Maraknya Aborsi, Miris dan Memprihatinkan!

Oleh: Eva ummu Naira, Anggota Komunitas Muslimah Menulis (KMM) Depok

Maraknya kasus aborsi yang terjadi di tanah air sangatlah miris dan memprihatinkan.
Pergaulan yang bebas dan kebablasan telah menjadikan pelaku hilang akal dan mencari jalan
pintas dengan melakukan tindakan aborsi.

Seperti dilansir dari laman RRI.co.id, (23/12/2023), kasus aborsi ilegal kembali mencuat ke
permukaan dengan tangkapan lima perempuan terduga pelaku di sebuah klinik yang berlokasi di
salah satu apartemen Kelapa Gading, Jakarta Utara. Menariknya, beberapa terduga pelaku
diberitakan hanya lulusan SMA dan SMP, tanpa latar belakang medis.

Menyikapi fakta maraknya aborsi ilegal ini, sosiolog Musni Umar, saat menjadi pembicara siaran
‘Jakarta Pagi Ini’ 91,2 FM Pro1 RRI Jakarta pada Kamis (21/12/2023) memberikan komentarnya
bahwa itu semua merupakan satu fenomena sosial yang memprihatinkan. “Melihat
perkembangan media sosial, begitu banyak orang yang terlibat dalam praktik menjual diri
melalui platform tersebut. Ini menjadi pemicu bagi pelaku laki-laki untuk memanfaatkannya
tanpa memahami konsekuensinya,” menurut Musni Umar.

Jika melihat data dan fakta di bulan dan tahun sebelumnya, sungguh kasus aborsi ini terus
berulang. Hampir setiap tahun ditemukan kasus praktik aborsi ilegal, pada Mei 2023, terungkap
praktik aborsi ilegal yang berlokasi di Duren Sawit, Jakarta Timur. Pada 1 Pebruari 2021,
terungkap adanya klinik aborsi ilegal di Padurenan, Mustika Jaya, Bekasi. Pada 9 September
2020, Polda Metro Jaya menggerebek klinik aborsi ilegal di Jalan Percetakan Negara III, Jakarta
Pusat, dan menangkap sembilan pelaku. Semua klinik tersebut diduga telah mengaborsi 32.760
janin sejak 2017.

Berbagai temuan ini menunjukkan bahwa angka aborsi di tanah air cukup tinggi. Secara
nasional, berdasarkan data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI), tingkat aborsi di
Indonesia mencapai 228 per 100 ribu angka kelahiran hidup (hellosehat, 30-11-2022).

Maraknya kasus aborsi menunjukkan buruknya sistem kehidupan saat ini. Pasalnya, laki-laki dan
perempuan bisa berduaan secara terang-terangan tanpa ada yang menegur. Mereka berinteraksi
layaknya pasangan suami istri hingga berujung kehamilan. Jika sudah demikian, kemungkinan
pilihan bagi pelaku hanya dua, diaborsi atau dibuang. Astaghfirullah.

Sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan saat ini memang begitu menyedihkan, yaitu
pergaulan bebas tanpa batas (liberal). Pornografi, pornoaksi dan aurat bebas ditampakkan di
mana saja tanpa batas, perzinaan pun menjadi hal biasa dan merajalela. Parahnya lagi aktivitas
dakwah dianggap perbuatan tak menyenangkan bagi mereka, kalimat urusi saja diri sendiri
menjadikan masyarakat individualis. Sistem pergaulan yang bebas tanpa batas (liberal) ini
akhirnya berdampak buruk pada hilangnya nyawa. Janin manusia seolah tiada harga, mereka
dibunuh sebelum melihat wajah kedua orangtuanya. Hilangnya rasa kasih sayang pada janin
karena kesenangan sesaat dan perbuatan maksiat.

Maraknya aborsi ini menunjukkan bahwa sistem sekuler saat ini yang memisahkan agama dari
kehidupan telah gagal melindungi nyawa manusia, padahal nyawa manusia sangatlah berharga.
Dalam Islam, hilangnya satu nyawa manusia merupakan urusan yang sangat berat timbangannya.
Rasulullah saw. bersabda, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya
seorang mukmin tanpa hak,” (HR Nasai 3987, Turmudzi 1455).

Islam sangat menjaga nyawa manusia. Tidak boleh ada orang yang menghilangkan nyawa orang
lain tanpa hak (izin syar’i). Dengan demikian, orang tidak akan mudah menyakiti orang lain,
penguasa akan memberikan sanksi yang tegas jika hal itu terjadi. Allah SWT berfirman, “Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qisas berkenaan dengan orang-orang yang
dibunuh” (QS al-Baqarah: 178).

Untuk mencegah terjadinya aborsi, penguasa Islam akan menerapkan sistem pergaulan Islam
sesuai syariat. Kehidupan laki-laki dan perempuan dipisah, hanya bertemu jika ada hajat syar’i.
Zina, khalwat, dan ikhtilat akan dilarang. Kewajiban menutup aurat ditegakkan. Laki-laki dan
perempuan diperintahkan untuk menundukkan pandangan. Pornografi dan pornoaksi dilarang,
pelaku dan pengedarnya pasti dihukum. Media massa dan media sosial akan diawasi dengan
ketat agar tidak akan konten yang bertentangan dengan Islam.

Selain itu diterapkan pula sistem pendidikan berbasis akidah Islam sehingga terwujud ketaatan
pada aturan Islam. Ketakwaan akan ada pada tiap individu Muslim, dan aktivitas dakwah amar
makruf nahi mungkar berjalan dengan baik. Niscaya akan tercipta masyarakat yang islami dan
jauh dari zina serta praktik aborsi ilegal tak akan terjadi. []

Pos terkait