Sinergi Polsek Sidamanik dan Masyarakat dalam Penanganan Longsor Saluran Irigasi di Bah Tangan I

KabarToday l Sidamanik Simalungun – Polsek Sidamanik Polres Simalungun bersama warga setempat, pada Senin, 1 April 2024, melakukan inspeksi dan gotong royong sebagai respons atas longsor yang terjadi pada saluran irigasi di Bah Tangan I, Nagori Bah Butong I, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Dengan berbekal informasi yang diterima via WA dari Pangulu Kebun Sayur Bah Butong, Mesno, Bhabinkamtibmas Bripka Harjanto Gultom, bersinergi dengan Babinsa, dan masyarakat setempat termasuk Faber Damanik dari PSDA Sidamanik untuk mengatasi masalah ini.

Diketahui bahwa longsoran ini pertama kali ditemukan pada Jumat, 29 Maret 2024, sekitar malam hari, menciptakan kesulitan bagi warga Nagori Kebun Sayur Bah Butong, terutama dalam mendapatkan akses ke air untuk keperluan MCK dan mengairi lahan persawahan yang luasnya mencapai ± 900 hektar. Longsoran yang berpanjang ± 7m dengan kedalaman ± 8m ini memerlukan tindakan segera.

Sebagai langkah awal penanganan, PSDA Sidamanik bersama berbagai pihak yang terlibat melakukan gotong royong dengan membawa alat seadanya seperti cangkul, parang, dll, untuk melakukan penimbunan tanah sebagai solusi sementara sembari menunggu perbaikan secara permanen. Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 13.00 WIB, mengingat sebagian besar peserta gotong royong berpuasa. Rencananya, aksi gotong royong akan dilanjutkan keesokan harinya, 2 April 2024, mulai pukul 08.00 WIB.

Selain itu, sebagai bentuk upaya lebih lanjut, Pangulu Nagori Kebun Sayur Bah Butong mengirimkan surat kepada Pimpinan PTPN IV Unit Teh Sidamanik memohon bantuan alat berat untuk membantu mempercepat proses perbaikan tanggul yang longsor.

Kegiatan gotong royong berjalan dengan aman dan lancar. Inisiatif ini menunjukkan semangat kebersamaan antara Polsek Sidamanik, Babinsa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam menghadapi bencana secara kolektif.

AKP S. Tampubolon, Kapolsek Sidamanik, mengapresiasi kolaborasi dan upaya cepat tanggap semua pihak, serta berharap bahwa kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak langsung dari longsor saluran irigasi.

Kerusakan pada infrastruktur irigasi seperti ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, terutama bagi yang bergantung pada pertanian. Oleh karena itu, penanganan cepat dan efektif menjadi sangat penting untuk menjaga kelangsungan hidup dan aktivitas pertanian masyarakat setempat. (Okta)

Pos terkait