<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>smart classroom Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/smart-classroom/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/smart-classroom/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Dec 2017 13:45:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2025/10/cropped-IMG_20251026_055359-32x32.jpg</url>
	<title>smart classroom Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/smart-classroom/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Digital Class Smart Room dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Dec 2017 13:45:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Digital]]></category>
		<category><![CDATA[smart classroom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=16037</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Nurul Rahmah, Mahasiswa S-2 Pascasarjana Uhamka Jakarta. Bahasa dan komunikasi merupakan suatu alat bagi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/">Digital Class Smart Room dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15828" aria-describedby="caption-attachment-15828" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-15828" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1511674776/smart-classroom-2-min_wncj9f.jpg" alt="" width="800" height="533" data-wp-pid="15828" /><figcaption id="caption-attachment-15828" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p><em><strong>Oleh: Nurul Rahmah, Mahasiswa S-2 Pascasarjana Uhamka Jakarta.</strong></em></p>
<p>Bahasa dan komunikasi merupakan suatu alat bagi aktivitas manusia. Tidak dipungkiri seiring perkembangan zaman, pada kenyatannya komunikasi dan bahasa berkembang merubah komunikasi dan bahasa tersebut menjadi teknologi komunikasi dan bahasa yang berdampak pada semua bidang yang sangat dasar bagi masyarakat, termasuk kesehatan, pendidikan, keuangan, perdagangan, dan perjalanan wisata baik domestik maupun internasional.</p>
<p>Perkembangan dunia teknologi khususnya komunikasi yang termuat bahasa sebagai alat untuk komunikasi, tentunya telah banyak membantu penduduk di penjuru dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Semakin lama teknologi membawa kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan mudah, harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.</p>
<p>Dampak teknologi bagi kehidupan mempunyai dua sisi pandangan, ada sebagian yang memandang negatif dan positif. Dampak positifnya adalah memudahkan segala urusan dalam kehidupan termasuk salah satunya adalah untuk berkomunikasi. Ada sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa teknologi bagi kehidupan berdampak negatif khususnya di bidang komunikasi. Bagaimana tidak, belakangan ini masyarakat lebih nyaman mengumpulkan teman-teman di dunia maya daripada aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi riil yang dapat memberikan kualitas hubungan pertemanan yang lebih konkret dan intents.</p>
<p>Sebagai contohnya adalah media sosial seperti facebook, instagram, twitter dan lain-lain. Banyak orang yang memiliki ratusan atau bahkan ribuan teman di facebook, instagram, twitter tapi di dunia nyata, mereka hanya memiliki beberapa orang teman dekat yang menemani keseharian mereka. Inilah salah satu dampak negatif media sosial yang sampai sekarang mungkin belum disadari oleh beberapa orang. Mereka telah kehilangan kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat dan cenderung nyaman dengan kehidupan online. Padahal jika terjadi suatu hal yang krusial pada kehidupan kita, yang bisa membantu kita bukanlah orang-orang yang kita kenal di dunia maya tapi orang-orang yang hidup disekitar kita.</p>
<p><strong>Program Pendidikan</strong></p>
<p>Era modern ini banyak sekali sekolah yang menggunakan teknologi komunikasi dalam proses pembelajaran. Banyak sekolah yang mengandalkan teknologi komunikasi di zaman modern dalam proses pembelajaran di sekolah, terutama dalam membuat soal, membuat tugas, dan membuat keterampilan yang berbasis teknologi dengan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh para penjajak bisnis di bidang teknologi dan informasi.</p>
<p>Kelas digital (digital class smart room) adalah bentuk terobosan baru dari media pembelajaran yang berbasis teknologi. Perubahan bentuk media pembelajaran yang awalnya manual menjadi otomatisasi.</p>
<p>SMA Muhammadiyah 3 merupakan sekolah yang sudah memulai menggunakan kelas digital (digital class smart room). Tentunya sekolah membuat kelas digital dengan tujuan tertentu, selain mempermudah jalannya proses pembelajaran tentunya membangkitkan kreativitas siswa.</p>
<p><strong>Sistem Penggunaan Kelas Digital</strong></p>
<p>Model kelas digital di setiap sekolah berbeda–beda, tak terekecuali SMA Muhammadiyah 3 Jakarta yang menggunakan model praktis dalam penggunaan kelas digital. Ipad adalah pilihan dari SMA Muhammadiyah 3 Jakarta untuk model pembuatan kelas digital di sekolah, alasanya adalah ingin membuat perbedaan dari kelas digital yang ada di sekolah pada umumnya.</p>
<p>Sebelum model kelas digital ini dijalankan SMA 3 Muhammadiyah. Pertama – tama melatih guru–guru untuk mahir dan kreatif dalam menggunakan Ipad, karena agar dalam proses pembelajaran mengurangi tingkat resiko yang terjadi.</p>
<p>Setiap siswa dan guru diberikan Ipad dalam proses pembelajaran di sekolah. Siswa tidak lagi membawa buku seperti sekolah pada umumnya dalam proses pembelajaran. Siwa disediakan server untuk mengakses internet dengan bebas, tentunya diimbangi dengan pemasangan aplikasi untuk membatasi akses siswa dalam menggunakan internet Apple classroom. Karena aplikasi ini bisa diakses jika Wi Fi yang dipakai dan IP ID siswa sama dengan sekolah dan , jika siswa melanggar akan bisa di block dari server pusat.</p>
<p>Ada satu alat yang dapat mempermudah dalam presentasi murid di depan kelas dan ada aplikasi penunjang itu yaitu Apple TV, jadi siswa tidak perlu lagi menggunakan laptop yang disambungkan ke LCD di kelas, siswa hanya perlu menghubungkan satu alat ke Ipadnya, untuk aplikasi penunjang dalam mendukung proses pembelajaran dalam digital classroom siswa mengunduh aplikasi yang telah ditentukan di Ipad.</p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/arsip/2017/11/penerapan-smart-classroom-dan-humanisme/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Penerapan Smart Classroom dan Humanisme</strong></a></p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/arsip/2017/11/perkembangan-teknologi-pada-proses-pembelajaran-di-sekolah-ditolak-atau-diterima/" target="_blank" rel="noopener"><strong>Perkembangan Teknologi Pada Proses Pemberlajaran di Sekolah, Ditolak atau Diterima? </strong></a></p>
<h2>Aplikasi Penunjang dalam Kelas Digital</h2>
<p><strong>Bamboo Paper</strong></p>
<p>Bamboo Paper adalah aplikasi yang dibuat oleh perusahaan yang memproduksi tablet grafis dan produk sejenisnya yaitu Wacom yang dibuat khusus bagi para pecinta doodle (garis acak dan abstrak) dan note taking clasic. Melalui aplikasi ini, siswa dapat membuat catatan dan menggambar sekaligus hanya dengan menggunakan aplikasi bamboo paper.</p>
<p>Siswa juga dapat mengunggah foto atau gambar dan memberikan judul pada catatan di atasnya. Aplikasi ini dapat menyimpan gambar maupun catatan dengan kategori tertentu, sehingga siswa dengan mudah dapat mencari tugas yang sudah diberikan oleh guru. Bamboo Paper dapat diunduh secara gratis baik untuk pengguna perangkat Android maupun iOS sehingga siswa tidak perlu repot–repot untuk mencari aplikasi bamboo paper tersebut.</p>
<p>Namun ada beberapa syarat untuk mengunduh aplikasi ini, yaitu untuk perangkat Android dapat diunduh melalui Google Play Store dengan menggunakan perangkat Android 4.0 ke atas. Sedangkan pengguna iOS dapat memperoleh aplikasi ini melalui iTunes dengan perangkat iPad iOS 5.0 ke atas.</p>
<p><strong>Google form</strong></p>
<p>Google form merupakan produk revolusioner barunya ke dalam Google Docs. Walaupun masih dalam masa pengembangan, Google Forms adalah awal dari kerangka pengumpulan data yang sangat serbaguna. Pada jaman seperti sekarang ini memang dibutuhkan fasilitas-fasilitas modern untuk memudahkan akses informasi. Untuk itu google membuat inovasi baru diera modern ini dalam rangka memudahkan akses data elektronik. Salah satu diantaranya adalah Google Form.</p>
<p>Google Form atau yang disebut google formulir adalah alat yang berguna untuk membantu siswa merencanakan acara, mengirim survei, memberikan siswa atau orang lain kuis, atau mengumpulkan informasi yang mudah dengan cara yang efisien. Form juga dapat dihubungkan ke spreadsheet. Jika spreadsheet terkait dengan bentuk, tanggapan otomatis akan dikirimkan ke spreadsheet. Jika tidak, pengguna dapat melihat mereka di ringkasan tanggapan halaman dapat diakses dari menu tanggapan.</p>
<p>Salah satu alasan dari banyak pengguna yang mungkin tidak menyadari Google Forms adalah bahwa mereka ditemukan bukan sebagai aplikasi terpisah, melainkan sebagai bagian dari Google Drive. Dengan demikian, untuk membuat formulir baru, siswa harus terlebih dahulu masuk ke Gmail atau Google Apps dengan Spreadsheets memungkinkan untuk menunjukkan bagaimana anda dapat menggunakan software ini untuk mengajukan berbagai pertanyaan, termasuk di mana pengguna Anda menanggapi dengan jawaban teks sederhana atau menanggapi teks lebih lanjut. Anda dapat meminta pertanyaan pilihan ganda, daftar pertanyaan, pertanyaan skala, dan banyak lagi. Ketika berbagi formulir siswa dengan orang lain, Anda dapat mengatur mereka untuk tampil dengan tema yang mengesankan dengan akses yang mudah.</p>
<p><strong>Notes</strong></p>
<p>Aplikasi ini adalah aplikasi yang banyak digunakan bagi kebanyakan telepon seluler smartphone. Aplikasi ini sangat membantu siswa untuk menyimpan catatan singkat ketika dalam proses pembelajaran. Aplikasi ini juga sangat praktis dalam proses pembelajaran di kelas. Tampilan yang simple dan praktis langsung bisa memasukkan kata-kata melalui keyboard pada Ipad maupun smartphone.</p>
<p>Masih banyak aplikasi yang mendukung kelas digital, itu tergantung bagaimana guru memanfaatkan kelas digital dengan sekreatif mungkin dan siswa bisa belajar dengan proses yang baik.</p>
<h3>Tujuan Dibentuknya Kelas Digital</h3>
<p>Teknologi memang sangat memudahkan bagi kehidupan, termasuk dalam proses pembelajaran. Seluruh penciptaan pasti ada tujuan yang ingin dicapai, tidak terkecuali kelas digital yang mempunyai tujuan diantaranya adalah menjadi alternatif baru dalam proses pembelajaran di sekolah yang membuat praktis dan pelajaran menjadi menyenangkan seperti contohnya adalah bahasa Indonesia yang diharapkan bisa mendunia diera globalisasi.</p>
<p>Selain itu dalam mengahadapi pasar bebas siswa dituntut untuk menjadikan teknologi sebagai hal yang wajib dikuasai agar nantinya di masa depan para siswa dapat bersaing di dunia internasional.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/digital-class-smart-room-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia-di-sma-muhammadiyah-3-jakarta/">Digital Class Smart Room dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah 3 Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Teknologi Pada Proses Pembelajaran di Sekolah, Ditolak atau Diterima?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/perkembangan-teknologi-pada-proses-pembelajaran-di-sekolah-ditolak-atau-diterima/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Nov 2017 06:16:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[smart classroom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=15825</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Isya Maulana Kamal Dalam kehidupan bernegara, kualitas sebuah bangsa akan ditentukan oleh kualitas sumber&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perkembangan-teknologi-pada-proses-pembelajaran-di-sekolah-ditolak-atau-diterima/">Perkembangan Teknologi Pada Proses Pembelajaran di Sekolah, Ditolak atau Diterima?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_15828" aria-describedby="caption-attachment-15828" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-15828" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1511674776/smart-classroom-2-min_wncj9f.jpg" alt="" width="800" height="533" /><figcaption id="caption-attachment-15828" class="wp-caption-text">Ilustrasi smart classroom. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p><strong>Oleh: Isya Maulana Kamal</strong></p>
<p>Dalam kehidupan bernegara, kualitas sebuah bangsa akan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, maka akan semakin tinggi pula kualitas bangsa yang bersangkutan. Di samping secara langsung maupun tidak langsung akan berimplikasi positif terhadap kelangsungan hidup bangsa tersebut dalam percaturan antar bangsa di dunia. Bagaimana keadaan suatu Negara di masa depan tidak luput dipengaruhi oleh pelaksanaan pendidikan yang dilakukan. Antara sistem pendidikan di Indonesia dan pendidikan di negara-negara maju tidak bisa disamakan akan tetapi negara maju dijadikan sebagai acuan karena masing-masing negara mempunyai kultur yang berbeda.</p>
<p>Dengan demikian, pelaksanaan program pendidikan dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia menjadi tuntutan yang tidak bisa di tawar-tawar. Seiring dengan dimasukinya era globalisasi di abad 21, pendidikan semakin urgen dalam rangka menghadapi tuntutan zaman yang penuh persaingan di semua aspek bidang kehidupan. Sekarang ini hampir tidak ada celah bagi bangsa yang kualitas sumber saya manusianya rendah untuk dapat maju dan berkembang. Sebaliknya justru bangsa tersebut secara perlahan tapi pasti akan tenggelam dari peta percaturan dunia, seberapapun besarnya jumlah penduduk dan luas yang dimilikinya.</p>
<p>Pendidikan merupakan sebuah usaha yang berjalan secara terus menurus untuk menjadikan manusia (masyarakat) mencapai taraf kemakmuran. Pendidikan di Indonesia dilihat dari segi mutunya masih sangat memprihatinkan. Pendidikan cenderung menjadi sarana stratifikasi sosial. Pendidikan sistem persekolahan hanya mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut the dead knowledge, yakni pengetahuan yang terlalu bersifat text-bookish sehingga bagaikan sudah diceraikan baik dari akar sumbernya maupun aplikasinya.</p>
<p>Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi sejauh ini belum menampakkan hasilnya. Mengapa kebijakan pembaharuan pendidikan di tanah air kita dapat dikatakan senantiasa gagal menjawab problem masyarakat? Sesungguhnya kegagalan berbagai bentuk pembaharuan pendidikan di tanah air kita bukan semata-mata terletak pada bentuk pembaharuan pendidikannya sendiri yang bersifat erratic, tambal sulam, melainkan lebih mendasar lagi kegagalan tersebut dikarenakan ketergantungan penentu kebijakan pendidikan pada penjelasan paradigma peranan pendidikan dalam perubahan sosial yang sudah usang. Ketergantungan ini menyebabkan adanya harapan-harapan yang tidak realistis dan tidak tepat terhadap efikasi pendidikan.</p>
<p>Menghadapi kenyataan di atas, sekaligus sebagai respon terhadap lamban dan kurang dinamisnya pendidikan di Indonesia, maka upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan nasional dimasa harus dijadikan agenda utama disamping perbaikan manajemen dan pemerataan pendidikan. UNESCO sebagai lembaga yang mengurusi masalah pendidikan di bawah naungan PBB telah merumuskan enam pilar pendidikan dalam rangka pelaksanaan pendidikan untuk masa sekarang dan masa depan, pilar tersebut adalah pilar (1) learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2) learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) dalam hal ini kita dituntut untuk terampil dalam melakukan sesuatu, (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan (4) learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama). (5) learn how to learn (belajar menggunakan metode yang tepat) dan yang terakhir learning trough out life (belajar sepanjang hayat).</p>
<p>Dengan memerhatikan situasi pendidikan di Indonesia dan rumusan enam pilar yang dikeluarkan oleh UNESCO serta perkembangan pendidikan berbasis teknologi. Teknologi informasi telah memfasilitasi pendidikan sejak dapat diakses oleh masyarakat luas. Kini, teknologi yang populer adalah smart devices. Pendidikan menggunakan teknologi ini disebut sebagai Smart Education. Sifatnya 1:1 sehingga sangat mendukung student-centered learning.”</p>
<ul>
<li>Traditional education: guru di depan kelas, menggunakan teknologi manual (buku kertas, papan tulis, alat peraga fisik).</li>
<li>ICT: Kelas dibantu oleh alat peraga elektronik, mulai dati OHP hingga LCD Projector.</li>
<li>E learning: Belajar dibantu oleh konten-konten ensiklopedik dan multimedia yang interaktif (read-only), misalnya CD-ROM. Kelas juga mulai menggunakan internet untuk mengakses konten pembelajaran di berbagai websites.</li>
<li>Smart education:<br />
&#8211; Menggunakan mobile, smart devices (smartphones, tablet)<br />
&#8211; Menggunakan aplikasi-aplikasi yang membantu personalized learning<br />
&#8211; Membantu guru untuk mengadakan proses belajar yang student-centered</li>
</ul>
<p>Mengamati adaptasi proses pendidikan tersebut kita sudah masuk ke bagian “Smart Education”. Smart Education yaitu pembelajaran menggunakan teknologi dimana setiap guru dan siswa menggunakan Smart Devices dengan konten yang dapat diakses secara online sehingga pembelajaran dapat terjadi di kelas maupun di luar kelas.</p>
<p><strong>Mengapa mengadopsi 21st Century Education untuk Smart Classroom?</strong></p>
<ul>
<li>Generasi muda kita akan hidup di zaman dengan budaya yang berbeda dengan sekarang.</li>
<li>Pendidikan harus dapat membekali generasi ini untuk beradaptasi dengan tantangan di zaman tersebut. Guru-guru mereka harus mampu menjadi role model, menunjukkan keterampilan hidup di masa depan.</li>
<li>Teknologi merupakan salah satu partner penting dalam perubahan ini. Generasi muda harus mampu menggunakan teknologi dengan bertanggung jawab dan menciptakan karya yang bermakna.”</li>
</ul>
<p>Beberapa sekolah di Indonesia sudah memaksimalkan teknologi sebagai media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran. Seperti beberapa sekolah yang ada di Jakarta yang menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Manfaat – manfaat menggunakan teknologi dalam pembelajaran di sekolah sebagai berikut.</p>
<p><a href="http://www.depokpos.com/arsip/2017/11/perkembangan-teknologi-pada-proses-pembelajaran-di-sekolah-ditolak-atau-diterima/untitled-1_m3djli/" rel="attachment wp-att-15827"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-15827" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1511673822/Untitled-1_m3djli.jpg" alt="" width="415" height="288" data-wp-pid="15827" /></a>Pada bagan tersebut menyatakan bahwa 12,8% terjadi peningkatan pembelajaran, 16,2% menyatakan menghemat waktu, 16,7% menyatakan terbantu dalam mengelola aktivitas pembelajaran di kelas, bahkan 48,7% peserta didik nyaman dalam pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi.</p>
<p>Mengacu pada data di atas, bahwa teknologi informasi yang digunakan dalam pembelajaran di kelas dapat memberikan manfaat lebih dalam aktivitas belajar. Maka sudah sepatutnya teknologi informasi yang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas harus terus dikembangkan. Namun, bukan hanya dikembangkan namun diaplikasikan dengan baik oleh semua pihak.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perkembangan-teknologi-pada-proses-pembelajaran-di-sekolah-ditolak-atau-diterima/">Perkembangan Teknologi Pada Proses Pembelajaran di Sekolah, Ditolak atau Diterima?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penerapan Smart Classroom dan Humanisme</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/penerapan-smart-classroom-dan-humanisme/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2017 12:01:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[smart classroom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=15721</guid>

					<description><![CDATA[<p>Konsep pendidikan dengan Smart Classroom, bisa jadi alternatif dalam pembelajaran dengan dukungan teknologi. Jika bisa dikemas dengan baik, maka inilah keistimewaan era pendidikan di abad ke-21.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/penerapan-smart-classroom-dan-humanisme/">Penerapan Smart Classroom dan Humanisme</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15723 aligncenter" src="https://res.cloudinary.com/de5lnco7h/image/upload/v1511179173/smart_class_uvinps.jpg" width="700" height="424" /></strong></em></p>
<p><em><strong>Oleh: Faizin, Mahasiswa S-2 Uhamka Jakarta</strong></em></p>
<p>Teknologi telah mengubah cara hidup manusia. Lalu, bagaimana dampakya terhadap dunia pendidikan? Nah, konsep pendidikan dengan Smart Classroom, bisa jadi alternatif dalam pembelajaran dengan dukungan teknologi. Jika bisa dikemas dengan baik, maka inilah keistimewaan era pendidikan di abad ke-21.</p>
<p>Perkawinan antara Pendidikan dan teknologi, tengah popular saat ini. Sebagai contoh, hampir setiap sekolah memiliki website sekolah sebagai ajang ‘kompetisi’ antarsekolah. Ketika masyarakat akan menyekolahkan putra-putrinya, hal pertama yang dilakukan adalah mencari informasi sekolah melalui internet terlebih dahulu tanpa harus ke sekolah langsung. Bahkan website sudah menjadi keharusan bagi sekolah.</p>
<p>Ada semacam pandangan bahwa sebuah lembaaga pendidikan akan terlihat prestise jika ber-website. Bahkan dan menjadi acara promosi bila sekolah tersebut sekolah swasta.Website dijadikan sebuah media pembelajaran. Semisal, guru memberikan tugas sekolah melalui website sekolah dan diharuskan mengirimkan jawaban melalui surat elektronik (email).</p>
<p>Namun, ahir-akhir ini ada fenomena yang lebih menarik untuk dibahas tidak sekedar website tapi penerapan smart classroom di dunia pendidikan. Smart Classroom, yang memadukan teknologi ini, memang menjadi keistimewaan bagi para pelajar di abad ke-21.</p>
<p><strong>Apa itu smart classroom?</strong></p>
<p>Smart classroom merupakan konsep yang memadukan teknologi digital dan pendidikan.Bisa juga disebut sebagai konsep pendidikan dengan metode digital. Siswa belajar memanfaatkan teknologi, device/tablet, di dalam kegiatan belajar mengajar.</p>
<p>Penerapan smart classroom diharapkan menjadi pendukung dalam meningkatkan daya serap pada proses KBM. Smart classroom menggunakan semua konten interaktif seperti video atau presentasi dan metode yang menarik secara visual dalam pengajaran. Ini menarik para siswa yang sudah susah payah dengan metode mengajar tradisional dalam kelas. Hal tersebut disebabkan karena indera penglihatan dan pendengaran mereka terlibat dan itu membantu mereka untuk mengingat informasi dengan lebih cepat dan efektif.</p>
<p>Dengan Smart classroom ini siswa diberikan contoh-contoh nyata secara cepat dengan akses internet sesuai dengan materi pelajaran. Proses pembelajaran pada umumnya lebih mudah dilakukan jika melalui media audio visual. Bayangkan saja, betapa menguntungkannya bagi para siswa untuk memahami banyak materi dengan penuh penggambaran visual di kelas dibandingkan dengan membaca berhalaman-halaman buku teks.</p>
<p>Selain itu, dengan smart classroom rasa ingin tahu siswa akan hal-hal baru meningkat pesat. Juga, dapat mengembangkan proses berfikir kreatif siswa sehingga pemahaman pelajaran senantiasa lebih luas. Maka sisi baiknya dapat memberikan imbas percepatan proses berpikir siswa ke arah yang lebih dinamis. Secara tidak langsung kemandirian proses belajar tersebut akan didapatkan oleh siswa.</p>
<p>Jika, ditinjau dari manfaatnya, penerapan smart classroom sebenarnya tidak terbatas.Memang, mengadopsi konsep baru adalah keputusan yang sulit.Namun, teknologi ini dapat menciptakan sebuah terobosan pada dunia pendidikan. Jika tidak mencobanya, maka tidak akan tahu sejauh mana teknologi canggih dapat mengoptimalkan proses belajar mengajar. Jadi, yang penting untuk saat ini adalah mencobanya.</p>
<p>Salah satu alasan dibalik naiknya popularitas smart classroom adalah fakta bahwa konsep belajar ini sangat cocok untuk semua jenis siswa. Penggunaan teknologi modern dapat memudahkan proses belajar. Sebuah kelas yang berisi siswa dengan berbagai berbedaan kemampuan pembelajaran dan pemahamanakan terbantu dengan baik. Selain itu, metode pembelajaran ini menumbuhkan lebih banyak interaksi antara siswa dengan guru.</p>
<p>Dengan software yang terdapat di smart classroom, guru dapat mengontrol apa yang sedang dikerjakan siswa di device-nya, dapat menampilkan layar guru di semua device siswa. Selain itu, dapat dilakukan tes atau ujian secara online. Apalagi dengan software yang ada akan mudah diterapkan di semua mata pelajaran.</p>
<p><strong>Guru yang profesional</strong></p>
<p>Pengaplikasian smart classroom memungkinkan tejadinya proses pembelajaran yang dinamis, dimana kini tak ada lagi batasan waktu dan tempat dalam belajar. Interaksi antara guru dan siswa dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Adanya dukungan penyediaan aplikasi pembelajaran memungkinkan proses kegiatan belajar mengajar lebih variatif dan inovatif.</p>
<p>Hanya saja apakah para guru sudah memiki kemampuan seperti yang diharapkan dalam penerapan smart classroom? Ini pertanyaan yang membutuhkan jawaban secara detail.</p>
<p>Guru pada abad 21 dan abad selanjutnya ditantang untuk melakukan akselerasi terhadap perkembangan informasi dan komunikasi. Pembelajaran di kelas dan pengelolaan kelas, pada abad ini harus disesuaikan dengan standar kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.</p>
<p>Guru yang mampu menghadapi tantangan tersebut adalah guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan memiliki kompetensi-kompetensi antara lain kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial yang berkualitas.</p>
<p>Guru profesional harus memiliki kemampuan sebagai pendidik, terlebih pula guru tersebut harus sesuai dengan lulusan pendidikannya yang linier dengan apa yang di ajarkannya, itu merupakan harga mati.Selanjutnya guru profesional juga harus memiliki tiga kemampuan dalam melaksanakan tugasnya yakni kecerdasan Intelektual, kecerdasan Emosional, dan kecerdasan Spiritual.</p>
<p>Sebagai modal utama guru mengajar ialah harus menguasai apa yang di ajarkannya, agar transfer ilmu pengetahuan dapat terlaksana dengan baik, antara apa yang disampaikan oleh guru dan penerimaan pemahaman pelajaran pada siswa.Pun, guru profesioanl harus berkecerdasan emosional, ini sebagai pengontrol psikis siswa, pengontrol rasa peserta didik.Tentu juga untuk mengontrol guru itu sendiri saat memberikan pengajaran.</p>
<p>Berkaitan dengan smart classroom, terdapat hasil penelitian menunjukkan , Earle (2002) beberapa hambatan terhadap integrasi teknologi di dalam kelas antara lain faktor ekstrinsik bagi guru seperti akses, waktu, dukungan, sumber daya, dan pelatihan. Sedangkan faktor kekuatan yang bersifat intrinsik seperti sikap, kepercayaan, praktik, dan resistensi.</p>
<p>Merujuk hasi penelitian di atas, perlu adanya langkah yang komprehensif dari pemangku yang berkepentingan dalam pendidikan abad ke-21, khususnya profesionalisme guru. Guru yang melek teknologi dan mengaplikannya dalm proses belajar mengajar. Guru yang canggihdalam teknologi yang menghasilkan prestasi pembelajaran yang memuaskan.</p>
<p><strong>Sentuhan Humanis</strong></p>
<p>Beberapa unsur pengembangan prestasi siswa memerlukan teknologi. Siswa perlu kehadiran teknologi sebagai pendukung belajar mereka, proses kreatif akan timbul, kemampuan mengolah informasi lebih cepat. Tetapi, proses tersebut harus tetap di dampingi oleh seorang guru. Karena kita butuh akan pentingnya emosi, perasaan, komunikasi terbuka, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa dalam pemenuhan prestasi tersebut.</p>
<p>Sesuai dengan teori humanisme Maslow, yang lebih mengurusi sisi perkembangan kepribadian siswa. Pedidikan tidak hanya terfokus pada perkembangan intelegensi semata.Tetapi ada nilai humanis yang perlu ditumbuhkembangkan. Antara lain terdapat pengembangan emosi positif dalam domain afektif.</p>
<p>Teknologi bagi humanis ialah kawan tanpa ketergantungan. Siswa harus mampu memberi petunjuk kepada dirinya sendiri dalam belajar, sehingga mereka mengetahui apa yang dipelajarinya serta mengukur seberapa besar ia dapat memahaminya. Pembelajaran bernafas humanis ini melingkupi pembentukan kepribadian, hati nurani, perubahan sikap, dan analisis terhadap fenomena sosial.</p>
<p>Indikator dari keberhasilan aplikasi humanis yang harus berdampingan dengan teknologi yakni siswa merasa senang, bersemangat, berinisiatif dalam belajar dan terjadi perubahan pola pikir, perilaku dan sikap. Diwarnai teknologi, siswa diharapkan dapat mengolah pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin dan beretika.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/penerapan-smart-classroom-dan-humanisme/">Penerapan Smart Classroom dan Humanisme</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
