Mengenal PM Baru Prancis Gabriel Attal, Seorang Gay Keturunan Yahudi

Gabriel Attal adalah PM Prancis termuda dan pertama yang secara terbuka menyatakan dirinya gay. Pasangannya adalah pria berusia 38 tahun yang dikenal sebagai Stephane Sejourne.

DEPOKPOS – Presiden Pracis Emannuel Macron menunjuk Gabriel Attal (34) sebagai perdana menteri (PM) baru negara itu, Selasa (9/1/2024). Attal yang sebelumnya merupakan menteri pendidikan menjadi orang termuda yang menduduki jabatan tertinggi kedua di negeri itu.

Hal ini menyusul pengunduran diri Elisabeth Borne (62) dan anggota pemerintahannya Senin malam. Borne sendiri sudah menjabat dua tahun.

“Presiden republik menunjuk Gabriel Attal sebagai perdana menteri, dan menugaskannya untuk membentuk pemerintahan,” bunyi pernyataan presiden, dikutip AFP.

“Saya tahu saya dapat mengandalkan energi dan komitmen Anda,” kata Macron berharap ke Attal.

Macron sendiri kembali menjadi Presiden Prancis untuk periode kedua setelah memenangkan pemilu tahun 2022. Namun dalam kepemimpinannya, Macron telah menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari reformasi pensiun yang tidak populer, hilangnya mayoritas dalam pemilihan parlemen, dan kontroversi mengenai undang-undang imigrasi.

Gabriel Attal, Seorang Gay dan Pencetus Larangan Abaya

Gabriel Attal adalah PM Prancis termuda dan pertama yang secara terbuka menyatakan dirinya gay. Pasangannya adalah pria berusia 38 tahun yang dikenal sebagai Stephane Sejourne.

Stephane Sejourne lahir pada tanggal 26 Maret 1985. Ia adalah seorang pengacara dan politikus Perancis yang terpilih sebagai Anggota Parlemen Eropa pada tahun 2019. Sejak tahun 2021, ia memimpin Renew Europe, sebuah kelompok parlemen liberal pro-Eropa.

Attal bergabung dengan Partai Sosialis ketika ia berusia 17 tahun. Ia menjadi terkenal dalam politik Prancis setelah ditunjuk sebagai juru bicara pemerintah selama pandemi.

Dia kemudian ditunjuk sebagai menteri junior di kementerian keuangan dan kemudian menteri pendidikan pada tahun 2023, menjadikan dirinya sebagai salah satu menteri kabinet Macron yang paling cerdas dan komunikator yang lancar.

Ketika terpilih sebagai menteri pendidikan, Attal mengumumkan larangan pemakaian abaya di ruang kelas. Menurutnya pakaian yang sebagian besar dikenakan oleh umat Islam itu menguji sekularisme di sekolah negeri itu.

Pada 9 Januari 2024, Attal diangkat oleh Presiden Emmanuel Macron sebagai perdana menteri, menjadi seorang gay pertama dan termuda yang menjabat sebagai PM di Prancis pada usia 34 tahun.

Diketahui, ayah Attal, Yves, adalah keturunan Yahudi Tunisia yang bermigrasi di Perang Dunia II. Dalam profil Le Monde, ia dibesarkan sebagai seorang Kristen Ortodoks oleh ibunya yang berasal dari Rusia.

Pos terkait