Polisi Tangkap Kertas, Pengeroyok Anggota TNI di Ambon

Kabartoday, AMBON – Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease berhasil menangkap satu dari empat tersangka pelaku tindak pidana kekerasan bersama atau pengeroyokan anggota TNI Kodam XVI/Pattimura.

Tersangka yang diamankan adalah DZN (29) alias Kertas. Dia ditangkap petugas pada Selasa (6/6/2023) lalu. Saat ini Kertas sementara nginap di Rutan Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Bacaan Lainnya

“Dari kasus kekerasan bersama dengan korban E, salah satu rekan kita dari TNI Kodam XVI/Pattimura di Wakal, ada empat pelaku yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Satu orang sudah kita amankan yaitu tersangka yaitu DN alias Kertas,” ungkap Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Komisaris Besar Polisi Raja Arthur L Simamora, Senin (19/6/2023) di Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bilangan Perigi Lima Ambon.

Ia katakan selain DN, ada tiga tersangka lain yaitu HW (25) alias Buce, RB alias Baret dan AM alias Arwan. Keempat tersangka ini merupakan warga Desa Wakal, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.

Selain Kertas, sejatinya sudah ada satu tersangka lain yang sudah diamankan yaitu HW. Namun tersangka HW ini diamankan sebelumnya pada kasus pidana penganiayaan lainnya.

Sedangkan untuk tersangka RB dan AM masih buron hingga sekarang. Karena itu, dua tersangka yang buron ini telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam kegiatan rilis itu, orang nomor satu di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini didampingi Dirreskrimum Polda Maluku Kombes Pol Andri Iskandar, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat dan Kasatreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kompol Beny Kurniawan.

Simamora katakan para tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat (2) ke 2e KUHP dan atau pasal 351 ayat (1) KUHP junto pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Sesuai dengan pasal yang disangkakan, maka ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” tukas alumni Akademi Kepolisian Tahun 1998 ini.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi Senin (27/2/2023) lalu sekitar pukul 17.30 WIT dengan TKP pada depan kompleks Jambu Manis, Desa Wakal, Kecamatan Leihitu.

Saat itu, korban Serka Elpiawan yang merupakan anggota Den Intel Kodam XVI/Pattimura bersama seorang rekannya AI yang juga anggota Intel Kodam sedang bertugas di wilayah Wakal setelah terjadinya konflik antara warga Desa Wakal dan Desa Hitu.

Saat itu, korban Elpiawan rekannya AI sedang melintas di TKP. Namun kemudian keduanya dihadang warga Desa Wakal. Kemudian tersangka HW alias Buce datang dan langsung membacok korban dengan sebilah parang dan mengena pada punggung korban.

Saat korban sedang terluka parah akibat bacokan itu, datang tersangka DZN alias Kertas yang langsung melayangkan tinjunya ke kepala korban.

Melihat ada dua warga yang telah berani memukul korban, muncul keberanian warga lainnya untuk ikut ambil bagian dalam pengeroyokan ini. Tersangka RB alias Baret ikut memukul korban sebanyak dua kali mengena pada wajah dan perut korban. RB juga langsung merampas pistol yang dibawa korban.

Penderitaan anggota Kodam XVI/Pattimura ini ternyata belum berakhir. Tindak penganiayaan masih dialaminya. Ia harus kehilangan satu giginya yang patah karena ditanduk tersangka AM.

Akibat penganiayaan ini, korban harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasus penganiayaan ini kemudian dilaporkan AI rekan korban ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease pada Rabu (1/3/2023) untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah mendapat laporan ini, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease langsung melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi diperiksa termasuk saksi korban. Setelah mendapat bukti permulaan awal yang cukup, kasus ini kemudian dinaikan statusnya ke penyidikan pada Selasa (7/3/2023). Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Selanjutnya aparat Satreskrim Polres menjajaki para tersangka untuk diamankan. Barulah pada Selasa (6/6/2023) lalu, petugas berhasil membekuk tersangka kertas.

Untuk dua tersangka yang masih buron, aparat kepolisian akan terus memburu mereka hingga dapat. Karena itu, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease meminta agar dua tersangka yang masih buron ini untuk menyerahkan diri ke kepolisian untuk jalani proses hukum.

“Kita himbau agar para tersangka yang masih buron untuk segera menyerahkan diri. Yang pasti akan tetap kita kejar sampai kemana pun. Dan bila saat ditangkap nanti ada perlawanan, maka pasti akan kita berikan tindakan tegas terukur,” pungkas Simamora. (IMRAN)

Pos terkait