<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>UI Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co.id/tag/ui/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/ui/</link>
	<description>Berani Mengabarkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Nov 2024 09:42:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co.id/site/wp-content/uploads/2026/05/cropped-kt-1-32x32.jpg</url>
	<title>UI Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co.id/tag/ui/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua Dewan  Pakar Gerbang Betawi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-dinobatkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Nov 2024 09:42:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[JABOTABEK]]></category>
		<category><![CDATA[Gerbang Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<category><![CDATA[Zulkifli Djunaidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co.id/?p=77259</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Ketua Dewan Pakar Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Prof. Dr. dr. H. Zulkifli&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-dinobatkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/">Ketua Dewan  Pakar Gerbang Betawi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co.id/site/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Ketua Dewan Pakar Gerakan Kebangkitan Betawi (Gerbang Betawi), Prof. Dr. dr. H. Zulkifli Djunaidi, M.AppSc. dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Rabu (20/11/2024).</p>
<p>Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul &#8220;Manajemen Risiko K3 untuk Mengantisipasi Future Risk karena Perkembangan Teknologi dan Gap Generation&#8221; pakar K3 ini menyarakan bahwa motivasi utama dalam melaksanakan keselamatan dan kesejatan kerja (K3) adalah mencegah kecelekaan kerja dan penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan. K3 menurutnya erat kaitannya dengan bahaya dan risiko.</p>
<p>Bahaya, lanjutnya, merupakan sesuatu yang berpotensi untuk terjadinya insiden yang berakibat pada kerugian, sedangkan risiko merupakan kombinasi dari peluang dan konsekuensi suatu kejadian yang berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang merugikan.</p>
<p>“Tempat kerja yang aman dan sehat menjadi penting karena mendukung setiap pekerja agar dapat melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien,” tegas Ketua Dewan Pakar Gerbang Betawi ini.</p>
<p>Sebaliknya, lanjut Zulkifli, jika tempat kerja tidak terlindungi dan banyak terdapat bahaya dan risiko K3, kerusakan dan absen karena sakit menjadi tak terhindarkan yang pada gilirannya dapat mengakibatkan hilangnya pendapatan bagi pekerja dan produktivitasnya menjadi berkurang bagi perusahaan.</p>
<p>“Manajemen risiko K3 menjadi salah satu pengawal proses operasi dalam mewujudkan tempat kerja yang aman dan sehat,” tegas Prof. Zulkifli yang juga aktif sebagai Konsultan Senior Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini.</p>
<p>Mengutip data dari laporan ILO yang berjudul Safety and Health at the Heart of the Future of Work, Prof Zulkifli menyoroti risiko keselamatan dan kesehatan yang dapat muncul akibat perubahan pada beberapa aspek seperti teknologi, demografi, perubahan iklim dan perubahan dalam organisasi kerja.</p>
<p>Dalam pidatonya Prof Zulkifli juga menguraikan bagaimana peran manajemen risiko K3 dan bagaimana posisinya dalam keilmuan K3. Menurut mantan aktivis Keluarga Mahasiswa Betawi (KMB) ini keilmuan K3 merupakan ilmu terapan.</p>
<p>Keilmuan K3 mempunyai tujuan untuk menciptakan sistem kerja yang aman atau safe work system.</p>
<p>Karena itu, menurut anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alm. H. Djunaidi Amin dan Hj Nani Djunaidi ini, metode yang dikembangkan adalah manajemen risiko yang berbasis pada problem solving method dengan tahapan-tahapan mulai dari identifikasi, analisis dan pengendalian.</p>
<p>Sebagai sebuah ilmu, lajut Zulkifli, tentu saja manajamen risiko K3 ini juga terus mengalami perkembangan. “Inilah yang terkait dengan furture risk sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan adanya gap generation serta perubahan-perubahan dari segi sosial dan ekonomi saat ini,” ujar suami dra Hj Siti Zulaiha ini.</p>
<p>Ia menambahkan yang dipelajari dalam manajemen risiko K3 juga mengalami perkembangan yang menyebabkan terjadi perkembangan pula dalam metode dan pendekatan dalam manajemen risiko K3.</p>
<p>“Pendekatan dalam identifikasi proses-proses pekerjaan tidak lagi secara konvensional tetapi dilakukan secara futuris dengan adanya penggunaan Artifical Intelligence (AI) yang semakin marak dan penggunaan teknologi yang semakin canggih yang akibatnya mempengaruhi pola kerja,” tegasnya.</p>
<p>Pola kerja sekarang tidak hanya terkait dengan dimensi ruang dan waktu, tetapi sudah menembus dimensi ruang dan waktu. Demikian pula yang terkait dengan strata manajemen di tempat kerja, katanya lagi, kini bukan lagi berupa struktur organisasi yang bersifat konvensional dengan adanya pembagian tugas sebagai direktur, manajer, supervisor atau operator, tetapi saat ini semua pekerjaan tersebut melebur yang dilakukan oleh satu orang.</p>
<p>“Seseorang yang menggunakan teknologi saat ini bisa menjadi direktur, menjadi manajer, supervisor bahkan sebagai operator sekaligus,” tegas ayah 2 orang anak ini.</p>
<p>Selain itu, urai Prof Zulkifli, perkembangan teknologi juga menyebabkan terjadinya gap generation antara generasi yang biasa disebut dengan generasi kolonial, dengan generasi milenial.</p>
<p>Gap generation ini, menurut Prof Zulkifli, akan menghasilkan resiko sosial yang juga harus diantisipasi dalam manajemen risiko K3. Karena itu, menurutnya untuk mengantisipasi perkembangan tersebut setiap identifikasi terhadap future risk harus dilakukan secara bijak, bukan hanya terkait dengan pekerjaan tetapi juga berkait dengan fitrah kemanusiaan.</p>
<p>“Manusia harus dijadikan sentral, karena sekarang ini ada kecenderungan manusia sering disamakan dengan teknologi itu sendiri alias sebagai robot,” tegasnya.</p>
<p>Profesor Zulkifli Djunaidi yang lahir di Jakarta pada 27 November 1959 merupakan Guru Besar Tetap ke 36 yang dikukuhkan Universitas Indonesia sepanjang tahun 2024 ini. Saat ini Universitas Indonesia memiliki 337 Guru Besar Tetap dan 126 Guru Besar Tidak Tetap sehingga seluruh Guru Besar yang dimiliki UI saat ini berjumlah 463 orang.</p>
<p>Di lingkungan Gerbang Betawi, Prof Zulkifli Djunaidi merupakan Guru Besar kesepuluh yang kini dimiliki Gerbang Betawi. Siapa menyusul?</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ketua-dewan-pakar-gerbang-betawi-dinobatkan-sebagai-guru-besar-tetap-ui/">Ketua Dewan  Pakar Gerbang Betawi Dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dpqg36bu1/images/v1732095276/IMG-20241120-WA00532/IMG-20241120-WA00532.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Nature-based Solutions Jadi Strategi Jaga Kelestarian Hutan Bakau di Pahawang</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/nature-based-solutions-jadi-strategi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 08:34:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74965</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memberikan sumbangsih nyata&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/nature-based-solutions-jadi-strategi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang/">Nature-based Solutions Jadi Strategi Jaga Kelestarian Hutan Bakau di Pahawang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat di desa Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berupa edukasi tentang Nature-based Solutions (NbS). Hal ini dirasa penting sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian hutan bakau (mangrove). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang terancam akibat perubahan iklim, abrasi, serta aktivitas antropogenik, seperti penebangan hutan bakau secara ilegal, pembuangan limbah, dan pembangunan cottage untuk pariwisata.</p>
<p>Tim FMIPA yang terlibat dalam “Program Literasi Masyarakat dan Penanaman Mangrove sebagai Nature-based Solution” ini turun ke lapangan (22/7) diketuai oleh Dr. Tito Latif Indra (dosen pembimbing lapangan), dengan anggota Muhammad Attorik Falnsky, S.Si. dan Bintang Mahakarya Sembahen, S.Si. (asisten dosen); serta para mahasiswa yang terdiri dari Satrio Rifqi Wicaksono, Azzikri, Ramaditya Dhamara Mukri, Damar Daffa Aulia, Ero Alvaro, Muhammad Haikal Mudzaki, Fajar Ramadhan, dan Sthevi Fahdira.</p>
<p>NbS atau solusi berbasis alam adalah serangkaian tindakan yang memanfaatkan kekuatan alam untuk mengatasi tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi. Dalam konteks ini, NbS diwujudkan melalui penanaman bakau untuk melindungi pantai dari abrasi, melestarikan keanekaragaman hayati, serta meningkatkan keterlibatan dan kesadaran masyarakat dalam upaya konservasi.</p>
<p>Tito mengatakan bahwa implementasi NbS menjadi langkah strategis dalam memitigasi perubahan iklim dan abrasi di Pulau Pahawang. “Saat ini, mangrove sebagai komponen blue carbon ecosystem berperan penting dalam siklus karbon, karena memiliki kapasitas penyerapan karbon yang tinggi dan melindungi wilayah pesisir dari abrasi. Untuk itu, edukasi diberikan agar masyarakat sadar akan pentingnya ekosistem mangrove, khususnya dalam mencegah penurunan luas hutan mangrove, serta meningkatkan kualitas dan keberlanjutan ekosistem hutan mangrove di Pulau Pahawang,” ujar Tito.</p>
<p>NbS untuk hutan bakau dilakukan melalui beberapa hal, antara lain konservasi dan restorasi lahan basah pesisir; pemulihan tambak masyarakat; serta pembangunan penangkap sedimen untuk membentuk jalur hijau sebagai kawasan konservasi. Dengan terjaganya hutan bakau, warga dapat memanfaatkannya sebagai pelindung pesisir dari banjir dan badai; penjaga infrastruktur dan keamanan ekonomi; habitat bagi lebih dari 25 miliar ikan muda setiap tahunnya; serta pemberi manfaat bagi 37 spesies laut komersial, seperti ikan, kepiting, bivalvia, dan udang.</p>
<p>Selain memberikan edukasi, pada kesempatan tersebut, Tim Pengabdi UI bersama warga desa juga mengunjungi lokasi penanaman bakau. Mereka menanam 50 bibit bakau di daerah pasang surut dengan substrat pasir berlumpur menggunakan alat tanam sederhana, yakni patok bambu dan tali pengikat.</p>
<p>Sekretaris Desa Pahawang, Aristama, menyampaikan apresiasinya atas program ini. Menurutnya, program penanaman bakau sangat penting bagi keberlanjutan pelestarian hutan bakau di desa tersebut. “Kami membutuhkan banyak kegiatan budi daya tanaman mangrove guna menjaga Pulau Pahawang dari ancaman abrasi. Dengan dukungan dari Tim Pengabdi UI, kegiatan ini diharapkan mendorong Pulau Pahawang menjadi contoh sukses pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan dan bermanfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/nature-based-solutions-jadi-strategi-jaga-kelestarian-hutan-bakau-di-pahawang/">Nature-based Solutions Jadi Strategi Jaga Kelestarian Hutan Bakau di Pahawang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/167/2024/09/03/Screenshot_20240903_130010-1662868447.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UI Resmikan Laboratorium Nano Device: Pusat Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ui-resmikan-laboratorium-nano-device-pusat-pengembangan-nanoteknologi-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 06:43:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74957</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; &#8220;Keberadaan Nano Device Laboratory di Indonesia adalah langkah strategis untuk menjadikan negara kita&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ui-resmikan-laboratorium-nano-device-pusat-pengembangan-nanoteknologi-di-indonesia/">UI Resmikan Laboratorium Nano Device: Pusat Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co.id/site/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; &#8220;Keberadaan Nano Device Laboratory di Indonesia adalah langkah strategis untuk menjadikan negara kita sebagai pemain utama dalam industri teknologi global. Di era kecerdasan buatan (AI) ini, laboratorium ini akan menjadi fondasi yang kuat bagi pengembangan industri chip di tanah air,&#8221; kata Dr. (HC) Mochtar Riady, Ketua Majelis Wali Amanat (Periode 2002-2005), Universitas Indonesia (UI), pada acara peresmian Laboratorium Nano Devices Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc.</p>
<p>Mochtar Riady yang juga pendiri Lippo Group, dan Dr. Lies Harmidy, adalah donatur utama pembangunan laboratorium yang diresmikan pada Senin (2/9), bertempat di Gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ), Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik (FT) UI. Fasilitas laboratorium pintar dan canggih ini dirancang untuk mendorong penelitian dan inovasi di bidang teknologi nano. Nama Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc. diambil untuk menghormati salah seorang tokoh terkemuka di bidang sensor dan juga founding fathers Teknik Elektro di FTUI. Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc. merupakan Guru Besar FTUI yang juga Dekan FTUI periode 1996-2000.</p>
<p>Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FTUI, Prof. Dr. Ir. Yanuar, M.Eng., M.Sc., mengatakan, &#8220;Laboratorium ini tidak hanya menjadi simbol kemajuan teknologi, tetapi juga memperkuat peran FTUI dalam menyediakan pendidikan yang berbasis penelitian bagi mahasiswa kami. Laboratorium ini diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi semikonduktor di Indonesia. Dengan fasilitas yang ada, kami optimis dapat mencetak generasi insinyur yang siap menghadapi tantangan di industri nanoteknologi.&#8221;</p>
<p>Laboratorium Nano Device dilengkapi dengan peralatan penelitian mutakhir yang memungkinkan para peneliti dan mahasiswa untuk melakukan eksperimen dengan presisi tinggi. Dilengkapi dengan fasilitas terkini seperti Semiconductor Parameter Analyzer dan maskless laser lithography, laboratorium ini akan memainkan peran penting dalam mendorong Indonesia menjadi pemain kunci dalam industri semikonduktor global.</p>
<p>Keunggulan Nano Device Laboratory tidak hanya terletak pada kecanggihan peralatannya, tetapi juga pada potensi besar yang dimilikinya dalam memfasilitasi kolaborasi antara akademisi dan industri. Melalui kolaborasi ini, laboratorium diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berkontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi nasional. Selain itu, laboratorium ini juga akan menjadi tempat bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang nanoteknologi, menjadikan FTUI sebagai pusat pendidikan dan penelitian terdepan di Indonesia.</p>
<p>Prof. Dr. Ir. Djoko Hartanto, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya laboratorium ini bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. &#8220;Saya berharap Nano Device Laboratory dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya memperkuat industri semikonduktor di dalam negeri, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan teknologi global,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Keberadaan laboratorium ini juga didukung oleh kontribusi besar dari Mochtar Riady, yang tidak hanya menyumbangkan sebagian besar peralatan canggih, tetapi juga mendukung pembangunan gedung Mochtar Riady Plaza Quantum (MRPQ) tempat laboratorium ini berada.</p>
<p>Dengan kehadiran Nano Device Laboratory, FTUI semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen untuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi berkelanjutan. Laboratorium ini bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi juga simbol dedikasi FTUI dalam memajukan ilmu pengetahuan, serta membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan teknologi di masa depan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ui-resmikan-laboratorium-nano-device-pusat-pengembangan-nanoteknologi-di-indonesia/">UI Resmikan Laboratorium Nano Device: Pusat Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/lab-nano-device-ftui.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Tim Nagapasa UI Raih Juara 3 dalam Kompetisi Internasional Desain Kapal Feri Aman dan Terjangkau 2024</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/tim-nagapasa-ui-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-desain-kapal-feri-aman-dan-terjangkau-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 09:46:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74931</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Tim Nagapasa yang beranggotakan 10 mahasiswa Teknik Perkapalan Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tim-nagapasa-ui-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-desain-kapal-feri-aman-dan-terjangkau-2024/">Tim Nagapasa UI Raih Juara 3 dalam Kompetisi Internasional Desain Kapal Feri Aman dan Terjangkau 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Tim Nagapasa yang beranggotakan 10 mahasiswa Teknik Perkapalan Fakultas Teknik (FT) Universitas Indonesia (UI) meraih predikat juara 3 pada kompetisi bergengsi 11th Annual International Student Design Competition, Safe Affordable Ferry Design Competition 2024, diselenggarakan oleh Worldwide Ferry Safety Association (WFSA) yang *berpusat di Amerika Serikat.</p>
<p>Tim beranggotakan Rifqianda Fadlurrahman, Muhammad Elvan Nawawi, Muhammad Akbar Ramsha Oetama, Vincent Collin, Daffa Sulaiman Kamil, Ken Nafilahshafa Sahatisae, Rawhul Ihsan Setyoko, Dzakiah Mardiah, Felicia Rachel Taruli Siregar, dan Reisya Putri Ariyan, dibimbing oleh Dr. Eng. Ir. Muhammad Arif Budiyanto, S.T., M.T., IPM. Mereka merancang inovasi kapal feri yang diberi nama MV Omnia: Safe &amp; Affordable Ferry for Niger River.</p>
<p>MV Omnia dirancang dengan spesifikasi tipe flat monohull barge dan dilengkapi dua generator marine dual fuel CSI Ningdong DF170 berkapasitas 300 KW, yang memungkinkan kapal mencapai kecepatan 8,5 knot. “Dengan dimensi kapal yang memiliki panjang hampir mencapai 40 meter, lebar keseluruhan 16.01 meter, dan tinggi sarat air 1 meter, kapal rancangan kami mampu menampung 10 kru, 170 penumpang, 16 mobil, serta kargo agrikultural. Kapal ini dibangun menggunakan konsep pre-cut, yang memudahkan pengangkutan dan perakitan bagian-bagian konstruksi dari MV Omnia dan mampu mengurangi biaya produksi hingga diperkirakan hanya sebesar $1,5 juta,” kata Rifqianda, kapten tim.</p>
<p>Tidak hanya efisien pada biaya, MV Omnia juga memiliki dua fitur unggulan, yakni anti-piracy device (anti pembajakan) yang dilengkapi dengan water jet gun dan razor wire, serta sistem pemantauan kapal yang dilengkapi radar kapal jarak jauh, sensor pemantauan berat, dan kamera pengawas multivis dengan infrared yang dapat mendeteksi objek dalam jarak menengah. Ditenagai oleh CNG-diesel dengan tambahan tenaga surya yang ramah lingkungan, kapal ini juga dilengkapi tilt up thrustmaster yang memudahkan perawatan dan perbaikan kapal. Selain itu biaya produksi project ini sebesar $ 1.516.633,18 dan biaya operasional sebesar $ 461.653,44.</p>
<p>International Student Design Competition yang diselenggarakan WFSA merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan mendukung inovasi kapal yang aman, terjangkau, dan ramah lingkungan. Pada tahun 2024, fokus kompetisi adalah merancang kapal feri Roll-on/Roll-off Passenger Ship (RoPax) yang akan digunakan di Sungai Niger, Nigeria. Kapal ini harus mampu beroperasi di perairan dangkal di wilayah Negara Bagian Anambra, Nigeria Selatan, dan melayani rute dari Dermaga Onitsha ke Dermaga Idah dan Dermaga Ndoni. Kapal tersebut dirancang untuk mengatasi tantangan spesifik terkait dengan kondisi sungai dan kebutuhan transportasi lokal. Tahun ini, kompetisi tersebut berlangsung dari Desember 2023 hingga Mei 2024 dan pemenang diumumkan pada 20 Juni 2024 secara online di Marrakesh, Maroko. Selanjutnya, tim Nagapasa UI bersama pemenang lainnya diundang ke Maroko pada Oktober mendatang untuk menerima penghargaan secara langsung dari WFSA.</p>
<p>Plh. Dekan FTUI, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, MSc., Ph.D., mengapresiasi pencapaian mahasiswa Teknik Perkapalan tersebut. Ia mengungkapkan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Dalam konteks ini, sudah seharusnya Indonesia berperan aktif dalam inovasi di bidang maritim, dan prestasi ini merupakan langkah awal dari peran besar tersebut. &#8220;Tim Nagapasa UI menunjukkan kemampuan teknis dan inovasi dalam menghadirkan solusi yang relevan terhadap isu yang ada di kancah internasional,&#8221; ujar Prof. Mahmud.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/tim-nagapasa-ui-raih-juara-3-dalam-kompetisi-internasional-desain-kapal-feri-aman-dan-terjangkau-2024/">Tim Nagapasa UI Raih Juara 3 dalam Kompetisi Internasional Desain Kapal Feri Aman dan Terjangkau 2024</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://tribundepok.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-20.27.29.jpeg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Perlunya Bekali Guru Cara Atasi Perundungan Siswa di Sekolah</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/perlunya-bekali-guru-cara-atasi-perundungan-siswa-di-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 07:33:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74913</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Riset Kesehatan Mental Komunitas (RoCMHI), Fakultas Psikologi&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perlunya-bekali-guru-cara-atasi-perundungan-siswa-di-sekolah/">Perlunya Bekali Guru Cara Atasi Perundungan Siswa di Sekolah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kelompok Riset Kesehatan Mental Komunitas (RoCMHI), Fakultas Psikologi (FPsi), Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2023 di salah satu sekolah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengungkapkan temuan adanya tingkat perundungan yang tinggi, yakni 44% pada siswa kelas 8 dan 37% pada siswa kelas 9.</p>
<p>Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) UI melalui RoCMHI melihat urgensi kasus ini, sehingga menginisiasi penyelenggaraan Pelatihan Keterampilan Welas Asih bagi guru-guru di SMPN 4 Muncar Satu Atap, Banyuwangi, pada 23-24 Agustus 2024. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan kompetensi guru guna mengatasi perundungan.</p>
<p>“Welas asih adalah perasaan emosional yang dimiliki seseorang ketika mengetahui individu lain yang sedang menderita sehingga termotivasi untuk membantu individu tersebut. Dengan menjadi guru yang welas asih dan mempromosikan nilai tersebut di sekolah, guru dapat mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak sehingga mengurangi angka perundungan,” kata Fauzan Abdullah selaku Ketua Tim Pengmas UI.</p>
<p>Ia menambahkan, hal ini dapat terwujud secara lebih optimal apabila welas asih menjadi nilai yang dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan dari sekolah. Beberapa di antaranya adalah sesama siswa, guru-guru, pegawai Tata Usaha (TU), pengurus kantin, petugas kebersihan, sampai dengan masyarakat di sekitar sekolah.</p>
<p>“Konsep sistem welas asih dalam lingkungan pendidikan adalah hal yang kami tekankan dalam pelatihan ini. Seluruh komponen sekolah mulai dari siswa, guru, hingga wali murid perlu bersinergi bersama dan membangun hubungan timbal balik untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan. Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, guru-guru menjadi sadar akan pentingnya membangun welas asih di sekolah sehingga dapat mengurangi terjadinya kekerasan di SMPN 4 Muncar,” ujar Fauzan</p>
<p>Pelatihan ini melibatkan 15 orang guru SMPN 4 Muncar Satu Atap. Rangkaian kegiatan terdiri dari sesi refleksi pengalaman mengajar, pemaparan materi welas asih, serta kegiatan menerapkan welas asih dalam bentuk permainan yang dikemas secara interaktif dan menarik. Guru-guru juga diminta untuk merencanakan rencana tindak lanjut terkait apa yang akan mereka lakukan untuk dapat menerapkan welas asih di sekolah selepas pelatihan ini.</p>
<p>Menurut Fauzan, antusiasme peserta sangat terlihat selama menjalani proses pelatihan. Terlebih lagi karena kegiatan dirancang interaktif dan menyenangkan. Para peserta merasa mendapatkan inspirasi dan semangat baru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih baik bagi siswa-siswi mereka. Berdasarkan pengakuan mereka, guru-guru seringkali merasa kewalahan dan kehabisan ide dalam mengatasi perundungan dan masalah perilaku lain yang terjadi di sekolah.</p>
<p>“Pelatihan selama dua hari ini luar biasa, kami mendapatkan ilmu yang sebenarnya kami sudah terapkan, namun dengan pelatihan ini kami menjadi semakin mantap dalam mengatasi anak-anak yang bermasalah,” ujar Oktafa, salah seorang Guru Matematika di SMPN 4 Muncar Satu Atap.</p>
<p>Sementara itu, Imam Najeh selaku kepala sekolah SMPN 4 Muncar Satu Atap, mengatakan, “Saya sangat senang dapat menyambut kembali rekan-rekan dari Fakultas Psikologi UI dalam pelatihan kali ini, apalagi pelatihan ini merupakan kerjasama yang dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian tahun lalu.”</p>
<p>Adapun Tim Pengmas UI terdiri atas Siti Wikan Widya Dhana Eileen Truda, Ganisa Kayla Aghna Fitri, Muhammad Faris Fathi Farhat, Laraszahra Kemalasari Erlambang, Danishara Raputri Priyono, Jovinka Maulina Raharjo, Marwa Aliifah Muthmainnah, serta Sherly Saragih Turnip, Ph.D., Psikolog., selaku dosen pembimbing lapangan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/perlunya-bekali-guru-cara-atasi-perundungan-siswa-di-sekolah/">Perlunya Bekali Guru Cara Atasi Perundungan Siswa di Sekolah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://mmc.tirto.id/image/2017/11/17/sosialisasi-menangkal-perundungan-antarafoto_ratio-16x9.JPG" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Satu-satunya Perwakilan Indonesia, Mahasiswa UI Bicara Kesetaraan Gender di Global Peace Summit New York</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/satu-satunya-perwakilan-indonesia-mahasiswa-ui-bicara-kesetaraan-gender-di-global-peace-summit-new-york/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Sep 2024 04:24:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74894</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Fransiskus Antonius Mahendra Harimurti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi,&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/satu-satunya-perwakilan-indonesia-mahasiswa-ui-bicara-kesetaraan-gender-di-global-peace-summit-new-york/">Satu-satunya Perwakilan Indonesia, Mahasiswa UI Bicara Kesetaraan Gender di Global Peace Summit New York</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Fransiskus Antonius Mahendra Harimurti, mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyiaran Multimedia, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang mengikuti Global Peace Summit New York 2024. Kegiatan ini merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh organisasi non-profit Global Peace Chain yang akan dilaksanakan pada 9-12 Desember 2024 di New York, Amerika Serikat.</p>
<p>Beberapa agenda kegiatan yang akan diikuti Mahendra pada Global Peace Summit New York 2024 adalah workshop terkait SDGs, panel talks, sesi diskusi, aktivitas kelompok, cross-cultural exchanges, global friendships, leadership development, youth empowerment, dan lainnya. Mahendra terpilih setelah lolos beberapa tahapan seleksi, di antaranya esai, CV, excitement video, community activity, dan media recognition.</p>
<p>Di acara bertema “The Role of Women in Politics and Peacebuilding”, Mahendra akan mengangkat isu kesetaraan gender yang juga dialami pada skala global, serta mencari solusi yang efektif secara universal. Menurutnya, terdapat bias jender yang tidak disadari dan seringkali muncul di lingkungan sekitar, salah satunya dalam proses produksi film.</p>
<p>“Perempuan selalu diposisikan pada peran yang less crucial dan tidak termasuk dalam key-roles produksi. Padahal, sebagian besar dari mereka bekerja dengan teliti dan selalu tepat waktu berdasarkan pengalaman saya bekerja dalam sebuah produksi,” ujar Mahendra. Beberapa karya film pendek Mahendra yang berkolaborasi dengan perempuan, baik sebagai sutradara ataupun asisten sutradara, yaitu Selametan (2023) dan Sahur (2024). Mahendra melihat, potensi mereka dalam key-roles produksi berjalan dengan lancar dan hasilnya maksimal.</p>
<p>Ia juga menyoroti fenomena gender inequality di Indonesia yang lebih dari sekadar angka pada statistik, yaitu akar masalah yang perlu diurai satu per satu. Mahendra mengatakan, “Sudah sejak dahulu perempuan di Indonesia selalu dikaitkan dengan peran domestik. Tetapi, begitu mereka mengambil posisi publik, kapabilitas mereka selalu dipertanyakan. Sampai sekarang, perempuan harus bekerja dua kali lebih keras untuk membuktikan kelayakan mereka. Sudah waktunya kita semua meninggalkan mindset seperti itu dan membuat lingkungan yang inklusif.”</p>
<p>Film yang pertama kali menginspirasi Mahendra dalam mengangkat isu tersebut adalah Yentl (1983) yang disutradarai sekaligus diperankan Barbra Streisand. Pada saat itu, film tersebut tidak banyak mengumpulkan banyak penghargaan dan Streisand menerima banyak kritik terkait peran yang banyak diambilnya pada film tersebut. Padahal, banyak juga sutradara laki-laki yang juga membintangi film mereka sendiri.</p>
<p>Selain itu, isu gender inequality juga merupakan isu yang dihadapi secara universal. Data dari UN Foundation pada 2023 menyatakan bahwa 34% negara di dunia melarang perempuan untuk bekerja di industri tertentu. Belum ada negara yang sepenuhnya berhasil mencapai kesetaraan jender.</p>
<p>Meski begitu, negara-negara seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia, memimpin perkembangan kesetaraan gender. Mulai dari distribusi yang adil terhadap pendapatan, kesempatan bagi semua gender, serta sumber daya. Bahkan, saat ini terdapat lebih banyak perempuan yang menempuh pendidikan tinggi di perkuliahan dibanding laki-laki di Amerika Serikat.</p>
<p>Di Indonesia, menurut The Indonesian Film Board hanya 10-15% film yang disutradarai perempuan. Jika dikaitkan dengan karakter utama dalam film, hanya terdapat 20-30% persen karakter utama perempuan dalam produksi film Indonesia.</p>
<p>“Melalui kegiatan ini saya ingin membangun koneksi dan bertukar pikiran bersama orang-orang dari berbagai macam latar belakang. Hal ini akan membuat lebih mudah bagi kita untuk menciptakan pendekatan yang lebih efektif. Saya juga berharap agar melanjutkan forum diskusi film yang sudah berjalan mengangkat isu-isu global. Saya juga ingin menjadi preseden atas banyaknya peran perempuan di key-roles produksi. Sehingga, semakin banyak perspektif yang inklusif dalam proses kreatif yang akan menciptakan lingkungan yang respectful dan kolaboratif,” kata Mahendra.</p>
<p>Berbagai negara yang turut hadir pada kegiatan tersebut adalah Meksiko, Vietnam, Afrika Selatan, Jepang, Algeria, Singapura, Belarus, Nepal, Armenia, dan 50 negara lainnya. Mehendra juga pernah menjadi satu- satunya mahasiswa yang berasal dari Indonesia dalam kegiatan Youth Capacity and Building Training &amp; Model APEC, pada Juli lalu yang berlangsung di Taiwan. APEC merupakan organisasi antarpemerintah yang mempromosikan perkembangan ekonomi dan kemakmuran wilayah Asia Pasifik melalui berbagai proyek.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Mahendra bersama mahasiswa asal Taiwan, membuat sebuah proyek bertajuk “Empowering Athlete’s Career Growth: Fostering Mental Well-Being in APEC”. Proyek ini bertujuan membangun komunitas secara daring agar atlet dapat saling berjejaring dengan sesama atlet maupun pelatih.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/satu-satunya-perwakilan-indonesia-mahasiswa-ui-bicara-kesetaraan-gender-di-global-peace-summit-new-york/">Satu-satunya Perwakilan Indonesia, Mahasiswa UI Bicara Kesetaraan Gender di Global Peace Summit New York</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.antaranews.com/cache/1200x800/2024/09/02/IMG-20240731-WA0057_copy_1280x974.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>UI dan Transjakarta Kembangkan Ekosistem Digital Payment dan Program CSR di Titik Lintasan Guna Tingkatkan Capaian SDGS</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ui-dan-transjakarta-kembangkan-ekosistem-digital-payment-dan-program-csr-di-titik-lintasan-guna-tingkatkan-capaian-sdgs/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 08:38:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74820</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Universitas Indonesia (UI) menjalin kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dalam bidang&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ui-dan-transjakarta-kembangkan-ekosistem-digital-payment-dan-program-csr-di-titik-lintasan-guna-tingkatkan-capaian-sdgs/">UI dan Transjakarta Kembangkan Ekosistem Digital Payment dan Program CSR di Titik Lintasan Guna Tingkatkan Capaian SDGS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Universitas Indonesia (UI) menjalin kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dalam bidang pengembangan ekosistem riset, layanan, dan implementasi pengabdian masyarakat. Penandatanganan kerja sama ini dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UI, Prof. Dr. Ir. Dedi Priadi, DEA dan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza di Halte Transjakarta Tosari, Jakarta Pusat, (Rabu, 28/8).</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dedi menyebut bahwa, “Perjanjian ini akan dilaksanakan juga melalui perjanjian kerja sama antara unit usaha komersial UI, yaitu PT Usaha Indonesia Advisory (UIA) dengan Transjakarta dalam hal pengelolaan E-Wallet dan Mobile Application serta kerja sama pengembangan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) UI melalui kerja sama program ‘Holistic Health Center of Execellence’ pada beberapa halte Transjakarta.” Ia juga menambahkan, kolaborasi ini menjadi momentum penting kerja sama triple helix antara UI, Pemerintah Daerah Jakarta, dan Transjakarta.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Dedi menyampaikan bahwa sinergi antara UI dengan Transjakarta semakin memperkuat komitmen kami dalam mengembangkan ekosistem pelayanan kesehatan dan kemudahan melakukan transaksi bagi masyarakat selama dalam perjalanan menggunakan Transjakarta. Pengembangan ekosistem digital payment dan pengmas melalui pemberian jasa pelayanan kesehatan pada titik-titik lintasan Transjakarta akan memberikan nilai tambah yang besar pada peningkatan nilai Sustainable Development Goals (SDGs).</p>
<p>Di antaranya, Tujuan 1, yaitu pada bidang kesehatan dan kehidupan yang baik; Tujuan 8, yakni pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi; Tujuan 9, yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur; dan Tujuan 17 adalah Kota-kota berkelanjutan dan dukungan komunitas (SDG No 11); dan Kemitraan untuk target bersama.</p>
<p>“Sinergi UI dengan Transjakarta akan mendorong meluasnya nilai-nilai korporasi yang positif dan memberikan dampak manfaat yang langsung dirasakan pengguna Transjakarta untuk target-target pembangunan yang berkelanjutan. Saya yakin, dengan dukungan dari semua pihak, kerja sama UI dan Transjakarta akan menjadi menara air kehidupan baru bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan Transjakarta,” kata Prof. Dedi.</p>
<p>Sementara itu, Welfizon Yuza mengatakan, sampai dengan saat ini Transjakarta sudah melayani 1,3 juta perjalanan setiap harinya. Dengan mengoperasikan 4.000 armada setiap hari, Transjakarta telah melayani 90% dari wilayah DKI Jakarta. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa 9 dari 10 orang warga DKI Jakarta memiliki akses untuk bisa menggunakan layanan Transjakarta. “Transjakarta merupakan platform yang memiliki aset dan customer capital yang cukup besar, sehingga ini tentunya dapat dimanfaatkan dan dikolaborasikan bersama,” kata Welfizon Yuza.</p>
<p>Ke depannya, salah satu bentuk kerja sama antara UI dan Transjakarta adalah menjadikan Halte MH Thamrin sebagai piloting pertama Health Center dengan fokus utamanya adalah mental health.v Kemudian, inovasi dari kegiatan ini adalah memberdayakan dan merangkul berbagai perusahaan yang akan menjadi donatur. Sehingga, program-program Corporate Social Responsibility (CSR) akan dikelola oleh UI dengan memanfaatkan akses-akses yang dimiliki oleh Transjakarta.</p>
<p>“Kami berharap, ini menjadi awal dari kerja sama dari dua institusi yang sama-sama ingin memberikan pengabdian masyarakat. Dengan demikian, apa yang sudah digariskan pada Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta bahwa Ibu Kota berpindah ke IKN Nusantara Kalimantan Timur, Jakarta akan diposisikan sebagai global city. Sehingga, program-progam ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita untuk bisa mendukung Jakarta sebagai global city,” kata Welfizon Yuza.</p>
<p>Penandatanganan kerja sama ini tersebut turut dihadiri oleh perwakilan UI, yakni Direktur Kerja Sama UI Dr. Toto Pranoto, S.E., M.M.; Direktur Pengembangan dan Pengelolaan Unit Usaha UI Dr Zakir T. Machmud; Dekan Fakultas Farmasi (FF) UI Prof. Dr. apt. Arry Yanuar, M.Si.; dan Kepala Klinik Satelit UI, Dr. dr. Dhanasari Vidiawati Sanyoto, M.Sc., CM-FM., Sp.DLP.</p>
<p>Adapun perwakilan lainnya yang hadir pada acara tersebut, yaitu Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah Dr. Nasruddin Djoko Surjono, S.I.P., S.T., M.E., M.B.A.; Komisaris Utama PT Transjakarta Mayjen TNI (Purn) Untung Budiharto; Komisaris PT SPRINT/Bayarind Setyo Harsoyo; Direktur PT SPRINT/Bayarind Fauzi Sungkar; Chief Commercial Officer PT SPRINT/Bayarind &#8211; Brian G. Exe[ Sompie; dan Direktur PT Adiwangsa Citra Manunggal Harry Gustara Pambudi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ui-dan-transjakarta-kembangkan-ekosistem-digital-payment-dan-program-csr-di-titik-lintasan-guna-tingkatkan-capaian-sdgs/">UI dan Transjakarta Kembangkan Ekosistem Digital Payment dan Program CSR di Titik Lintasan Guna Tingkatkan Capaian SDGS</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://thumb.tvonenews.com/thumbnail/2024/09/01/66d4167245169-universitas-indonesia-ui-menjalin-kerja-sama-dengan-pt-transportasi-jakarta-transjakarta-dalam-bidang-pengembangan-ekosistem-riset-layanan-dan-implementasi-pengabdian-masyarakat_1265_711.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Dari Kaki Gunung Agung, UI Nyalakan Semangat Kemandirian Masyarakat Adat Geriana Kauh Bali</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/dari-kaki-gunung-agung-ui-nyalakan-semangat-kemandirian-masyarakat-adat-geriana-kauh-bali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 06:39:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74824</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Ni Nengah Sabe bersama anaknya I Komang Ceska Praditya yang masih berusia 4,5&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/dari-kaki-gunung-agung-ui-nyalakan-semangat-kemandirian-masyarakat-adat-geriana-kauh-bali/">Dari Kaki Gunung Agung, UI Nyalakan Semangat Kemandirian Masyarakat Adat Geriana Kauh Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Ni Nengah Sabe bersama anaknya I Komang Ceska Praditya yang masih berusia 4,5 tahun berjalan menghampiri para petugas kesehatan yang mengadakan pemeriksaan di Banjar Dinas Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali, pada Senin (26/8). Ia tampak bergegas karena hari mulai sore dan pemeriksaan kesehatan akan ditutup. “Saya dapat informasi dari kakak saya bahwa di balai banjar ada pemeriksaan kesehatan gratis. Jadi, saya izin sebentar kepada juru bendesa dari upacara adat agar bisa mengikuti pemeriksaan,” ujarnya.</p>
<p>Ni Nengah mengikuti serangkaian tes setelah menyampaikan keluhan yang dirasakan, seperti sakit di bagian mata dan leher, tangan sering kesemutan, serta tidur mudah terganggu. Ini adalah pemeriksaan kesehatan pertamanya sejak pemeriksaan terakhir saat ia melahirkan sang anak 4,5 tahun lalu. “Setelah habis kontrol itu tidak pernah lagi. Untuk itu, saya berterima kasih banyak karena UI dan teman-teman mau masuk hingga ke pelosok desa. Astungkara, bersyukur sekali karena ada pemeriksaan gratis, terutama bagi kaum yang kurang mampu. Selama ini, kalau tidak punya BPJS, kami tidak dapat berobat,” katanya sambil menggendong sang anak.</p>
<p>Ni Nengah merupakan salah seorang dari 200 warga di Desa Adat Geriana Kauh yang mengikuti program pemeriksaan kesehatan yang diadakan oleh Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM). Pada program ini, UI bekerja sama dengan sivitas akademika dan tenaga kesehatan dari beberapa lembaga, antara lain STIKES Kesdam IX Udayana, STIKES Wira Medika Bali, PT Unicare Clinic, RSU Prima Medika Denpasar, dan UPTD Puskesmas Selat.</p>
<p>Direktur DPPM UI, Prof. Agung Waluyo, S.Kp., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk membangun resiliensi masyarakat guna menciptakan masyarakat yang mandiri. “Dalam mengembangkan Desa Geriana Kauh, kami mengenali apa saja potensi daerah ini dan tantangan yang dihadapi. Selanjutnya, bersama para mitra terkait, kami berkoordinasi untuk memetakan persoalan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, dan masalah kesehatan ini adalah yang penting dan mendesak,” ujar Prof. Agung.</p>
<p>Sejak 2016, UI telah menginisiasi berbagai program untuk Desa Adat Geriana Kauh, termasuk pelestarian Tari Sang Hyang Dedari yang ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Intangible World Heritage. UI mendirikan Museum Sang Hyang Dedari Giri Amerta yang diresmikan pada 2019 sebagai upaya untuk menjaga warisan budaya sekaligus menumbuhkan pariwisata desa agar masyarakat adat dapat mandiri.</p>
<p>Akan tetapi, banyak tantangan yang dihadapi oleh warga di kaki Gunung Agung tersebut, salah satunya masalah kesehatan serius. Tercatat ada lima penyakit yang banyak diderita oleh warga Geriana Kauh, yakni hipertensi, diabetes melitus, dispepsia, ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dan hepatitis. Untuk itu, Tim Pengabdi UI bekerja sama dengan sivitas akademika dan tenaga kesehatan setempat mengadakan kegiatan pelayanan kesehatan yang berlangsung di dua tempat, yakni Museum Sang Hyang Dedari dan Banjar Dinas Geriana Kauh, pada 26–27 Agustus 2024.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, Tim Pengabdi UI diketuai oleh Dosen Fakultas Ilmu Pengetahun Budaya (FIB), Dr. Ali Akbar, S.S., M.Hum., dengan anggota, yakni drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D (Fakultas Kedokteran Gigi), Danang Aryo Nugroho, S.Hum. (FIB), serta dari DPPM, yaitu Dr. Luh Gede Saraswati Putri, S.S., M.Hum.; Ns. La Ode Abdul Rahman, S,Kep., M.B.A; dan Ricky A. Septiawan, S.E.</p>
<p>Pelayanan kesehatan yang diberikan mencakup penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Pada kegiatan penyuluhan, para peserta mendapat edukasi terkait lima penyakit yang banyak diderita, yakni meliputi gejala, penyebab, cara menanganinya, serta cara pencegahan. Selanjutnya, pada kegiatan pemeriksaan, dilakukan pengecekan tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan; pemeriksaan fungsi alat-alat vital seperti nadi dan suhu tubuh; pemeriksaan darah sederhana meliputi gula darah, asam urat, dan kolesterol; serta pemeriksaan gigi dan mulut. Pada kegiatan tersebut, warga juga dapat berkonsultasi dengan dokter umum dan dokter gigi secara langsung.</p>
<p>Menurut Ns. Ketut Lisnawati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.M.B. dosen STIKES Wira Medika Bali, dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, kasus yang paling banyak ditemukan adalah kolesterol, asam urat, dan gula darah. Kurangnya informasi terkait jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi membuat warga memiliki pola makan tidak seimbang.</p>
<p>“Memang tradisi masyarakat di sini adalah konsumsi daging merah saat ada perayaan, juga hasil kebun, seperti duren, kacang panjang, dan kacang undis. Makanan ini tentu aman dikonsumsi jika tidak berlebihan. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, selain memberikan pengobatan untuk menurunkan angka komplikasi kolesterol dan asam urat, kami memberikan edukasi tentang pola makan seimbang,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, dari hasil pemeriksaan gigi dan mulut, drg. Benso menyebut bahwa dari total 140 pasien, permasalahan yang paling banyak ditemui adalah karies gigi, gigi berlubang, dan penyakit gusi dengan gigi goyang dan tanggal. Ia juga menemukan beberapa pasien dengan gigi tiruan yang dibuat oleh tukang gigi, sehingga ada beberapa yang mengalami infeksi. “Edukasi memang diperlukan agar pasien datang ke dokter gigi yang ada di puskesmas atau rumah sakit. Namun, fasilitas kesehatan di daerah juga terkendala karena beberapa alat tidak terlalu lengkap dan tenaga kesehatan terbatas,” ujarnya.</p>
<p>Oleh karena itu, drg. Benso menyarankan agar tindakan promotif dan preventif lebih ditekankan dibandingkan kuratif, karena tata laksana perawatan memakan biaya lebih banyak. Literasi tentang kesehatan gigi dan mulut dapat ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, serta kaderisasi warga sebagai garda terdepan. “Jika literasi kesehatan gigi dan mulut warga di sini bisa tercapai, orang dewasa bisa mengedukasi anak-anaknya agar menerapkan pola hidup yang sehat, sehingga biaya untuk kuratif dan rehabilitatif dapat ditekan,” kata drg. Benso.</p>
<p>I Nyoman Subratha selaku Pendesa Desa Adat Geriana Kauh menyampaikan apresiasinya kepada UI dan seluruh mitra yang bekerja keras memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga. “Menyala UI! Program yang dilakukan luar biasa, bukan hanya hari ini, tetapi sejak 2016, UI berkontribusi banyak bagi warga Geriana Kauh. Program pemeriksaan kesehatan ini sangat membantu para warga, terutama bagi mereka yang terkendala biaya untuk berobat ke rumah sakit. Kami berharap dengan dijemput langsung seperti ini, masyarakat dapat lebih sadar untuk menjaga kesehatannya, terutama terkait pola makan dan hidup sehat,” ujarnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/dari-kaki-gunung-agung-ui-nyalakan-semangat-kemandirian-masyarakat-adat-geriana-kauh-bali/">Dari Kaki Gunung Agung, UI Nyalakan Semangat Kemandirian Masyarakat Adat Geriana Kauh Bali</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://static.promediateknologi.id/crop/0x0:0x0/0x0/webp/photo/p2/167/2024/08/30/Screenshot_20240830_200539-3094202176.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa UI Berikan Solusi Kreatif Atasi Masalah Lingkungan Melalui Ecobrick</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/74599-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Aug 2024 09:38:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74599</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOKPOS &#8211; Desa Sukarame, Banten yang terkenal sebagai destinasi wisata keindahan alam yang memukau, belakangan&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/74599-2/">Mahasiswa UI Berikan Solusi Kreatif Atasi Masalah Lingkungan Melalui Ecobrick</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOKPOS</strong> </a>&#8211; Desa Sukarame, Banten yang terkenal sebagai destinasi wisata keindahan alam yang memukau, belakangan ini dihadapkan pada tantangan lingkungan yang cukup serius, yakni peningkatan jumlah limbah plastik. Peningkatan limpah plastik ini dapat mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat setempat.</p>
<p>Untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menggagas sebuah program Edukasi Pembuatan Ecobrick (EPIK) 2024, pada Selasa (13/8). Di bawah bimbingan Ns. Suryane Sulistiana Susanti, M.A., Ph.D., para mahasiswa merancang program edukasi yang tidak hanya sekadar mengajarkan cara pembuatan Ecobrick, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah plastik secara berkelanjutan kepada warga Desa Sukarame.</p>
<p>“Ecobrick bukan sekadar solusi biasa, ia adalah metode revolusioner yang mengubah sampah plastik menjadi sumber daya yang berharga. Secara sederhana, Ecobrick adalah botol plastik bekas yang diisi padat dengan berbagai jenis limbah plastik hingga mencapai tingkat kepadatan tertentu,” kata Ns. Suryane.</p>
<h3>Jadikan Limbah Bernilai Jual</h3>
<p>Ia menambahkan, botol-botol ini kemudian dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang kuat, serbaguna, dan ramah lingkungan. Dengan Ecobrick, sampah plastik yang biasanya hanya menjadi beban lingkungan, kini bisa diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi seperti kursi, meja, hingga struktur bangunan sederhana.</p>
<p>Lebih lanjut ia mengatakan, proses pembuatan Ecobrick tidak memerlukan peralatan atau keterampilan khusus, sehingga sangat mudah diterapkan oleh siapa saja. Alat yang dibutuhkan hanyalah botol plastik bekas, sampah plastik bersih yang telah digunting kecil-kecil, dan kayu penekan untuk memadatkan sampah dalam botol.</p>
<p>Standar yang digunakan dalam pembuatan Ecobrick adalah dengan memastikan bahwa botol terisi penuh dan padat, dengan berat minimum mencapai sepertiga dari volume botol. Sebagai contoh, untuk botol berukuran 600ml, berat Ecobrick yang dihasilkan harus mencapai 200 gram.</p>
<p>“Keunggulan lain dari Ecobrick adalah fleksibilitasnya. Produk-produk yang dihasilkan dari Ecobrick dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kreativitas masyarakat setempat. Diharapkan, ke depannya masyarakat dapat menjual hasil kreasi dari Ecobrick tersebut secara mandiri. Dengan demikian, gerakan ini tidak hanya berperan sebagai solusi pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai sumber pendapatan baru bagi warga desa,” kata Ns. Suryane.</p>
<p>Sementara itu, dengan melihat potensi besar yang dimiliki Ecobrick, berbagai pihak di Desa Sukarame, termasuk pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), telah menyatakan dukungannya untuk melanjutkan inisiatif ini. Salah satu rencana jangka panjang yang tengah digagas adalah pembentukan kelompok bank sampah desa yang akan berfokus pada pengumpulan dan pengolahan limbah plastik menjadi Ecobrick.</p>
<p>Kelompok ini nantinya diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat dan provinsi dalam mengembangkan program pengelolaan limbah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. “Dengan adanya program ini, kami optimis Desa Sukarame bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengelola limbah plastik dengan cara yang kreatif dan berkelanjutan. Ecobrick membuka peluang besar bagi masyarakat tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sampah,” ujar Hasan Basri, Direktur Eksekutif BUMDes Selat Sunda Sukarame.</p>
<p>Oleh karena itu, untuk mengembangkan potensi tersebut, Tim Pengmas UI bersama BUMDes Selat Sunda Sukarame berencana untuk mengadakan pelatihan lebih lanjut serta lokakarya yang melibatkan lebih banyak komunitas sekitar. Program pelatihan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan tentang Ecobrick dan mengintegrasikan teknik ini ke dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam pembangunan infrastruktur desa.</p>
<p>Lebih dari itu, rencana pemasaran produk-produk berbasis Ecobrick juga tengah dipersiapkan, dengan harapan produk-produk ini dapat menarik minat pasar yang lebih luas. Langkah tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah plastik di tingkat lokal maupun nasional.</p>
<p>Dalam jangka panjang, Ns. Suryane menyampaikan bahwa program yang diikuti sekitar 30 warga Desa Sukarame ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat serta memberdayakan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam pelestarian alam. Ecobrick adalah contoh nyata bagaimana pendekatan kreatif dalam pengelolaan limbah dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.</p>
<p>Plh. Dekan FIK UI, Dessie Wanda, S.Kp., M.N., Ph.D., turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program ini. “Kami sangat bangga melihat antusiasme masyarakat Sukarame. Program ini tidak hanya memberikan solusi praktis terhadap masalah limbah, tetapi juga membuka mata masyarakat bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang bernilai. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan bisa memberdayakan dan membawa perubahan positif dalam masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Adapun Tim Pengmas UI terdiri atas delapan mahasiswa FIK, yaitu Ns. Qurrata Aini, M.Kep; Ajeng Pribadi Salam; Fadly Rasyid Maulana; Tamara Khairina; Nabella Elva Shakila; Zahra Putri Prasetya; Choirunnisaa Wardhani; dan Fikoh Farikhatun. Sementara itu, satu mahasiswa dari FMIPA adalah Annesa Hanabila.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/74599-2/">Mahasiswa UI Berikan Solusi Kreatif Atasi Masalah Lingkungan Melalui Ecobrick</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini 13 Nama Bakal Calon Rektor UI</title>
		<link>https://kabartoday.co.id/ini-13-nama-bakal-calon-rektor-ui/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Aug 2024 10:38:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.depokpos.com/?p=74162</guid>

					<description><![CDATA[<p>DEPOK &#8211; Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) menyerahkan 13 nama Bakal Calon Rektor&#160;[&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ini-13-nama-bakal-calon-rektor-ui/">Ini 13 Nama Bakal Calon Rektor UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://www.depokpos.com/"><strong>DEPOK</strong></a> &#8211; Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR) menyerahkan 13 nama Bakal Calon Rektor UI Terjaring dan Tersaring kepada Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Rektor dan Ketua MWA UI, pada Kamis (22/8). Mereka yang lolos terdiri atas 9 orang yang berasal dari internal UI dan 4 orang lainnya berasal dari luar UI.</p>
<p>“Proses ini merupakan tahap penting dalam pemilihan pemimpin UI mendatang. Proses penjaringan dimulai dengan pendaftaran 17 Bakal Calon Rektor UI. Melalui prosedur dan kriteria yang telah ditetapkan oleh MWA dan Pansus, telah dilakukan penyaringan yang ketat sehingga terpilih 13 Bakal Calon Rektor yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap pemilihan selanjutnya,” ujar Prof. Dr. Ir. Sigit Pranowo Hadiwardoyo, DEA, Ketua P3CR UI.</p>
<p>Adapun Bakal Calon Rektor UI Terjaring dan Tersaring yang berasal dari internal adalah Agus Setiawan, S.Kp., M.N., D.N, dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK); Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, FACG., dari Fakultas Kedokteran (FK); Prof. Dr. Ario Sunar Baskoro, ST., MT., M.Eng., dari Fakultas Teknik (FT); Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., dari FT; Prof. Dr. Ibnu Hamad, M.Si., dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP); Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., dari FT; Padang Wicaksono, Ph.D., dari Program Pendidikan Vokasi; Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M., IPU., dari FT; dan Teguh Dartanto, Ph.D., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).</p>
<p>Sementara Bakal Calon Rektor UI Terjaring dan Tersaring dari luar UI adalah Dr. Ir. H Baskoro Abie Pandowo, MT., dari PT PUCO; Dr. Iwan Adhicandra, S.T., M.Sc., Ph.D., SMIEEE., dari Universitas Bakrie; Prof. Khreshna Imaduddin Ahmad Syuhada, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., dari Institut Teknologi Bandung (ITB); dan Prof. Dr. dr. Yuwono, M.Biomed., yang merupakan Pensiun PNS Dosen Universitas Sriwijaya.</p>
<p>Ketua MWA UI Dr. (H.C.) K.H. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, mengatakan, ke-13 Bakal Calon Rektor ini nantinya akan menjalani serangkaian asesmen yang dilakukan oleh lembaga profesional, kredibel, dan independen yang telah ditentukan dan dipilih oleh MWA UI. Proses ini bertujuan untuk mengerucutkan jumlah calon menjadi 7 Bakal Calon Rektor. MWA UI telah menyiapkan beberapa tahapan seleksi lebih lanjut untuk memilih 3 Bakal Calon Rektor dan akhirnya terpilih Rektor UI yang baru melalui proses voting oleh MWA UI.</p>
<p>Lebih lanjut, Tim P3CR UI berharap bahwa rektor terpilih nantinya akan mampu mewujudkan visi dan misi UI, dengan berpedoman pada Kebijakan Umum yang telah disusun oleh MWA UI.</p>
<p>Selain itu, diharapakan juga rektor terpilih adalah sosok yang mampu menciptakan kepemimpinan yang efektif dan membangun Superteam yang melibatkan semua stakeholder dalam menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.</p>
<p>“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses ini dan berharap agar pemilihan Rektor UI yang baru dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa UI ke arah yang lebih baik,” ujar Gus Yahya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co.id/ini-13-nama-bakal-calon-rektor-ui/">Ini 13 Nama Bakal Calon Rektor UI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co.id">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.ui.ac.id/wp-content/uploads/2022/12/StrukturOrganisasi_01.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
