<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tips menulis Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/tips-menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/tips-menulis/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 17 Apr 2017 09:18:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/05/cropped-kt-1-32x32.jpg</url>
	<title>tips menulis Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/tips-menulis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menulislah Meski Kau Bukan Ahlinya</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/menulislah-meski-kau-bukan-ahlinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Apr 2017 09:18:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cara menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=11253</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menulis merupakan aktivitas yang positif. Dimana setiap orang bisa mengeluarkan pendapat, idea atau gagasannya dalam&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/menulislah-meski-kau-bukan-ahlinya/">Menulislah Meski Kau Bukan Ahlinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_11263" aria-describedby="caption-attachment-11263" style="width: 535px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-11263" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1492420665/76tips-produktif-menulis-setiap-hari_h0t4h4.jpg" alt="" width="535" height="235" /><figcaption id="caption-attachment-11263" class="wp-caption-text">Ilustrasi. (Istimewa)</figcaption></figure>
<p>Menulis merupakan aktivitas yang positif. Dimana setiap orang bisa mengeluarkan pendapat, idea atau gagasannya dalam sebuah tulisan. Setiap orang tentu nya memiliki potensi nya masing-masing. Namun, tahukah bahwa kegiatan tulis-menulis dapat di lakukan oleh semua orang. Mencurahkan sebuah kata dan kalimat di atas kertas nyata ataupun kertas elektronik. Mencatatkan agar kita tidak lupa apa yang terjadi di masa kini. Lalu menjadi sebuah kenangan ataupun sejarah ataupun tulisan yang bermanfaat bagi diri maupun orang lain. Begitu pentingnya menulis, menuntut siapa saja untuk mampu menulis atau berkomunikasi tertulis dengan baik dan benar. Kita sering menipu diri dengan menyebut bahwa ‘saya tidak mampu menulis’. Sungguh banyak sekali orang-orang yang menyebutkan kata seperti itu. Bila kita renungi kembali, sejak dini kita telah dilatih untuk menulis. Mengarang, membuat puisi, dan lain sebagainya yang sebelumnya telah kita pelajari di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebenarnya tidak ada orang yang tidak bisa menulis. Belum terbiasa dan rasa malas yang terkadang hadir pada diri, itulah yang sebenarnya harus kita perangi. Menulis tidak selalu berkutat dengan buku tebal. Diary, artikel, puisi, essay, cerpen, dan lain sebagainya adalah tulisan sederhana yang dapat dilakukan oleh semua orang.</p>
<p>Namun, kadang untuk memulai semua itu orang sulit untuk memulainya. Apa yang mau di tulis ? mulai dari mana ? ah takut tulisan kita di kritik orang ? dan lain sebagai nya. kalimat-kalimat itu tentu saya sebagai pemerhati pernah mengalami nya. banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dalam menulis. Tahukah para ilmuan, filsuf dan para ulama terdahulu dan lain sebagainya. Setelah mereka meninggal, mereka meninggalkan sebuah karya. Karya yang di cari oleh para pencari ilmu. Melalui apa mereka memberikan sebuah karya ? dengan sebuah tulisan lah. Sehingga karya-karya mereka sampai saat ini dapat di kenang oleh zaman, sekalipun mereka sudah tiada. Petuah Ali bin Abi Thalib menyatakan “ ikatlah ilmu dengan Menulis” dan Imam Syafii berfatwa bahwa “Ilmu itu di ibaratkan binatang buruan yang sudah di tangkap sehingga untuk mengikatnya harus di tulis” Buya Hamka berpendapat dengan “menulis membuat hidup yang kita jalani ini tidak sekedar hidup” dengan tulisan ilmu dapat di abadikan walaupun pemiliknya sudah tidak ada lagi, Dasyatnya tulisan ini membuat generasi kita selanjutnya dapat mengetahui Ilmu-ilmu yang diciptakan pengetahuan-pengetahuan umum dan agama, informasi masalah Agama pun dapat di ketahui.</p>
<p>Sengaja saya singgung motivasi-motivasi diatas: jika kamu ingin menjadi penulis, atau setidaknya piawai menggoreskan tinta, kata kuncinya adalah ‘nekad’. Tolong buang jauh-jauh rasa pesimistis dalam diri anda. Karena bedanya penulis sama yang bukan penulis adalah dia sudah memulai nya menulis sedangkan kamu belum. Syarat yang paling mendasar adalah rakus dalam membaca dan mulailah untuk menulis. Apapun itu, tulisankanlah. Baca apa saja. Berita, Majalah, Informasi-Informasi dari Internet, Buku-Buku Fiksi non Fiksi dan lain sebagai nya. setelah itu tuangkan lah dalam sebuah tulisan. Jangan bingung lagi mau nulis apa, semua akan terasa mudah jika kamu sudah memulainya.</p>
<p>Ingat, Kegiatan menulis bukan untuk seorang “Penulis” saja bukan untuk seorang “Ahli” dalam bidang nya. namun, menulis dapat dilakukan oleh kita semua, yang punya tekad dan kemauan untuk memberikan sebuah karya untuk masyarakat luas yang akan terus di kenang sampai kita tiada. Percayalah semuanya sama. Cuma beda nya ya itu tadi, seorang penulis mereka telah lebih dahulu mencoba menulis dari pada kita. Kemudian mereka telah memberikan ratusan tulisan atau pun artikel nya dari buah pikirannya yang mereka alirkan melalui tangan nya.</p>
<p>Sudah siapkah untuk menulis ? atau masih takut ? atau mau nunggu dua hari, tiga hari, setahun atau sepuluh tahun lagi atau tetap mau mengurung diri bahwa kau bukan seorang pemenang ? menulislah, kau adalah seorang pemenang.</p>
<p><em><strong>Ditulis oleh : Reni Marlina (Media Tabloid Intan’s Writer)</strong></em></p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/menulislah-meski-kau-bukan-ahlinya/">Menulislah Meski Kau Bukan Ahlinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya Harus (Tetap) Menulis?</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/mengapa-saya-harus-tetap-menulis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2016 12:23:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.depokpos.com/?p=9956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Reni Marlina Menulis merupakan aktivitas yang membosankan bagi sebagian kalangan masyarakat. Namun, banyak sekali&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mengapa-saya-harus-tetap-menulis/">Mengapa Saya Harus (Tetap) Menulis?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9957" aria-describedby="caption-attachment-9957" style="width: 736px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-9957" src="http://res.cloudinary.com/depok-pos/image/upload/v1482236482/50e4fcc426b81e237dd404cd10fa2249_pp2hlu.jpg" width="736" height="552" /><figcaption id="caption-attachment-9957" class="wp-caption-text">Ilustrasi.</figcaption></figure>
<p><em>Oleh: Reni Marlina</em></p>
<p>Menulis merupakan aktivitas yang membosankan bagi sebagian kalangan masyarakat. Namun, banyak sekali manfaat jika sudah memulai untuk menulis. Ya! Saya termasuk orang yang tidak suka menulis. Namun, karena sebuah tuntutan dan keterpaksaan yang membuahkan hasil manis. Bahwa saya percaya dengan menulis saya bisa menyampaikan sesuatu yang ada dalam pikiran saya ini bisa sampai kemana-mana. Entah, itu ke desa, kota atau bahkan ke luar negeri. Its amazing.</p>
<p>Sejak kapan saya suka menulis ? Seiring berjalannya waktu karena tuntutan yang menjadi kebiasaan sehingga susah untuk di lepaskan. Saya mulai menargetan 1 hari saya harus menulis minimal nya 1 halaman. Ya! Saya harus rajin menulis. Setelah masuk semester 3 saya mencoba melakukan kebiasaan tersebut. And then, saya merasakan sesuatu hal yang berbeda pada diri saya. Semenjak saya mulai mengirimkan tulisan saya ke media-media online maupun cetak. Pro dan kontra pasti ada. Namun, hanya segelintir orang saja yang kontra terhadap tulisan saya. Saya bersyukur berarti memang benar tulisan saya sampai ke mereka yang berada jauh di sana. Pernah salah satu tulisan saya di muat di media cetak di Koran lokal, Alhamdulillah. Banyak apresiasi dari tulisan tersebut. Satu tulisan saja, bisa menyihir orang sampai kemana-mana. Itulah mengapa dari sekarang “saya tidak akan berhenti menulis”</p>
<p>Sosok ulama seperti DR. Wahbah Zuhaili, DR. Yusuf Qardhawi, Buya Hamka, dan Imam Syafi’I terkenal dengan karya-karyanya. Mereka menjadi orang yang terkenal karena “tulisannya” yang terus di kenang abadi oleh seluruh umat muslim dengan kitab-kitabnya. Para ulama dahulu begitu ikhlas dalam membagi ilmunya dalam banyak kitab dan tidak begitu peduli dengan pembajakan atas karya-karyanya. Ulama-ulama zaman dahulu lebih mementingkan aspek tersebar luasnya ilmu untuk dapat dipergunakan umat muslim. Sedangkan, di zaman sekarang ini, kebanyakan orang begitu mementingkan apresiasi atas karyanya dalam bentuk royalti dan melupakan segi keikhlasannya, sehingga tak rela dibajak.</p>
<p>Oleh karena itu, sebagai penggerak dakwah di masjid perkantoran, para pengurus masjid harus membekali dirinya dengan kemampuan menulis. Ust. Ahmad Sarwat menyampaikan ada 3 syarat bagi seorang muslim untuk dapat menulis dan mencontoh perilaku para ulama dalam menyampaikan ilmu melalui tulisan. Syarat itu meliputi: Ilmu, kesungguhan, dan keihlasan.</p>
<p>Menulis memang memiliki perbedaan dengan berdakwah (lisan), secara tidak langsung tulisan kita yang tersebar ke media massa itu menjadi buntu oleh pendengar atau pembaca karena tidak ada nya interaksi langsung dengan sang penulis. Namun, kedua nya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.</p>
<p>Kadang kita bingung ingin menulis apa. Kalau menurut saya tulisan saja, mulai lah. Just do it. Sebab, dengan kebiasaan kita tanamkan untuk menulis meski itu terpaksa. Insyaallah akan menjadi kebiasaan yang membuahkan hasil manis. Seorang penulis yang handal bukan mereka yang memiliki bakat dalam menulis. Namun, karena mereka sudah terbiasa untuk menulis. So, mulai lah. Jangan takut salah, keluarin aja semua ide-ide dalam pikiran baik itu cerita, mata pelajaran, curhatan, dll. Seorang pemain handal tidak akan langsung bisa menjadi handal, namun memerlukan waktu untuk berlatih dan terus berlatih.</p>
<p>Dari kemajuan islam dengan tulisan, dengan kilas balik kembali pada sejarah umat Islam di zaman dahulu, kita akan mengetahui satu fakta penting yang menjadikan umat Islam dulu memiliki kemajuan yang pesat dalam berbagai sektor kehidupan. Fakta penting itu adalah begitu kuatnya budaya tulis melekat pada umat Islam.</p>
<p>Melihat kilas balik diatas. Membuat saya semakin bergetar dan semakin termotivasi. Bahwa saya tidak boleh berhenti menulis. Karena dengan satu tulisan saja, bisa sampai kemana-mana. Sebagai aktivis dakwah kampus. Dakwah bukan hanya di kampus saja, namun harus sampai kemana-mana. Dengan keterbatasan interaksi langsung dengan masyarkat. Tulisan kita yakin sampai pada mereka yang membutuhkan. Keep writing ~ (Reni Marlina)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/mengapa-saya-harus-tetap-menulis/">Mengapa Saya Harus (Tetap) Menulis?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
