Penerapan Akad Ijarah melalui Pembiayaan Multijasa dalam Pandangan Ekonomi Syariah

DEPOKPOSAkad Ijarah adalah transaksi sewa antara penyewa dengan orang yang menyewakan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan dengan harga tertentu dalam jangka waktu tertentu (Zainuddin, 2006). Dapat disimpulkan bahwa akad Ijarah sendiri merupakan akad yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan ekonomi masyarakat modern, kegiatan ekonomi menjadi semakin kompleks. Saat ini terdapat sejumlah lembaga keuangan syariah non bank yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen masyarakat, seperti kebutuhan kesehatan dan pendidikan para anggotanya yang telah melakukan akad Ijarah.

Cara pelaksanaannya adalah lembaga keuangan syariah memberikan dana untuk biaya pendidikan, biaya rumah sakit, dan lain-lain kepada anggotanya, dan anggota membayar lembaga keuangan syariah dengan angsuran ujra tetap.Karena cara hidup berjalan, masyarakat tidak selalu mempunyai cukup uang untuk hidup, dan bahkan ketika mereka membutuhkan sesuatu, mereka mungkin tidak dapat memenuhinya karena kondisi ekonomi yang buruk. Solusi yang sering dipilih masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangannya adalah dengan mencari pinjaman kepada orang lain atau lembaga keuangan seperti bank, namun juga lembaga keuangan non bank, baik syariah maupun konvensional. Namun seiring dengan semakin banyaknya lembaga keuangan yang bermunculan di masyarakat, bunga dapat dianggap sebagai bunga dan keuntungan dalam bertransaksi. Padahal Islam jelas-jelas melarang riba,Padahal di dalam Islam jelas dinyatakan bahwasannya riba itu merupakan sesuatu yang dilarang.

Bacaan Lainnya

Meskipun tidak jarang lembaga keuangan menyebut dirinya sebagai “lembaga keuangan syariah”, kenyataannya tidak semua lembaga keuangan beroperasi berdasarkan teori hukum Islam. Aspek syariah terpenting yang harus dipenuhi dalam suatu transaksi pembiayaan syariah adalah akad.Akad berarti suatu keputusan, penegasan, persetujuan, atau transaksi yang dapat diartikan sebagai janji berdasarkan nilai-nilai syariat. Jika akadnya sesuai syariah, maka transaksi tersebut dianggap Halal, jika tidak maka transaksi tersebut dianggap tidak sah.

Terkait produk keuangan konsumen yang di pakai terus menerus secara konsumtif , lembaga keuangan sering kali menggunakan akad Ijarah. Lembaga keuangan syariah juga memperkenalkan layanan produk keuangan multilayanan, akad ijarah, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, yaitu kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Ijarah berarti akad yang mengalihkan hak pakai (manfaat) suatu barang atau jasa melalui pembayaran upah/sewa tanpa mengalihkan kepemilikan atas barang tersebut.Jumlah sewa disepakati sebelumnya. Akad Ijarah harus jelas mengenai unsur-unsur Ijarah, meliputi pemasok, subjek Ijarah, dan pengguna jasa.

Pelaksanaan akad Ijarah harus dilaksanakan dalam hubungan kerjasama antara lembaga keuangan syariah sebagai penyedia dana, pihak penyewa yang menyewakan kembali aset tersebut kepada anggota, dan pihak yang menyewakan aset tersebut. Selanjutnya yang dimaksud dengan pokok bahasan akad Ijarah adalah keuntungan atas barang yang dikembalikan kepada anggota melalui LKS, manfaat dan keuntungan yang dapat dinikmati anggota, atau jasa-jasa seperti sewa keuntungan gedung atau mesin produksi. Dalam prosesnya, ini adalah produk perbankan yang kepemilikan dan pelaksanaannya dilakukan secara langsung. Jasa perbankan sharf (pembelian dan penjualan mata uang asing), yaitu pembelian dan penjualan berbagai mata uang, dll. Pengiriman (di tempat), termasuk penyewaan loker dan jasa pengurusan, Ijarah (penyewaan) harus dilakukan sekaligus melalui ini lembaga keuangan, ada. Pengelolaan dokumen (penitipan): Bank dapat menerima kompensasi dari penyewaan layanan tersebut, yang sejumlah tertentu digunakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan.

Dari beberapa pembahasan mengenai pengenalan akad ijarah pada pembiayaan multijasa di lembaga keuangan syariah, kami menyimpulkan bahwa tata cara pengenalan pembiayaan ijarah multijasa di LKS adalah nasabah datang ke LKS dengan mengajukan berbagai pinjaman yang bisa dilakukan. Biaya pengobatan, biaya pendidikan, dll: Sebelum akad Ijarah untuk pembiayaan biaya pengobatan dan biaya pendidikan dapat dilaksanakan, anggota harus memenuhi persyaratan administrasi berupa pengisian dokumen yang diperlukan oleh LKS. Kemudian dalam waktu maksimal seminggu setelah penyerahan berkas, anggota akan dipanggil kembali ke LKS untuk menyelesaikan kontrak, LKS akan mencairkan dana, kemudian anggota akan membayar langsung ke instansi terkait.

Nazwa Huda Aulia
Mahasiswa STEI SEBI

Pos terkait