Tegas Berantas Korupsi, Praktisi Hukum Apresiasi Kinerja Kombes Pol Soumena

Kombes Pol Hujra Soumena,S.I.K, M.H - Dirreskrimsus Polda Maluku

Kabartoday, AMBON – Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Hujra Soumena dinilai cukup tegas dalam memberantas tindak pidana korupsi di Maluku.

Salah satu buktinya adalah saat menetapkan mantan Walikota Tual Adam Rahayaan sebagai tersangka korupsi kasus Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Kota Tual sebanyak 200 ton dan merugikan negara sekitar 1,8 miliar rupiah.

Bacaan Lainnya

Adam Rahayaan ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (26/4/2024). Dia merupakan tersangka kedua dalam kasus ini. Tersangka pertama adalah Abas Apollo Renwarin yang ditetapkan sebagai tersangka medio Agustus 2022 lalu.

Kasus ini diproses hukum sejak 2018 lalu. Butuh waktu sekitar enam tahun untuk bisa menetapkan eks Walikota Tual Adam Rahayaan sebagai tersangka.

Soumena merupakan dirreskrimsus ke empat yang menangani kasus ini. Awalnya kasus ini mulai diproses saat Dirreskrimsus dijabat oleh Kombes Pol Firman Nainggolan. Kemudian ada Kombes Pol Eko Santoso disusul Kombes Harold W Huwae.

Kasus ini mulai tampak terang saat Harold Huwae menetapkan Abas Apollo Renwarin sebagai tersangka pada Agustus 2022. Saat itu posisi Adam Rahayaan masih aman.

Bahkan sebagian besar khalayak umum banyak yang yakin bahwa penyidik tidak akan bisa menetapkan mantan Walikota Tual Adam Rahayaan sebagai tersangka.

Namun publik terperangah, saat sejumlah media merilis berita penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku dibawah kepemimpinan Kombes Pol Hujra Soumena selaku Dirreskrimsus telah menetapkan Adam Rahayaan sebagai tersangka.

Selain menetapkan status tersangka kepada eks Walikota Tual, penyidik juga menahan para tersangka. Adam dan tersangka Abas pun ditahan di Rutan Polda Maluku.

Ketegasan Soumena dalam penanganan kasus korupsi mendapat apresiasi dari kalangan praktisi hukum.

Salah satu pengacara muda Marnex Ferison Salmon menyatakan apresiasinya atas kinerja Kombes Pol Hujra Soumena dan jajarannya dalam menangani kasus dugaan korupsi CBP Kota Tual.

Pasalnya dengan langkah penetapan mantan Walikota Tual Adam Rahayaan sebagai tersangka, polisi memutus keraguan masyarakat yang selama ini ingin mengetahui kepastian hukum dalam kasus ini.

Apalagi kasus ini bergulir cukup lama di kepolisian sejak tahun 2018 dan baru pada tahun 2024 mantan Walikota Tual Adam Rahayaan dapat ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Marnex F Salmon,SH – pengacara muda yang cukup vokal di Maluku

“Sebagai orang yang berkecimpung dalam dunia hukum, secara pribadi saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada bapak Dirreskrimsus Polda Maluku Kombes Pol Hujra Soumena,S.I.K, MH atas kinerjanya dalam penanganan perkara korupsi,” ujar Salmon.

Pengacara muda yang cukup vokal ini meyakini sungguh bahwa langkah menetapkan tersangka mantan Walikota Tual itu setelah penyidik melewati serangkaian mekanisme penyidikan.

Dia juga yakin bahwa tidak ada tendensi atau kepentingan lain saat penyidik menetapkan AR sebagai tersangka.

“Walaupun saat ini sedang berada di moment politik penjaringan calon kepala daerah oleh partai politik, namun saya yakin langkah penyidik dalam penetapan tersangka itu murni dalam rangka proses penegakan hukum. Saya sungguh yakin tidak ada muatan politik atau tendensi lain dalam perkara ini,” jelasnya.

Ia katakan langkah penyidik menetapkan seseorang sebagai tersangka kasus tindak pidana tentunya tidak semudah yang dipikirkan orang.

Penyidik harus yakin ada unsur pidana dalam perbuatan tersebut serta harus mengantongi minimal dua alat bukti seperti yang dimaksudkan dalam pasal 184 KUHAP sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka.

“Apalagi ini dalam perkara korupsi sehingga apabila penyidik telah menetapkan seseorang sebagai tersangka, pasti mereka punya keyakinan serta punya alat bukti yang cukup,” tukas Salmon.

Olehnya itu, dengan penetapan tersangka Adam Rahayaan, pasti akan semakin menambah kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian dalam penanganan perkara pidana termasuk kasus korupsi khususnya di Ditreskrimsus Polda Maluku.

“Sekali lagi, sebagai pribadi saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada bapak Dirreskrimsus Polda Maluku dalam penanganan perkara ini. Maju terus pak. Berantas korupsi di bumi Maluku. Kami siap bersinergi dengan bapak,” tandas Salmon.

Sementara itu, Kombes Pol Hujra Soumena menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi di Maluku.

“Saya berkomitmen untuk berantas segala bentuk kejahatan korupsi di Maluku. Siapa pun dia bila terbukti akan di proses hukum,” tegas Soumena.

Ia katakan dalam penanganan perkara korupsi akan dilakukan tanpa pandang bulu. Setinggi apa pun pangkat dan jabatannya, bila cukup bukti akan diproses hukum.

Walaupun dalam penanganan beberapa perkara korupsi, ada intervensi dari oknum petinggi di daerah ini, Soumena tegaskan tidak akan mundur selangkah pun.

“Saya tegaskan tidak akan mundur selangkah pun. Saya akan tegak lurus tangani kasus korupsi. Apapun resikonya saya siap hadapi. Demi Bumi Maluku tercinta saya akan basmi para koruptor,” pungkas jebolan Akpol tahun 1999 ini. (IMRAN)

Pos terkait