<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/petani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/petani/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Aug 2024 01:00:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/05/cropped-kt-1-32x32.jpg</url>
	<title>Petani Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/petani/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Pemasaran UMKM Eceng Gondok, Tingkatkan Penjualan Petani</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/rumah-pemasaran-umkm-eceng-gondok-tingkatkan-penjualan-petani/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Aug 2024 01:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[BRI Life]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=73492</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melalui perajin UMKM di sini, eceng gondok dapat disulap menjadi produk bernilai, namun para perajin ini masih terkendala dalam memasarkan produk-produknya</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/rumah-pemasaran-umkm-eceng-gondok-tingkatkan-penjualan-petani/">Rumah Pemasaran UMKM Eceng Gondok, Tingkatkan Penjualan Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><b>DEPOKPOS </b></a>&#8211; Asuransi BRI Life berkolaborasi dengan perusahaan induk (BBRI) serta BRI Research Intitute, berpartisipasi aktif dalam memberdayakan UMKM di daerah, salah satunya dengan meresmikan Rumah Pemasaran UMKM Eceng Gondok, Waduk Rawa Pening Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini diharapkan akan mampu meningkatkan penjualan para perajin eceng gondok disana.</p>
<p>Sebelum peresmian dilakukan, telah dilaksanakan berbagai kegiatan pendukung bagi anggota UMKM, antara lain; pelatihan legalitas usaha, digitalisasi keuangan dan marketing, serta pendampingan dan pembentukan pojok digital (sentra penjualan digital).</p>
<p>BRI Life juga memberikan bantuan berupa peralatan dan perangkat digital guna penunjang penjualan, sosialisasi asuransi serta pemberian produk asuransi mikro Pijar secara cuma-cuma kepada para peserta.</p>
<p>Waduk Rawa Pening dipilih sebagai salah satu tempat pemberdayaan usaha, karena perajin di sekitar waduk telah memanfaatkan eceng gondok yang tumbuh subur dan mengancam ekosistem waduk selama kurun waktu 20 tahun.</p>
<p>Melalui perajin UMKM di sini, eceng gondok dapat disulap menjadi produk bernilai, namun para perajin ini masih terkendala dalam memasarkan produk-produknya.</p>
<p>Hadir dalam kegiatan ini antara lain Direktur Utama BRI Life Aris Hartanto, Komisaris Utama BRI Life M. Syafri Rozi dan Komisaris Independen BRI Life Eko Wahyudi serta Direktur Utama BRIRINS Anton Hendranata.</p>
<p>Direktur Utama BRI Life Aris Hartanto dalam sambutannya berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan penjualan UMKM Eceng Gondok di Waduk Rawa Pening. “BRI Life secara konsisten mendukung program OJK, untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, BRI Life juga turut berupaya dalam meningkatkan pendapatan, khususnya bagi anggota UMKM Pengrajin Eceng Gondok Waduk Rawa Pening Semarang” paparnya.</p>
<p>Aris menambahkan, “Melalui pendampingan yang diberikan, perajin diberikan edukasi bagaimana cara untuk menambahkan value suatu produk, dengan menambahkan background story mulai dari proses pembuatan produk, sehingga akan didapat keunikan yang lebih inovatif dan kompetitif dari setiap produk yang akan dijual nantinya”.</p>
<p>UMKM Bengok Craft Binaan BRI Group ini memiliki sedikitnya 30 perajin dan telah menghasilkan berbagai produk yang berbahan dasar eceng gondok seperti tikar, tas, keranjang, figura, sandal, gantungan kunci, media tanam dan lain sebagainya.</p>
<p>Di tangan-tangan kreatif pelaku UMKM, mereka menyulap eceng gondok menjadi produk bermanfaat dan memiliki nilai jual ekonomi tinggi, sementara pada umumnya masyarakat menganggap eceng gondok merupakan tanaman tidak berguna, atau menjadi gulma karena dapat merusak ekosistem perairan.</p>
<p>Firman Setiyaji, selaku Koordinator UMKM Eceng Gondok Rawa Pening menjelaskan bahwa, produk yang dihasilkan UMKM Bengok Craft, menawarkan produk yang berbeda, yakni unik, clasik dan etnik dan berfokus di fashion and craft, dimana produk eceng gondok yang dihasilkan tetap fungsional dan dapat dipakai sehari-hari.</p>
<p>Dia menuturkan, “Kita ingin membawa produk lokal eceng gondok ini dapat masuk ke pasar global. Untuk itu kami terus berusaha menghasilkan produk yang dapat bersaing di pasaran. Kami mengajak semua anggota perajin untuk dapat “melek” terkait kewirausahawan. Dengan mengikuti pelatihan yang diberikan BRI Life ini, harapan kami tentunya agar para perajin disini akan lebih paham, terkait managemen keuangan, pemasaran dan bagaimana bisa mengembangkan usaha untuk lebih baik ke depannya”, tutupnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/rumah-pemasaran-umkm-eceng-gondok-tingkatkan-penjualan-petani/">Rumah Pemasaran UMKM Eceng Gondok, Tingkatkan Penjualan Petani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://imgx.sonora.id/crop/0x0:0x0/700x465/filters:format(webp):quality(50)/photo/2024/08/12/img-20240812-wa0083jpg-20240812100219.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Haji Asmawi, Petani Belimbing Pertama di Kota Depok (Bag. 2)</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/haji-asmawi-petani-belimbing-pertama-di-kota-depok-bag-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Apr 2016 10:58:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Belimbing]]></category>
		<category><![CDATA[Belimbing Dewa]]></category>
		<category><![CDATA[Depok]]></category>
		<category><![CDATA[Petani]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=5164</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kenapa Harus Belimbing? Kenapa Belimbing? Kenapa tidak menanam pohon buah yang lain? Kata Husin, karena&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/haji-asmawi-petani-belimbing-pertama-di-kota-depok-bag-2/">Haji Asmawi, Petani Belimbing Pertama di Kota Depok (Bag. 2)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kenapa Harus Belimbing?</strong></p>
<p>Kenapa Belimbing? Kenapa tidak menanam pohon buah yang lain? Kata Husin, karena sekali tanam belimbing, hasilnya cukup memuaskan. Tak butuh waktu yang lama. Setiap tiga bulan sudah panen. Dalam setahun bisa tiga kali panen. Pohon belimbing hingga puluhan tahun, akan terus berkembang. Bahkan jika tumbuh besar, saat dipotong, hasilnya malah lebih bagus.</p>
<p>“Setiap tiga bulan sekali kita panen. Kalau perawatannya bagus, 50 pohon belimbing sudah bisa panen sebanyak tiga ton. Pemasarannya, sudah ada tengkulak yang datang untuk membeli. Tengkulak yang ngambil ke saya bisa sampai setengah ton, bahkan mencapai satu ton. Tentu, ada juga yang gagal panen, karena faktor cuaca seperti banyaknya curah hujan, hasilnya tidak bagus.”</p>
<figure id="attachment_5162" aria-describedby="caption-attachment-5162" style="width: 300px" class="wp-caption alignright"><a href="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image62.jpg" rel="attachment wp-att-5162"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-5162" src="http://www.depokpos.com/go/file/uploads/2016/04/image62.jpg" alt="Bang Husin." width="300" height="351" /></a><figcaption id="caption-attachment-5162" class="wp-caption-text">Bang Husin.</figcaption></figure>
<p>Yang membuat petani bertahan dengan tanaman belimbingnya, kata Husin, karena petani merasa puas di belimbing. Apalagi Depok dikenal sebagai Kota Belimbing. “Ini sudah ciri khas Depok dengan belimbingnya. Harusnya Pemerintah Kota Depok memperkuat ikon Depok sebagai Kota Belimbing, dengan mengurangi penyusutan lahan belimbing.”</p>
<p>Husin mengaku ada yang merasa berat dengan modal perawatan belimbing. Mulai dari modal membeli pupuk, penyemprotan. Untuk 50 pohon saja bisa menghabiskan modal sebanyak Rp. 2 juta. Itu baru penyemprotan saja. Belum lagi modal untuk pembungkusan belimbing yang menelan biaya di atas Rp. 5 juta.</p>
<p>“Jika sebelumnya menggunakan bungkusan dari kertas karbon, sekarang diganti dengan kantong plastik hitam. Saat ini untuk mendapatkan kertas karbon sudah sulit. Kami menggantinya dengan kantong kresek hitam. Hasilnya sama. Dibanding plastik, kertas karbon lebih mahal.</p>
<p>Kata Husin, sekarang kertas karbon sudah di atas Rp. 10 ribu per kilo. Sedangkan plastik Rp. 20 ribu per kilo. Biaya untuk membeli bungkusan bisa mencapai Rp. 600. 000. Jika ditotal, bisa menghabiskan puluhan juta untuk modal pupuk, penyemprotan dan pembungkusan.</p>
<p>“Meski penjualan belimbing stabil, Petani tetap aja di bawah. Penjualan belimbing, jika lagi musim hujan bisa di atas Rp. 7.000 per kilo. Sedangkan, kalau lagi langka harganya bisa diatas Rp. 9000- 10.000. Musim hujan seperti ini belimbing lagi langka,” kata Husin.(Desmoreno)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/haji-asmawi-petani-belimbing-pertama-di-kota-depok-bag-2/">Haji Asmawi, Petani Belimbing Pertama di Kota Depok (Bag. 2)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
