Tertibkan Penambang Ilegal di Gunung Botak, Kapolres Buru : Kita Tetap Humanis

Apel pengecekan personil di jalur D Wamsait, di kaki Gunung Botak dalam rangka pelaksanaan operasi PETI SALAWAKU 2024.

Kabartoday, NAMLEA – Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang,S.I.K, S.H, M.M tegaskan tetap utamakan prinsip humanis saat laksanakan penertiban terhadap penambang ilegal di kawasan tambang emas Gunung Botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata Kabupaten Buru.

Hal ini diungkapkan Kapolres Buru kepada media ini usai pelaksanaan apel pengecekan personil kegiatan operasi PETI Salawaku 2024 di kawasan jalur D di Dusun Wamsait, Senin (3/6/2024).

Bacaan Lainnya
Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K, M. M. 

“Dalam pelaksanaan operasi ini kita lakukan dengan kedepankan prinsip humanis persuasif. Tadi pagi saat apel pasukan di Polres, arahan saya jelas kepada seluruh personil operasi,” ujar Sulastri.

Dengan prinsip humanis, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005 ini jelaskan bahwa dalam operasi PETI ini, tidak boleh ada gesekan dengan masyarakat. Hindari tindakan kekerasan, tidak boleh ada kata caci maki, main pukul serta hinaan.

Preemtif, Preventif, Represif
Kapolres Buru katakan, kegiatan penindakan hukum adalah upaya terakhir setelah pola preemtif dan preventif dilakukan.

Mantan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Maluku beberkan pelaksanaan operasi PETI Salawaku 2024 ini akan berlangsung selama tujuh hari mulai Senin (3/6/2024) hingga Minggu (9/9/2024).

Adapun pola tindakan di lapangan dilakukan dengan tiga pola yaitu Preemtif, Preventif dan Represif.

Pola preemtif dilakukan selama tiga hari pertama. Dengan pola ini, personil operasi memasang baliho himbauan untuk tidak melaksanakan aktivitas pertambangan secara ilegal atau tanpa ijin di Gunung Botak.

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang,SH, S.I.K, M.M bersama Dandim 1506/Namlea Letkol Arh Agus Nur Fujianto, S.I.P, M.Han di baliho pengumuman yang merupakan bagian pola Preemtif dalam operasi PETI SALAWAKU 2024 di kawasan tambang emas Gunung Botak.

Petugas juga akan berkeliling kawasan menyampaikan himbauan dengan pengeras suara meminta warga menghentikan kegiatan dan tidak lagi melakukan aktivitas pertambangan secara ilegal.

Petugas akan meminta para pelaku PETI agar dengan sukarela membongkar tenda atau camp mereka serta membawa peralatan mereka keluar dari areal Gunung Botak.

Kemudian pola preventif selama dua hari yaitu tanggal 6 dan 7 Juni. Dengan pola preventif ini, petugas akan melakukan patroli rutin di areal pertambangan untuk mengecek apakah masih ada pelaku PETI yang masih beraktivitas.

“Bila masih ada penambang yang beraktivitas, petugas akan dengan tegas meminta mereka agar menghentikan kegiatan. Karena telah tiga hari awal dilakukan himbauan atau pola preemtif,” kata jebolan Sespimmen Polri Dikreg 62 tahun 2022 lalu.

Pola terakhir adalah represif atau penegakan hukum. Pola ini merupakan opsi terakhir dalam pelaksanaan operasi PETI Salawaku 2024. Pola ini dilakukan tanggal 8 dan 9 Juni 2024.

“Jika masyarakat penambang tidak menghiraukan himbauan yang sudah di sampaikan oleh petugas maka penegakan hukum adalah langkah terakhir kita,” tegasnya.

Walaupun begitu, ia berharap dalam operasi ini tidak sampai pada tahap penegakan hukum atau pola represif.

“Bilamana saudara saudara kita penambang yang melakukan aktivitas di areal gunung botak ini patuh terhadap perintah atau arahan kita, Insya Allah kegiatan selama tujuh hari itu akan berjalan dengan pola Preemtif dan Preventif tanpa adanya Represif,” harapnya.

Pamen Polwan yang pernah menjabat Kasatlantas Polres Buru ini ungkapkan, sasaran dalam operasi ini adalah pada para penambang ilegal di lokasi Gunung Botak, para pembeli emas serta pelaku pemasok Bahan Berbahaya (B2) serta Bahan Berbahaya Beracun (B3).

Pamen Polwan berpangkat dua melati ini berharap agar pasca pelaksanaan operasi PETI Salawaku 2024 ini, tidak ada lagi penambang ilegal yang beraktivitas di Gunung Botak.

“Harapan kita setelah operasi ini adalah tidak boleh ada lagi penambang penambang ilegal yang naik beraktivitas di Gunung Botak,” pungkasnya.

Pantauan media ini, pada hari pelaksanaan operasi ini, terlihat ribuan penambang ilegal berduyun duyun turun meninggalkan areal tambang Gunung Botak. (***) 

Pos terkait