Orang Tua Ngeluh Ada Dugaan Pungli di SDN Rancagong 2 Legok

Foto sekolah Rancagong 2

Kabartoday, Kabupaten Tangerang,  |  Beberapa orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rancagong 2 Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang Banten keluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah.

Menurut pengakuan salah satu orang tua siswa, pada tanggal 19 Oktober 2023 kemarin pihak sekolah mengadakan kegiatan renang di Citra Raya Panongan.

Namun sangat disayangkan, renang yang diselenggarakan pihak sekolah tersebut ternyata tidak gratis, orang tua siswa harus merogoh kantong sakunya untuk biaya renang anaknya sebesar Rp 60.000 (Enam Puluh Ribu Rupiah).

Hal itu tentu menjadi keluhan dan suatu kewajiban bagi orang tua siswa untuk membahagiakan anaknya, sehingga mau tidak mau harus membayar jumlah uang yang ditentukan pihak sekolah.

“Kalau seperti ini kan senang atau tidak, kita sebagai orang tua harus membayar agar anak kita bahagia bisa ikut berenang bersama teman,” Ujar orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

Orang tua siswa itu juga menyayangkan pihak sekolah yang tidak memberi tahu terlebih dahulu kepadanya terkait kegiatan renang tersebut.

“Seharusnya pihak sekolah bicarakan dulu kepada orang tua siswa terkait renang ini,” Cetusnya dengan nada kesal

Sementara itu, pihak sekolah SDN Rancagong 2 saat dikonfirmasi Awak Media menerangkan, menurut pengakuannya pihak sekolah, kegiatan renang tersebut sudah dilakukan rapat dengan para orang tua siswa.

“Sudah dilakukan rapat dengan orang tua murid,” Kata seorang dari pihak sekolah.

Saat Awak Media mempertanyakan terkait hasil rapat yang dimaksud, pihak sekolah terkesan bertele-tele dan tidak dapat menunjukan hasil rapat yang seharusnya dihadiri Kepala sekolah, komite dan dewan guru serta koordinator kelas (korlas).

Jika mengacu pada larangan Permendikbud RI Nomor 44 Tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan pada satuan pendidikan Dasar dan Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, maka pungutan liar tidak dibenarkan jika tidak sesuai peraturan yang ditentukan.

Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang maupun provinsi Banten diminta tegas dan menindak lanjuti dugaan tersebut, agar dikemudian hari tidak ada lagi perilaku-perilaku yang dapat mencederai pendidikan di Indonesia khususnya di provinsi Banten.

Sampai berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten belum dapat dikonfirmasi.

Pos terkait