<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Banjir Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/banjir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/banjir/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Mar 2025 07:26:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/05/cropped-kt-1-32x32.jpg</url>
	<title>Banjir Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/banjir/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Zakat Kirim Relawan untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir Jabodetabek</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 07:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanitas]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Zakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=78861</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga Rabu (5/3/2025), Rumah Zakat telah mengerahkan sebanyak 23 relawan untuk membantu proses evakuasi warga&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/">Rumah Zakat Kirim Relawan untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir Jabodetabek</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga Rabu (5/3/2025), Rumah Zakat telah mengerahkan sebanyak 23 relawan untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah Jabodetabek. Selain melakukan evakuasi, para relawan juga mendistribusikan makanan siap saji, hygiene kit, Superqurban, pos segar, serta melakukan aksi bersih-bersih. Guna memperlancar proses evakuasi, Rumah Zakat juga menurunkan perahu karet dan ambulans.</p>
<p>“Dalam menjalankan aksi kemanusiaan ini, para relawan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait serta melakukan kaji cepat untuk memetakan kebutuhan darurat di lapangan,” ujar Izzatul Yazid, Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat.</p>
<p>Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bekasi, Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Depok ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama, serta ditambah dengan adanya kiriman air dari wilayah hulu.</p>
<p>Saat ini, para penyintas bencana banjir di Jabodetabek masih sangat membutuhkan bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, perahu karet, selimut, alas tidur, hygiene kit, obat-obatan, dan pakaian.</p>
<p>“Rumah Zakat akan mendirikan Pos Layanan Rumah Zakat di Bekasi untuk membantu para penyintas banjir dengan menyediakan berbagai kebutuhan logistik,” tambah Yazid. Ia juga menjelaskan bahwa para relawan terus berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait lainnya guna memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat terdampak di Jabodetabek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/rumah-zakat-kirim-relawan-untuk-evakuasi-warga-terdampak-banjir-jabodetabek/">Rumah Zakat Kirim Relawan untuk Evakuasi Warga Terdampak Banjir Jabodetabek</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/2025/03/Rumah-Zakat-1.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Hingga Minggu Pagi, 4 RT di Jakbar Masih Terendam Banjir</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/hingga-minggu-pagi-4-rt-di-jakbar-masih-terendam-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jul 2024 04:14:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[DKI Jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=71555</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (6/7) menyebabkan kenaikan debit air sungai di sejumlah pintu air</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/hingga-minggu-pagi-4-rt-di-jakbar-masih-terendam-banjir/">Hingga Minggu Pagi, 4 RT di Jakbar Masih Terendam Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Banjir masih merendam sedikitnya empat rukun tetangga (RT) di Jakarta Barat dengan ketinggian air sekitar 30-60 sentimeter (cm) pada Minggu pagi.</p>
<p>&#8220;Banjir saat ini masih terjadi di empat RT atau 0,013 persen dari 30.772 RT yang ada di wilayah DKI Jakarta,&#8221; kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.</p>
<p>Isnawa mengatakan hujan lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (6/7) menyebabkan adanya genangan dan kenaikan status pintu air.</p>
<p>Dari empat RT yang terdampak banjir, tiga RT berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian 30 cm yang disebabkan curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke.</p>
<p>Sementara itu, satu RT lainnya yang masih banjir terletak di Kelurahan Rawa Buaya dengan ketinggian 60 cm dengan penyebab serupa.</p>
<p>Kendati demikian, setidaknya 18 RT di Jakarta Utara, Barat, Selatan dan Timur sudah surut dan dapat dilewati oleh pengguna jalan.</p>
<p>Hujan yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (6/7) menyebabkan kenaikan debit air sungai di sejumlah pintu air.</p>
<p>Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) pada 3-9 Juli akibat fenomena fase bulan baru pada 6 Juli 2024.</p>
<p>Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa rob di wilayah pesisir utara Jakarta.</p>
<p>Pintu air Karet menjadi Siaga 3 (Waspada) pada pukul 15.00 WIB, Pos Pantau Angke Hulu menjadi Siaga 3 (Waspada) pada pukul 14.00 WIB, kemudian menjadi Siaga 2 (Siaga) pada pukul 17.00 WIB dan menjadi Siaga 1 (Bahaya) pada pukul 19.00 WIB.</p>
<p>Selain itu, Pos Pantau Sunter Hulu menjadi Siaga 3 (Waspada) pada pukul 15.00 WIB, kemudian menjadi Siaga 2 (Siaga) pada pukul 17.00 WIB, dan Pintu Air Pulo Gadung menjadi Siaga 3 (Waspada) pada Pukul 15.00 WIB.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/hingga-minggu-pagi-4-rt-di-jakbar-masih-terendam-banjir/">Hingga Minggu Pagi, 4 RT di Jakbar Masih Terendam Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cms.disway.id/uploads/78b77404e44e57e2708223a194d444cc.png" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang Sumbar: 44 Meninggal, 15 Hilang</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/banjir-bandang-sumbar-44-meninggal-15-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 10:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=68682</guid>

					<description><![CDATA[<p>19 orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Tanah Datar, 19 orang di Kabupaten Agam, dua orang di Kota Padang Panjang, satu orang di Kota Padang dan tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/banjir-bandang-sumbar-44-meninggal-15-hilang/">Banjir Bandang Sumbar: 44 Meninggal, 15 Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi 44 orang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sumbar Fajar Sukma mengatakan jumlah tersebut berdasarkan data hingga Senin (13/5) pukul 14.15 WIB.</p>
<p>&#8220;Total meninggal dunia 44 orang,&#8221; kata Fajar Dilansir CNN Indonesia, Senin.</p>
<p>Rinciannya, 19 orang dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Tanah Datar, 19 orang di Kabupaten Agam, dua orang di Kota Padang Panjang, satu orang di Kota Padang dan tiga orang di Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Selain itu, BPBD Provinsi Sumbar juga mencatat ada sebanyak 15 orang yang masih dilaporkan hilang dan dalam proses pencarian.</p>
<p>&#8220;Korban hilang total 15 orang,&#8221; ucap Fajar.</p>
<p>Fajar menerangkan sebanyak 12 orang dilaporkan hilang di Kabupaten Tanah Datar dan tiga orang lainnya di Kabupaten Agam.</p>
<p>Sejumlah daerah terdampak banjir bandang dan lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat, diantaranya di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Pariaman. Tiga daerah yakni Agam, Tanah Datar dan Padang Panjang menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari hingga 25 Mei 2024.</p>
<p>Sementara itu Kantor SAR Padang menyampaikan proses evakuasi hari ini berhasul menemukan enam korban tewas. Total korban yang berhasil ditemukan menjadi 43 orang.</p>
<p>&#8220;Kami sampaikan update data operasi SAR per hari Senin siang, pukul 13.00 WIB, tim gabungan menemukan enam korban, sehingga total korban yang sudah kita temukan berjumlah 43 orang,&#8221; kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, dalam keterangan video yang diterima CNNIndonesia.com.</p>
<p>Menurut Malik, lima dari enam korban itu ditemukan di wilayah Kabupaten Tanah Datar, sementara satu korban di wilayah Sungai Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.</p>
<p>Dari keenam korban yang ditemukan tersebut, baru dua jenazah yang berhasil diidentifikasi. Mereka adalah Nofrizal dan Firdaus yang masing-masing berasal dari Rambatan dan Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar.</p>
<p>&#8220;Empat korban yang belum teridentifikasi, kami serahkan ke pihak rumah sakit. Satu korban ke Rumah Sakit Bhayangkara (Padang) dan 3 korban lainnya ke RSUD Batusangkar,&#8221; katanya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/banjir-bandang-sumbar-44-meninggal-15-hilang/">Banjir Bandang Sumbar: 44 Meninggal, 15 Hilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://statik.tempo.co/data/2024/05/13/id_1301548/1301548_720.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Konsep Ekodrainase sebagai Pengganti Drainase Konvensional Mengatasi Banjir</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/konsep-ekodrainase-sebagai-pengganti-drainase-konvensional-mengatasi-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Apr 2017 07:19:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[banjir depok]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[solusi banjir depok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11191</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr Ing Ir Agus Maryono, Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM Sungguh sangat&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/konsep-ekodrainase-sebagai-pengganti-drainase-konvensional-mengatasi-banjir/">Konsep Ekodrainase sebagai Pengganti Drainase Konvensional Mengatasi Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11192" aria-describedby="caption-attachment-11192" style="width: 897px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-11192" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1491894443/D-lubang_biopori_sn0d1l.jpg" alt="" width="897" height="645" /><figcaption id="caption-attachment-11192" class="wp-caption-text">Contoh lubang biopori atau sumur resapan sebagai bagian dari konsep ekodrainase. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p><em><strong>Oleh: Dr Ing Ir Agus Maryono, Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik UGM</strong></em></p>
<p>Sungguh sangat merisaukan jika kita mengevaluasi konsep drainase yang diterapkan di seluruh pelosok Tanah Air saat ini. Konsep yang dipakai adalah konsep drainase konvensional, yaitu drainase &#8220;pengatusan kawasan&#8221;. Drainase konvensional adalah upaya membuang atau mengalirkan air kelebihan secepat-cepatnya ke sungai terdekat. Konsep ini sejak tahun 1970-an sampai sekarang hampir tidak berubah dan terus diajarkan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan sebagai konsep dasar yang digunakan para praktisi dalam pembuatan Masterplan Drainase di seluruh kota besar dan kecil di Indonesia.</p>
<p>Dalam konsep drainase konvensional, seluruh air hujan yang jatuh ke di suatu wilayah harus secepat-cepatnya dibuang ke sungai dan seterusnya mengalir ke laut. Jika hal ini dilakukan pada semua kawasan, akan memunculkan berbagai masalah, baik di daerah hulu, tengah, maupun hilir.</p>
<p>Dan ternyata, bahwa konsep drainase konvensional ini di Indonesia tidak hanya dipakai untuk men-drain areal permukiman, namun digunakan secara menyeluruh termasuk untuk men-drain kawasan pedesaan, lahan pertanian dan perkebunan, kawasan olahraga, wisata, dan lain sebagainya.</p>
<p>Drainase konvensional untuk permukiman atau perkotaan dibuat dengan cara membuat saluran-saluran lurus terpendek menuju sungai guna mengatuskan kawasan tersebut secepatnya.</p>
<p>Seluruh air hujan diupayakan sesegera mungkin mengalir langsung ke sungai terdekat. Pada areal pertanian dan perkebunan biasanya dibangun saluran drainase air hujan menyusuri lembah memotong garis kontur dengan kemiringan terjal. Pada saat hujan, saluran drainase ini berfungsi mengatuskan kawasan pertanian dan perkebunan dan langsung dialirkan ke sungai.</p>
<p>Demikian juga di areal wisata dan olahraga, semua saluran drainase didesain sedemikian rupa sehingga air mengalir secepatnya ke sungai terdekat. Orang sama sekali tidak berpikir apa yang akan terjadi di bagian hilir, jika semua air hujan dialirkan secepat-cepatnya ke sungai tanpa diupayakan agar air mempunyai waktu cukup untuk meresap ke dalam tanah.</p>
<p>Dampak dari pemakaian konsep drainase konvensional tersebut dapat kita lihat sekarang ini, yaitu kekeringan yang terjadi di mana-mana, juga banjir, longsor, dan pelumpuran.</p>
<p>Termasuk juga surutnya sungai-sungai di luar Jawa saat ini, hingga menyebabkan transportasi sungai sangat selalu terganggu. Tentu saja ada sebab-sebab selain drainase, misalnya, penggundulan hutan, namun kesalahan konsep drainase yang kita pakai sekarang ini merupakan penyumbang bencana kekeringan, banjir, dan longsor yang cukup signifikan.</p>
<p>Kesalahan konsep drainase konvensional yang paling pokok adalah filosofi membuang air genangan secepat-cepatnya ke sungai. Dengan demikian, sungai-sungai akan menerima beban yang melampaui kapasitasnya, sehingga meluap atau terjadi banjir, contoh, banjir-banjir di Jakarta, Semarang, Bandung, Riau, Samarinda, dan lain-lain. Demikian juga mengalirkan air secepatnya berarti pengatusan kawasan atau menurunkan kesempatan bagi air untuk meresap ke dalam tanah.</p>
<p>Dengan demikian, cadangan air tanah akan berkurang, kekeringan di musim kemarau akan terjadi. Dalam konteks inilah pemahaman bahwa banjir dan kekeringan merupakan dua fenomena yang saling memperparah secara susul-menyusul dapat dengan mudah dimengerti.</p>
<p>Sangat ironis bahwa semakin baik drainase konvensional di suatu kawasan aliran sungai, maka kejadian banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau akan semakin intensif silih berganti.</p>
<p>Dampak selanjutnya adalah kerusakan ekosistem, perubahan iklim mikro dan makro disertai tanah longsor di berbagai tempat yang disebabkan oleh fluktuasi kandungan air tanah musim kering dan musim basah yang sangat tinggi.</p>
<p>Jika kesalahan konsep dan implementasi drainase yang selama ini kita lakukan ini tidak diadakan revisi, usaha apa pun yang kita lakukan untuk menanggulangi banjir, kekeringan lahan, dan longsor, akan sia-sia.</p>
<p>Dalam tulisan ini akan diketengahkan konsep drainase baru yang biasa disebut drainase ramah lingkungan atau ekodrainase yang sekarang ini sedang menjadi konsep utama di dunia internasional dan merupakan implementasi pemahaman baru konsep ekohidraulik dalam bidang drainase.</p>
<p><strong>Drainase ramah lingkungan</strong> didefinisikan sebagai upaya mengelola air kelebihan dengan cara sebesar-besarnya diresapkan ke dalam tanah secara alamiah atau mengalirkan ke sungai dengan tanpa melampaui kapasitas sungai sebelumnya.</p>
<p>Dalam drainase ramah lingkungan, justru air kelebihan pada musim hujan harus dikelola sedemikian sehingga tidak mengalir secepatnya ke sungai. Namun diusahakan meresap ke dalam tanah, guna meningkatkan kandungan air tanah untuk cadangan pada musim kemarau. Konsep ini sifatnya mutlak di daerah beriklim tropis dengan perbedaan musim hujan dan kemarau yang ekstrem seperti di Indonesia.</p>
<p>Berikut ini diketengahkan beberapa metode drainase ramah lingkungan yang dapat dipakai di Indonesia, di antaranya adalah metode kolam konservasi, metode sumur resapan, metode river side polder, dan metode pengembangan ereal perlindungan air tanah (ground water protection area).</p>
<p><strong>Metode kolam konservasi</strong> dilakukan dengan membuat kolam-kolam air, baik di perkotaan, permukiman, pertanian, atau perkebunan. Kolam konservasi ini dibuat untuk menampung air hujan terlebih dahulu, diresapkan dan sisanya dapat dialirkan ke sungai secara perlahan-lahan.</p>
<figure id="attachment_11193" aria-describedby="caption-attachment-11193" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-11193" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/c_scale,w_600/v1491894624/kk11_otciur.jpg" alt="" width="600" height="547" /><figcaption id="caption-attachment-11193" class="wp-caption-text">Konsep kolam konservasi. (Gambar Agus Maryono)</figcaption></figure>
<p>Kolam konservasi dapat dibuat dengan memanfaatkan daerah-daerah dengan topografi rendah, daerah-daerah bekas galian pasir atau galian material lainnya, atau secara ekstra dibuat dengan menggali suatu areal atau bagian tertentu.</p>
<p>Kolam konservasi juga sangat menguntungkan jika dikaitkan dengan kebutuhan rekreasi masyarakat. Misalnya pada pembangunan real estat, pemerintah dapat mewajibkan pengelola real estat untuk membangun kolam konservasi air hujan di lokasi perumahan, sekaligus ditata sebagai areal rekreasi bagi masyarakat perumahan.</p>
<p>Di samping itu, kolam konservasi dapat dikembangkan menjadi bak-bak permanen air hujan, khususnya di daerah-daerah dengan intensitas hujan yang rendah. Kota-kota dan kawasan luar kota di Indonesia perlu segera membangun kolam-kolam konservasi air hujan ini. Sangat disayangkan, bahwa perkembangan yang ada di Indonesia sekarang ini justru masyarakat dan pemerintah berlomba mempersempit atau bahkan menutup kolam konservasi alamiah yang ada (rawa, situ, danau kecil, telaga, dan lain-lain). Banyak kolam-kolam konservasi alamiah dalam sepuluh tahun terakhir ini hilang dan berubah fungsi menjadi areal permukiman, contohnya di Jakarta, Bandung, dan lain-lain.</p>
<p>Untuk areal pertanian dan perkebunan sudah mendesak, untuk segera direncanakan dan dibuat parit-parit (kolam) konservasi air hujan. Parit ini sangat penting untuk cadangan air musim kemarau sekaligus meningkatkan konservasi air hujan di daerah hulu, serta meningkatkan daya dukung ekologi daerah setempat. Konstruksi parit cukup sederhana, berupa galian tanah memanjang atau membujur di beberapa tempat tanpa pasangan. Pada parit tersebut sekaligus bisa dijadikan tempat budidaya ikan dan lain-lain.</p>
<p><strong>Metode sumur resapan</strong> merupakan metode praktis dengan cara membuat sumur-sumur untuk mengalirkan air hujan yang jatuh pada atap perumahan atau kawasan tertentu (Dr Sunjoto, UGM). Sumur resapan ini juga dapat dikembangkan pada areal olahraga dan wisata. Konstruksi dan kedalaman sumur resapan disesuaikan dengan kondisi lapisan tanah setempat. Perlu dicatat bahwa sumur resapan ini hanya dikhususkan untuk air hujan, sehingga masyarakat harus mendapatkan pemahaman mendetail untuk tidak memasukkan air limbah rumah tangganya ke sumur resapan tersebut.</p>
<p><strong>Metode river side polder</strong> adalah metode menahan aliran air dengan mengelola/menahan air kelebihan (hujan) di sepanjang bantaran sungai. Pembuatan polder pinggir sungai ini dilakukan dengan memperlebar bantaran sungai di berbagai tempat secara selektif di sepanjang sungai.</p>
<p>Lokasi polder perlu dicari, sejauh mungkin polder yang dikembangkan mendekati kondisi alamiah, dalam arti bukan polder dengan pintu-pintu hidraulik teknis dan tanggul-tanggul lingkar hidraulis yang mahal. Pada saat muka air naik (banjir), sebagian air akan mengalir ke polder dan akan keluar jika banjir reda, sehingga banjir di bagian hilir dapat dikurangi dan konservasi air terjaga.</p>
<p>Upaya ini sedang dilakukan di Jepang dan Jerman secara besar-besaran, sebagai upaya menahan air untuk konservasi sungai musim kemarau dan menghindari banjir serta meningkatkan daya dukung ekologi wilayah keairan. Metode ini dapat diusulkan untuk mengurangi banjir di kota-kota besar yang terletak di hilir sungai seperti Kota Jakarta, Surabaya, Medan Samarinda, dan lain-lain. Demikian juga dapat meningkatkan pasokan air sungai musim kemarau untuk mendukung transportasi sungai atau pertanian.</p>
<p><strong>Metode areal perlindungan air tanah</strong> dilakukan dengan cara menetapkan kawasan lindung untuk air tanah, di mana di kawasan tersebut tidak boleh dibangun bangunan apa pun. Areal tersebut dikhususkan untuk meresapkan air hujan ke dalam tanah.</p>
<p>Di berbagai kawasan perlu sesegara mungkin dicari tempat-tempat yang cocok secara geologi dan ekologi sebagai areal untuk recharge dan perlindungan air tanah sekaligus sebagai bagian penting dari komponen drainase kawasan.</p>
<p>Konsep drainase ramah lingkungan atau ekodrainase ini perlu mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Kesalahan pemahaman masyarakat, dinas terkait, dan perguruan tinggi tentang filosofi konsep drainase, yaitu membuang air secepat-cepatnya ke sungai, perlu segera direvisi dan diluruskan secara serius. Perlu pembenahan dan revisi bangunan drainase permukiman, tempat olahraga dan rekreasi, pertanian dan perkebunan dengan konsep drainase ramah lingkungan. Tampaknya perlu studi khusus untuk menemukan kembali konsep drainase ramah lingkungan.</p>
<p>Sumber: <a href="https://bebasbanjir2025.wordpress.com/artikel-tentang-banjir/agus-maryono/" target="_blank" rel="noopener">https://bebasbanjir2025.wordpress.com/artikel-tentang-banjir/agus-maryono/</a></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/konsep-ekodrainase-sebagai-pengganti-drainase-konvensional-mengatasi-banjir/">Konsep Ekodrainase sebagai Pengganti Drainase Konvensional Mengatasi Banjir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
