<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cuaca Ekstrem Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/cuaca-ekstrem/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/cuaca-ekstrem/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jul 2024 01:21:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>Cuaca Ekstrem Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/cuaca-ekstrem/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PBB: Cuaca Panas Ekstrem Tewaskan Setengah Juta Orang</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/pbb-cuaca-panas-ekstrem-tewaskan-setengah-juta-orang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 01:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[PBB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72830</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Panas diperkirakan membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali lebih banyak dari pada siklon tropis," kata Guterres</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/pbb-cuaca-panas-ekstrem-tewaskan-setengah-juta-orang/">PBB: Cuaca Panas Ekstrem Tewaskan Setengah Juta Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, Kamis (25/7), menyoroti bahaya panas yang semakin meningkat bagi dunia.</p>
<p>&#8220;Panas diperkirakan membunuh hampir setengah juta orang per tahun, sekitar 30 kali lebih banyak dari pada siklon tropis,&#8221; kata Guterres kepada wartawan.</p>
<p>&#8220;Kita tahu apa yang mendorongnya &#8212; perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia dan bahan bakar fosil. Dan kita tahu itu akan menjadi lebih buruk,&#8221; katanya lagi.</p>
<p>Panas ekstrem adalah &#8220;ketidaknormalan baru,&#8221; katanya. &#8220;Tetapi kabar baiknya adalah kita dapat menyelamatkan nyawa dan membatasi dampaknya.&#8221; Guterres menekankan bahwa panas ekstrem semakin menghancurkan ekonomi, memperlebar kesenjangan, melemahkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) PBB dan membunuh korban.</p>
<p>Karena itu, Sekjen PBB tersebut mengatakan bahwa dia meluncurkan tuntutan global dengan empat area fokus – merawat yang paling rentan, meningkatkan perlindungan bagi pekerja, meningkatkan ketahanan ekonomi dan masyarakat dengan menggunakan data dan sains.</p>
<p>Guterres menegaskan bahwa poin utamanya yaitu fokus komunitas internasional sekarang adalah dampak panas ekstrem.</p>
<p>&#8220;Namun, jangan lupa bahwa masih banyak lagi gejala krisis iklim yang menghancurkan: Badai yang semakin dahsyat, banjir, kekeringan, kebakaran hutan, naiknya permukaan air laut &#8212; dan masih banyak lagi,&#8221; kata Guterres.</p>
<p>Untuk mengatasi gejala-gejala tersebut, dia berkata: &#8220;Kita perlu melawan penyakit. Penyakit itu adalah kegilaan yang membakar satu-satunya rumah kita. Penyakit itu adalah kecanduan bahan bakar fosil. Penyakit itu adalah tidak adanya tindakan untuk mengatasi perubahan iklim.&#8221;</p>
<p>Dia mengatakan G20 harus mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke energi terbarukan dan mendukung negara-negara dan masyarakat yang rentan.</p>
<p>&#8220;Pesannya jelas: Panas sedang terjadi. Panas ekstrem berdampak ekstrem pada manusia dan planet ini. Dunia harus bangkit menghadapi tantangan kenaikan suhu,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/pbb-cuaca-panas-ekstrem-tewaskan-setengah-juta-orang/">PBB: Cuaca Panas Ekstrem Tewaskan Setengah Juta Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ilustrasi-suhu-panas_20180718_134511.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Bandung Dilanda Cuaca Dingin, Ini Kata Dosen ITB!</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/bandung-dilanda-cuaca-dingin-ini-kata-dosen-itb/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 05:42:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=72734</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dosen ITB yang juga Ketua Program Studi Meteorologi Muhammad Rais Abdillah mengungkapkan tiga penyebab cuaca dingin terjadi di Kota Bandung pada musik kemarau</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bandung-dilanda-cuaca-dingin-ini-kata-dosen-itb/">Bandung Dilanda Cuaca Dingin, Ini Kata Dosen ITB!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Dosen ITB yang juga Ketua Program Studi Meteorologi Muhammad Rais Abdillah mengungkapkan tiga penyebab cuaca dingin terjadi di Kota Bandung pada musik kemarau. Ketiga hal itu yaitu awan yang sedikit saat kemarau, angin dan kelembapan udara.</p>
<p>&#8220;Suhu dingin di pagi hari saat musim kemarau merupakan hal wajar. Hal itu terjadi setidaknya karena tiga faktor sedikitnya awan saat kemarau, angin, dan kelembapan udara,&#8221; ujar Rais melalui keterangan resmi yang diterima, Rabu (24/7/2024).</p>
<p>Rais mengatakan, awan berperan penting dalam mengatur suhu udara dan jumlah awan di langit relatif berkurang. Ketika awan sedikit, sinar matahari yang turun ke bumi langsung turun ke bumi sehingga suhu udara saat siang terasa lebih panas.</p>
<p>Namun saat malam, efeknya berkebalikan. Ia mengatakan panas yang diserap bumi saat siang dilepaskan kembali ke luar angkasa dengan cepat melalui proses radiasi saat malam. &#8220;Akibatnya, suhu udara saat malam hingga pagi turun drastis. Namun, proses pendinginan tersebut tergantung pula dari keberadaan awan di malam hari,&#8221; katanya.</p>
<p>Rais melanjutkan keberadaan angin memengaruhi proses pendinginan suhu di permukaan bumi saat kemarau. Ia menjelaskan suhu menjadi lebih dingin ketika angin tenang dibandingkan saat ada angin berembus. &#8220;Kalau tidak ada angin atau angin tenang efektif pendinginannya,&#8221; kata dia.</p>
<p>Selain itu, Rais mengatakan tinggi rendahnya kelembapan udara tidak secara langsung membuat suhu udara menjadi dingin. Pada udara dengan kelembapan rendah, udara akan terasa lebih dingin.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/bandung-dilanda-cuaca-dingin-ini-kata-dosen-itb/">Bandung Dilanda Cuaca Dingin, Ini Kata Dosen ITB!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://lh3.googleusercontent.com/-KHr9t_wb1eQ/Y7Ar9XqIysI/AAAAAAAAE5g/VGkSeA4zUjMUAZek2-Js344zm55RHImQQCNcBGAsYHQ/s1600/1672489969075355-0.png" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
