Takaria Kembalikan Dana BUMDes Porto

Eks Ketua BUMDes Hahoni Negeri Porto mengembalikan uang BUMDes yang diterima bendahara Negeri Porto, Jumat (3/11/2023)

Kabartoday, AMBON – Mantan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Hahoni Negeri Porto, Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah Agustinus Takaria (54) telah mengembalikan uang kas BUMDes ke Pemerintah Negeri Porto.

Besar uang yang dikembalikan Takaria secara tunai sebesar Rp. 165.784.000,- (seratus enam puluh lima juta tujuh ratus delapan puluh empat ribu rupiah).

Agustinus Takaria dipercaya menjadi Ketua BUMDes Hahoni Negeri Porto sejak tahun 2019 lalu. Sejak itu, dua kali BUMDes ini mendapat suntikan modal dari Pemerintah Negeri Porto. Modal pertama sebesar 100 juta rupiah. Suntikan modal kedua sebesar Rp. 69.284.000,-. Total modal dari Pemerintah Negeri Porto sebesar Rp. 169.284.000,-.

Dari total modal ini, sebanyak Rp. 3.500.000,- dipinjam dua warga Porto Markus Latuihamallo dan Debby C Taribuka karena kebutuhan yang mendesak.

Proses pengembalian dana BUMDes ini dilakukan pada Jumat (3/11/2023) di Kantor Negeri Porto. Takaria menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 165.784.000,- ke tangan Bendahara Negeri Porto Nofita Namarubessy.

Pengembalian uang ini disaksikan juga oleh Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Porto Matheos Nanlohy. Ada empat orang lain yang juga menjadi saksi penyerahan uang ini yaitu J Tetelepta, E Sahertian, N Sahertian serta Viktor Adrianus.

Berita acara pengembalian dana BUMDes

Penyerahan uang Dana BUMDes ini kemudian dituangkan ke dalam berita acara penyerahan yang ditandatangani para pihak di atas meterai Rp. 10.000,-

Mundur Jabatan

Selain mengembalikan dana BUMDes, Takaria juga menyerahkan surat pernyataan mundur dari Ketua BUMDes. Surat ini ia serahkan langsung kepada penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Porto Matheos Nanlohy. Surat pengunduran ini tertanggal 3 November 2023 dan ditandatangani di atas meterai Rp. 10.000.

Takaria jelaskan alasan mengundurkan diri karena ia sedang mengikuti pencalonan sebagai calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Maluku Tengah tahun 2024.

Dalam surat pengunduran diri itu, Takaria juga menegaskan telah mengembalikan Dana BUMDes Hahoni.

Berita acara penyerahan dana BUMDes Negeri Porto

Agustinus Takaria menjelaskan pengembalian dana modal BUMDes ini ia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral karena mengundurkan diri dari jabatan Ketua BUMDes.

“Saya bertanggung jawab atas modal yang diberikan pemerintah negeri untuk BUMDes. Dan saya kembalikan sepenuhnya, karena saya menyatakan undur diri dari jabatan selaku Ketua BUMDes,” jelasnya kepada wartawan Selasa (7/11/2023) di Ambon.

Ia katakan pengembalian dana ini juga untuk menghindari fitnah terhadap dirinya oleh sekelompok orang yang menudingnya melakukan korupsi terhadap dana tersebut.

Dalam mengelola BUMDes, Takaria jelaskan sempat terhambat dengan adanya Pandemi COVID 19 yang hampir tiga tahun melanda dunia sehingga berimbas juga dalam perputaran modal BUMDes.

“Yang pasti, hampir semua bidang usaha ekonomi lumpuh dan merugi karena adanya Pandemi Covid. Walaupun begitu, tetap saya bertanggung jawab penuh terhadap pengelolaan Dana BUMDes. Karena itu, saya mengembalikan seluruh modal awal yang diberikan,” ujarnya.

Padahal dari total modal itu, telah digunakan juga untuk membangun tempat usaha BUMDes serta memberi beberapa peralatan seperti drum dan lain-lain. Jumlahnya sekitar 53 juta rupiah.

“Seharusnya saya potong dengan anggaran pembangunan tempat usaha dan pembelanjaan peralatan lainnya. Namun saya tidak mau kotor dengan fitnahan. Karena itu saya kembalikan semua modal yang diberikan,” tukasnya.

Ia sesalkan pemberitaan salah satu media yang menuding dirinya melakukan korupsi dana BUMDes sebanyak Rp. 165 juta. Padahal sebelum media tersebut menayangkan berita itu, dirinya telah mengembalikan seluruh modal BUMDes ke Pemerintah Negeri.

“Ada berita dari salah satu media dengan sumber salah satu saniri negeri Porto. Berita itu tayang tanggal 5 yang menjustice saya melakukan korupsi dana BUMDes. Padahal, tanggal 3 saya telah mengembalikan seluruh modal dana BUMDes. Jadi, tudingan saya korupsi itu uang yang mana?,” tanya Takaria.

Ia menduga, ada tendensi politik dari kelompok tertentu yang hendak menjatuhkan kredibilitasnya. Pasalnya saat ini, Takaria sedang mencalonkan diri sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah tahun 2024.

Menurutnya, ada ketakutan dari caleg lain karena dirinya juga mendaftar sebagai caleg. Padahal, Takaria mengaku santai saja dan tidak menganggap caleg lainnya sebagai rival yang harus dijatuhkan dengan cara kotor.

“Mari kita bertarung secara fair saja. Jangan saling menjatuhkan dengan cara-cara kotor. Biarlah rakyat yang memilih. Jika berbuat baik, pasti rakyat akan memilih kita. Buktikan dengan kerja nyata dimasyarakat, bukan dengan cara fitnah dan tudingan tidak berdasar untuk menjatuhkan orang,” tegas Takaria. (IMRAN)

Pos terkait