PEMANGGILAN YUSUF BLEGUR OLEH POLRES METRO DEPOK TERKAIT TULISAN “CAPRES HMI VERSUS CAPRES GMNI”

Jakarta, Kaabrtoday – Pelaporan ke Polres Metro Depok atas tulisan Yusuf Blegur yang berjudul Capres HMI Versus Capres GMNI yang tayang dan viral dipelbagai media, edisi 23 April 2023. Bisa dilihat sebagai  respon yang mengutamakan tindakan politis dan kekuasaan ketimbang aspek hukum. Tindakan pelapornya bisa dinilai sebagai upaya menghina dan melecehkan demokrasi. Harusnya opini dibalas dengan opoini, tulisan dibalas dengan tulisan. Bukan dengan sedikit-sedikit lapor atau mengghnakan pendekatan kekuasaan. Jangan juga karena tidak mampu dan  atau tidak  bisa membalas opini atau dalam bentuk  tulisan, segala hal yang bersifat kritis dilaporkan ke kepolisian.

Pemanggilan Yusuf Blegur oleh polres  Metro Depok Blegur merupakan upaya kriminalisasi terhadap suara dan gerakan kritis. Refleksi dan evaluasi terhadap gejala penyimpangan  konstitusi dan demokrasi harus dilihat sebagai upaya memperbaiki dan menyelamatkan NKRI. Bukan sebaliknya dianggap sebagai ujaran  kebencian dan permusuhan.

Bacaan Lainnya

Di samping itu, pemanggilan Yusuf Blegur oleh Polres Metro Depok yang menindaklanjuti laporan Saudara Riano Oscha Chalik (Komisaris BUMN) dan Bambang Sri  Pudjo (lawyer dan aktifis PDIP),  terkait  tulisan Yusuf Blegur yang berjudul Capres HMI Versus Capres GMNI sangat tidak berdasar, berlebihan dan lebih mengedankan tindakan yang cenderung beroientasi kriminalisasi. Penting bagi pelapor dan Polres Metro Depok melihat aspek UU Jurnalistik karena tulisan tersebut telah dimuat dan disebarluaskan juga oleh media, bukan sekedar meneruskan  laporannya ke jalur hukum.

Selain itu tulisan tersebut hanya menyampaikan kegelisahan, kecemasan dan kekhawatiran pandangan dan sikap sebagian besar masyarakat. Materi tulisan tersebut selain bersifat opini, juga mengangkat realitas dan fakta yang bersumber dari pelbagai media msinstream dan non mainstream, sosial media,  youtube dan laman berita lainnya. Tulisan Yusuf Blegur tentang Capres HMI Versus Capres GMNI benar-benar menyampaikan fakta yang didukung data, bukan hoax atau fitnah.

Pemanggilan Yusuf Blegur dalam konteks klarifikasi pelanggaran UU ITE menindaklanjuti laporan yang bersangkutan terkesan berlebihan dan melampaui batas. Oleh pelapornya  menjadi  tindakan yang semena-mena dan  sebagai bentuk kedzoliman. (Atma)

Pos terkait