Polisi Bidik Bupati Aru di Kasus Korupsi Dinas PKP

Kabartoday, AMBON – Bupati Kepulauan Aru Johan Gonga masuk bidikan polisi dalam kasus dugaan korupsi.

Rencananya dia akan diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Maluku dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembangunan Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kepulauan Aru tahun 2018 lalu.

Bacaan Lainnya

Penyidik mengendus ada peran orang nomor satu di Kepulauan Aru itu dalam kasus yang merugikan negara lebih dari 1,5 miliar rupiah.

Sejatinya, Gonga diperiksa pekan kemarin. Tetapi orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Aru ini berhalangan hadir. Karena itu, penyidik akan melayangkan panggilan kedua.

Dirreskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Harold W Huwae,S.I.K.

“Iya, rencananya kita akan minta keterangan dari Bupati Kepulauan Aru,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Harold. Wilson Huwae kepada media ini Senin (27/7/2023).

Pada kasus dugaan korupsi ini, sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia negara dirugikan lebih dari 1,5 miliar rupiah.

Empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah URL (mantan Kepala Dinas PKP Kabupaten Kepulauan Aru), BE (Pejabat Pembuat Komitmen) serta MP dan RP dari pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut.

Tersangka URL saat ini sedang mendekam di Lapas Kelas II Ambon.

Paket pembangunan Kantor Dinas PKP Kabupaten Kepulauan Aru dikerjakan tahun 2018 lalu. Sumber anggarannya dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2018.

CV Cloris Perkasa selaku penyedia jasa dalam pekerjaan ini sesuai kontrak nomor : 01/PKP/SP-PK-DAU/2018. Nilai kontrak lebih dari 1,9 miliar rupiah. Namun hingga kini, proyek tersebut tidak tuntas.

Pekerjaan mangkrak ini mulai dibidik Ditreskrimsus Polda Maluku sejak tahun 2020 lalu. Tiga tahun berproses, akhirnya polisi tetapkan empat orang sebagai tersangka. (IMRAN

 

Pos terkait