w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0018-768x512.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0018-1536x1024.jpg 1536w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0018-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-82873" class="wp-caption-text"><em>Danlanud Pattimura Kolonel. Pnb Sugeng Sugiharto, S.Sos, M.M turun langsung membagikan takjil gratis ke pengendara dan warga yang melintas di Jembatan Merah Putih Ambon, Selasa (17/3/2026).</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">Bersama sejumlah personel dan ibu-ibu PIA Ardhya Garini Lanud Pattimura, mereka membagikan takjil kepada masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Kehadiran Danlanud dan Ketua PIA Ardhya Garini di tengah kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI AU terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa tiba.</p>
<p dir="ltr">Danlanud Pattimura menyampaikan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari semangat berbagi dan mempererat silaturahmi antara TNI AU dan masyarakat di bulan suci Ramadhan.</p>
<p dir="ltr">“Melalui kegiatan sederhana ini kami berharap dapat membantu masyarakat yang sedang dalam perjalanan agar dapat berbuka puasa tepat waktu, sekaligus mempererat kedekatan TNI AU dengan masyarakat,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_82874" aria-describedby="caption-attachment-82874" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-82874" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0031-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1706" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0031-scaled.jpg 2560w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0031-768x512.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0031-1536x1024.jpg 1536w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0031-2048x1365.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-82874" class="wp-caption-text"><em>Ketua PIA Ardhya Garini Cab.5/D.III Lanud Pattimura Kodau III, Ny. Enny Sugeng Sugiharto ikut berbagi takjil gratis di Jembatan Merah Putih Ambon.</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">Masyarakat yang melintas di kawasan Jembatan Merah Putih tampak antusias menerima bingkisan takjil yang dibagikan.</p>
<p dir="ltr">Seluruh paket takjil yang disiapkan sebanyak 200 bingkisan habis dibagikan dalam waktu singkat, menandakan tingginya antusiasme masyarakat serta keberkahan berbagi di bulan suci Ramadhan.</p>
<p dir="ltr">Turut hadir dalam kegiatan tersebut, para Kepala Dinas Lanud Pattimura dan sejumlah anggota Lanud Pattimura serta ibu-ibu pengurus PIA Ardhya Garini Cab.5/D.III Lanud Pattimura Kodau III. <b>(</b><i><b>IMRAN</b></i><b>)</b></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/berkah-ramadhan-lanud-pattimura-bagikan-200-takjil-gratis-di-jmp-ambon/">Berkah Ramadhan, Lanud Pattimura Bagikan 200 Takjil Gratis di JMP Ambon</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260318-WA0017-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 11:30:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=82819</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: KH Bachtiar Nasir “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/">Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: KH Bachtiar Nasir</strong></em></p>
<p>“<em>Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya</em>.” (QS. Ali Imran: 123).</p>
<p>Perang Israel dan Amerika versus Iran semakin memanas. Perang Iran versus Amerika–Israel ini bukanlah perang agama, melainkan perang hegemoni. Disinyalir, Trump memang sudah lama mengincar Pulau Kharg yang merupakan terminal utama ekspor minyak mentah Iran.</p>
<p>Iran juga telah lama melancarkan proyek Bulan Sabit Persia, yang targetnya membentang meliputi Iran, Irak, Suriah, Libanon Selatan, dan Yaman. Wilayah yang belum tercakup saat ini adalah Palestina. Setelah itu, Iran diperkirakan dapat memperluas pengaruhnya hingga menguasai kawasan Teluk.</p>
<p>Israel dan Amerika Serikat yang saat ini menjajah wilayah Palestina tentu merasa terganggu dengan langkah tersebut. Belum lagi Turki dan Qatar di forum BOP yang berunding untuk menjatuhkan Netanyahu. Situasi ini membuat Netanyahu “kebakaran jenggot”, lalu dibukalah Epstein file, termasuk yang berkaitan dengan Trump. Dengan adanya file tersebut, Trump kemudian ditekan oleh Israel untuk menyerang Iran yang dianggap menghalangi pembentukan Israel Raya antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.</p>
<p>Karena itu, jangan sampai kita justru sibuk berdebat membela salah satu pihak, sementara kita sendiri belum tahu apa yang bisa kita lakukan untuk membela Masjidil Aqsha dan kaum Muslimin di Palestina, yang menjadi objek perebutan tersebut.</p>
<p>Nah, sekarang adalah momentum di ruang-ruang i’tikaf ini untuk membersamai Masjidil Aqsha dengan apa pun yang mampu kita lakukan. Mungkin kita tidak bisa membersamai mereka melalui pendekatan militer, tetapi kita masih bisa mendampingi mereka melalui media, pemberitaan, ekonomi, dan berbagai upaya lainnya.</p>
<h3>Semangat Badar</h3>
<p>Dengan kehendak Allah, Perang Badar juga terjadi pada bulan Ramadhan. Rasulullah saw beserta para sahabat pada saat itu sebenarnya tidak berniat berperang, tetapi mereka tetap siap secara psikis jika harus menghadapi peperangan.</p>
<p>Ketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memiliki sekitar 313 pasukan, sebagian besar pasukan infanteri, dengan beberapa pasukan berkuda.</p>
<p>“<em>Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukuri-Nya</em>.” (QS. Ali Imran: 123).</p>
<p>Perang Badar tidak dimulai dengan mengasah pedang, melainkan dengan mengasah iman dan takwa. Perang Badar bermula ketika kafilah dagang Abu Sufyan dihadang dan diblokir secara ekonomi, karena mereka berasal dari kaum yang memerangi Allah dan Rasulullah Shallallahu wa alaihi wa sallam membunuh para sahabat, serta menyerang dakwah Islam baik secara fisik maupun psikis.</p>
<p>Perang Badar kerap terlupakan dari spirit Ramadhan kita, padahal ia adalah peristiwa besar yang benar-benar terjadi dengan skenario yang diatur langsung oleh Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Perang Badar sendiri merupakan manifestasi blueprint kemenangan umat, yang di dalamnya tergambar jelas strategi, kepemimpinan, dan intervensi Ilahiyah. Jika dilihat dari jumlah pasukan, kemenangan kaum Muslimin tampak sangat sulit. Pasukan Quraisy ketika itu berjumlah sekitar 1.000 orang, dengan kuda dan pasukan pemanah yang lengkap.</p>
<p>Oleh karena itu, Perang Badar sejatinya bukan sekadar kalkulasi kekuatan fisik, melainkan pembuktian iman pada saat yang paling kritis.</p>
<p>“… <em>jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu</em>.” (QS. Al-Anfal: 41).</p>
<p>Begitu pula dengan momentum i’tikaf kita. Ada yang datang ke masjid dengan label i’tikaf hanya sekadar berpindah tempat tidur, bermain ponsel lebih banyak daripada tilawah, lalu rebahan sambil menunggu waktu sahur.</p>
<p>Namun, ada pula yang datang ke masjid dengan niat yang sungguh-sungguh untuk membentuk jiwa.</p>
<h4>Belajar dari Badar</h4>
<p>Inilah Ramadhan—hari pembeda. Ia membedakan mana orang-orang yang benar-benar datang pada bulan Ramadhan untuk membuktikan kemurnian iman dan semangat ibadahnya, dan mana yang hanya sekadar bermain-main di hadapan Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Layaknya Perang Badar yang membuka tabir dengan jelas: mana orang-orang yang beriman dan mana yang berpura-pura.</p>
<p>Perang Badar juga mengajarkan kepada kita bahwa perang—apa pun bentuknya—harus dilakukan karena Allah Ta’ala, bukan karena nafsu hegemoni, harta, gengsi, apalagi ego kesukuan atau nasionalisme semata.</p>
<p>Dibutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki keberanian, ketajaman akal, dan kejernihan tauhid untuk memimpin umat melewati masa-masa tersulit. Dalam Perang Badar, kita melihat bagaimana interaksi antara pemimpin dan orang-orang yang dipimpinnya dilandasi oleh cinta karena Allah Ta’ala.</p>
<p>Di Perang Badar, kita menyaksikan sosok Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang begitu dicintai para sahabat dan umatnya—sosok yang melandaskan segala perbuatannya semata-mata karena Allah.</p>
<p>Satu kata kunci yang sangat penting diajarkan Rasulullah saw. dalam Perang Badar adalah bahwa perang hanya boleh terjadi jika di dalamnya terdapat cita-cita untuk meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallah serta mewujudkan penghambaan kepada Allah sebagaimana firman-Nya: iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in.</p>
<p>Semua itu beliau ajarkan dan buktikan dengan taruhan nyawa di Perang Badar, pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Karena itu, sangat penting kiranya pada bulan Ramadhan ini—dan juga pada bulan-bulan lainnya—kita menempatkan kesadaran bertauhid dan semangat pengabdian kepada Allah Ta’ala sebagai cara hidup kita di dunia ini.*</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ramadhan-bukan-sekadar-puasa-inilah-spirit-badar-yang-terlupakan/">Ramadhan Bukan Sekadar Puasa, Inilah Spirit Badar yang Terlupakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260313-WA0008.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Amboina Family Berbagi di Bulan Ramadhan, Gelar Bukber dan 40 Paket Sembako Untuk Janda Duda</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/amboina-family-berbagi-di-bulan-ramadhan-gelar-bukber-dan-40-paket-sembako-untuk-janda-duda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2026 15:36:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Amboina Family]]></category>
		<category><![CDATA[Buka puasa bersama]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=82799</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabartoday, AMBON &#8211; Hidup orang bersaudara di Kota Ambon terus dinyalakan keluarga besar Amboina Family&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/amboina-family-berbagi-di-bulan-ramadhan-gelar-bukber-dan-40-paket-sembako-untuk-janda-duda/">Amboina Family Berbagi di Bulan Ramadhan, Gelar Bukber dan 40 Paket Sembako Untuk Janda Duda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Kabartoday, AMBON &#8211;</b> Hidup orang bersaudara di Kota Ambon terus dinyalakan keluarga besar Amboina Family di Kota Ambon. Amboina Family bergerak di bidang usaha restaurant dan diskotik.</p>
<p dir="ltr">Walaupun owner Amboina Family Albert Tanihaha yang kerap disapa Ko Yongki beragama Kristen, tetapi selalu hidup membaur bersama warga sekitar tempat usahanya di bilangan Ponegoro, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau.</p>
<p dir="ltr">Seperti yang dilakukannya di Bulan Suci Ramadhan ini. Ko Yongki menggelar acara buka puasa bersama dengan warga sekitar kawasan Ponegoro yang beragama muslim pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan buka puasa digelar di lantai 2 gedung Amboina Family, jalan Diponegoro, Kelurahan Ahusen Kota Ambon. Kegiatan buka bersama ini ini sebagai bentuk silaturahmi serta wujud toleransi hidup beragama.</p>
<p dir="ltr">Dalam acara buka puasa bersama ini juga, Ko Yongki bersama keluarga berbagi berkah Ramadhan. Sebanyak 40 paket sembako yang berisikan beras dan kebutuhan pokok lainnya dibagi ke para janda dan duda yang membutuhkan.</p>
<figure id="attachment_82809" aria-describedby="caption-attachment-82809" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-82809" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0087.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0087.jpg 1600w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0087-768x576.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0087-1536x1152.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-82809" class="wp-caption-text"><em>Ko Yongki bersama keluarga membagi paket sembako saat bukber bersama warga kawasan Ponegoro</em>.</figcaption></figure>
<p dir="ltr">Acara buka puasa bersama ini berlangsung hikmat dalam suasana kekeluargaan. Beberapa waktu menanti saatnya berbuka, Ustad Amir Suailo membawakan tausiyah Ramadhan.</p>
<p dir="ltr">Dalam tausiyahnya, Ustad Amir mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi lebih dari itu menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.</p>
<p dir="ltr">Menurutnya, inti dari ibadah puasa adalah menjaga diri dari perbuatan dosa serta menghadirkan kesejukan dan kebaikan bagi sesama manusia.</p>
<p dir="ltr">“Ketika seseorang berpuasa dengan ikhlas karena Allah, maka yang mengetahui nilai ibadah tersebut hanya Allah SWT. Puasa mengajarkan kita untuk menghadirkan kebaikan kepada siapa pun, baik kepada orang tua, teman, maupun masyarakat,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Kegiatan buka puasa bersama yang digelar Amboina Family ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Ponegoro Ali Ohorella.</p>
<figure id="attachment_82807" aria-describedby="caption-attachment-82807" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-82807" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0083.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0083.jpg 1600w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0083-768x576.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0083-1536x1152.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-82807" class="wp-caption-text"><em>Ali Ohorella, tokoh masyarakat Ponegoro Kota Ambon.</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">Ia menilai kegiatan bernuansa toleransi religi ini memiliki dampak sosial yang sangat positif dalam memperkuat hubungan antar umat beragama di Ambon.</p>
<p dir="ltr">“Saya sebagai pribadi dan mewakili warga di kawasan Ponegoro mengapresiasi dan merasa bangga kepada para inisiator kegiatan ini. Momentum Ramadhan mengajarkan kita untuk saling menghormati dan membangun toleransi. Hari ini kita melihat toleransi itu benar-benar terbangun,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ali yang saat ini menjabat Ketua Percasi Kota Ambon ungkapkan, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara masyarakat Muslim dan Kristen, tetapi juga membangun komunikasi yang lebih intens dalam menjaga situasi keamanan dan keharmonisan di tengah masyarakat.</p>
<p dir="ltr">“Kegiatan seperti ini tidak boleh berhenti sampai di sini. Nilai-nilai kebersamaan dan pesan moral yang muncul harus terus dijaga, terutama untuk memberikan contoh kepada generasi muda,” tandasnya.</p>
<p dir="ltr">Terhadap sosok Ko Yongki pemilik Amboina Family, Ali menilai telah menyatu dengan warga sekitar tanpa melihat ada perbedaan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Pak Yongki dengan warga sekitar itu ibarat kuku dengan daging. Cubit di kuku rasa di daging. Kehidupan beliau sudah menyatu dengan kita warga sekitar,&#8221; tukasnya.</p>
<p dir="ltr">Sementara itu, owner Amboina Family Ko Yongki katakan tidak punya maksud tertentu dengan menggelar kegiatan buka bersama ini. Ia merasa sebagai warga Kota Ambon maka punya kewajiban untuk membangun daerah ini termasuk dari sisi membangun silaturahmi dan toleransi antar umat beragama di Kota Ambon Manise.</p>
<figure id="attachment_82808" aria-describedby="caption-attachment-82808" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-82808" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0071.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0071.jpg 1600w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0071-768x576.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260311-WA0071-1536x1152.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-82808" class="wp-caption-text"><em>Albert Tanihaha (Ko Yongki) owner Amboina Family..</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">“Ini karena saya merasa sebagai warga Kota Ambon, sehingga saya turut serta bersama dalam kegiatan ibadah puasa bersama. Ini menjadi wujud kepedulian beragama kita semua sebagai warga Kota Ambon,” ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Ia katakan kegiatan seperti ini bukan baru sekarang dilakukannya bersama keluarga. Kegiatan berbagi seperti ini sudah sering dilakukan.</p>
<p dir="ltr">Setiap tahun, terutama pada momen Ramadhan, Amboina Family rutin menggelar kegiatan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p dir="ltr">“Sudah sering saya lakukan setiap tahun. Kami saling berbagi rezeki dan berkat kepada sesama. Biasanya kami berbagi kepada para janda, duda, dan orang-orang yang kurang mampu,” jelasnya.</p>
<p dir="ltr">Usai berbuka puasa, dilanjutkan dengan pembagian sembako oleh Ko Yongki didampingi jantung hatinya. Satu persatu para janda dan duda diberi bingkisan sembako. Terlihat betapa senangnya para penerima sembako. Mereka bersyukur karena mendapat lagi nikmat Allah di bulan Ramadhan.</p>
<p dir="ltr">Dalam acara bukber ini, turut hadir Ketua RT 002/05 Kelurahan Ahusen Kecamatan Sirimau ibu Sayuri Aipassa/L serta Ketua RT 001/01 Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe Muhammad Tuasikal. <b>(</b><i><b>IMRAN</b></i><b>).</b></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/amboina-family-berbagi-di-bulan-ramadhan-gelar-bukber-dan-40-paket-sembako-untuk-janda-duda/">Amboina Family Berbagi di Bulan Ramadhan, Gelar Bukber dan 40 Paket Sembako Untuk Janda Duda</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260313_002840-scaled.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadhan 1447 H/2026 M, Lanud Pattimura Gelar Tradisi Munggahan dan Padusan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/sambut-ramadhan-1447-h-2026-m-lanud-pattimura-gelar-tradisi-munggahan-dan-padusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 10:35:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<category><![CDATA[Lanud Pattimura Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[TNI AU]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Munggahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Padusan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=82357</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabartoday, AMBON &#8211; Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Lanud Pattimura menggelar tradisi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/sambut-ramadhan-1447-h-2026-m-lanud-pattimura-gelar-tradisi-munggahan-dan-padusan/">Sambut Ramadhan 1447 H/2026 M, Lanud Pattimura Gelar Tradisi Munggahan dan Padusan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><b>Kabartoday, AMBON &#8211;</b> Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Lanud Pattimura menggelar tradisi Munggahan berlokasi di Pendopo Tentara Langit Pattimura, Ambon, Rabu (18/2/2026).</p>
<p dir="ltr">Kegiatan ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan serta menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan yang penuh berkah.</p>
<p dir="ltr">Acara Munggahan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Pattimura, Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto dan dihadiri para pejabat utama serta seluruh personel Lanud Pattimura. Hadir juga ibu-ibu PIA Ardhya Garini Lanud Pattimura.</p>
<p dir="ltr">Suasana kekeluargaan dan kebersamaan terasa begitu kental, mencerminkan soliditas serta keharmonisan antar personel dalam lingkungan Lanud Pattimura.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Tradisi Munggahan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana introspeksi diri, mempererat ukhuwah, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan,&#8221; ungkap Danlanud Pattimura dalam sambutannya</p>
<figure id="attachment_82360" aria-describedby="caption-attachment-82360" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-82360" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0054.jpg" alt="" width="2560" height="1706" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0054.jpg 2560w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0054-768x512.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0054-1536x1024.jpg 1536w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0054-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-82360" class="wp-caption-text"><em>Kebahagiaan Personil Lanud Pattimura Ambon usai melaksanakan Tradisi Munggahan dan Padusan jelang bulan Ramadhan 1447 H / 2026 M</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">Alumni Akademi AU tahun 1998 ini juga mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum bulan Ramadhan sebagai wahana meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.</p>
<p dir="ltr">Untuk tradisi Munggahan, seluruh personil melakukan makan bersama. Terlihat seluruh para personil Lanud Pattimura termasuk Danlanud Kolonel Pnb Sugeng Sugiharto duduk mengelilingi makanan yang diletakkan beralaskan daun pisang. Kemudian mereka makan bersama dengan menjumput makanan yang tersedia menggunakan tangan. Saat makan bersama, tampak suasana keakraban dan persaudaraan terjalin tanpa memandang pangkat atau pun jabatan. Seluruh anggota terlihat bahagia bersama.</p>
<p dir="ltr">Usai pelaksanaan Munggahan, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi padusan yaitu mandi sebagai simbol penyucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.</p>
<figure id="attachment_82359" aria-describedby="caption-attachment-82359" style="width: 2560px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-82359" src="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0048.jpg" alt="" width="2560" height="1706" srcset="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0048.jpg 2560w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0048-768x512.jpg 768w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0048-1536x1024.jpg 1536w, https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0048-2048x1365.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-82359" class="wp-caption-text"><em>Personil Lanud Pattimura Ambon gelar mandi bersama dalam ritual Tradisi Padusan bentuk penyucian diri sambul bulan puasa Ramadhan 1447 H / 2026 M.</em></figcaption></figure>
<p dir="ltr">Tradisi ini dimaknai sebagai upaya membersihkan diri secara lahir dan batin, sekaligus memperkuat tekad untuk menjalani Ramadhan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.</p>
<p dir="ltr">Melalui tradisi Munggahan dan padusan ini, diharapkan seluruh personel dapat menyambut bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih, semangat kebersamaan yang kuat, serta komitmen untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada TNI Angkatan Udara, bangsa, dan negara.</p>
<p dir="ltr">Sekedar diketahui, Tradisi Munggahan (Jawa Barat/Sunda) dan Padusan (Jawa Tengah/Yogyakarta) adalah tradisi menyambut Ramadan untuk mensucikan diri lahir dan batin.</p>
<p dir="ltr">Tradisi Munggahan difokuskan pada silaturahmi, makan bersama, dan saling memaafkan, sementara Tradisi Padusan melibatkan mandi bersama untuk penyucian raga sebelum berpuasa di bulan Ramadhan. <b>(</b><i><b>IMRAN</b></i><b>)</b></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/sambut-ramadhan-1447-h-2026-m-lanud-pattimura-gelar-tradisi-munggahan-dan-padusan/">Sambut Ramadhan 1447 H/2026 M, Lanud Pattimura Gelar Tradisi Munggahan dan Padusan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0053.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tak Hanya Indonesia, 7 Negara ini Juga Punya Tradisi Lebaran yang Unik</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/tak-hanya-indonesia-7-negara-ini-juga-punya-tradisi-lebaran-yang-unik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 May 2019 05:59:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22884</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh umat islam di seluruh dunia. Di karena&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tak-hanya-indonesia-7-negara-ini-juga-punya-tradisi-lebaran-yang-unik/">Tak Hanya Indonesia, 7 Negara ini Juga Punya Tradisi Lebaran yang Unik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh umat islam di seluruh dunia. Di karena bulan ramadhan hanya akan dijumpai satu kali dalam setahun,di bulan ramadhan kita akan menjalankan puasa selama 30 hari penuh dan akan di akhri dengan perayaan hari raya idul fitri yang disebut juga hari kemenangan setelah berjuang melawan hawa nafsu selama sebulan di bulan ramadhan.</p>
<p>Hari raya Idulfitri atau Lebaran merupakan hari yang paling membahagiakan bagi umat islam diseluruh dunia.</p>
<p>Di Indonesia hari raya idul fitri akan dirayakan dengan bermacam-macam tradisi seperti mudik ke kampung halaman dan silahturahmi ke keluarga dan para tetangga,menyantap menu khas lebaran yaitu ketupat dan opor ayam ,dan ada juga bagi bagi THR.</p>
<p>Ternyata tidak hanya di Indonesia yang memiliki tradisi dalam menyambut Lebaran, berbagai negara di dunia juga memiliki cara cara tersendiri untuk merayakan hari raya Idulfitri.</p>
<p><strong>7 tradisi unik lebaran di berbagai negara belahan dunia:</strong></p>
<h3>1. Arab Saudi</h3>
<p>Di Riyadh, Arab Saudi, perayaan Lebaran kental dengan kesenian. Sejumlah pagelaran diadakan, misalnya teater, baca puisi, parade, dan pertunjukan musik. Para saudara kita di sana mendekorasi rumahnya agar terlihat meriah dan menarik.</p>
<p>Bila Indonesia punya ketupat dan opor ayam, Arab Saudi punya daging domba yang dicampur nasi dan sayuran tradisional.</p>
<p>Hal ini juga terjadi di Sudan, Suriah, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.</p>
<h3>2. Australia</h3>
<p>Sebagai satu negara terdekat dari Indonesia, Australia merayakan Lebaran dengan cukup meriah.</p>
<p>Hal ini tentu sangat istimewa mengingat Australia bukan negara muslim. Perusahaan memberikan toleransi kepada karyawan yang muslim untuk mendapat libur, kawasan yang mayoritas muslim pun dapat menggunakan jalanan umum untuk Salat Ied.</p>
<p>Australia memang negara sekuler yang memberikan kebebasan kepada masyarakatnya untuk mempraktikkan ajaran agamanya masing-masing.</p>
<h3>3. Turki</h3>
<p>Festival Gula atau Seker Bayram merupakan nama untuk Idul Fitri bagi orang Turki. Kemungkinan sebutan ini muncul karena tradisi mereka saling mengantarkan manisan di hari raya Idulfitri.</p>
<p>Seperti tradisi sungkem di Indonesia, anak-anak di sana juga bersalaman dan sembah sujud kepada orangtua.</p>
<p>Kemudian orangtua membalas dengan ciuman di kedua pipi sebagai simbol kasih sayang.<br />
Setelah itu, anak-anak pun mendapatkan hadiah berupa koin uang, permen, atau manisan.</p>
<h3>4. Malaysia</h3>
<p>Tradisi merayakan Lebaran di negeri tetangga itu ternyata tak jauh berbeda dari masyarakat di Indonesia, malah bisa dibilang sangat mirip.</p>
<p>Sebagai hidangan khas, masyarakat Malaysia makan ketupat, lemang, lontong, dan rendang.<br />
Setelah Salat Id, mereka berziarah ke makam kerabat.Di rumah, anak-anak akan memberikan hormat kepada orangtua.</p>
<p>Orang yang sudah dewasa dan berpenghasilan memberikan uang kepada kerabat yang lebih muda.</p>
<h3>5. China</h3>
<p>Di China, kemeriahan perayaan Hari Raya Idul Fitri yang paling terasa ada di daerah Xinjiang dan Yunnan. Hal ini karena kedua wilayah ini dihuni oleh masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Seperti biasa, setelah Shalat Ied, umat Muslim di China akan bersilaturahmi dan makan bersama dengan keluarga dan tetangga terdekat.</p>
<p>Seusai bersilaturahmi, maka mereka akan mengunjungi makam leluhur atau makam tokoh Muslim setempat untuk berziarah dan membersihkan sembari membacakan doa kepada mereka. Doa tersebut juga ditujukan untuk umat Muslim yang meninggal pada masa pemerintahan Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan.</p>
<p>Pada hari raya ini, mereka akan mengenakan baju khas Lebaran, yaitu bagi kaum pria akan mengenakan jas yang khas dan kopiah berwarna putih, sedangkan kaum wanita akan menggunakan baju hangat dan kerudung. Taukah Anda, bahwa baju koko sebagai baju muslim berasal dari Cina.</p>
<h3>6. Mesir</h3>
<p>Sama dengan tradisi merayakan Lebaran di negara-negara lain, masyarakat Mesir juga merayakannya dengan bersilaturahmi. Namun bedanya, di Mesir, mereka hanya melakukan silaturahmi dengan keluarga saja, tidak dengan tetangga di sekitar tempat tinggal mereka. Biasanya mereka akan berkumpul bersama keluarganya di taman sambil memakan hidangan khas Lebaran di Mesir, yaitu Ranja, makanan yang terbuat dari ikan asin dan acar.</p>
<h3>7. Nigeria</h3>
<p>Seperti yang sudah diketahui, masyarakat di Nigeria mayoritas terdiri dari kaum beragama Islam dan Kristen. Meskipun berbeda, kedua kaum ini hidup berdampingan dengan damai karena saling menghormati satu sama lain. Hal ini karena sikap toleransi yang tinggi dari masyarakat setempat.</p>
<p>Oleh sebab itu, pada saat perayaan Lebaran, banyak juga umat Kristen yang turut membantu berpartisipasi dalam acara terkait hari raya Lebaran. Di Nigeria, Idul Fitri dikenal dengan nama “Sallah Kecil”. Pada hari itu, mereka akan saling mengucapkan salam satu sama lain yang berbunyi, “Barka Da Sallah” artinya adalah Salam Sejahtera di Hari Raya.</p>
<p><em><strong>Bunayya Nurul Izzah (Mahasiswa STEI SEBI)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tak-hanya-indonesia-7-negara-ini-juga-punya-tradisi-lebaran-yang-unik/">Tak Hanya Indonesia, 7 Negara ini Juga Punya Tradisi Lebaran yang Unik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selain Islam, 6 Agama Ini Juga Melaksanakan Puasa</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/selain-islam-6-agama-ini-juga-melaksanakan-puasa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2019 21:40:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22851</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam Islam, puasa dibulan Ramadhan merupakan kewajiban dan salah satu dari rukun Islam. Selain menahan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/selain-islam-6-agama-ini-juga-melaksanakan-puasa/">Selain Islam, 6 Agama Ini Juga Melaksanakan Puasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Islam, puasa dibulan Ramadhan merupakan kewajiban dan salah satu dari rukun Islam. Selain menahan dari rasa lapar, dahaga, dan hawa nafsu, puasa juga melatih meningkatkan ketaqwaan dan rasa syukur kepada Tuhannya.</p>
<p>Namun selain Islam, pemeluk agama lain pun melaksanakan puasa dengan aturan dan tujuan yang berbeda dengan puasanya orang-orang muslim. Tapi manfaat dari melaksanakan puasa tersebut tidak jauh berbeda yaitu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhannya.</p>
<p>Berikut adalah 6 agama yang melaksanakan puasa selain Islam :</p>
<p><strong>Buddha</strong></p>
<p>Dalam agama Buddha puasa disebut sebagai Uposatha. Puasa dalam agama Buddha sedikit berbeda dan dibolehkan minum. Puasa ini biasanya dilakukan dua kali dalam sebulan (menurut kalender budhis) yaitu pada saat bulan terang dan gelap (bulan purnama). Namun puasa (uposatha) tersebut tidak wajib. Puasa uposatha di mulai dari tengah hari sampai keesokan harinya.</p>
<p>Dalam puasa tersebut ada delapan aturan yang harus dilakukan yaitu tidak mencuri, tidak melakukan kegiatan seksual, tidak berbohong, tidak makan pada siang hari sampai dini hari, dan tidak menonton hiburan, memakai kosmetik, parfum serta perhiasan.</p>
<p><strong>Katolik</strong></p>
<p>Dalam agama katolik, masa puasa pra-Paskah berlangsung selama 40 har, dihitung dari hari Rabu Abu hingga Jumat Agung. Umat katolik mengenal istilah berpantang dan berpuasa. Yabg wajib berpuasa yaitu semua umat katolik yang berusia 18-60 tahun. Dan yang wajib berpantang yaitu semua umat katolik yang berusia genap 14 tahun keatas.</p>
<p>Puasa umat katolik berarti makan kenyang hanya sekali dalam sehari. Dan pantang berarti menghindari diri dari hal-hal yang disukai seperti makan daging atau merokok.</p>
<p><strong>Hindu</strong></p>
<p>Puasa dalam agama hindu disebut dengan upawasa. Puasa menurut agama hindu adalah mengendalikan nafsu indria dan mengendalikan keinginan. Puasa ini ada yang bersifat wajib dan tidak wajib.</p>
<p>Puasa wajib dilakukan pada saat Siwaratri, dimana umat Hindu puasa total tidak makan dan minum dimulai sejak matahari terbit sampai matahari terbenam. Lalu pada saat Nyepi, dimana umat hindu puasa total tidak makan dan minum dimulai ketika fajar hari itu sampai fajar keesokan harinya.</p>
<p><strong>Yahudi</strong></p>
<p>Puasa dalam agama Yahudi terbagi dua jenis yaitu pada hari besar Yom Kippur dan Tisha B&#8217;av. Puasa tersebut dimulai sebelum matahari terbenam dan diakhiri setelah matahari terbenam berikutnya. Orang yang melakukan puasa tersebut tidak diperbolehkan makan, minum, menggosok gigi, menyisir rambut, atau mandi.</p>
<p>Lalu puasa pada hari kecil seperti puasa Esther, puasa Gedhalia, puasa Tebet dan puasa Tammuz. Puasa di hari kecil lebih sedikit waktunya dari puasa dihari besar yaitu dari siang sampai malam hari.</p>
<p><strong>Konghucu</strong></p>
<p>Puasa dalam agama Konghucu biasa disebut dengan Jin Shi/Ciak Cay, yang artinya berpuasa kita berpantang makan kesukaan yang setiap hari kita makan. Puasanya agama konghucu ada dua jenis yaitu puasa rohani dan jasmani.</p>
<p>Puasa rohani dilakukan dengan menjaga diri dari hal-hal yang dianggap asusila. Sementara puasa jasmani dilakukan dengan cara berpantang makan daging selama bertahap, ada yang satu hari, dua hari dan seterusnya sampai berpantang permanen. Puasa jasmani ini biasa dilakukan pada imlek.</p>
<p><strong>Protestan</strong></p>
<p>Berbeda dengan agama katolik, agama Protestan tidak mewajibkan umatnya untuk berpuasa. Biasanya kebijakan gereja atau komunitas yang menjadi acuannya untuk mereka (umat protestan) berpuasa. Dan menjalankan puasa tersebut sesuai kehendak penganutnya, ada yang total menahan lapar dan haus, ada pula yang menhan salah satunya saja.</p>
<p><strong><em>Oleh Khaerunisah,</em> Mahasiswi STEI SEBI Depok</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/selain-islam-6-agama-ini-juga-melaksanakan-puasa/">Selain Islam, 6 Agama Ini Juga Melaksanakan Puasa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Kekuatan Pasar Penawaran Terhadap Kenaikan Harga Barang Saat Ramadhan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/pengaruh-kekuatan-pasar-penawaran-terhadap-kenaikan-harga-barang-saat-ramadhan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 07:56:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=18323</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenaikan harga barang menjelang ramadhan merupakan fenomena berulang yang seolah tak terhindarkan bagi rakyat Indonesia.&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/pengaruh-kekuatan-pasar-penawaran-terhadap-kenaikan-harga-barang-saat-ramadhan/">Pengaruh Kekuatan Pasar Penawaran Terhadap Kenaikan Harga Barang Saat Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-18328" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1526266899/Skema-Ekonomi-2016-_sae9e9.jpg" width="500" height="285" />Kenaikan harga barang menjelang ramadhan merupakan fenomena berulang yang seolah tak terhindarkan bagi rakyat Indonesia. Sesuai hukum ekonomi, fenomena seperti ini merupakan suatu hal yang wajar, dimana ada peningkatan permintaan maka harga barang pun akan melonjak tinggi. Di kutip dari katadata.co.id, bahwa di pasar tradisional keramat jati, harga satu kilogram bawang merah berkisar Rp 32 ribu – Rp 35 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut sudah mengalami kenaikan Rp 2 ribu – Rp 3 ribu per kg. Akan tetapi kenaikan harga barang di pasar kramat jati menjelang ramadhan tidak menurunkan minat pembeli untuk membeli. Terkadang masyarakat pada umumnya rela menambah permintaan mereka pada saat ramadhan dibandingkan biasanya.</p>
<p>Hal ini akan berdampak terhadap kenaikan harga barang secara terus menerus akibat permintaan yang tinggi. Yang menyebabkan masyarakat dengan pendapatan minim terus mengalami kesulitan ekonomi. Dalam perekonomian pasar, harga adalah sebuah sinyal yang mengarahkan keputusan ekonomi dan dengan demikian melakukan alokasi terhadap sumber daya yang langka. Untuk setiap barang dalam perekonomian, harga barang memberi jaminan bahwa penawaran dan permintaan berada dalam ekuilibrium (keseimbangan). Harga ekuilibrium akan menentukan berapa banyak barang yang dipilih pembeli untuk dibeli dan berapa banyak yang dipilih penjual untuk diproduksi.</p>
<p>Saat menjelang puasa, kenaikan harga barang terjadi karena permintaan yang tinggi tetapi jumlah pasokan barang yang tersedia di pasar tetap atau cenderung berkurang. Biasanya barang yang harganya naik merupakan barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, telur, cabai dan lain-lain. Apabila kita ingin mengendalikan harga salah satu caranya adalah dengan menambah jumlah penawaran di pasar yang artinya kita menambah stok barang tersebut di pasar atau dengan menekan permintaan akan barang tersebut. Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran “apabila penawaran akan suatu barang semakin bertambah namun permintaan akan barang tersebut berkurang maka harga barang akan turun.”</p>
<p>Sedangkan apabila “permintaan meningkat namun penawaran berkurang maka harga barang akan naik.” Misalnya saja, ketika ramadhan tiba harga beras perkilogram nya terus merangkak naik akibat dari permintaan yang tinggi sedangkan pasokan beras di pasaran relatif sedikit. Selama ini, kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan ini yaitu dengan mengimport beras dari Vietnam.</p>
<p>Tindakan yang diambil oleh Pemerintah merupakan sebuah tindakan yang harus dikaji terlebih dahulu. Sebab pada kenyataanya dengan mengimport beras dari luar negri belum mampu menurunkan harga beras di pasaran.</p>
<p>Dengan menjaga pasokan barang di pasaran pada saat permintaan meningkat di bulan ramadhan, maka kestabilan harga barang kebutuhan pokok bisa diatasi dengan baik. Dibandingkan dengan menahan pasokan barang agar harganya melonjak naik, yang biasa dilakukan oleh para pedagang untuk meraih keuntungan yang lebih besar pada momentum ramadhan.</p>
<p>Dengan demikian pemerintah seharusnya mampu menstabilkan harga barang kebutuhan pokok pada saat ramadhan. Sebab kenaikan harga barang kebutuhan pokok menjelang ramadhan dari tahun ke tahun merupakan pekerjaan Pemerintah yang belum bisa diselesaikan hingga kini. Impor bukan merupakan satu-satunya solusi agar kenaikan harga barang bisa ditekan.</p>
<p>Banyak cara agar melonjaknya harga barang saat ramadhan bisa di selesaikan misalnya dengan menambah jumlah pasokan barang tapi bukan melalui import, pengawasan terhadap distributor yang melenyapkan supply barang di pasaran dan menekan permainan di tingkat tengkulak. Jadi cara yang dapat dilakukan agar harga tidak terus naik adalah berusaha agar jumlah penawaran melebihi jumlah permintaan di pasar. [Siti Rohmah/STEI SEBI]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/pengaruh-kekuatan-pasar-penawaran-terhadap-kenaikan-harga-barang-saat-ramadhan/">Pengaruh Kekuatan Pasar Penawaran Terhadap Kenaikan Harga Barang Saat Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Romantisme Puasa; Sahur Tempe Buka Ikan Asin</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/romantisme-puasa-sahur-tempe-buka-ikan-asin/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 May 2018 06:02:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=18314</guid>

					<description><![CDATA[<p>“Sebel deh, cowok gue gak romantis banget”’ begitu kata cewek ABG mengeluh. Emang kalo romantis&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/romantisme-puasa-sahur-tempe-buka-ikan-asin/">Romantisme Puasa; Sahur Tempe Buka Ikan Asin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_18315" aria-describedby="caption-attachment-18315" style="width: 699px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-18315" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1526623187/susi7_doa_aamwsa.jpg" alt="" width="699" height="456" /><figcaption id="caption-attachment-18315" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Dok. Pribadi)</figcaption></figure>
<p>“Sebel deh, cowok gue gak romantis banget”’ begitu kata cewek ABG mengeluh.</p>
<p>Emang kalo romantis itu harusnya ngapain sih? Ngasih bunga gitu. Atau ngasih coklat sama cincin emas. Atau foto bareng biar kayak orang-orang. Ahh, itu mah romantisme yang sempit.</p>
<p>Emang sih, romantis itu artinya mesra; mengasyikkan. Dan biasanya ada hubungannya dengan cinta. Tapi romantis itu gak harus orang, gak harus manusianya. Suasana hati dan pikiran juga boleh kok romantis.</p>
<p>Seperti di bulan puasa yang penuh romantisme.</p>
<p>Sahur boleh menunya tempe. Dan buka puasa cuma pakai ikan asin. Tapi kalau cara-cara puasanya bersemangat, penuh gairah dan mengasyikkan seperti ulama. Itu sudah cukup jadi romantisme puasa.</p>
<p>Puasa itu romantis. Karena berpuasa dasarnya cinta. Cinta pada Illahi Rabbi, Sang Maha Pencipta. Hanya di bulan puasa, tiap manusia sering “tenggelam” dalam bujuk rayu Sang Ilahi. Dari subuh, hingga petang bahkan malam, selalu ingin bermesraan dengan-Nya. Suasana dan gairah yang sulit dilakukan pada bulan-bulan lain selain bulan puasa.</p>
<p>Romantisme itu dianggap metode merayu yang memikat. Harus mampu menawan hati target-nya. Barat coklat dibikin sampe meleleh. Membuai hingga sang target terlena, bersandar di bahunya …</p>
<p>Begitu pula romantisme puasa.</p>
<p>Ini soal kemauan kita untuk bermesraan dengan-Nya. Keinginan manusia untuk selalu dekat dengan Sang Khalik yang mencipatkannya. Bersenggama tiada henti, untuk selalu menyebur asma-Nya. Begitu romantis, antara kita manusia dengan sang pencipta. Ada di bulan puasa.</p>
<p>Bukan sebaliknya, kita malah gagal menawan hati target-nya. Gagal mendekatkan diri kepada Sang Khalik di bulan puasa. Apalagi di bulan-bulan lainnya. Jika begitu, persis kita seperti “si raja gombal”. Mengaku mencintai-Nya, tapi di saat yang sama terlalu mudah melupakan-Nya.</p>
<p>Romantisme itu gak melulu soal rasa. Tapi juga harus punya sikap.</p>
<p>Sikap untuk tetap harmonis, menjaga keseimbangan. Karena gakk ada manusia yang sempurna. Jika ada kelebihan pasti ada kekuarangan. Jika ada suka pasti ada duka. Jika ada musim kering pasti ada musim subur. Saling mengisi, saling melengkapi. Itu baru romantisme.</p>
<p>Persis, seperti di bulan puasa. Sebut saja “romantisme puasa”.</p>
<p>Pagi hingga sore kita menahan rasa lapar dan haus. Lalu tiba waktunya berbuka puasa. Di malam hari pun, khusyuk sholat tarawih dan tadarus Al Quran. Siang hari bekerja, malam hari ibadah. Sebelumnya tukang ngomong, kini menjadi tukang merenung. Tukang komen jadi tukang introspeksi diri. Itulah romantisme berpuasa. Mampu menahan diri, selalu ikhtiar menjaga keseimbangan.</p>
<p>Romantisme puasa.</p>
<p>Kemarin, mungkin kita punya catatan yang mengecewakan dan menyakitkan. Hidup penuh keluh kesah, kebencian hingga kemarahan. Biarkan itu semua ada di “kantong sebelah kiri yang berlubang”.</p>
<p>Sebaliknya, mungkin kita juga punya catatan indah dan menyenangkan. Menebar kebaikan, penuh toleransi, dan gemar berbuat baik. Maka biarkan pula semua itu ada di “kantong sebelah kanan yang tidak berlubang”.</p>
<p>Apa artinya romantisme puasa?</p>
<p>Sungguh tidak lain, Tentang pentingnya menyimpan semua yang baik dan indah dalam hidup kita di &#8220;saku yang tidak berlubang&#8221;. Agar tidak satupun yang baik hilang dari hidup kita. Romantisme puasa pun, menyuruh kita menaruh semua hal yang buruk dan menyakitkan di &#8220;saku yang berlubang&#8221;. Agar keburukan itu mudah jatuh dan hilang. Agar kita tidak perlu mengingatnya kembali.</p>
<p>Setiap manusia pasti punya romantika.</p>
<p>Maka bulan puasa pun pantas menjadi bulan romantika. Bulan suci untuk muhasabah diri; menghitung-hitung lebih banyak baiknya atau buruknya. Mulai dari pikiran, sikap, dan perilaku. Lebih sering baik atau buruk?</p>
<p>Romantisme puasa itu indah.</p>
<p>Bila kita mudah melupakan segala hal yang buruk dan menyakitkan. Bila kita gampang mengingat yang baik dan indah. Romantisme puasa itu hanya ada saat kita membuang jauh-jauh yang jelek dan mengingat sesering mungkin yang baik.</p>
<p>Karena romantisme puasa adalah bukti adanya ketenangan spiritual. Kesyahduan syahrul adzim, syahrul mubarak. Sungguh, sebuah jiwa yang tenang itu hanya datang dari kehidupan yang tenang. Marhaban Yaa Ramadhan, ciamikk !!</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Syarifudin Yunus, Dosen Unindra</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/romantisme-puasa-sahur-tempe-buka-ikan-asin/">Romantisme Puasa; Sahur Tempe Buka Ikan Asin</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Munggahan, Tradisi Betawi yang Masih Terjaga Setiap Masuk Ramadan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/munggahan-tradisi-betawi-yang-masih-terjaga-setiap-masuk-ramadan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 May 2017 15:32:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=12450</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Setiap tradisi merupakan budaya turun-temurun yang mau tidak mau harus dipertahankan oleh setiap&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/munggahan-tradisi-betawi-yang-masih-terjaga-setiap-masuk-ramadan/">Munggahan, Tradisi Betawi yang Masih Terjaga Setiap Masuk Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Setiap tradisi merupakan budaya turun-temurun yang mau tidak mau harus dipertahankan oleh setiap generasinya serta harus dipegang teguh karena itu salah satu bentuk rasa hormat seseorang terhadap leluhur di daerah tempat tradisi itu berkembang.</p>
<p>Apalagi Indonesia adalah negara dengan masyarakatnya mayoritas muslim (pemeluk agama Islam), berbagai macam acara atau tradisi menyambut Bulan Suci Ramadan atau bulan puasa banyak digelar di berbagai daerah. Budaya dalam penyambutannya tentu berbeda-beda. Namun, semangatnya tetap sama. Penyambutan yang dilakukan masyarakat saat datangnya Bulan Ramadan atau bulan puasa merupakan bentuk rasa syukur serta kegembiraan umat muslim.</p>
<p>Orang Betawi semenjak agama islam masuk ke nusantara mereka mulai meninggalkan beberapa adab serta perilaku yang tak sesuai dengan ajaran yang membawa kepada kemuliaan. Misal, yang tadinya masyarakat betawi meyakini bahwa pohon, batu besi bertuah, dan lain-lain memiliki kekuatan yang bisa menolong atau menyelamatkan diri dan keluarga mereka. Secara perlahan mereka tinggalkan serta lantas menyadari bahwa itu adalah kesyirikan terhadap Allah SWT.</p>
<p>Seperti halnya di akhir bulan Sya’ban, menjelang bulan Ramadan, ada sebuah tradisi yang sampai saat ini masih kerap dilaksanakan oleh masyarakat betawi seperti munggahan. Dalam kaitannya dengan Ramadan, munggah bisa berarti masuk ke bulan Ramadan yang memiliki berbagai keutamaan dibanding dengan bulan-bulan lainnya. Pada salah satu malam terakhir Sya’ban dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Rasulullah SAW memberikan ‘pembekalan’. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah, Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa agung, lagi penuh berkah. Bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan”.</p>
<p>Selanjutnya Rasulullah bersabda, “Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu perbuatan kebajikan (sunnah), ia akan mendapatkan pahala seperti kalau ia melakukan perbuatan wajib pada bulan lain. Barang siapa melaksanakan suatu kewajiban pada bulan (Ramadan) itu, ia akan mendapatkan pahala seperti kalau ia mengerjakan 70 perbuatan wajib pada bulan yang lain”.</p>
<p>Dalam tradisi “munggah”, biasanya seluruh anggota keluarga yang berada di luar kota akan berkumpul di tempat orang tuanya. Ini dilakukan untuk menjalin keharmonisan hubungan keluarga, menikmati saat santap sahur bersama yang sangat jarang dilakukan. Namun kini akibat pengaruh migrasi, tradisi “munggah” tidak lagi dianggap perlu dilakukan di kampung, di kotapun bisa. Misalnya dengan mengunjungi tempat hiburan atau tempat-tempat yang memungkinkan tetap mempertahankan tradisi ini. Kegiatan “munggah” umumnya dilakukan oleh individu, keluarga, dan kelompok masyarakat. Biasanya menonjolkan berupa kegiatan bersuci atau mandi besar, kemudian tabuhan-tabuhan bedug setelah salat subuh hingga menjelang malam pertama Ramadhan, dan acara membersihkan makam, serta makan bersama.</p>
<p>“Munggahan” Bagi orang betawi kata ini sudah tidak asing lagi terdengar ditelinga. Kata yang biasa mereka dengar apabila memasuki bulan suci Ramadan. Kata Munggahan ini sendiri berasal dari Bahasa Sunda yaitu “unggah” yang mempunyai arti kata naek ka tempat nu leuwih luhur atau naik ketempat yang lebih tinggi. (Danadibrata, 2006:727)</p>
<p>Memang apabila di runtutkan betawi ini lebih dekat akan budaya sunda, karena betawi ini sendiri bukanlah suku akan tetapi sebuah bentuk perpaduan dari berbagai suku yang membentuk budaya baru di Batavia. Maka sebenarnya tidak ada istilah “suku betawi” yang ada hanyalah “anak betawi”.</p>
<p>“Biasanya munggahan dilaksanakan oleh masyarakat betawi dengan berbagai macam kegiatan, seperti dengan ziarah ke kubur (ngored), rowahan (selamatan), keramas dengan merang (padi yang dibakar) agar diri menjadi bersih lahir batin, serta saling beranjang sana menyambung tali silaturrahim”, ujar Adhes Satria yang merupakan salah satu tokoh Betawi.</p>
<p>Ibu Yulis yang merupakan masyarakat asli Betawi mengatakan bahwa,“Sebelum memasuki malam munggah itu sendiri masyarakat betawi biasanya mempunyai suatu rentetan acara, yang paling utama biasanya menziarahi makam orang tua yang pada umumnya dilaksanakan pada Jumat terakhir ramadan. Biasanya pada masyarakat yang benar-benar akan kental tradisi betawinya yang paling mencolok adalah mereka mengadakan yang namanya ngasih seserahan kepada sanak keluarga untuk diolah bagi yang sudah berkeluarga kepada orang tua, agar dapet berkahnya.&#8221;</p>
<p>Sebenarnya makna dari tradisi munggahan adalah untuk introspeksi diri dari segala kesalahan yang sudah pernah dilakukan sebelumnya dan sebelum memasuki Bulan Ramadan tersebut. Segala kesalahan terutama kepada sahabat, teman dan keluarga dapat diampuni. Pada akhirnya seseorang memasuki Bulan Ramadan dalam keadaan bersih hati dan bersih diri. (Hana Nurul Jannah/PNJ)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/munggahan-tradisi-betawi-yang-masih-terjaga-setiap-masuk-ramadan/">Munggahan, Tradisi Betawi yang Masih Terjaga Setiap Masuk Ramadan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://alif.id/wp-content/uploads/2019/05/1-munggahan.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan, Lebaran dan Tradisi Nyekar</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ramadhan-lebaran-dan-tradisi-nyekar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2016 15:56:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=6408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang bulan Ramadhan, ada banyak kebiasaan umat muslim di Indonesia dalam menyambut bulan penuh pengampunan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ramadhan-lebaran-dan-tradisi-nyekar/">Ramadhan, Lebaran dan Tradisi Nyekar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6303" aria-describedby="caption-attachment-6303" style="width: 687px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAcEpQbnVNel9Telk.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6303" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAcEpQbnVNel9Telk.jpg" alt="Ilustrasi. (istimewa)" width="687" height="515" /></a><figcaption id="caption-attachment-6303" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (istimewa)</figcaption></figure>
<p>Menjelang bulan Ramadhan, ada banyak kebiasaan umat muslim di Indonesia dalam menyambut bulan penuh pengampunan itu. Salah satun yang berkembang menjadi tradisi dan cukup populer adalah nyekar.</p>
<p>Kata nyekar sebenarnya merupakan bagian dari kata menyekar, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti berziarah ke kubur (dengan membawa bunga untuk ditabur). Untuk itu, tak heran jika pada memasuki bulan Ramadan, tempat-tempat pemakaman umum ramai dikunjungi para peziarah.</p>
<p>&#8220;Ke sini untuk nyekar kuburan orang tua, sebentar lagi kan Ramadan,&#8221; kata Nur (51), yang datang ke tempat pemakaman umum Kober bersama dua saudara kandungnya, Hasan (63) dan Mardiah (57). Ketiganya tampak datang dengan membawa sebuah botol beling berisi air dan kantung palstik transparan penuh dengan bunga.</p>
<p>Setibanya di tempat pemakaman, ketiganya langsung memulai ritual sakral itu untuk almarhumah sang ibu. Mula-mula, mereka menghadapkan wajah ke arah muka mayat (timur) sambil mengucap salam khusus untuk mayat.</p>
<p>Setelah itu dilanjutkan dengan membaca doa serta ayat suci Al Quran pada sebuah buku panduan khusus berziarah. Beberapa belas menit kemudian, usai berdoa, tiga yatim piatu itu membersihkan kuburan almarhumah dari ranting dan dedaunan kering yang berjatuhan.</p>
<p>Baru setelah itu mereka menaburkan bunga dan menuangkan air dari dalam botol ke sekujur tanah kuburan orang tercintanya itu. Tidak lama, mereka kemudian bergegas menuju tanan makam almarhum sang ayah yang hanya berjarak 5 baris kuburan.</p>
<p>Nur, Hasan, dan Mardiah mengulang ritual yang sama persis dengan yang telah mereka lakukan beberapa menit lalu. Demikianlah tradisi yang berawal dari kebiasaan itu.</p>
<p>Namun, rupanya tempat pemakaman umum Kober tak hanya ramai saat menjelang Ramadan, saat Hari Raya Lebaran, peziarah bisa datang dalam jumlah dua kali lipat lebih banyak. Mungkin, hal ini karena Lebaran merupakan saat yang paling tepat untuk pergi ziarah berbondong-bondong bersama keluarga.</p>
<p>&#8220;Nanti saat Lebaran, kita ke sini lagi. Tapi ramai-ramai sama anak dan cucuk. Keluarga besar pokoknya,&#8221; jelas Nur. Nur mengaku, tradisi itu sudah berlangsung sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar.</p>
<p>Memang kurang jelas asal-usul dan siapa pencetus tradisi yang berkembang di masyarakat muslim itu. Untuk itu, ragam pendapat dari para tokoh agama pun bermunculan menanggapi keberadaan tradisi nyekar.</p>
<p>Beredar kabar, nyekar bukan merupakan hal yang disyariatkan dalam islam, karena masih sedikit yang mengakui keberadaan dalilnya. Namun, adapun menurut kepercayaan sebagian umat muslim, nyekar hukumnya sunah.</p>
<p>Rasulullah SAW memperbolehkan kaum muslimin ziarah ke kuburan. Meski pada awalnya Islam sempat melarang ziarah dengan alasan kekhawatiran terjatuh pada lubang kemusyrikan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu aku melarang kalian ziarah kubur, namun (Allah) telah memberi izin kepada Muhammad untuk melakukannya sehingga dapat menziarahi makam ibunya. Berziarah kuburlah kalian karena akan menjadikan kalian mengingat akhirat.” (HR. Muslim).</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Anda, apakah Anda termasuk penganut tradisi nyekar, atau malah sebaliknya? Semuanya kembali kepada kepercayaan Anda masing-masing. Selama Anda dapat melakukan hal yang positif dan tidak merugikan orang lain, mengapa tidak?</p>
<p><strong>Putri Lestari</strong><br />
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ramadhan-lebaran-dan-tradisi-nyekar/">Ramadhan, Lebaran dan Tradisi Nyekar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
