Terkait Dugaan Bersubahat Dan Monopoli Jualan Pakaian Perlengkapan Sekolah, Kadisdikbud Bersama Kepala SMPN Se Kota Tebing Tinggi Kangkangi PP Dan Permendikbud RI

KabarToday I Tebing Tinggi – Carut marutnya isu miring yang menyelimuti Dunia Pendidikan Pemerintah Kota Tebing Tinggi, terkait masih berlangsungnya hingga kini dugaan Bersubahat dan Monopoli Penjualan Pakaian Perlengkapan Sekolah di Kota Lemang ini, semakin hari semakin merebak dan memanas.

Pasalnya, selain kegiatan Monopoli Penjualan Perlengkapan Pakaian Sekolah tersebut diketahui melanggar dan mengangkangi PP serta Permendikbud RI.

Kolaborasi jahat ini juga diketahui sudah berlangsung selama bertahun tahun lamanya. Dan sepertinya sudah menjadi Warisan Jahat secara turun temurun, mulai dari Kepala Disdikbud Kota Tebing Tinggi yang lama sampai sekarang, hingga silih berganti para Kepala SMPN se Kota Tebing Tinggi. Namun, sama sekali tidak pernah tersentuh hukum.

Apalagi dikabarkan, kegiatan tersebut justru malah dilindungi oleh beberapa pihak yang berkompeten lainnya. Sehingga, para Oknum terlibat didalamnya merasa diatas angin dan seolah merasa sudah kebal hukum. Sehingga, kerja sama dengan rekanan Nunung Colection dalam aksi jual menjual Pakaian Perlengkapan Sekolah tingkat SMP, dari Baju Batik, Baju Koko, Rompi dan Baju/Celana Olah Raga, berlangsung tanpa hambatan.

Pada Pemberitaan yang lalu, dari hasil kerjasama tersebut, diduga semua pihak yang terkait, baik dari Kepala SMPN masing – masing, hingga pihak Disdikbud Kota Tebing Tinggi mendapat jatah gratifikasi yang cukup fantastis nilainya.

Dan tidak perduli, kendati banyak Wali Murid menjerit oleh karenanya. Dimana selain kualitas barang yang jelek, juga harus membeli Pakaian Perlengkapan Sekolah dimaksud dengan bandrol harga yang cukup mahal.

Mirisnya, jeritan Wali Murid ini hanya diibaratkan radio rusak dan dianggap angin lalu. Yang penting, bagi hasil keuntungan dari Monopoli Penjualan Pakaian Perlengkapan tersebut didapat besar dan memuaskan.

Disebut – sebut juga sudah bertahun – tahun lamanya Disdikbud Kota Tebing Tinggi dan para Kepala SMPN Se Kota Tebing Tinggi, rangkap fungsi sebagai Multi Level Marketing. Dan diduga turut serta menjadi Sales Marketing Penjualan Pakaian Perlengkapan Sekolah Tingkat SMP, bekerja sama dengan Nunung Colection.

Bahkan diinformasikan, Disdikbud Kota Tebing Tinggi juga merekomendasikan secara lisan, agar semua Kepala Sekolah SMP mengarahkan Orang Tua/Wali Murid agar membeli Pakaian Perlengkapan Sekolah itu dari Nunung Colection yang berada di Jalan Pulau Belitung – Bandar Sono – Tebing Tinggi.

Diduga, dari hasil Penjualan Perlengkapan Pakaian Sekolah dimaksud, Disdikbud Kota Tebing Tinggi beserta jajaran Kepala Sekolah SMPN setempat, dikabarkan mendapat Fee Gede, hingga Puluhan Juta Rupiah. Apalagi menjelang atau memasuki tahun Ajaran Baru yang saat ini sedang berada diambang pintu.

Jika melihat kualitas Pakaian yang diproduksi oleh Nunung Colection, sangat memprihatinkan. Harga di pasaran berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 per potong. Namun, Nunung Colection mematok harga Pakaian Perlengkapan Sekolah tersebut kepada Orang Tua/Wali Murid, per potongnya senilai Rp. 100.000. Tapi dua atau tiga kali pakai jahitannya sudah lepas, Kain Batiknya tipis dan mudah sobek, serta karet Pakaian Oleh Raga mudah kendor.

Mengutip pemberitaan Ombudsmen RI terkait hal ini, Perwakilan Ombudsman RI DI Yogyakarta mengingatkan, bahwa Penjualan Seragam/Bahan Seragam oleh Sekolah maupun Madrasah adalah dilarang, hal ini merujuk pada ketentuan Pasal 181 dan Pasal 198 PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan yang intinya Pendidik dan Tenaga Kependidikan dilarang untuk menjual Seragam ataupun Bahan Seragam. Demikian juga Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah.

Kemudian, Pasal 4 Ayat (1) dan (2) Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah, juga mengatur ketentuan mengenai Seragam. Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah diusahakan sendiri oleh Orang Tua/Wali Siswa. Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah juga tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan PPDB ataupun kenaikan kelas.

Hal ini juga dirangkum dalam Permendikbud No.1/2021 Pasal 27 tentang PPDB juga dijelaskan larangan melakukan pungutan untuk Seragam. Begitu juga Permendikbud No.75/2016 menjelaskan bahwa Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual Seragam maupun Bahan Pakaian Seragam di sekolah.

Regulasi tersebut selalu menjadi Pedoman dalam membuat Surat Edaran (SE) setiap menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru. Namun sayang, tidak diimbangi dengan pengawasan Dinas Pendidikan yang ketat, sehingga menjadi masalah tahunan. Dan parahnya lagi, malah Oknum berkompoten di Dinas Pendidikan turut serta Bersubahat di dalamnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kepala SMPN 2 Tebing Tinggi Rosita Daulay SPd membantah hal tersebut. Dan mengatakan, bahwa untuk keseragaman, pihaknya hanya menyuruh Siswa/i agar menyeragamkan pakaian sekolah. Mengenai pembelian, terserah dimana mau dibeli.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SMPN 9 Ristua Panjaitan. Pihaknya sama sekali tidak melakukan penjualan Seragam Sekolah dan terserah kepada murid untuk membelinya.

Ketika hal ini dikonfirmasi ulang kepada Kadisdikbud Kota Tebing Tinggi, Idham Khalid SKM MKes saat di temui di Tebing Tinggi belum lama ini, tidak mau menjawab konfirmasi dan memilih berlalu pergi meninggalkan Wartawan, dengan mengatakan, pihaknya masih banyak pertemuan dan harus ketemu dengan anggota DPR.

Sementara itu, Sekdisdikbud Kota Tebing Tinggi Darajad Harahap SPd saat ditemui di Kantin Disdikbud baru baru ini, menampik konfirmasi KabarToday dengan mengatakan,

“Nanti dulu lah itu”, ucapnya, sambil berlalu meninggalkan Wartawan.

Disisi lain, Kepala SMPN 1 Tebing Tinggi Paini SPd MPd saat dikonfirmasi lewat WA mengatakan, bahwa Siswa bisa mendapatkannya dimana pun.

“Siswa bisa mendapatkannya disemua toko di Tebing, Medan, Jakarta, atau dimanapun, yang PENTING sesuai dengan TATA TERTIB/PERATURAN Seragam disekolah masing-masing, bang”, jawabnya pada dinding Whatsappnya.

“Kami tidak mau tau belinya dimana, yg penting siswa kami berpakaian Seragam sesuai dgn sekolah kami”, tulis Paini lagi.

Selanjutnya, Paini juga mengatakan, bahwa pakaian seragam tersebut juga bisa dibeli sama Wartawan.

“Beli sama Abang juga tidak ada masalah, jika Abang ada jual SERAGAM untuk siswa kami. Makasih atas kepedulian Abang, sehat selalu kita ya bang”, tulis Paini lagi pada dinding WhatsApp nya menutup konfirmasi Wartawan.

Namun dilain waktu, Paini menyuruh salah seorang Oknum yang mengaku – ngaku tukang tengok – tengok menelepon KabarToday. Dan mengajak Wartawan Media ini untuk duduk bareng, sambil minum kopi dengan maksud dan tujuan tak jelas. (Okta)

Pos terkait