<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Inspirasi Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/inspirasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/inspirasi/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 May 2019 08:29:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/05/cropped-kt-1-32x32.jpg</url>
	<title>Inspirasi Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/inspirasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tukang Jahit Pergi Umroh</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/tukang-jahit-pergi-umroh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 May 2019 08:29:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=22804</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kain-kain yang begitu banyak terserak di ruang kerjanya sehingga menghasilkan beberapa model jenis baju yang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tukang-jahit-pergi-umroh/">Tukang Jahit Pergi Umroh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kain-kain yang begitu banyak terserak di ruang kerjanya sehingga menghasilkan beberapa model jenis baju yang sudah ia kerjakan. Jerih payah yang di lakukan setiap hari membuat ia tidak patah semangat demi mencapai impian sejak lama untuk pergi ke tanah suci.Hari demi hari menjahit, melatih kesabaran dan memegang komitmen tidak lah hal yang mudah bagi setiap orang. Dimulai dari menjahit di ruko-ruko sebagai karyawan selama 15 tahun, dan berbagai tempat sudah ia mulai dari tahun 2003.</p>
<p>“ Dulu masih dibayar 40 ribu selama seminggu, sisa nya suka ditambahin sama bapak kalau pulang ke Bogor dan dikasih uang 50 ribu” ujarnya. Sebagai kakak tertua, ia mempunyai 3 saudara kandung. Hanya adik nya yang bontot harus ia bayarkan biaya sekolah dan keperluan nya. Sehingga ia harus mencari nafkah dengan kerja keras sepenuh hati demi membanggakan keluarga dan adik-adik nya.</p>
<p>Saat ini ia sudah menjadi bos dan mempunyai satu karyawan. Sejak tahun 2010 ia mulai mengontrak dan membuka toko sendiri di daerah Mekarsari Cimanggis Depok. Usaha jahit yang ia bangun dari nol masih terus berjalan sampai sekarang dan telah memasuki usia 32 tahun.</p>
<p>Berawal dari niat, berdoa, dan tawakal sehingga tercapai impian nya pergi ke tanah suci. “Awal nya ditawarin dan diajak oleh pak Amar Maruf yang punya penatour, saya hanya membayar Dp 10 jt pada saat itu harga umroh sekitar 23 jt sisa nya saya cicil setiap bulan 1 jt selama setahun”.</p>
<p>Meskipun hanya menjadi tukang jahit, tetapi laki-laki berkulit sawo mateng menanamkan tanggung jawab dan mengerjakan tepat waktu kepada karyawannya untuk hasil jahitan pelanggan tersebut. “Kalau tidak tepat waktu nanti pelanggan kecewa, dan tidak mau balik lagi ke tempat jahit saya”. Hasil uang yang didapat selama sebulan cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan gaji karyawan nya. Selain itu ia juga harus membayar kontrakan setahun sekali setiap bulan Mei, ia pun pintar menabung dan mengatur keuangan agar kebutuhan sehari-hari nya tercukupi.</p>
<p>Berbagai model unik dan bagus yang ia sudah kerjakan dengan kemauan pelanggan nya membuat kebanjiran pesanan jahit, mulai dari Guru, Pengusaha, Polisi. Rata-rata pesanan pelanggan yang masuk berupa dress panjang/pendek, jas, kebaya, dan baju batik keluarga.</p>
<p>“Harga bisa disesuaikan dengan model yang penting tepat janji dan waktu” karena rendah hati dan sopan santunnya membuat pelanggan semakin sering datang kembali ke tempat jahitnya. Selain bebas pilih model sesuai kemauan pelanggan dan bisa berkomunikasi via whatsapp atau telfon kalau tidak sempat datang ke ruko.</p>
<p>Memiliki profesi sebagai penjahit atau memiliki kemampuan menjahit itu bisa menjamin masa hidup yang cerah. Jadikan itu sebagai proses pengasahan kemampuan dan satu yang perlu di ingat buang jauh jauh mental buruh yang hanya rela terima gaji bulanan dan hanya bisa menuntut kenaikan gaji dengan cara demonstrasi.</p>
<p>Karena itu sama saja kita seperti pengemis yang berjamaah, tapi berpikir maju, gaji di kumpulin sisa dari makan buat beli mesin jahit jika sudah lengkap bisa buka jahitan atau buka permak.Hasil adalah pengukuran terbaik dari kemajuan manusia. Bukan percakapan. Bukan penjelasan. Bukan pembenaran. Hasil! Dan jika hasil kita lebih sedikit dari potensi yang seharusnya, maka kita harus berusaha untuk menjadi lebih hari ini daripada hari sebelumnya. <em><strong>(</strong></em></p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Saffa Fauziah Kamila, Mahasiswi PNJ</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tukang-jahit-pergi-umroh/">Tukang Jahit Pergi Umroh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Kecil yang Teramat Besar</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/inspirasi-kecil-yang-teramat-besar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2016 21:16:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mata bulat berbulu lentik itu selalu terlihat bersinar, ditambah bibir tipisnya yang melengkung membentuk senyuman.&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/inspirasi-kecil-yang-teramat-besar/">Inspirasi Kecil yang Teramat Besar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5838" aria-describedby="caption-attachment-5838" style="width: 421px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/tumblr_nrbrrxx3Zm1uahko8o1_500.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5838" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/tumblr_nrbrrxx3Zm1uahko8o1_500.jpg" alt="Ilustrasi." width="421" height="285" /></a><figcaption id="caption-attachment-5838" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>Mata bulat berbulu lentik itu selalu terlihat bersinar, ditambah bibir tipisnya yang melengkung membentuk senyuman. Pipi kemerahannya yang terpancar melambangkan pesona keceriaan. Kulit putih bak belum tersentuh noda juga melambangkan hatinya yang murni.</p>
<p>Sentuhan tangan mungilnya sangat terasa di hati ketika ia meraih tanganku untuk pamit pergi ke sekolah. Pelukan hangat yang selalu kami lakukan ketika kami sedang akur pun sangat terasa nyaman. Serta kecupan kasih sayang yang sesekali ia sematkan dikeningku, seperti kecupan dari seorang adik untuk kakaknya.</p>
<p>Dia adalah sosok anak kecil yang menyenangkan sekaligus menyebalkan bagiku. Sosok yang sering kali mengangguku ketika aku sedang mengerjakan tugas kuliah. Sosok yang sering kali membuatku kesal karena selalu ingin tahu tentang apa yang sedang kulakukan. Sosok yang sering kali membuatku marah ketika ia menangis karena keinginannya tidak dituruti.</p>
<p>Dia bukan adikku, melainkan keponakanku. Keponakan yang telah berubah posisinya menjadi adikku. Sejak ayah dan ibunya meninggal dunia karena sakit, dia memang dirawat oleh ibuku. Ibuku yang juga berperan sebagai nenek dari ibunya.</p>
<p>Dia mungkin tahu bahwa orang tuanya sudah pergi, dia hanya belum mengerti arti kepergian itu yangs sesungguhnya. Sering kali dia tiba-tiba menangis ketika dia merasa rindu kepada kedua orang tuanya. “Papa, Bunda, aku kangen,” ujarnya lirih. Sangat miris hati ini saat mendengar suara lembutnya mengatakan kalimat itu.</p>
<p>Anak kecil selalu terlihat lugu memang, terkadang dia terlihat bahagia dan sedih di waktu bersamaan secara tiba-tiba. Tidak peduli akan masa depan, yang terpenting baginya hanya bermain dan bersenang-senang. Hal yang bagi kita sulit sekalipun tidak menjadi kekhawatiran baginya. Bagiku, keponakanku yang kini menjadi adikku adalah sumber inspirasiku untuk tetap tegar dalam menjalani hidup.</p>
<p><strong>Nimas Afridha Aprilianti<br />
Politeknik Negeri jakarta</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/inspirasi-kecil-yang-teramat-besar/">Inspirasi Kecil yang Teramat Besar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masihkah Kau Menghakimi Hidup?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/masihkah-kau-menghakimi-hidup/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2016 14:46:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Hidup]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5605</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ini cerita tentang seseorang yang aku kenal. Tentang seorang ibu rumah tangga yang sudah diuji&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/masihkah-kau-menghakimi-hidup/">Masihkah Kau Menghakimi Hidup?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5606" aria-describedby="caption-attachment-5606" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/woman-alone-in-the-desert1.jpg"><img decoding="async" class="size-full wp-image-5606" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/05/woman-alone-in-the-desert1.jpg" alt="(istimewa)" width="500" height="375" /></a><figcaption id="caption-attachment-5606" class="wp-caption-text">(istimewa)</figcaption></figure>
<p>Ini cerita tentang seseorang yang aku kenal. Tentang seorang ibu rumah tangga yang sudah diuji dari awal keluarga kecilnya dibangun. Saat awal pernikahannya, ia sebenarnya tidak mendapat restu dari kedua orang tua suami. Sedih ya, ia dan suaminya bahkan hanya diberikan satu buah kasur kapuk untuk membangun keluarga kecilnya.</p>
<p>Perjalanan hidupnya dengan sang suami penuh dengan jungkir-balik. Dulu, suaminya memulai semuanya dari nol. Sebelum suaminya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) seperti sekarang, suaminya pernah bekerja sebagai supir truk, kenek bus, dan kedi di golf. Baru setelah 3 tahun berlalu, suaminya pun menjadi PNS. Sebelumnya juga, suaminya pernah ditipu di dunia investasi yang membuat barang-barang di rumahnya di sita, bahkan sampai cicin pernikahannya.</p>
<p>Sepuluh tahun kemudian, saat karier suaminya sedang stabil, ia kembali diuji. Ia harus mendapati suaminya tergoda wanita lain, bahkan sampai dinikahi. Ia mengetahui hal itu setelah 3 bulan. Awalnya, ia curiga melihat tingkah aneh suaminya di telpon. Ia dan anak pertamanya membuktikan hal tersebut. Keduanya akhirnya tau setelah mendapati telpon dari wanita lain itu.</p>
<p>Setelah dipaksa mengaku, suaminya pun mengakui semuanya. Detik itu juga, suaminya menceraikan istri keduanya lewat telpon, ditalak. Suaminya memohon ampun kepadanya dan kepada ke-3 anak perempuannya. Suaminya berjanji untuk tidak mengulang hal yang sama. Hal yang tak kalah menyesakan baginya adalah ketika ia tahu bahwa mertua dan adik iparnya mengetahui perihal perselingkuhan itu. Mereka bahkan menyuruh suaminya untuk lebih menceraikan dia daripada wanita itu. Ia pun sadar bahwa restu mertuanya belum ia dapat sampai saat itu.<br />
Keluarganya mulai tenang kemudian.</p>
<p>Tidak ada lagi perselingkuhan, atau itulah yang ia pikir, sampai suaminya tenggelam kegelapan. Suaminya terjerumus pergaulan, mengkonsumsi narkoba, judi, dan lagi-lagi tergoda wanita-wanita di tempat karokean. Akibat 3 hal tersebut, keadaan ekonominya jatuh sampai anak pertamanya terpaksa putus kuliah.</p>
<p>Sekitar 2 tahun suaminya mengkonsumsi narkoba. Suaminya berhenti karena paksaan, paksaan polisi. Suaminya ditangkap di kantor, setelah teman-teman suaminya tertangkap basah sedang pesta narkoba.</p>
<p>Ratusan juta dikeluarkan saat itu. Hasil pinjam sana-sini, ngemis sana-sani untuk bayar jaksa agar mendapat permohonan rehabilitas. Setelah 6 bulan suaminya di penjara, setelah membayar biaya 150 juta, suaminya berhasil keluar dengan kewajiban rehabilitas. Ia tidak ingin membagi banyak cerita soal kejadian itu, pahit katanya. Meski suaminya bebas pun, ekonomi keluarganya belum pulih.</p>
<p>Hukuman karena memakai narkoba juga diterapkan di tempat kerja suaminya. Suaminya belum bisa kembali bekerja sampai sekarang. Hasilnya, bantuan dari keluarga yang ia andalkan saat ini. Anak-anaknya pun ikut membantu, mereka bertiga mendapat pekerjaan sampingan untuk mendapat uang jajan sehari-hari.</p>
<p>Walaupun, ujian selalu ada untuknya. Ia selalu mengambil hikmahnya. Katanya, mertua, adik-adik iparnya sekarang bahu-membahu membantu biaya kehidupannya. Membantu uang jajan, uang makan, bahkan uang pendidikan anak-anaknya. Adik iparnya yang memiliki penghasilan lumayan, ikhlas membiayai pendidikan anaknya. Adik iparnya bahkan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan anaknya setiap semesternya. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Suaminya bahkan sekarang menguatkan imannya. Rajin sholat, puasa Senin-Kamis yang tak pernah putus, dan selalu berusaha membuat anak-anaknya tertawa. Tidak, tidak ini sudah lebih dari cukup.</p>
<p>Dalam kisahnya, banyak hal yang bisa dipetik. Ia memperlihatkan bahwa tidak perlu takut oleh hidup, tidak menyerah dalam segala situasi, dan yang paling utama selalu mengambil sisi positif kehidupan tanpa perlu menghakimi. Harus sadar bukan hanya kita yang mengalami masalah, banyak, bahkan banyak yang lebih buruk.</p>
<p>Ia, seseorang yang aku panggil tante&#8230;</p>
<p>Penulis :<br />
<strong>Eronika Dwi Pinara</strong><br />
Politeknik Negeri Jakarta<br />
Prodi. Penerbitan (Jurnalistik)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/masihkah-kau-menghakimi-hidup/">Masihkah Kau Menghakimi Hidup?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
