Perlunya Antisipasi Krisis Air di Masa Depan

DEPOKPOS – Air adalah sumber utama di dalam kehidupan. Air memiliki banyak sekali manfaat bagi kehidupan manusia maupun lingkungan. Bahkan bisa dikatakan bahwa air adalah sumber utama di bumi. Semua aktivitas di kehidupan selalu membutuhkan peran air di dalam nya. Yang paling sederhana adalah dari aktivitas sehari – hari kita, mulai dari mandi, mencuci, minum dan lain – lain yang semua itu membutuhkan air. Namun hanya sedikit air yang layak dimanfaatkan untuk keperluan diatas. Hal ini dikarenakan keadaan saat ini yang sedang mengalami kekurangan ketersediaan air bersih.

Kekurangan air atau krisis air adalah keadaan ketika permintaan atau kebutuhan air bersih melebihi pasokan yang ada. Krisis air bersih memiliki dampak yang buruk terhadap kehidupan dan lingkungan. Yang mana bisa berdampak dari segala sektor. Salah satu sektor yang sangat dirugikan adalah sektor kesehatan. Ada sekitar 3.800 anak yang meninggal setiap harinya dikarenakan krisis air bersih ini. Tentunya hal ini adalah hal negatif yang perlu adanya penanganan di dalam nya.

Krisis air bersih adalah masalah yang serius yang harus segera ditangani. Karena krisis ini ribuan atau bahkan jutaan manusia di dunia mengalami kerugian yang berdampak pada kehidupan sehari-harinya. Menurut data yang diberikan WHO ( Organisasi Kesehatan Dunia), tahun 2020, terdapat kurang lebih 2,2 miliar manusia mengalami kekurangan air bersih. Dan dari data di atas ada sekitar 1,4 miliar manusia yang menggunakan air yang sudah tercemar untuk digunakan mandi, memasak dan juga minum. Dan di Indonesia sendiri, akses air layak minum baru mencapai 72% saja sedangkan di wilayah perkotaan sudah menyentuh angka 82% (BPS, tahun 2017).

Ada beberapa hal yang mengakibatkan krisis air bersih. Yang pertama adalah dikarenakan adanya perubahan iklim atau adanya pemanasan global. Yang hal ini menyebabkan perubahan pada curah hujan, sehingga terjadi kekeringan dan berdampak pada kurangnya air bersih. Faktor kedua yang menyebabkan kurangnya akses air bersih adalah adanya limbah-limbah, baik limbah industri, maupun domestik yang menyebabkan air tercemar. Minimnya pengelolaan air yang yang benar atau berkelanjutan juga menjadi faktor yang menyebabkan pasokan air bersih berkurang. Hal ini karena dalam menggunakan air dilakukan secara tidak efisien dan berlebihan. Adanya kekurangan investasi di dalam infrastruktur semakin memperburuk isu krisi air bersih.

Kekurangan air bersih memiliki berbagai dampak yang negatif. Kurangnya air bersih bisa mempengaruhi sektor pertanian. Dampak dari hal ini adalah berkurangnya hasil produksi pangan mengakibatkan adanya kelaparan dan juga kekurangan gizi. Sehingga hal ini juga dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan menimbulkan berbagai penyakit seperti tifus, diare, kolera, dan lain-lain. Selain itu, krisis air bersih mengakibatkan adanya eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber air, sehingga dapat menyebabkan ekosistem air terganggu dan rusaknya lingkungan. Hal ini membuat masyarakat saling bersaing untuk mendapatkan air bersih sehingga dapat menimbulkan konflik sosial.

Krisis air ini adalah tantangan serius yang harus dihadapi dunia, khususnya di Indonesia. Perlu perhatian khusus yang dilakukan untuk mengatasi krisis air ini. Pemerintah indonesia sendiri dalam menangani krisis air ini sudah banyak melakukan upaya. Salah satunya adalah lewat Program Hibah Air Minum. Program Hibah Air Minum adalah hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah melalui pendekatan kinerja terukur (output-based). Terdapat dua agenda dalam program ini, yaitu Program Hibah Air Minum Perkotaan, dan Program Air Minum Pedesaan. Agar program ini terus berjalan tentunya perlu kerja sama antara pemerintah dan masyarakat guna mengatasi krisis air ini. Dimana pemerintah harus menyediakan fasilitas yang dapat menyediakan air bersih yang layak digunakan. Dalam hal ini masyarakat bisa turut berperan yaitu dengan menjaga dan merawat fasilitas yang telah disediakan.

Isu krisis air bersih tidak dapat diremehkan. Banyak dampak buruk yang muncul akibat dari krisis ini. Sangat di sayangkan jika di Indonesia mengalami krisis ini, karena Indonesia adalah negara yang memiliki banyak sekali sumber air. Namun masih banyak yg belum bisa memanfaatkan dengan baik. Masih banyak orang yang belum bisa dan bahkan tidak mau menjaga sumber air ini. Salah satu contohnya adalah mereka membuang sampah di sungai dan sumber air lainnya. Karena ulah tersebut akhirnya sumber air yang ada menjadi tercemar dan kemudian berdampak pada krisis air. Oleh karena itu, selain dari pemerintah diperlukan juga kerja sama dari masyarakat untuk menjaga dan merawat sumber air yang ada. Sehingga di negara kita ini tidak ada lagi isu krisis air bersih.

Moch Faros Danuarta
Akademi Teknik Tirta Wiyata

Pos terkait