Warga Piru Ditemukan Tewas Membusuk di Belakang Kompleks RSUD Haulussy Ambon

Kabartoday, AMBON Pemukiman Warga di kawasan Belakang Kamar Mayat RSUD Haulussy, RT 001 RW 003 Kelurahan Benteng Kecamatan Nusaniwe sempat geger pada Jumat (4/8/2023) malam.

Pasalnya, seorang warga setempat ditemukan tewas dalam kamar rumahnya sudah dalam keadaan membusuk.

Bacaan Lainnya

Adalah Zakarias Souhaly yang ditemukan tewas oleh sepupunya. Korban seorang pekerja swasta berusia 40 tahun.

Kepala Seksi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Janet S Luhukay membenarkan peristiwa penemuan mayat tersebut.

Ipda Janet S Luhukay, Kepala Seksi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

“Iya, tadi malam ada penemuan mayat di kawasan Belakang Kamar Mayat RSUD Haulussy, Kudamati. Saat ditemukan, dari tubuh korban sudah mengeluarkan bau menyengat. Diduga, korban sudah meninggal lebih dari dua hari sebelum ditemukan,” ungkap Luhukay kepada media ini Sabtu (5/8/2023).

Perwira Polwan alumni Sekolah Inspektur Polisi (SIP) angkatan 51 tahun 2022 ini jelaskan yang pertama menemukan korban adalah Arli Makulessy (20) mahasiswa UKIM yang adalah sepupu korban.

Ia beberkan kronologi penemuan mayat korban ini berawal saat Jumat (4/8/2023) sekitar pukul 20.00 WIT, saksi Arli berada dalam rumah bersama tiga sepupu korban lainnya yaitu Erni Lumaupuy, Berthi Lumahupui dan Iron Pelatu. Mereka berempat tinggal bersama korban.

Saat itu, empat sepupu korban mencium bau busuk yang menyengat dari dalam kamar tidur korban.

Saksi Arli kemudian mendatangi kamar korban. Dia berupayabmendorong pintu kamar korban. Rupanya pintu tidak terkunci.

“Saat pintu terbuka, saksi masuk ke kamar. Saksi melihat korban dalam posisi tidur terlentang di atas tempat tidur. Karena bau yang keluar dari tubuh korban cukup menyengat, saksi keluar sambil menutup pintu kamar,” ujar mantan Kepala Shift III SPKT Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Kemudian saksi Arli memanggil tetangganya Simon Dasi menginformasikan kondisi korban. Mereka berdua masuk ke kamar dan melihat kondisi korban.

Setelah itu saksi memberitahukan peristiwa ini ke Ketua RT setempat bapak Simon Lanan yang selanjutnya melaporkan kejadian ini ke petugas kepolisian di Pos Polisi Benteng.

Janet juga ungkapkan keberadaan korban terakhir terlihat pada Rabu (2/8/2023) sekitar pukul 23.00 WIT. Saat itu salah satu saudara korban Betrik Latulake (20) sementara duduk di dapur rumah. Dia melihat korban pulang kerja masuk rumah melalui pintu dapur.

“Korban terlihat membawa satu bungkus Energen. Saat itu korban langsung menyalakan kompor untuk memasak air,” jelas Janet.

Setelah melihat korban memasak air, selanjutnya saksi Beatrik langsung masuk kamar tidurnya.

Keesokan harinya Kamis (3/8/2023) sekitar pukul 08.00 WIT, saksi Beatrik mengetuk pintu kamar korban namun tidak ada respon dari korban. Saksi berpikir kemungkinan korban sudah pergi kerja lebih awal.

Sementara menyangkut kondisi kesehatan, Lina Souhaly (52) kakak kandung korban memastikan adiknya ini tidak memiliki riwayat sakit. Karena selama ini korban tidak pernah mengeluh sakit apapun.

Janet jelaskan, hanya selang beberapa menit setelah mendapat laporan dari Ketua RT 001 RW 003 soal penemuan mayat ini, Kapolsek Nusaniwe Iptu Johan WM Anakotta bersama beberapa anak buahnya  tiba di TKP. Mereka mengamankan TKP serta berkoordinasi dengan pihak Inafis Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease untuk menangani kejadian tersebut.

Korban sendiri baru bisa dievakuasi ke RS Bhayangkara pada pukul 23.40 WIT setelah mobil jenazah Partai Perindo tiba di lokasi. Tujuannya untuk keperluan pemeriksaan luar dari tubuh korban.

“Pihak keluarga menerima dan merelakan kepergian korban serta menolak proses otopsi terhadap korban sehingga dibuatkan surat pernyataan penolakan otopsi,” pungkas Janet.

Setelah menolak otopsi, pihak keluarga membawa jenazah korban ke Kota Piru, Kabupaten Serang Bagian Barat untuk dikuburkan. (IMRAN)

Pos terkait