Polisi Serahkan Empat Tersangka Korupsi Kantor Dinas PKP Aru ke Jaksa

Tim penyidik unit I Subdit IIi Ditreskrimsus Polda Maluku dipimpin Iptu Darwis, SH, MH saat on the spot ke lokasi proyek pembangunan Kantor Dinas PKP Kabupaten Aru beberapa waktu lalu

Kabartoday, AMBON – Empat tersangka korupsi proyek pembangunan Kantor Dinas Pemukiman dan Kawasan Perumahan (PKP) Kabupaten Kepulauan Aru diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku.

Empat tersangka ini masing-masing Umar Rully Londjo, Bernard Jhon Elvis, Mohammad Palallo dan Rahma Tiara Palallo.

Bacaan Lainnya

Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Maluku menyerahkan empat tersangka ini pada Kamis (21/9/2023) di Kejati Maluku.

Kompol Andi Zulkifli, S.I.K, M.M, Plh Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku.

“Iya, kemarin (Kamis-red) penyidik sudah lakukan tahap II yaitu penyerahan para tersangka dan barang bukti ke JPU Kejati Maluku,” jelas Dirreskrimsus Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Harold Wilson Huwae,S.I.K melalui Plh Kasubdit III Tipikor Andi Zulkifli,S.I.K,M.M kepada media ini Jumat (22/9/2023) di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku

Kata dia, saat penyerahan para tersangka di Kejati Maluku, mereka diterima Jaksa Ahmad Attamimi dari tim JPU.

Sebelum penyerahan, tim penyidik unit 1 Subdit III dipimpin Iptu Darwis SH, MH menjemput para tersangka di rutan Polda Maluku kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau pada Kamis (21/9/2023).

Selanjutnya empat tersangka ini dibawa ke RS Bhayangkara Polda Maluku untuk pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, para tersangka dalam keadaan sehat.

Kemudian para tersangka dibawa langsung ke Kejati Maluku untuk diserahkan ke JPU.

Sekedar diketahui, paket pekerjaan pembangunan kantor dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Kepulauan Aru ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2018 lalu.

Nilai kontrak paket ini lebih dari 1,93 miliar rupiah. Sumber anggaran berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2018. CV Kloris Perkasa adalah pelaksana pekerjaan ini sesuai kontrak nomor : 01/PKP/SP-PK-DAU/2018.

Sejak awal pekerjaan dilaksanakan hingga saat ini, proyek tersebut mangkrak. Di lokasi proyek terlihat hanya dinding serta beberapa tiang bangunan yang sudah tidak layak untuk digunakan.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polda Maluku. Tim penyidik Unit 1 Subdit III Tipikor selanjutnya melakukan proses penyelidikan dan penyidikan selama beberapa waktu lamanya.

Tim penyidik dipimpin Panit 1 Subdit III Iptu Darwis,SH,MH akhirnya dapat menuntaskan penyidikan perkara tersebut setelah JPU menyatakan berkas perkara para tersangka telah lengkap pada 28 Agustus 2023 lalu.

Empat tersangka dalam kasus korupsi yang merugikan negara lebih dari 1,5 miliar rupiah ini adalah Umar Rully Londjo (mantan Kepala Dinas PKP Kabupaten Kepulauan Aru) yang pada proyek dikerjakan bertindak selaku Pengguna Anggaran (PA).

Kemudian Bernard Jhon Elvis (mantan Sekretaris Dinas PKP Kabupaten Kepulauan Aru), pada saat proyek tersebut dia selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Tersangka berikutnya adalah Mohammad Palallo selaku pelaksana dari CV Kloris Perkasa sebagai penyedia jasa kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut dan terakhir adalah tersangka Rachma Tiara Palallo selaku direktris CV. Kloris Perkasa. Rachma adalah anak kandung dari tersangka Mohammad Palallo. (IMRAN)

Pos terkait