Tanah Ruislagh di Desa Dukuh Timbulkan Polemik, Warga Nilai Kades Tidak Transparan

Kabartoday.co.id, Kabupaten Tangerang | Aset desa berupa sebidang tanah yang berlokasi di Kampung Pabuaran RT.008, RW.003, Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang Banten yang rencananya akan ditukar gulingkan dengan tanah milik PT.Jabar Utama Wood Industry menjadi perbincangan dikalangan masyarakat setempat.

Menurut keterangan warga, tanah aset desa yang rencananya akan ditukar gulingkan atau di Ruislagh tersebut diduga satu lahan dengan tanah milik PT. JUWI yang akan dibangun perumahan.

Bacaan Lainnya

Sedangkan tanah pengganti aset desa yang ditukar dengan tanah milik PT.Jabar Utama Wood Industry sendiri menurut informasi yang didapat berada dilokasi dan lahan yang berbeda.

Hal Ini cukup menarik untuk ditindak lanjuti, karena tanah milik PT. JUWI yang rencananya akan dibangun perumahan tersebut adalah tanah yang selama ini menjadi polemik di masyarakat.

Dari beberapa keterangan warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi mengatakan, bahwa pihak masyarakat bukan keberatan tanah aset desa yang di tukarkan, melainkan keputusan yang di ambil kades itu terkesan dipaksakan dan tidak transparan.

“Seharusnya sebelum melakukan penukaran tanah, masyarakat di berikan penjelasan terlebih dahulu agar paham,” Kata salah satu warga yang enggan di sebutkan namanya tersebut.

Ditempat yang sama, Madropi selaku Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat itupun membenarkan bahwa dirinya tidak pernah menerima undangan rapat musyawarah perundingan tukar menukar tanah tersebut.

“Jangankan masyarakat, saya aja ketua RT tidak diberitahu kalau ada rencana penukaran tanah itu, padahal keberadaan tanah itukan ada di wilayah saya,” Ucap Madropi kepada Awak Media.

Disisi lain, Anshori selaku Ketua BPD Desa Dukuh saat dikonfirmasi Awak Media melalui telepon WhatsApp mengatakan bahwa dirinya pada saat Musyawarah Desa (Musdes) tempo lalu tidak hadir.

“Kebetulan saya tidak hadir pada saat Musdes, saya juga tidak tau siapa saja yang hadir dalam musyawarah tersebut,” jawab ketua BPD. Kamis, 27/4/2023 yang lalu.

Ia juga mengatakan, terkait Musdes tempo lalu itu ada kemungkinan akan di agendakan kembali.

“Kemungkinan akan diadakan Musdes lagi,” Jelasnya.

Sedangkan Adharudin/Ajo selaku kepala Desa Dukuh saat di konfirmasi Melalui pesan WhatsApp terkait tanah Ruislagh tersebut menurutnya sudah dilakukan musdes dan tidak ada yang dipaksakan.

“Itupun nanti tergantung pak Bupati disetujui atau tidaknya terkait Ruislagh tersebut,” Jawabnya. Selasa, 2/5/2023.

Tak hanya itu, kades juga mengatakan bahwa Ruislagh tersebut untuk kepentingan masyarakat dukuh, bukan untuk kepentingan pribadinya.

“Ini untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan saya,” Pungkasnya.

Pos terkait