<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemuda Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/pemuda/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/pemuda/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 May 2017 04:52:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/05/cropped-kt-1-32x32.jpg</url>
	<title>Pemuda Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/pemuda/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kiat Menjadi Pemuda Kekinian</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/kiat-menjadi-pemuda-kekinian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2017 04:52:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11556</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pemuda kekinian? Pemuda kekinian yang kayak gimana tuh yang akan kita bahas di artikel kali&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/kiat-menjadi-pemuda-kekinian/">Kiat Menjadi Pemuda Kekinian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11557" aria-describedby="caption-attachment-11557" style="width: 515px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-11557" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1493700641/Pemuda_islam_hb80aa.jpg" alt="" width="515" height="259" /><figcaption id="caption-attachment-11557" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Pemuda kekinian? Pemuda kekinian yang kayak gimana tuh yang akan kita bahas di artikel kali ini. Kuy langsung aja ya kita bahas dari poin yang paling mendasar</p>
<p>Yang pertama, pemuda kekinian adalah mereka yang berbaur tapi tidak melebur. Berbaur tapi tidak melebur, masih bingung ama statement nya? Sung dijelasin ya mereka yang berbaur tapi tidak melebur adalah mereka yang berteman dengan siapa saja tapi tidak sampai apa-apa yang ada dalam diri teman-temannya mewarnai dirinya, dia yang berbaur tapi tidak melebur adalah mereka yang sanggup memfilter apa yang baik dan apa yang bathil, apa yang boleh dia tiru dan apa yang seharusnya tidak dia tiru.</p>
<p>Dan pemuda kekinian bakalan makin kece kalau mereka bisa mewarnai teman-teman sekitarnya, mewarnai disini artinya membawa teman-teman sekitarnya hijrah, seperti dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah: 138</p>
<p>Yang artinya : <em>“Sibgah Allah siapa yang lebih baik shibgahnya daripada Allah? Dan kepada-Nya kami menyembah”. (Q.S 2: 138)</em></p>
<p>Yang kedua, pemuda kekinian adalah pemuda yang berbakti pada orang tuanya. Menjadikan rumah tempat yang nyaman untuk disinggahi. Menjadikan orang tua orang yang kedua untuk dihubungi setelah mengadu pada Allah Swt.</p>
<p>Pemuda kekinian adalah mereka-mereka yang selalu berusaha membahagiakan orang tuanya. Yang tidak membiarkan dirinya hilang tanpa kabar, apalagi buat para anak rantau ya, selalu hubungi orang tua untuk memberikan kabar kita bukan sekedar menghubungi orang tua pas butuh duit aja. Luangkan waktu bersama mereka, mengobrol-ngobrol ringan dan banyak hal yang bisa dilakukan bersama mereka.</p>
<p>Hormati orang tua dengan kemuliaan adab kita, buat mereka bangga dengan adab yang kita miliki seperti Allah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 23</p>
<p>Yang artinya : <em>“Dan Tuhan mu telah memerintahkan kamu agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada Ibu Bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”</em> (Q.S 17:23)</p>
<p>Yang ketiga, pemuda kekinian adalah mereka-mereka yang menjadi sumber bukan mencari sumber. Mereka menjadi sumber kasih sayang untuk lingkungannya, yakni mereka-mereka yang ringan memberi tak berharap balasan, karena mereka tahu balasan Allah adalah lebih dari segalanya. Menjadi sumber ketenangan bukan menjadi penyebab kericuhan, melerai bukan mengadu domba.</p>
<p>Yang ke-empat, pemuda kekinian adalah pemuda yang memahami esensi ukhuwah (persaudaraan) sesama muslim. Seperti disebutkan dalam poin ketiga bahwa kita harus menjadi sumber bukan mencari sumber. Begitu pulalah dalam sebuah petemanan dalam sebuah persahabatan, dalam lingkup kekeluargaan. Kita harus berani mengawali, kita harus memberikan apa yang kita miliki tanpa menuntut orang lain melakukan hal yang sama pada diri kita. Karena kita memahami Dia-lah Yang Maha Membolak-balikkan hati.</p>
<p><em>“Allohumma yaa muqollibal quluub tsabits qolbii ‘alaa diinik”</em><br />
Itu salah satu do’a agar ke-istiqomahan kita dalam agama-Nya senantiasa terjaga.</p>
<p>Yang kelima, pemuda kekinian adalah pemuda yang mampu mengelola rasa. Adalah sebuah fitrah yang Allah anugerahkan kepada setiap insan laki-laki maupun perempuan rasa saling mengagumi satu sama lain. Barang siapa yang mampu mengelola fitrah ini dengan baik maka dia akan sampai pada kenikmatan yang nyata.</p>
<p>Tahukah wahai para pemuda tentu kita sama-sama mengetahui siklus berpuasa. Jika dilihat dan ditelaah siklus berpuasa itu bagaikan para pemuda kekinian yang jomblo-jomblo fii sabilillah alias jomblo beriman. Kok bisa? Karena simple aja sih saat kita berpuasa kita dilarang melakukan yang sebenarnya halal. Karena apa? Karena belum waktunya berbuka, dan saat waktu berbuka tiba nanti maka segelas air mineral pun akan menjadi sangat nikmat, makanan yang sederhana pun akan mengenyangkan. Karena apa? Karena terdapat keberkahan dalam berbuka puasa. Begitupun dengan jomblo-jomblo beriman ini, semuanya akan indah pada waktunya. Berbukalah dengan yang halal. <em><strong>(Nailah Fauziah/STEI SEBI)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/kiat-menjadi-pemuda-kekinian/">Kiat Menjadi Pemuda Kekinian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar Pemuda Masa Kini?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/apa-kabar-pemuda-masa-kini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2016 04:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9870</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Yekti Migunani “Berikan aku sepuluh orang tua akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/apa-kabar-pemuda-masa-kini/">Apa Kabar Pemuda Masa Kini?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9871" aria-describedby="caption-attachment-9871" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><a href="http://www.depokpos.com/siluet-laki-pemuda-jpg/"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9871" src="http://www.depokpos.com/go/wp-content/uploads/gdwpm_images/0B0VmhKFEqTcAU0IxanRjNXlDbnM.jpg" alt="" width="1280" height="644" /></a><figcaption id="caption-attachment-9871" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p><em><strong>Oleh: Yekti Migunani</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>“Berikan aku sepuluh orang tua akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh pemuda maka akan kugoncangkan dunia” </strong></em></p>
<p>Kira-kira begitulah ungkapan Ir.Soekarno yang menggambarkan betapa berharga dan pentingnya seorang pemuda. Pemuda adalah masa dimana semangat perjuangan masih membara dalam dirinya, ditambah dengan keadaan fisik yang masih kuat untuk melakukan pergerakan dan perubahan. Pemuda adalah asset penting dari sebuah negara dimana negara yang hebat dibangun oleh semangat para pemudanya.</p>
<p>Mari berkaca dari sejarah, tahun 1453 M sebuah penaklukan kota besar Konstantinopel, kota yang pernah dijanjikan Rasulullah akan ditaklukan oleh sebaik-baik pemimpin dan prajurit. Kota yang memiliki benteng legendaris tak tertembus itu akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad Al-Fatih, sultan ke-7 Turki Utsmani. Pada waktu itu, Sultan Muhammad Al-Fatih yang baru berusia 21 tahun dengan kecerdasannya mampu memimpin dan memobilisasi lebih dari 4 juta prajurit dan membuat strategi perang yang belum pernah terfikirkan oleh siapapun. Beliau dan pasukannya mampu menggandeng 70 kapalnya melintasi bukit.</p>
<p>Di dalam negeri pun sejarah mencatat bahwa pergerakan pemuda mampu membuat revolusi. Salah satu yang terkenal adalah tragedi 1998 saat penurunan rezim orde baru. Di tengah kekacauan ekonomi yang terjadi, pergerakan yang digalangi para pemuda di dalam hal ini mahasiswa mampu menurunkan semua kalangan masyarakat dari buruh hingga militer untuk bersama memberhentikanrezim yang berkuasa.</p>
<p>Dua sejarah diatas bukan tidak menjadi cambukan untuk para pemuda. Seorang Muhammad Al-Fatih yang termotivasi gelar sebaik-baik pemimpin oleh Rasulullah menjadikan tekadnya kuat untuk menaklukan konstantinopel. Dengan keimanan dan tekadnya mampu membawa Islam pada kejayaan masa itu. Kita lihat pula pergerakan mahasiswa tahun 1998, idealisme yang kuat membawa Indonesia ke arah sejahtera masih terpatri kuat di dalam dada.</p>
<p>Lalu apa kabar pemuda kita masa kini? Masih adakah semangat pergerakan didalam jiwanya? Bukan maksud untuk pesimis, tetapi mari kita lihat dan renungkan. Pemuda sekarang tidak terlalu berlebihan jika dikatakan kondisinya memperihatinkan. Anak muda kita ketimbang belajar, diskusi atau sibuk berkarya justru banyak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna. Mulai dari ber-alaydi sosial media, pacaran, pornografi, merokok, tawuran, narkoba, hingga ke tindak kriminal sudah menjadi hal yang biasa berseliweran di media harian kita.</p>
<p>Pemuda yang diharapkan menjadi pondasi untuk menyongsong peradaban baru justru menjadi penghancur wajah bagi bangsa. Pemuda harusnya menyadari betapa penting dan diperlukan dirinya sebagai tonggak peradaban. Dimana bersamanyalah terdapat tekad perubahan dan janji-janji kejayaan. Bersamanyalah akan muncul sebuah generasi baru, peradaban baru.</p>
<p>Apakah ini sepenuhnya salah pemuda kita? tidak juga. Sebuah generasi tidak akan terbentuk tanpa didikan dan peran dari generasi sebelumnya. Mari kita lihat apakah keluarga, lingkungan, sekolah bahkan pemerintah sudah berperan aktif untuk menjadikan pemuda kita seperti yang diharapkan. Baiklah, lagi-lagi jawabannya belum. Lalu apa yang diharapkan oleh pemuda masa kini jika keluarga, lingkungan, sekolah, bahkan pemerintah tidak bersinergi untuk mewujudkannya. Mulai dari kurangnya perhatian serta pengawasan di rumah, tayangan televisi yang tidak mendidik, pengekangan di sekolah atau bahkan kurangnya media aspirasi bagi pemuda, mereka menganggap suaranya tidak didengar oleh orang di sekitarnya.</p>
<p>Hanya ada dua cara menyelesaikan masalah ini, memperbaiki atau memutus. Memperbaiki para pemuda kita yang terlanjur ‘berpenyakit’ moral, atau memutus rantai tidak bermoral dengan menciptakan generasi baru yang lebih baik. Lagi-lagi keduanya tidak luput dari peran keluarga, lingkungan, sekolah dan pemerintah. Mari bersama bersinergi untuk menjadi bangsa yang besar. (Yekti Migunani/ Mahasiswi semester 3 STEI SEBI)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/apa-kabar-pemuda-masa-kini/">Apa Kabar Pemuda Masa Kini?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
