Polda Maluku Gagalkan Penyelundupan Lima Ton BBM Subsidi

Tim opsnal Subdit IV Tipidter Polda Maluku dipimpin Aipda Edy B Tetelepta,SH sedang mengamankan barang bukti minyak tanah dari KM Nusantara Jaya 20 di Dermaga LIPI Ambon, Rabu (6/3/2024).

Kabartoday, AMBON – Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi kembali dibongkar personil Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku.

Pengungkapan tindak pidana di bidang migas ini pada Rabu (6/3/2024) sekitar pukul 18.30 WIT di Dermaga LIPI, Kecamatan Teluk Ambon. Total minyak tanah yang diamankan sebanyak lima ton.

Selain barang bukti minyak tanah, penyidik Subdit 4 Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) juga mengamankan satu unit mobil colt warna hitam dengan nomor polisi DE 8341 AH serta satu unit kapal yang akan memuat minyak tanah ini keluar daerah. Ikut diamankan Kapal Motor Nusantara Jaya 20.

Barang bukti ratusan jerigen berisi minyak tanah serta mobil pengangkut di amankan penyidik ke Mako Ditreskrimsus Polda Maluku.

Dalam kasus ini, penyidik mengamankan tujuh orang di TKP. Mereka yang diamankan adalah WJ, YU serta lima anak buah KM Nusantara Jaya 20 yaitu La Mono, La Odi, La Mada, La Tumena dan La Judin.

Dari hasil penyidikan, hanya dua orang saja yang diduga punya peran dalam kasus ini yaitu WJ dan YU. Kedua orang ini akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. WJ adalah orang yang menyuruh YU membeli minyak tanah.

Kedua tersangka ini sudah ditahan. WJ ditahan di rutan Mapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, sementara YU dijebloskan ke rutan Polda Maluku di kawasan Tantui.

Kedua tersangka ini diduga melakukan tindak pidana di Bidang Minyak dan Gas Bumi tentang “Penyalahgunaan Pengangkutan dan atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dan/atau Penyediaan dan Pendistribusian diberikan Penugasan Pemerintah” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana di ubah dalam Paragraf 5 Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang Juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Kedua tersangka ini terancam hukuman penjara enam tahun serta denda 60 miliar rupiah. Sementara lima orang ABK berstatus saksi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Hujra Soumena yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya pengungkapan kasus ini.

Kombes Pol Hujra Soumena,S.I.K, M.H – Dirreskrimsus Polda Maluku. 

“Iya, memang benar ada pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM Subsidi. Sementara dalam penyidikan,” ungkap Soumena saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Jumat (8/3/2024).

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang diterima Kepala tim opsnal Subdit IV Tipidter Aipda Edy Tetelepta bahwa ada pemuatan BBM jenis minyak tanah dalam jumlah besar ke satu unit kapal yang sementara berlabuh di Kate-Kate.

Berdasarkan informasi tersebut Personil Subdit IV/Tipidter yang dipimpin Aipda Edi Tetelepta bersama Aipda Kace Reawaru, Bripka Wayan, Bripka Zaenal, Aipda Reza Toisutta  langsung turun melakukan penyelidikan ke TKP.

Ketika tiba di TKP, tim menemukan satu unit mobil pick up Mitsubishi Colt L300 warna hitam dengan DE 8341 AH dengan posisi terparkir diluar dermaga. Sopir mobil adalah YU. Dalam bak mobil tim menemukan sejumlah jerigen ukuran 20 liter dalam keadaan kosong. Diduga baru selesai melakukan pembongkaran BBM jenis minyak tanah.

Tim kemudian menginterogasi pengemudi mobil. Ia mengakui bahwa baru selesai melakukan pembongkaran minyak tanah sebanyak sebanyak dua ton ke dalam palka KM Nusantara Jaya 20.

Selanjutnya Aipda Edy bersama pasukannya masuk ke Dermaga LIPI menuju KM Nusantara Jaya 20 yang sementara berlabuh.

Saat tim masuk ke palka kapal, mereka menemukan 100 jerigen ukuran 20 liter yang berisi minyak tanah. Total mitan yang ditemukan di kapal sebanyak dua ton.

Selanjutnya tim mengamankan barang bukti serta WJ, terduga pemilik BBM dan YU, sopir mobil  serta para ABK Kapal yang saat itu berada di TKP. Mereka digelandang Ke Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

Tim penyidik Subdit IV Tipidter yang dipimpin Iptu Sofia Alfons bergerak cepat melakukan pemeriksaan para saksi. Dari hasil pengembangan pemeriksaan, tim memperoleh keterangan bahwa masih minyak tanah sebanyak tiga ton milik WJ di pangkalan mitan di kawasan Gunung Malintang Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Tim opsnal bergerak cepat. Mereka langsung mendatangi lokasi pangkalan mitan tersebut. Dan benar saja, penyidik menemukan tiga ton minyak tanah dalam 150 jerigen berukuran 20 liter. Barang bukti ini pun langsung diamankan ke Mako Ditreskrimsus Polda Maluku.

Ribuan liter minyak tanah dalam ratusan jerigen diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Maluku

Dari hasil pemeriksaan ditemukan fakta bahwa pangkalan minyak tanah di Gunung Malintang menjual minyak tanah sebesar Rp. 4.250,- per liter. Harga ini melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sebesar Rp. 4.000,- per liter.

Rencananya tersangka WJ akan membawa ribuan liter mitan ini ke Dusun Air Papaya, Desa Iha, Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat. Di kawasan ini, mitan akan dijual dengan harga Rp. 6.000,- per liter.

Dalam kasus ini, tersangka WJ adalah pemilik mitan. Dia meminta tersangka YU untuk mencari dan membeli mitan. WJ memberi plafon harga kepada YU sebesar Rp. 4.500,- per liter.

YU kemudian membeli mitan di pangkalan Gunung Malintang sebesar Rp. 4.250,- per liter. Dari praktek ini, YU mendapat keuntungan Rp. 250 per liter. Total keuntungan yang diraup tersangka YU dari pembelian lima ton minyak tanah ini sebesar Rp. 1.250.000,-.

Barang bukti yang diamankan di Mako Ditreskrimsus Polda Maluku antara lain lima ton minyak tanah dalam 250 jerigen ukuran 20 liter, satu unit Mobil Pick Up Mitsubishi Colt L-300 warna Hitam dengan nomor polisi DE 8341 AH serta 84 jerigen ukuran 20 liter bekas minyak tanah dalam keadaan kosong.

KM Nusantara Jaya 20 yang memuat ribuan liter minyak tanah diamankan penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Maluku. Kapal ini akan digiring ke Dermaga Ditpolairud Polda Maluku di Lateri.

Sementara barang bukti KM. Nusantara Jaya 20 diamankan di Dermaga Ditpolairud Polda Maluku di kawasan Lateri, Kecamatan Baguala.

Panit Subdit IV Tipidter Polda Maluku Iptu Sofia Alfons menegaskan masih terus melakukan pengembangan kasus ini sehingga tidak tertutup kemungkinan bisa ada tersangka baru lagi.

“Sesuai perintah pimpinan, tim penyidik masih terus melakukan pengembangan. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan bisa saja akan ada tersangka tambahan dalam perkara ini,” tandas mantan Kapolsek Leihitu Barat ini.

Pengungkapan tindak pidana di bidang Migas ini merupakan  kasus yang pertama di masa jabatan Kombes Pol Hujra Soumena sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku. (IMRAN)

Pos terkait