Terkait Isu Jual Beli Pakaian Seragam SMPN Se Kota Tebing Tinggi, “Tangkap Dan Penjarakan Oknum Terlibat”

KabarToday I Tebing Tinggi – Tentang isu miring seputar Jual Beli Pakaian Seragam Sekolah Tingkat SMPN se Kota Tebing Tinggi, yang diduga dilakukan secara berjamaah antara Pemerintah Kota Tebing Tinggi Cq Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) melalui Kepala Sekolah Se Kota Tebing Tinggi dengan Rekanan Nunung Colection, banyak pihak meminta agar semua Oknum terlibat didalamnya, segera ditangkap dan diseret ke meja Yuridis untuk dimintai pertanggungjawabannya. Dan jika terbukti bersalah, segera pula mengurungnya didalam terali besi.

Hal ini dimintakan, sebab dugaan kolaborasi jahat jual beli seragam sekolah dimaksud, dinilai telah melanggar dan mengangkangi aturan dan peraturan yang berlaku seputar dunia pendidikan.

Yakni, ketentuan yang termaktub dalam Pasal 181 dan Pasal 198 PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Dimana intinya, Pendidik dan Tenaga Kependidikan dilarang menjual Seragam ataupun Bahan Seragam. Demikian juga Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah.

Selanjutnya, Pasal 4 Ayat (1) dan (2) Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah. Disebutkan, bahwa Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah diusahakan sendiri oleh Orang Tua/Wali Siswa. Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah juga tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ataupun kenaikan kelas.

Kedudukan yang sama juga dirangkum dalam Permendikbud No.1/2021 Pasal 27 tentang PPDB menjelaskan tentang larangan melakukan Pungutan Uang untuk Seragam.

Begitu juga Permendikbud No.75/2016 menjelaskan, bahwa Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual Seragam maupun Bahan Pakaian Seragam di sekolah.

Pengamat dan Pemerhati Pendidikan Sumatera Utara yang namanya enggan disebutkan, saat diminta keterangannya terkait hal ini mengatakan, Pemerintah baik Pusat maupun Daerah sebenarnya telah banyak melakukan hal baik untuk peningkatan dunia pendidikan. Tidak terkecuali larangan terkait pungutan biaya pendidikan dan jual beli pakaian seragam di Sekolah Dasar maupun Menengah.

Menurutnya, aturan itu juga memuat ancaman sanksi bagi yang melanggar. Bagi PNS, selain mendapat sanksi disiplin, juga Hukum Pidana (Penjara), karena dapat dianggap menyalahgunakan Jabatan.

Atas tindakan tersebut, bagi Oknum terlibat dianggap melanggar Pasal 423 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara. Dan jika dikaitkan dengan UU Tipikor, yang melakukan dapat diancam dengan hukuman paling singkat 4 tahun penjara dan denda paling banyak 1 Miliar Rupiah.

Untuk, itu pihaknya berharap, Orang Tua/Wali Murid untuk segera bertindak secara hukum melaporkan segala bentuk kejanggalan yang terdapat dalam pelaksanaan pendidikan kepada pihak berwajib. Agar para Oknum – Oknum yang terlibat didalamnya mendapat sanksi hukum yang setimpal, sekalian memberikan efek jera.

Diberitakan sebelumnya, saat Korespondent Media ini berhasil mengkonfirmasi Pekerja Penjaga Ruko tempat Penjualan Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah miliknya tersebut, yang berada di Jalan Pulau Belitung – Bandar Sono – Tebing Tinggi melalui Whatsapp (WA) mengatakan, bahwa Pak To tidak mau atau tidak bersedia memberikan nomor HP/WA untuk diberikan kepada Wartawan.

“Maaf …maaf…kali pak…
Soalnya bapak itu juga gak balas” chat saya.
Ini baru di balasnya juga..

Kan gak enak klu saya pekerja mau ngasih no.bapak itu tanpa sepengetahuan nya.
Katanya gak usah …
Balsnya gitu aja pak..

Sekali lagi minta maaf pak ya … 🙏🙏”, tulis Ita pada dinding WA nya membalas konfirmasi KabarToday.

Sebelumnya juga diberitakan, kegiatan Monopoli Penjualan Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah ini diketahui dilakukan secara berjama’ah, antara Pengusaha Mitra Jaya (Nunung Colection) dengan Pihak berkompoten di Disdikbud beserta 10 Kepala SMPN se Kota Tebing Tinggi.

Kegiatan jahat ini juga disebut – sebut mendapat perlindungan penuh dari pihak yang berkompeten lainnya. Sehingga, para Oknum yang terlibat didalamnya merasa diatas angin dan seolah merasa sudah kebal hukum. Sehingga, aksi jual menjual Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah tingkat SMP tersebut, dari Baju Batik, Baju Koko, Rompi dan Baju/Celana Olah Raga, berlangsung tanpa hambatan.

Dan dari hasil kerjasama tersebut, diduga semua pihak yang terkait, baik dari Kepala SMPN masing – masing, hingga pihak Disdikbud Kota Tebing Tinggi mendapat jatah gratifikasi yang cukup fantastis nilainya. Sementara dibalik itu, Wali Murid harus menjerit oleh karenanya.

Pasalnya, selain kualitas barang yang jelek, juga harus membeli Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah dimaksud dengan harga yang cukup mahal. Dimana, perpotong Seragam Sekolah tersebut pukul rata dibandrol dengan harga Rp. 100.000.

Mirisnya, jeritan Wali Murid ini hanya diibaratkan radio rusak dan dianggap angin lalu. Yang penting, bagi hasil keuntungan dari Monopoli Penjualan Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah tersebut didapat besar dan memuaskan.

Disdikbud Kota Tebing Tinggi juga disebut – sebut merekomendasikan secara lisan kepada semua Kepala Sekolah SMPN, agar mengarahkan Orang Tua/Wali Murid untuk membeli Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah dimaksud dari Nunung Colection yang berada di Jalan Pulau Belitung – Bandar Sono – Tebing Tinggi.

Diduga, dari hasil Penjualan Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah dimaksud, Disdikbud Kota Tebing Tinggi beserta jajaran Kepala Sekolah SMPN setempat, dikabarkan mendapat Fee Gede, hingga Puluhan Juta Rupiah. Apalagi menjelang atau memasuki tahun Ajaran Baru atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang saat ini sedang berada diambang pintu.

Jika melihat kualitas Pakaian yang diproduksi oleh Nunung Colection, sangat memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan harga di pasaran berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 30.000 per potong. Namun, Nunung Colection mematok harga Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah tersebut kepada Orang Tua/Wali Murid, per potongnya senilai Rp. 100.000. Tapi dua atau tiga kali pakai jahitannya sudah lepas, Kain Batiknya cepat sobek karena terlalu tipis, serta kandungan Karet yang ada pada Pakaian Olah Raga mudah kendor.

Dari pihak Disdikbud dan para Kepala Sekolah yang berhasil dikonfirmasi KabarToday terkait hal ini, semuanya membantah telah menjual Perlengkapan Pakaian Seragam Sekolah dimaksud.

Dilain pihak, Ana, salah seorang Wali Murid kepada media ini mengatakan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan semua bukti – bukti terkait jual beli Seragam Sekolah. Dan dalam waktu dekat ini akan segera melaporkan hal tersebut kepada pihak hukum.

Menurut Ana, saat anaknya masuk sekolah di salah satu SMPN di Kota Tebing Tinggi, langsung diarahkan membeli Pakaian Seragam Sekolah di salah satu Ruko yang berada di Jalan Pulau Belitung – Bandar Sono – Tebing Tinggi.

Setelah ditanya, sebut Ana lagi, ternyata bandrol harga Pakaian Seragam tersebut sangat mahal, sementara kwalitasnya jelek. (Okta)

Pos terkait