Polisi Serahkan Dua Tersangka Korupsi Kapal Pemkab SBB ke Jaksa

Kabartoday, AMBON – Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku serahkan dua tersangka kasus korupsi pengadaan Kapal Operasional Pemkab Seram Bagian Barat (SBB) ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.

Pelimpahan tahap II ini dilakukan Senin (14/8/2023) di Kantor Kejati Maluku. Para tersangka diterima tim JPU yang dipimpin Jaksa Ye Oceng Almahdaly.

Bacaan Lainnya

Dua tersangka yang diserahkan ini adalah Peking Caling dan Faried.

Peking Caling adalah mantan Kadis Perhubungan Kabupaten SBB yang bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Sedangkan Faried adalah konsultan pengawas dari PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Dua tersangka korupsi Peking Caling (kanan) dan Faried (kiri) setelah selesai diserahkan penyidik ke JPU di Kejati Maluku.

Dua tersangka ini diserahkan ke JPU setelah berkas penyidikan perkara mereka dinyatakan lengkap oleh JPU.

Berkas penyidikan perkara Peking Caling dinyatakan lengkap sesuai surat Kajati Maluku Nomor : B-1796/Q.1.5/Ft.1/08/2023, tanggal 10 Agustus 2023.

Sedangkan berkas penyidikan perkara tersangka Faried dinyatakan lengkap sesuai surat Kajati Maluku Nomor : B-1797/Q.1.5/Ft.1/08/2023, tanggal 10 Agustus 2023.

Dirreskrimsus Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Harold Wilson Huwae membenarkan penyerahan dua tersangka ini.

Kombes Pol Harold Wilson Huwae,S.I.K, Dirreskrimsus Polda Maluku

“Iya benar, tadi pagi kita serahkan dua tersangka perkara korupsi pengadaan kapal Pemda Kabupaten SBB. Jadi, kewenangan penyidikan kita terhadap dua tersangka ini sudah selesai,” ujar Huwae saat dikonfirmasi media ini, Senin (14/8/2023) siang.

Pantauan media ini, pada Senin (14/8/2023) pukul 06.30 WIT, tim penyidik yang dipimpin Panit II Subdit III Ditreskrimsus Polda Maluku Iptu Fredy Samale mengeluarkan kedua tersangka dari rutan Polda Maluku. Kondisi kedua tersangka dalam keadaan sehat dan baik.

Selanjutnya pada pukul 07.00 WIT, kedua tersangka digiring ke RS Bhayangkara melakukan pemeriksaan kesehatan. Pukul 08.00 WIT proses pemeriksaan kesehatan selesai. Mereka kemudian bergerak menuju Kantor Kejati Maluku di Jalan Sultan Hairun, Kecamatan Sirimau.

Pukul. 08.30 WIT, rombongan tiba di Kantor Kejati Maluku. Selanjutnya pada pukul 09.40 WIT dilaksanakan penyerahan kedua tersangka kepada JPU di ruang Kepala Seksi Penuntutan Kejati Maluku.

Kemudian dilakukan kelengkapan administrasi hingga pada pukul 13.40 WIT, seluruh rangkaian penyerahan tersangka dan barang bukti ini selesai dilakukan.

Pada pukul 14.00 WIT, kedua tersangka dibawa ke Rutan Kelas II Waiheru untuk dilakukan penahanan oleh JPU.

Dua tersangka korupsi, Peking Caling (depan) dan Faried (belakang) saat digiring menuju mobil tahanan Kejaksaan untuk dibawa ke Rutan Kelas IIA Ambon di Waiheru.

Seluruh rangkaian proses tahap II ini sejak awal hingga selesai berjalan dengan aman dan tertib.

Saat ini masih tersisa enam tersangka lagi dalam perkara yang sama masih dalam proses penyidikan.

Enam tersangka ini yaitu Herwilin (Pejabat Pembuat Komitmen), Adrians VR Manuputty (Direktur PT Kairos Anugerah Marina), Stanley Pirsouw (Owner PT Kairos Anugerah Marina).

Selanjutnya adalah tiga orang pokja ULP masing-masing Christian Soukotta, Siti Mulyani Batjun dan Muhamat Mullud.

Paket pengadaan Kapal Operasional Pemkab SBB ini dikerjakan tahun 2020 lalu. PT Kairos Anugerah Marina adalah perusahaan yang memenangkan lelang pekerjaan ini. Sumber anggaran dari APBD Kabupaten SBB tahun 2020. Nilai kontrak awal adalah 6,9 miliar rupiah.

Dalam perjalanan pekerjaan yang baru satu bulan, PT Kairos Anugerah Marina meminta addendum nilai kontrak dimana ada penambahan sekitar 150 juta rupiah. Sehingga nilai kontraknya menjadi 7,1 miliar.

Dari total nilai kontrak, PT Kairos telah menerima pencairan sebesar 75 persen. Namun hingga berakhir masa kontrak, bahkan sampai saat ini kapal tersebut tidak pernah tiba di Kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa.

Kerugian negara sesuai audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah sebesar Rp. 5.072.772.386,00 (lima miliar tujuh puluh dua juta tujuh ratus tujuh puluh dua ribu tiga ratus delapan puluh enam rupiah). (IMRAN)

Pos terkait