Warga Keluhkan Adanya Dugaan ACC KTP di Samsat Rangkas Bitung

Kabartoday.co.id, Rangkas Bitung | Warga Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkas, Kabupaten Lebak Banten keluhkan adanya dugaan ACC KTP di Samsat Rangkas Bitung pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2023 yang lalu.

Warga tersebut mengatakan, Unit Pelayanan Teknis (UPT), Pelayanan Pendapatan Daerah (PPD) Samsat Rangkas yang ditangani Unit Regident diduga melakukan Mal Administrasi dalam proses pengurusan pajak kendaraan bermotor.

Bacaan Lainnya

Menurut keterangan warga Cijoro Pasir, pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2023 yang lalu, ia hendak mengurus perpanjangan pajak Surat Tanda Kendaraan (STNK) roda empat miliknya.

Namun pada saat itu, Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama pemilik pertama kendaraan tidak ada, karena itulah dirinya diduga dikenai biaya tambahan diluar wajib pajak oleh pihak Pekerja Harian Lepas (PHL) loket pendaftaran Samsat Rangkas Bitung.

Dengan adanya dugaan itu, warga meminta kepada Dirlantas dan paminal Polda Banten untuk bersikap tegas adanya dugaan tersebut.

“Pihak Polda Banten harus tegas jika ada bawahannya yang melakukan penyimpangan,” Ujar Warga yang Engan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, warga itu juga meminta kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (KBPD) menindak tegas para oknum pegawai yang diduga terlibat pada dugaan mal administrasi tersebut.

“Dugaan ini harus segera ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat dan penegak hukum, jangan sampai terkesan dibiarkan menjamur di setiap samsat yang ada di provinsi Banten,” Tegasnya.

Sedangkan R yang mengaku dirinya sebagai Pekerja Harian Lepas Regident saat dikonfirmasi Awak media membantah adanya ACC KTP tersebut. Karena menurutnya pada saat itu pihak warga lah yang meminta untuk dibantu.

“Kemarin kan bapak itu yang meminta untuk dibantu,” Ujar R

Disisi lain, Aipda Sabar selaku anggota Regident Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Rangkas Bitung saat dikonfirmasi mengatakan bahwa ACC KTP tidak dibenarkan, kalaupun ada akan dilaporkan ke pimpinan dan dikenakan tindakan sangsi administrasi hingga pemecatan jika itu terbukti.

“Jika ada hal seperti itu, tentu akan dikenakan sangsi tegas,” Pungkasnya.

Pos terkait