Raja Rohomoni Minta Polisi Tunda Periksa di Kasus Galian C Ilegal

Raja Rohomoni Minta Polisi Tunda Periksa di Kasus Galian C Ilegal
Kombes Pol Hujra Soumena,S.I.K, M.H - Dirreskrimsus Polda Maluku.

Kabartoday, AMBON – Raja. Negeri Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Daud Sangadji meminta kepada penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku untuk menunda pemeriksaan terhadap dirinya.

Sejatinya, Daud Sangadji dijadwalkan harus menjalani pemeriksaan pada Senin (29/1/2024). Ia telah menyandang status tersangka dalam perkara dugaan tambang galian C ilegal di Negeri Rohomoni.

Bacaan Lainnya

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Hujra Soumena membenarkan penundaan pemeriksaan tersebut.

“Iya ditunda. Yang bersangkutan meminta penundaan pemeriksaan ke hari Kamis,” ujar Soumena kepada media ini di ruang kerjanya Senin (29/1/2024).

Sesuai surat panggilan yang dilayangkan Ditreskrimsus Polda Maluku kepada Daud Sangadji dalam kapasitas sebagai tersangka, pemeriksaan di jadwalkan Senin (29/1/2024).

Namun, tersangka berhalangan hadir dan meminta penundaan pemeriksaan ke hari Kamis.

Surat Penundaan

Soumena yang jebolan Akadami Kepolisian tahun 1999 jelaskan tersangka Daud Sangadji bersurat ke pihaknya meminta penundaan pemeriksaan ke hari Kamis (1/2/2024). Dalihnya, ada kegiatan yang sudah terjadwal dan tidak bisa ditinggalkan.

“Dia (tersangka) bersurat meminta penundaan pemeriksaan ke hari Kamis nanti. Jadi kita lihat saja apa yang bersangkutan komitmen dengan surat yang disampaikan apa tidak,” tukas Soumena.

Sekedar diketahui, Daud Sangadji ditetapkan sebagai tersangka pada pekan lalu. Hal itu dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian proses dan berhasil mengumpulkan cukup bukti terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan Daud Sangadji.

Tambang galian C ilegal ini berlokasi di kawasan Air Besar (Waeira) Negeri Rohomoni, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Di lokasi ini, diduga Raja Rohomoni sebagai dalang kegiatan tambang pasir dan batu yang tidak memiliki ijin ini.

Kegiatan tambang ilegal ini diduga berlangsung sejak bulan Oktober 2023 lalu. Tak tanggung-tanggung, Raja Rohomoni ini mengerahkan alat berat untuk mempermudah kegiatan tambang.

Usut punya usut ternyata material tambang tersebut di duga dijual kepada CV FJ, perusahaan jasa konstruksi yang sedang mengerjakan proyek perkerasan jalan di Haruku.

Kasus ini kemudian dilaporkan oleh warga Rohomoni ke Polda Maluku. Rumah mereka terancam akan terkena abrasi karena dampak tambang ilegal tersebut.

Setelah menerima laporan warga, penyidik Subdit IV Tipidter Polda Maluku bergerak cepat. Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap alat berat di lokasi tambang.

Penyidik juga telah memeriksa Daud Sangadji alias DS setelah mereka menerima pengaduan dari masyarakat. (IMRAN)

Pos terkait