Merasa di Pecat Sepihak,Mantan karyawati PT APS Akan Tuntut Keadilan

 

 KABARTODAY,BELITUNG – Heni Juliana (32) mantan karyawan PT. Arya Prima Sentosa (APS) menuntut keadilan lantaran di duga secara sepihak dipecat oleh pihak perusahaan.

PT. Arya Prima Sentosa (APS) merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan kaolin di Desa Badau Kecamatan Badau.

Heni mengatakan, ia merasa kecewa atas apa yang menimpa dirinya lantaran dipecat perusahaan tanpa adanya Surat Pemberitahuan (SP) atau peringatan. Dirinya merasa tidak pernah melakukan kesalahan atau merugikan pihak perusahaan.

“Tiba-tiba tanggal 7 September lalu ada surat kalau saya di pecat. Saya kaget, apa persoalannya. Paling tidak ada pemberitahuan atau peringatan permasalahan nya apa? Ini kok secara tiba-tiba saya di pecat,” sebutnya kepada awak media Sabtu (9/9).

Kata dia, dirinya tidak terima diperlakukan atau dipecat secara tidak hormat sehingga akan membawa persoalan tersebut ke Dinas Ketenagakerjaan maupun ke DPRD Kabupaten atau Provinsi.

Selain itu, ia juga merasa curiga dan kecewa lantaran data-data di dalam flashdisk miliknya pribadi telah hilang atau di hapus. Dimana dalam flashdisk nya tersebut terdapat data-data penting miliknya.

“Saya juga bingung kenapa data-data yang ada di flashdisk saya kok menghilang tiba-tiba. Di dalamnya terdapat list harga batu, invoice dan lain-lainya,” kata mantan karyawan PT. APS bagian administrasi stok dan pengiriman barang tersebut”.Ujarnya.

Sementara itu Direktur PT. APS Tahir saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, persoalan tersebut sudah diselesaikan melalui pak Sentot Mulyono selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) perusahaan.

“Sudah baik, dikomunikasikan dengan pak Sentot Mulyono,” katanya.

Selang beberapa jam Awak media langsung menghubungi Kepala Teknis Tambang ( KTT ) Sentot Mulyono, melalui telpon seluler ( ponsel ) Untuk Konfirmasi prihal terkait mantan karyawan di PT.APS.

Sentot menjelaskan, Kepala Teknis Tambang berkewajiban dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di perusahaan baik itu di lapangan maupun di kantor yang bisa merugikan perusahaan.

” saya sebagai ktt, jika ada yang sifatnya dapat merugikan perusahaan dan apapun yang terjadi saya harus tahu karna itu adalah tanggung jawab saya.” sebutnya saat di temui Awak media.

Menurut ia, kejadian yang telah di lakukan oleh mantan karyawan (Heni) Sudah tidak bisa di teloransi karna telah merugikan pihak perusahaan di mana tempat dia bekerja dan di percayakan di PT. Arya Prima Sentosa.

” kejadian yang di lakukan heni itu sangat fatal, diakan baru kerja di situ 3 atau 4 bulanlah apa lagi dia sebagai pemegang uang, masalahnya uang lho.”ucapnya

Heni Juliana berharap, kepada pihak Perusahaan PT.APS agar mendapatkan keadilan dan membersihkan nama baiknya.

” Saya tidak menuntut banyak cuma mintak keadilan dan mengembalikan nama baik aku itu saja.”Pungkasnya.[] Jun

Pos terkait