<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belimbing depok Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/belimbing-depok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/belimbing-depok/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jun 2017 11:53:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>belimbing depok Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/belimbing-depok/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilema Petani Belimbing di Depok, Jual Lahan atau Buat Rumah Kontrakan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/dilema-petani-belimbing-di-depok-jual-lahan-atau-buat-rumah-kontrakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2017 11:53:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[belimbing depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=13184</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK – Ironis, ikon Kota Depok yang selama ini dikenal dengan Kota Belimbing, kini sangat&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/dilema-petani-belimbing-di-depok-jual-lahan-atau-buat-rumah-kontrakan/">Dilema Petani Belimbing di Depok, Jual Lahan atau Buat Rumah Kontrakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_13186" aria-describedby="caption-attachment-13186" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-13186" src="https://res.cloudinary.com/dgiaf1quc/image/upload/c_scale,w_700/v1498564289/big1221527_tfqzm5.jpg" alt="" width="700" height="394" /><figcaption id="caption-attachment-13186" class="wp-caption-text">Ilustrasi kebun belimbing. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>DEPOK – Ironis, ikon Kota Depok yang selama ini dikenal dengan Kota Belimbing, kini sangat memperihatinkan, tak sesuai dengan realitanya. Dalam kurun terakhir, kebun belimbing di Depok kian menyusut alias berkurang, tergerus dengan pembangunan perumahan dan hadirnya rumah kontarakan, baik yang dibangun oleh pihak developer maupun pribadi.</p>
<p>Di wilayah Kali Licin, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, misalnya, sudah beberapa lahan kebun Belimbing yang sedang atau telah disulap menjadi perumahan maupun rumah kontrakan.</p>
<p>Bang Husin, salah satu petani belimbing di Kelurahan Rangkapan Jaya yang ditemui di kebun belimbingnya mengakui, terjadi penyusutan lahan belimbing di Kecamatan Pancoran Mas. Lahan belimbing telah berubah fungsinya menjadi pemukiman dan rumah kontrakan.</p>
<p>Husin tak menampik, jika tak sedikit petani belimbing yang telah menjual tanahnya untuk kebutuhan hidupnya. Ada juga yang membangun rumah untuk anak-anaknya, dan mendirikan rumah kontrakan.</p>
<p>“Bukan tidak mungkin, lahan belimbing terancam habis. Saat ini kebun belimbing memang jauh berkurang. Selain di Pancoran Mas, kebun belimbing yang masih bertahan ada di wilayah Pasir Putih, Bedahan, dan Perigi. Harusnya pemerintah memperhatikan hal ini, menyelamatkan petani belimbing,” ujar Husin</p>
<p>Diakui Husin, petani belimbing yang menjual tanahnya karena tergiur oleh harga tanah yang tinggi. Itulah sebabnya, sudah beberapa petani melepas kebun belimbingnya untuk disulap menjadi pemukiman perumahan. Ketika ditanya, lebih enak mana, punya kebun belimbing atau rumah kontrakan? Husin jujur menjawab, “Lebih enak punya kontrakan, resikonya kecil. Sedangkan belimbing butuh modal besar.”</p>
<p><strong>Lahan Belimbing Menyusut</strong></p>
<p>Sebagai catatan, Kota Depok terbentuk pada tahun 1999 berdasarkan UU No.15 Tahun 1999, dengan luas wilayah 20029 m², Meliputi 6 Kecamatan : Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Limo, Sawangan, Cimanggis. Salah satu potensi pertanian yang cukup potensial adalah tanaman Belimbing. Sebutan Depok sebagai Kota Belimbing telah ada sejak tahun 2007.</p>
<p>Jika sebelumnya, ada sekitar 600 petani belimbing yang tersebar di enam kecamatan, kini mulai berkurang. Setiap petani rata-rata memiliki luas lahan 500 meter persegi sampai 3 hektar. Setiap 500 meter lahan dapat ditanami 16 hingga 20 pohon belimbing.</p>
<p>Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok tak menampik bahwa keberadaan lahan belimbing semakin menyusut. Banyak peralihan fungsi lahan pertanian belimbing, berganti dengan pesatnya pembangunan perumahan di Depok. Saat ini luas lahan pertanian semakin berkurang.</p>
<p>Masih dalam catatan Dinas Pertanian dan Perternakan Kota Depok, lahan pertanian untuk Belimbing tahun 2010 seluas 128 hektar, 2011 turun menjadi 115 hektare, 2012 menjadi 105 hektare dan 2013 sampai awal tahun 2014 hanya tinggal 96 hektar.</p>
<p>Kurun waktu lima tahun terakhir 36 hektar lahan belimbing lenyap dan beralih fungsi menjadi pemukiman. Selain terjadi penyusutan lahan, jumlah kelompok tani yang sebelumnya berjumlah 31 kelompok pada 2010, kini tinggal 18 kelompok tani belimbing, yang beranggotakan 675 orang yang masih aktif.</p>
<p>Pemerintah Kota Depok mengaku berupaya memproteksi potensi unggulan lokal seperti belimbing Depok. Salah satunya dengan memasukan lahan belimbing yang tersisa ke dalam ruang terbuka hijau yang sudah masuk ke peraturan daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Depok.</p>
<p>Ketua Asosiasi Belimbing Depok, Nanang Yusup pernah menyatakan miris melihat Pemerintah Kota Depok (ketika dipimpin Nurmahmudi Ismail) seakan menutup mata dengan situasi ini. Petani belimbing Dewa di Depok, seakan berjalan sendiri.</p>
<p>Ia menilai pemerintah belum pro ke petani belimbing, pembinaan pun sangat minim. “Padahal sudah dijadikan ikon kota. Tapi tidak ada keberpihakan kepada para petani yang hampir semuanya warga Depok,” kata Nanang. (Desmoreno)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/dilema-petani-belimbing-di-depok-jual-lahan-atau-buat-rumah-kontrakan/">Dilema Petani Belimbing di Depok, Jual Lahan atau Buat Rumah Kontrakan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suatu Ketika, Kebun Belimbing di Kota Depok Tinggal Cerita</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/suatu-ketika-kebun-belimbing-di-kota-depok-tinggal-cerita-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2017 11:43:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[belimbing depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=13180</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK – Potensi pertanian Belimbing di Kota Depok Sampai Tahun 2006 Berjumlah 33.729 dengan total&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/suatu-ketika-kebun-belimbing-di-kota-depok-tinggal-cerita-2/">Suatu Ketika, Kebun Belimbing di Kota Depok Tinggal Cerita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_13182" aria-describedby="caption-attachment-13182" style="width: 663px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-13182" src="https://res.cloudinary.com/dgiaf1quc/image/upload/v1498563712/284663_agrowisata-belimbing--kota-depok_663_382_tdqxje.jpg" alt="" width="663" height="382" /><figcaption id="caption-attachment-13182" class="wp-caption-text">Agrowisata Belimbing Dewa di Pasir Putih. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>DEPOK – Potensi pertanian Belimbing di Kota Depok Sampai Tahun 2006 Berjumlah 33.729 dengan total luas Areal 135 ha menyebar di wilayah kota Depok. Tanaman belimbing yang produktif ini kurang lebih sekitar 27.500-28.000 pohon terdapat di Depok. Sehingga perkiraan total produksi yang dihasilkan dari belimbing Depok berkisar antara 2.700 Ton sampai 3.000 ton per tahun.</p>
<p>Pertanaman Belimbing di kota Depok banyak dikembangkan dilahan-lahan masyarakat. Uniknya banyak juga dikembangkan disepanjang kali ciliwung, contohnya seperti di kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Tugu dan Kelurahan Kelapa Dua. Sehingga pemandangan sepanjang kali Ciliwung menjadi indah dan asri dengan keberadaan tanaman belimbing ini.</p>
<p>Tentu saja ini sangat berpotensi dengan menjadikan Depok sebagai kawasan Agrowisata Belimbing, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai Ciliwung. Potensi Sumber Daya Alam ditengah hiruk pikuknya kemacetan jalan-jalan di kota Depok.</p>
<p>Sebutan Depok sebagai kota belimbing telah ada sejak tahun 2007. Kabarnya, saat ini ada sekitar 600 petani belimbing yang tersebar di enam kecamatan. Setiap petani rata-rata memiliki luas lahan 500 meter persegi sampai 3 hektar. Setiap 500 meter lahan dapat ditanami 16 hingga 20 pohon belimbing.</p>
<p>Belimbing memiliki nama ilmiah Averrhoa carambola L. Buah ini merupakan tanaman asli kawasan Asia Tenggara. Pohon belimbing memiliki tinggi 5 – 12 meter. Bunganya berbentuk lonceng dan berwarna merah keunguan. Buah yang sudah matang berwarna kuning hingga kuning kemerahan. Buah ini cocok dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia. Selain Depok, Blitar dan Pekalongan adalah dua kota yang dikenal sebagai penghasil belimbing di negara kita.</p>
<p>Jika ingin melihat langsung perkebunan buah ini, bisa berkunjung ke Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok. Pemerintah Kota Depok menjadikan Kelurahan Pasir Putih sebagai agrowisata belimbing bukan hanya karena lahan perkebunannya yang luas. Desa di kecamatan Sawangan ini juga pernah memiliki koperasi serta tempat pengolahan belimbing yang bernama Pusat Koperasi Pengembangan dan Pengolahan Belimbing Dewa.</p>
<p>Agrowisata Belimbing Dewa di Pasir putih tidak hanya meliputi satu kompleks perkebunan. Beberapa kebun milik petani juga dijadikan destinasi untuk lebih mengenal buah yang kaya vitamin C ini. Di tempat wisata ini pengunjung tidak hanya dapat memetik buah belimbing langsung dari pohonnya. Tapi juga mendapat edukasi mengenai seluk-beluk buah tersebut. Para petani dengan senang hati membagi tips memilih buah dengan kualitas baik.</p>
<p>Sebagai buah tangan tentu Anda dapat membeli buah belimbing langsung dari petani. Buah belimbing segar juga pernah tersedia di koperasi. Setiap hari para petani memang selalu menyetorkan hasil pertaniannya ke koperasi. Ketika itu satu kilogram belimbing dewa dihargai antara Rp 5.500 sampai Rp 6.500. Selain buah asli Anda juga bisa membeli aneka olahannya seperti manisan, jus, sirup, keripik, wingko, hingga mayonnaise. Anda juga dapat membeli dodol belimbing Rasa Dewa yang telah menjadi ikon oleh-oleh kota Depok.</p>
<p>Keunggulan di Kota Depok semestinya dilestarikan. Diharapkan, potensi sumber daya alam potensial yang ada di kota ini, dengan ikonnya sebagai Kota Belimbing, tetap menjadi kebanggaan masyarakat. Agar tidak punah, juga diharapkan lahan belimbing menjadi ruang terbuka hijau di Kota Depok.</p>
<p>Kita tidak berharap, kebun belimbing yang ditanam orang tua terdahulu, mulai dari Haji Asmawi hingga Haji Usman Deteng, tidak tinggal cerita dan kenangan. Kebun Belimbing di Kota Depok harus tetap bertahan, dan terus berkembang oleh generasi penerusnya. Terpenting, harus mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Depok. (Desmoreno)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/suatu-ketika-kebun-belimbing-di-kota-depok-tinggal-cerita-2/">Suatu Ketika, Kebun Belimbing di Kota Depok Tinggal Cerita</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
