Polisi Bidik Dua Orang Pemicu Kebakaran di Ambon Yang Tewaskan Satu Warga dan Hanguskan 108 Rumah

Kabartoday, AMBON – Kasus kebakaran hebat di Ambon yang terjadi di jalan Pala, Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Kota Ambon satu bulan lalu memasuki babak baru.

Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang menangani perkara ini telah membidik dua orang yang diduga kuat sebagai pemicu terjadinya kebakaran yang mengakibatkan satu orang tewas terbakar serta 108 rumah warga hangus dilalap si jago merah.

Bacaan Lainnya

Hal ini diungkapkan Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Komisaris Besar Polisi Raja Arthur L Simamora kepada wartawan di Ambon, Senin (19/6/2023).

“Ada dua orang yang kita duga kuat sebagai pemicu terjadinya peristiwa kebakaran itu. Memang saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun dari hasil pemeriksaan para saksi serta barang bukti yang ada, memang mengarah kepada dua orang tersebut. Tidak lama lagi pasti akan kita tingkatkan statusnya,” ujar Raja Arthur.

Alumni Akademi Kepolisian Tahun 1998 ini tegaskan tidak main-main dalam pengusutan kasus kebakaran hebat ini. Buktinya, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease yang menangani perkara ini sampai mendatangkan tim dari Laboratorium Forensik untuk melakukan identifikasi di lokasi kebakaran.

Peristiwa kebakaran hebat ini terjadi pada Senin (15/5/2023) sekitar pukul 20.45 WIT. Satu warga tewas. Sebanyak 108 rumah warga di kawasan Pasar Gambus Belakang Kota ludes terbakar.

Kebakaran ini bermula saat Senin (15/5/2023) sekitar pukul 15.00 WIT, terlapor SS alias Salmon, pengemudi kendaraan yang diduga pemicu kebakaran ini menjemput rekannya TS alias Incan di belakang toko Jonson bilangan Urimesing, Kelurahan Ahusen, Kecamatan Sirimau. Tujuannya adalah untuk bersama-sama melakukan tap atau pengisian BBM jenis Pertalite di SPBU Belakang Kota Ambon.

Kemudian keduanya memasuki SPBU dengan mobil Daihatsu Sigra warna merah DE 1018 AS milik terlapor Salmon.

Saat pengisian Pertalite, terlapor Salmon mengisi sendiri Pertalite dengan selang ke lubang kendaraan yang telah dimodifikasi. Sementara Incan yang berada dalam mobil untuk menampung Pertalite ke dalam loyang plastik dan selanjutnya memindahkan ke loyang plastik yang telah disediakan oleh terlapor Salmon.

Tak lamal kemudian, Salmon membawa mobilnya meninggalkan SPBU. Saat berjalan sekitar 100 meter dan berada di sekitar TKP sambil mengemudikan mobil yang berisi Pertalite, Salmon mengambil sebatang rokok serta korek api. Kemudian ia menyulut api untuk membakar rokok.

Api yang dipantik Salmon ini diduga langsung terjilat Pertalite. Mobil langsung terbakar. Salmon langsung membanting stir mobil ke arah kiri dan langsung naik ke trotoar depan toko yang menjual kasur serta perabot rumah tangga lainnya yang mudah terbakar.

Salmon sendiri sempat terbakar. Ia langsung loncat keluar dari mobil untuk menyelamatkan diri. Beruntung ada warga sekitar yang menolong Salmon dan membawanya ke Rumah Sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Dalam penyidikan kasus ini, Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah memeriksa 12 orang saksi termasuk dua terlapor.

Simamora tegaskan pasal yang sudah siap untuk menjerat tersangka adalah pasal 187 KUHP junto pasal 188 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun. (IMRAN)

Pos terkait