<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/komunitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/komunitas/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Aug 2024 02:32:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>Komunitas Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/komunitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengembangan Komunitas Berbasis Teknologi</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/pengembangan-komunitas-berbasis-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 02:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74406</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Impian setiap manusia yaitu kaya, hidup berkecukupan, dan sukses. Setiap manusia di dunia&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/pengembangan-komunitas-berbasis-teknologi/">Pengembangan Komunitas Berbasis Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong></a> &#8211; Impian setiap manusia yaitu kaya, hidup berkecukupan, dan sukses. Setiap manusia di dunia ini tentu menginkan menjadi orang kaya. Impian tersebut tentunya dengan ikhtiar. Impian ini mengantarkan seseorang untuk mewujudkan mimpinya. Setiap orang yang melakukan ikhtiar atau usaha atas impiannya termasuk dalam coditio sine atau doa yang mustajab. Penulis memiliki paman dimana impian paman tersebut ketika ditanya orang-orang yaitu menjadi sopir.</p>
<p>Impian tersebut selalu diucapkannya saat beliau kecil dan ketika sudah dewasa beliau mengemudikan angkot hingga sekarang menjadi sopir mobil SATPOL PP (Satuan Polisi Pamong Praja). Begitulah perkataan membawa seseorang pada apa yang di ucapkannya.</p>
<p>Jika Bung Karno pernah berpesan: “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit! Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bitang” (cermati.com. 2015). Kisah orang-orang sukses bermula dengan asam pahitnya garam hidup yang mereka rasakan. Seorang yang mampu bertahan dan terus positif akan kehidupan merekalah pemenangnya. Sebut saja dalam buku Andrea Hirata dengan Judul Laskar Pelangi dimana tokoh yang menginspiratif bagi penulis bernama Lintang harus menuju sekolah dengan jarak berkilo meter dengan jalan yang tidak mudah tentunya. (Syamsu Ridhuan, 2021)</p>
<p>Membangun sesuatu berupa komunitas atau usaha tidak lansung mendapatkan keuntungan. Usaha yang baru dirintis bahkan beresiko pada kerugian dimana pihak pengelola mesti mengeluarkan uang yang besar dengan biaya yang di luar dugaan. Pengelola atau pemimpin yang produktif, kreatif, dan inovatif yang bisa menyelesaikan permasalahan ini. Faktor yang sering terjadi di masyarakat karena faktor keturunan tidak selamanya membuat seseorang sukses. Disamping itu ada faktor yang paling penting bagi seseorang untuk mendapatkan kesuksesan yaitu faktor lingkungan.</p>
<p>Faktor lingkungan sendiri membentuk keperibadian dan sikap seseorang untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha. Selain itu, faktor lingkungan sendiri yaitu lingkungan kerja, keluarga, sekolah, teman, dan lainnya. Berdasarkan teori konvergensi diantara peranan penting dalam perkembangan individu yaitu faktor lingkungan sekitar. Diantara faktor lainnya yaitu kemampuan dalam berwirausaha dalam mempelajari teknis pedagang atau komunitas lain agar menjadi sukses.</p>
<p>Dalam usaha yang dirintis dan dibangun perlu adanya dorongan yang kuat dari diri sendiri. Pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga menjadi salah satu dorongan guna hidup yang bertahan. Perwujudan hasil usaha yang produktif yaitu dengan desakan kebutuhan. Banyaknya mereka yang berwirausaha atau berkomunitas dengan adanya desakan yang riil menjadi faktor pemenuhan tujuan wirausaha atau komunitas di bentuk. Atas dasar ini maka pengelola atau pemimpin komunitas atau kelompok mengadakan pelatihan dengan pedoman dan pelaksanaan yang produktif, inovatif, dan kreatif, penulis menyimpulkan maksudnya denga pendekatan 5W+ 1H.</p>
<p>Kewirausahan tentu identik dengan kreativitas dan inovasi, namun hala ini tidak hanya terfokus pada hal ini saja. Ia juga terfokus dalam berbagai bidang. Seorang pemimpin juga bisa diibaratkan sebagai seorang wirausaha dimana ia menawarkan kepemimpinanya agar bisa mengajak anggota agar memaksimalkan kemampuannya. Seseorang yang memiliki kemampuan mempmpin tentu memiliki karakter, diantaranya juju; mandiri; profesional; inovatif; kreatif; optimis; bertanggung jawab; dan orientasi masa depan.</p>
<p>Tidak jarang juga mereka sudah mundur sebelum melangkah. Dalam membangun suatu komunitas tentu memerlukan kiat-kiat sederhana, mudah, dan praktis untuk diterapkan hingga terlaksana dan sukses. Hal ini tentu tidak sekedar teori.</p>
<p>Ilmu pengetahuan saat ini menjadi mudah dan menyenangkan karena teknologi. Pemanfaatan yang digunakan oleh teknologi mencakup berbagai bidang. Bidang-bidangnya, yaitu biologi, kedokteran, teknologi informasi, dan pendidikan. Penemuan ini menjadikan pekerjaan lebih ringan. Information communication and technologi (ICT) merupakan salah satu bidang temuannya. Telepon genggam dan komputer beserta perangkatnya merupakan produk daari ICT. Salah satu pemanfaatan ICT dalam kehidupan sehari-hari sendiri yaitu pada friendster, twitter, dan, facebook.</p>
<p>Bidang-bidang penelitian yang diminati, diantaranya bidang pendidikan. Penggunaan information communication and technology (ICT) dalam dunia pendidikan sudah mewabah. Guna memudahkan seseorang dalam belajar adanya penggunaan e-learning. Dengan penggunaan e-learning memudahkan seseorang untuk belajar dimanapun kapanpun tanpa bantuan fasilitator atau instruktur dan guru. Dintara pengebangan pembelajaran, yaitu model pembelajaran matematika menggunakan komik di kelas 1 sekolah dasar (Muliyardi. 2006); Model pembelajaran integratif (MPI) pada biologi perkembangan hewan (Haviz, 2012); pengembangan bahan ajar berbasis pembelajaran matematika realistik (PMR) kelas III MI (Herlina dkk, 2011).</p>
<p>Langkah-langkah untuk mengembangkan komunitas, yaitu bagaimana pengguna memikirkan produk kita. Jika dengan kita tidak menawarkan namun sudah di fikirkan berarti produk kita mulai diminati pengguna. Pesan dari mulut ke mulut mengakibatkan produk tersebut semakin laris dan bisa diperjual belikan. Pemanfaatan social media juga bisa mengembangkan komunitas. Lalu strategi mempertahankan penggunanya yaitu dengan pemasangan fitur polling sebagai bentuk interaksi kita atas feedback yang kita berikan. Interaksi seperti ini akan membuat pengguna merasa nyaman karena pendapat mereka di dengar oleh pengelola. Selain itu, pengoptimalan dalam konten yang di publikasikan juga hal yang ampuh. Keseriusan seseorang dalam mengelola komunitasnya merupakan langkah terakhir yang penulis sampaikan dalam tulisan ini.</p>
<p>Seorang yang baru merintis perlu berani untuk memulai komunitas dengan terus optimis. Keberanian ini tentunya dari bidang yang kita sukai sehingga dalam pelaksanaannya akan menjadikan hambatan menjadi sebuah peluang. Adanya riset pasar sehingga tawaran yang kita berikan bisa bermanfaat dalam pasar global. Langkah berikutnya yaitu update teknologi yang ada. Terakhir adalah komitmen dengan pengembangan yang kita lakukan.</p>
<p><em><strong>Annisah Ghina Naila</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/pengembangan-komunitas-berbasis-teknologi/">Pengembangan Komunitas Berbasis Teknologi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2mALnKlAp_abKPrcNylNOEs-y9JqlTpi7LDLjFOcXQy-bIQt2ed8vAoJsR3zXlmauOqbnIVWjYKzJ6hNQi5RPpO_elAEVkB7_O2Z1seuQQiH_cPZwY8HoZ-juhI86gIRUnWAyN-FgYU4/s1600/Komunitas-Komunitas+di+Depok.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2016 03:11:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9882</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ilyas Syaiful Malik Dalam berorganisasi kita akan menemukan karakter tiap individu berbeda-beda, ada yang pemarah,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/">Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9883" aria-describedby="caption-attachment-9883" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/topic-20-building-marketing-culture-in-your-organization-jpg/"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-9883" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAb0RHLTY2Z01aMms.jpg" alt="" width="600" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-9883" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p><em>Oleh: Ilyas Syaiful Malik</em></p>
<p>Dalam berorganisasi kita akan menemukan karakter tiap individu berbeda-beda, ada yang pemarah, penyemangat, penyabar, dan sifat-sifat lain nya. Namun ada beberapa hal yang harus dihindari saat berorganisasi.</p>
<p>Dalam Al-Qur’an banyak sekali perintah untuk berorganisasi (Berjama’ah) karena kebermanfaatannya. “Domba yang sendirian akan lebih mudah diburu kawanan Serigala yang kelaparan dibanding Domba yang berjama’ah (berkumpul).”</p>
<p>Ada tiga hal yang harus kita hindari dalam berorganisasi, antara lain:</p>
<p><strong>Kikir</strong></p>
<p>Kikir atau bakhil disini adalah bakhil atas segala yang dimiliki. Tidak hanya harta, namun juga kikir terhadap fikiran, tenaga, dan waktunya. Enggan memikirkan organisasinya, merasa dirinya dirugikan dalam berjama’ah. Ada dua sikap yang biasanya dimiliki oleh orang yang kikir diantaranya:</p>
<ul>
<li>Perhitungan, yaitu melihat seberapa lelah diri nya dan seberapa lelah teman seorganisasi nya. Melihat bahwa dirinya adalah orang paling lelah dalam organisasi tersebut dan enggan melakukan hal yang tidak memberikan keuntungan bagi dirinya.</li>
<li>Tidak yakin terhadap pahala dari Allah SWT, yaitu lebih mengedepankan apresiasi duniawi, tidak memikirkan seberapa besar pahala yang didapat disisi Allah SWT ketika berjama’ah.</li>
</ul>
<p><strong>Mengikuti hawa nafsu</strong></p>
<p>Manusia apabila mengikuti hawa nafsu, maka ia akan enggan berlelah-lelah. Jika diibaratkan, nafsu seperti bayi yang “merengek” meminta ini dan itu agar keinginan nya dapat terpenuhi. Sikap yang biasanya dimiliki oleh hal ini diantaranya:</p>
<ul>
<li>Tidak punya prinsip, kemanapun melangkah akan mengikuti orang lain, orang lain bersantai maka ia akan bersantai, ketika orang lain bekerja, maka ia akan bekerja pula. Bekerja berdasarkan apa yang diminta kemudian kembali santai dan istirahat tanpa memiliki inisiatif melakukan hal lain untuk dikerjakan.</li>
<li>Senang mengeluh, merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling lelah “sejagad raya”, dan ingin semua orang tau betapa lelah dirinya. Tidak peka terhadap kelelahan yang juga dialami rekan nya.</li>
</ul>
<p><strong>Takjub terhadap diri sendiri</strong></p>
<p>Merasa sombong dan dapat memecah belah, merasa bahwa dirinya paling berharga dan menganggap teman seorganisasinya tidak melakukan apa-apa. Sehingga tidak memperdulikan rekan organisasi nya bekerja atau diam, ia hanya sibuk mengapresiasi diri sendiri atas usahanya. Sikap yang biasa dimiliki hal ini antara lain:</p>
<ul>
<li>Senang dipuji, berharap mendapat pujian atau apresiasi dari orang lain atas usahanya “sendiri” dalam sebuah organisasi.</li>
<li>Tidak suka dinasihati, karena merasa yang paling berkontribusi dalam organisasi tersebut, maka segala aspek nasihat dari teman-teman nya tidak akan masuk kedalam fikiran nya.</li>
<li>Merasa lebih besar dibanding organisasinya, cenderung menganggap organisasinya tidak berkontribusi, bahkan bisa ia lakukan sendiri tanpa harus membentuk sebuah organisasi.</li>
<li>Senang mendengar aib orang lain, karena merasa bahwa dirinya yang paling sempurna telebih jika dibandingkan dengan si “A” atau si “B”</li>
</ul>
<p>Itulah ketiga hal yang harus dihindari dalam berorganisasi, sebelum terjun dalam jama’ah maka kita harus tahu terlebih dahulu apa saja yang akan kita hadapi. Dan saran penulis untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tetap mengedepankan istisyarah dan istikharah. Karena Allah SWT memerintahkan kita untuk bermusyawarah dan istikharah dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Apresiasi akan setimpal dengan jumlah tenaga yang telah dikeluarkan, jika merasa tidak sebanding balasan nya di dunia, yakinlah ada pahala dari Allah SWT di akhirat. Lebih baik dikenal penduduk langit atas usaha keras kita, dibandingkan segala apresiasi penduduk bumi yang justru membuat kita bangga diri dan sombong. Wallahua’lam bishawab (Ilyas Syaiful Malik)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/hal-hal-yang-harus-dihindari-dalam-organisasi/">Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FORJIM Ajak Masyarakat, Bijak dan Cerdas “Menelan” Informasi</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2016 06:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[Forjim]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9747</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Forum Jurnalis Muslim (Forjim) melalui siaran persnya menyatakan bahwa pertarungan abadi sejak dulu&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/">FORJIM Ajak Masyarakat, Bijak dan Cerdas “Menelan” Informasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9748" aria-describedby="caption-attachment-9748" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/sosial-mediadpufl-jpg/"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9748" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAMlRSUTMtZktBQU0.jpg" alt="Ilustrasi." width="660" height="375" /></a><figcaption id="caption-attachment-9748" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p>DEPOKPOS &#8211; <a href="http://www.forjimindonesia.com" target="_blank" rel="noopener">Forum Jurnalis Muslim</a> (Forjim) melalui siaran persnya menyatakan bahwa pertarungan abadi sejak dulu hingga sekarang adalah pertarungan informasi. Dengan informasi, siapapun bisa merangkul kawan sekaligus menjatuhkan lawan. Dalam pertarungan, informasi pun berfungsi sebagai senjata.</p>
<p>Ketika itu masyarakat quraisy jahiliyah menistakan Nabi Saw dengan sebutan majenun (gila), tukang sihir, dan berbagai stigma buruk lainnya. Melalui informasi yang negatif, mereka ingin mendeskreditkan Islam.</p>
<p>Mengutip ayat suci Al Qur’an, Allah mengingatkan: “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah 32).</p>
<p>Tak dipungkiri, dengan informasi, negara-negara Islam dihancurkan. Sebagai contoh, kasus Irak. Amerika Serikat memberi informasi bohong perihal Irak memiliki senjata nuklir, padahal tidak. Bahkan “Perang Informasi” diabad ini bisa menggoyang rezim yang berkuasa. Itulah sebabnya, pertarungan yang abadi adalah pertarungan informasi.</p>
<p>Di era informasi, peran jurnalis muslim diharapkan meluruskan yang salah dan mengokohkan yang benar. Ketika menyampaikan berita, Jurnalis muslim sejatinya melakukan cek and ricek alias tabayun. Jika tidak, akan terjadi musibah yang besar. Di era sekarang ini, menelan informasi tanpa diteliti terlebih dahulu, akan berdampak besar, dan menimbulkan petaka dan bencana.</p>
<p>Tentu, aspek terpenting yang harus dimiliki jurnalis muslim adalah kejujuran. Dalam artian jujur dalam menyampaikan kabar atau berita. Selain itu, berita yang disampaikan tidak bersifat ghibah, namimah, yang ujungnya bisa menyebakan porak poranda.</p>
<p>Mengutip Ketua Umum IKADI, KH. Ahmad satori, dalam Islam tidak membenarkan semboyan pembawa berita “Bad News is a Good News”. Karena, tak ada gunanya mengumbar aib orang lain, yang menyebabkan dirinya tidak senang aibnya di buka di depan umum.</p>
<p>“Jurnalis muslim harus memberikan informasi yang membuat umat jauh dari kemaksiatan, dan mengajak orang lain untuk melakukan kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Jurnalis muslim yang memberikan pengaruh positif untuk masyarajat, mendapatkan pahala yang berlipat ganda.”</p>
<p>Saat ini senjata yang paling efektif adalah media. Media dalam Islam tidak sekedar memberitakan sesuai kenyataan, tapi juga yang mengandung kebaikan. Hal itu dikatakan Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis kepada Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta.</p>
<p>Berita meskipun benar, jika tidak membawa kebaikan, tidak boleh diberitakan. Benar dan nyata, tapi tidak berimplikasi pada kebaikan, juga tak perlu diberitakan. Inilah prinsip yang berbeda dalam pemberitaan.</p>
<p>Jurnalis muslim diharapkan menyajikan tulisan yang lebih cerdas dan inspiratif. Pesan pentingnya, kita butuh berjamaah, bukan hanya berjamaah dalam shalat, tapi juga dalam dakwah, tak terkecuali dalam berpolitik, ekonomi, bahkan jurnalis muslim pun perlu berjamaah. Sehingga berita yang disampaikan, bukan hanya fakta, tapi juga membawa maslahah (kebaikan).</p>
<p><strong>Petaka Sosial Media</strong></p>
<p>Forjim berpandangan, perkembangan media sosial belakangan ini disebut sebagai kecenderungan proses berkomunikasi dalam kategori anti komunikasi. Realitanya, kehadiran media sosial mengabaikan hal-hal yang fundamental dalam komunikasi, yaitu: penghormatan kepada orang lain, empati kepada lawan bicara, dan antisipasi atas dampak-dampak ujaran atau pernyataan.</p>
<p>Pada prinsipnya, praktik berkomunikasi di ruang publik mensyaratkan kemampuan pengendalian diri, kedewasaan dalam bersikap, serta tanggung jawab atas setiap ucapan yang hendak atau sedang disampaikan.</p>
<p>Begitu sering orang terlambat menyadari bahwa apa yang diungkapkannya di media sosial telah tersebar kemana-mana, menimbulkan kegaduhan publik, dan merugikan pihak tertentu. Media sosial menampilkan negativitasnya di sini.</p>
<p>Lebih memprihatinkan lagi, negativitas media sosial itu justru diamplifikasi dan diperkuat oleh media massa, khususnya media daring dan media televisi. Kekusutan komunikasi politik, kontroversi, dan debat kusir di media sosial dalam banyak kasus dilanjutkan di ruang pemberitaan atau bincang-bincang media (talkshow).</p>
<p>Pola penyajian informasi yang cenderung spontan, serba cepat, dan instan di media sosial tidak diimbangi sesuatu yang berbeda, tetapi justru dijadikan mode jurnalistik yang baru oleh media massa konvensional.</p>
<p>Akibatnya, saat ini cukup mudah menemukan berita politik yang tidak berimbang, mengabaikan verifikasi sumber kunci atau menggunakan judul yang menghakimi. Pada awalnya ini hanya menjadi tren di media jurnalistik daring, tapi pada perkembangannya juga mulai menggejala di semua jenis media.</p>
<p>Memang, konflik adalah oase yang tak pernah kering dalam pemberitaan. Konflik dan hal-hal kontroversi selalu memikat untuk diberitakan dan punya daya magnetik di hadapan masyarakat. Namun, perlu dipersoalkan motif media terhadap konflik atau kontroversi.<br />
Apakah motif komodifikasi berdasarkan pertimbangan oplah, rating, hit, atau bahkan motif politik keberpihakan kepada suatu kelompok atau golongan?</p>
<p>Padahal tugas utama media adalah membantu masyarakat memahami persoalan, mengambil pelajaran berharga, dan mencari jalan penyelesaian. Kuatnya motif komodifikasi politik dapat membuat media tidak memedulikan penyelesaian konflik dan tanpa sadar justru mengintensifkan konflik.</p>
<p>Kode Etik Jurnalistik menegaskan, media harus memberitakan secara berimbang. Sampai di sini, terlihat jelas sesungguhnya kita sedang menghadapi krisis etika media atau etika berkomunikasi. Pada level media massa, wujudnya pengabaian Kode Etik Jurnalistik atau Etika Penyiaran hingga taraf banal dan masif.</p>
<p>Begitu serius pengabaian itu hingga sebagian awak media mungkin tidak lagi menganggap berita yang tidak berimbang atau menghakimi sebagai bentuk kesalahan.</p>
<p>Sungguhpun demikian, semua pihak pasti sepakat proses berkomunikasi pada level mana pun tak mungkin berjalan tanpa etika. Tanpa dilandasi etika, praktik bermedia akan mengarah pada kekacauan. Pada akhimya, masyarakat yang menanggung kerugian paling besar. Media yang semestinya membantu masyarakat memahami persoalan sosial politik secara jernih dan obyektif, justru jadi ajang persitegangan dan perseteruan tak berujung.</p>
<p>Literasi media jelas diperlukan. Kita perlu mengingatkan kepada para “praktisi” media, pentingnya kemampuan pengendalian diri, kepekaan terhadap dampak-dampak komunikasi, serta kedewasaan dalam menghadapi perbedaan pendapat di ruang publik.</p>
<p>Proses berkomunikasi, sekali lagi, menuntut kemauan semua yang terlibat untuk menjaga kepatutan dan kepantasan, menghormati orang lain sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri, serta untuk menenggang perasaan banyak orang yang menyaksikan proses komunikasi tersebut. Mari kita kembalikan esensi komunikasi sebagai sarana untuk berbagi!</p>
<p>Forum Jurnalis Muslim mengajak masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam menerima dan menyerap informasi. Tidak asal telan, tapi meneliti lebih dulu kebenarannya. Begitu juga dengan insan jurnalis agar tidak menuhankan rating, memuaskan syahwat dengan menyajikan berita sensasi, tanpa menuntun kebenaran.</p>
<p>Jadikan informasi sebagai sesuatu yang bermanfaat, inspiratif, mengokohkan kebenaran, mengedukasi masyarakat, menuntun kebaikan yang pada akhirnya menuai maslahat, bukan mudharat. Inilah jalan dakwah bagi Jurnalis Muslim. (desastian)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/forjim-ajak-masyarakat-bijak-dan-cerdas-menelan-informasi/">FORJIM Ajak Masyarakat, Bijak dan Cerdas “Menelan” Informasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Majelis At Taubah: Benteng Moral dan Wadah Silaturahim Ulama di Kota Depok</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Apr 2016 07:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[religi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Majelis At-Taubah, wadah silaturahim para ulama, mubaligh dan asatidz se-Kota Depok menggelar Rapat Kerja (Raker)&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/">Majelis At Taubah: Benteng Moral dan Wadah Silaturahim Ulama di Kota Depok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5122" aria-describedby="caption-attachment-5122" style="width: 533px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image.jpeg" rel="attachment wp-att-5122"><img decoding="async" class="wp-image-5122 size-full" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image.jpeg" alt="image" width="533" height="400" /></a><figcaption id="caption-attachment-5122" class="wp-caption-text">Ketua Umum Majelis At Taubah Ustadz Roby Dongkal. | Desmoreno/depokpos</figcaption></figure>
<p>Majelis At-Taubah, wadah silaturahim para ulama, mubaligh dan asatidz se-Kota Depok menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan tema “Maksimalisasi Dakwah dan Kepemimpinan Menuju Depok yang Aman, Nyaman dan Religius”. Raker dibuka oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriyatna di Gedung MUI Kota Depok, belum lama ini.</p>
<p>Raker sehari yang dilaksanakan di Cilember, Puncak, Jawa Barat ini membahas program dakwah dan keumatan di Kota Depok, termasuk membantu program Pemerintah Kota Depok yang bersifat keagamaan, mengingat visi-misi kota depok sebagai Kota Religius.</p>
<p>Ketua Umum Majelis At Taubah Ustadz Roby Dongkal yang ditemui Depokpos mengatakan, dalam raker Majelis At Taubah juga dibahas kinerja mubaligh dalam mengembangkan program dakwah di Kota Depok. Secara spesifik, raker juga membahas masalah sosial seperti maraknya miras, dan narkoba di Kota Depok.</p>
<p>Para ulama dan Pemkot berkomitmen untuk memberantas bersama permasalahan tersebut. Kami berbagi tugas, ulama yang menyerukan amar maruf nahi mungkar, sedangkan aparat pemerintah yang melakukan tindakan.</p>
<p>“Jika ada warung yang menjual miras, kami akan lakukan pendekatan dakwah untuk tidak menjual miras. Alangkah indah, jika ulama dan umaro bersatu padu untuk menyelesaikan masalah keumatan,” kata Roby.</p>
<p>Majelis At Taubah berpesan kepada Pemerintah Kota Depok agar mensejahterakan masyarakat. Pemkot juga harus memikirkan para asatidz di Kota Depok. Terlebih ulama selama ini berjuang tanpa pamrih untuk menjadi benteng akidah, moral dan akhlak masyarakat Kota Depok.</p>
<figure id="attachment_5124" aria-describedby="caption-attachment-5124" style="width: 250px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image2.jpeg" rel="attachment wp-att-5124"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5124 size-full" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image2.jpeg" alt="Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. | Desmoreno/depokpos" width="250" height="243" /></a><figcaption id="caption-attachment-5124" class="wp-caption-text">Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna. | Desmoreno/depokpos</figcaption></figure>
<p>Sementara itu KH. Abu Bakar Madris yang merupakan Penasihat Majelis At Taubah mengatakan, program dakwah para ulama dan asatidz akan disinergikan dengan program pemerintah. “Kami berharap, Pemkot lebih memperhatikan ustad lekar dan sekolah madrasah swasta, termasuk kegiatan MTQ yang selama ini hidup segan mati tak mau.”</p>
<p>Dikatakan Abu Bakar Madris, ulama dan mubaligh yang tergabung di Majelis At Taubah tidak peduli, sekalipun dewan pendirinya Pradi Supriyatna yang kini menjabat sebagai Wakil Walikota Depok, ia akan kritis kebijakan pemerintah yang bertentangan prinsip dakwah. “Jika ada yang tidak sesuai, kita tidak akan tinggal diam. Prinsip Majelis At Taubah adalah menegakkan kalimat Allah.”</p>
<p>Yang menjadi perhatian ulama di Kota Depok, selain persoalan miras dan narkoba, juga mencermatai perkembangan LGBT di kota ini. Termasuk soal Ahmadiyah. Dalam menjalankan misi dakwah amar maruf nahi mungkar, Majelis At Taubah berkerjasama dengan sejumlah LSM dan ormas Islam yang ada di Kota Depok, seperti FPI, NU, dan ormas lainnya.</p>
<p>Adapun pengajian Majelis Taubah digelar rutin setiap malam Rabu Minggu kedua. Pengajian dilakukan secara bergiliran di rumah anggota majelis atau jamaah. (Desmoreno)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/majelis-at-taubah-benteng-moral-dan-wadah-silaturahim-ulama-di-kota-depok/">Majelis At Taubah: Benteng Moral dan Wadah Silaturahim Ulama di Kota Depok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>FOKUS: Kekompakan Warga Bisa Cegah Aksi Kejahatan</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2016 21:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[FOKUS]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=4529</guid>

					<description><![CDATA[<p>Depok &#8211; Peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari warga, keamanan, RT, RW bahkan hingga&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/">FOKUS: Kekompakan Warga Bisa Cegah Aksi Kejahatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4534" aria-describedby="caption-attachment-4534" style="width: 250px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAZmJXMmdMUmp5clE.jpg" rel="attachment wp-att-4534"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4534" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAZmJXMmdMUmp5clE.jpg" alt="Ketua FOKUS, Suryadi. (ans)" width="250" height="290" /></a><figcaption id="caption-attachment-4534" class="wp-caption-text">Ketua FOKUS, Suryadi. (ans)</figcaption></figure>
<p>Depok &#8211; Peran serta seluruh elemen masyarakat mulai dari warga, keamanan, RT, RW bahkan hingga kelurahan, sangat dibutuhkan untuk tetap menjaga wilayah senantiasa aman dan kondusif serta terhindar dari aksi kejahatan.</p>
<p>Hal tersebut dikatakan Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Kukusan (FOKUS) Suryadi atau yang biasa disapa Bang Gompal kepada Depokpos, Sabtu malam (27/2).</p>
<p>&#8220;Fokus senantiasa turut andil dalam menjaga suasana agar tetap kondusif di wilayah Kukusan, dari RT, RW sampai kelurahan. Kami berusaha meminimalisir terjadinya tindak kejahatan baik itu curanmor, peredaran narkoba dan tindakan lain yag dapat menggganggu kenyamanan masyarakat Kukusan,&#8221; papar Suryadi.</p>
<p>FOKUS sendiri merupakan sebuah wadah masyarakat wilayah Kelurahan Kukusan yang dibentuk pada tahun 2013 atas binaan Pradi Supriatna yang juga warga Kukusan dan kini telah menjabat sebagai Wakil Walikota Depok.</p>
<p>Lebih lanjut Suryadi menambahkan bahwa agar tetap solid, relawan yang tergabung dalam FOKUS ditekankan untuk selalu berperan aktif menjaga wilayahnya sendiri.</p>
<p>&#8220;Dari situ nanti tersaring mana relawan yang benar-benar peduli dan mana relawan penggembira,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAYnN0dERGNC1CVjg.jpg" rel="attachment wp-att-4533"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignleft size-full wp-image-4533" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAYnN0dERGNC1CVjg.jpg" alt="1 copy.jpg" width="250" height="271" /></a>Ketika disinggung apakah relawan fokus mendapatkan pelatihan khusus, Suryadi menjelaskan bahwa pelatihan secara khusus memang tidak ada, tapi relawan yang aktif memang memiliki  keahlian dasar dibidangnya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Intinya, tugas FOKUS adalah mencegah terjadinya tindak kejahatan di wilayah Kukusan, bukan mengkap pelaku kejahatan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Namun Suryadi tak memungkiri bahwa jika terlanjur terjadi tindak kejahatan dan ada bukti-bukti kuat atau pelaku tertangkap tangan melakukan aksinya,  maka akan ditangkap dan diserahkan kepada pihak kepolisian.</p>
<p>&#8220;Dalam hal ini kita berkoordinasi dengan Polsek Beji dan Polres Depok,&#8221; pungkasnya. (san)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/fokus-kekompakan-warga-bisa-cegah-aksi-kejahatan/">FOKUS: Kekompakan Warga Bisa Cegah Aksi Kejahatan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
