Pawai Obor Hingga Via Dolorosa, Sektor Lahairoi Jemaat GPM Bethesda Rayakan Malam Paskah

Pawai Obor Hingga Via Dolorosa, Sektor Lahairoi Jemaat GPM Bethesda Rayakan Malam Paskah
Prosesi Jalan Salib Hidup Sektor Lahairoi Jemaat GPM Bethesda Klasis Pulau Ambon dalam perayaan Malam Paskah, Sabtu (4/4/2026). (Foto : Ibu Isye M)

Kabartoday, AMBON – Seluruh Umat Kristen di Sektor Lahairoi Jemaat GPM Bethesda Klasis Pulau Ambon merayakan malam Paskah menantikan waktu kebangkitan Sang Juru Selamat Yesus Kristus.

Perayaan malam Paskah Sektor Lahairoi ini digelar mulai Sabtu (4/4/2026) malam pukul 21.00 WIT hingga Minggu (5/4/2026) dinihari pukul 03.30 WIT yang dikoordinir oleh Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi (PHBG) Sektor Lahairoi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan di pusatkan di Gereja Lahairoi dan lahan kosong yang dijadikan sebagai Bukit Golgota tempat Yesus di Salib. Lahan kosong ini milik keluarga Reinhard Louhenapessy yang terletak di RT 001 RW 03 Kelurahan Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Inti perayaan Malam Paskah (Vigili Paskah) adalah berjaga-jaga dalam sukacita untuk menantikan dan merayakan kebangkitan Yesus Kristus. Perayaan ini melambangkan kemenangan terang atas kegelapan dan kehidupan atas kematian.

Awal kegiatan dilaksanakan di Gereja Lahairoi diisi dengan menyanyikan berbagai Kidung Pujian.

Selain bernyanyi lagu rohani, kegiatan diselingi dengan sejumlah permainan yang cukup meriah seperti Cerdas Cermat Alkitab (CCA), tebak lagu rohani serta cerita menebak tokoh dalam Alkitab.

Keseruan game rohani yang membuat suasana gembira jemaat Sektor Lahairoi saat perayaan malam Paskah menantikan kebangkitan Yesus Kristus, Sabtu (4/4/2026).

Juga ada permainan yang membuat seluruh jemaat bergembira ria sambil menunggu waktunya “kubur terbuka” momen dimana Yesus Kristus bangkit setelah pada hari Jumat wafat di kayu salib.

PAWAI OBOR

Usai acara kegembiraan di Gereja Lahairoi, perayaan dilanjutkan dengan pawai obor. Para jemaat baik orang tua, angkatan muda gereja, remaja termasuk anak-anak Sekolah Minggu Tunas Pekabaran Injil (SMTPI) berjalan mengelilingi wilayah Sektor Lahairoi dengan obor di tangan.

Ketua PHBG Sektor Lahairoi Zeth Kustely berujar bahwa pawai obor pada malam Paskah melambangkan kemenangan Yesus Kristus atas maut dan kegelapan, menandakan cahaya harapan dan kehidupan baru bagi umat Kristiani.

Zeth Kustely, Ketua PHBG Sektor Lahairoi, Jemaat GPM Bethesda Klasis Pulau Ambon.

“Tradisi pawai obor ini juga sering disebut sebagai arak-arakan fajar Paskah atau prosesi cahaya Paskah, yang merekonstruksi perjalanan murid-murid ke kubur Yesus,” ujarnya kepada media ini Minggu (5/4/2026) dinihari di lokasi perayaan malam Paskah.

VIA DOLOROSA

Usai pawai obor, jemaat Sektor Lahairoi disuguhkan dengan drama Jalan Salib (Via Dolorosa) yang mengisahkan Yesus Kristus sejak menjalani proses pengadilan dan dihukum oleh Gubernur tanah Yudea Pontius Pilatus hingga akhirnya wafat di Kayu Salib.

Drama Via Dolorosa ini diperankan oleh pemuda-pemudi AMGPM Sektor Lahairoi dengan pemeran utama Aseph “Toto” Luturmas sebagai tokoh Yesus Kristus.

Drama jalan Salib dimulai saat Yesus dibawa ke Pontius Pilatus untuk diadili. Kemudian Yesus dijatuhkan hukuman mati dengan cara disalib.

Setelah vonis hukuman mati, Yesus mulai diarak sambil memikul Salib menuju Bukit Golgota. Dalam perjalanan, terlihat Yesus yang diperankan Asep Luturmas mendapat siksaan pukulan, cambuk serta caci maki hingga tubuhnya sebagai manusia biasa mulai melemah.

Saat Yesus terus dianiaya dicambuk, dipukul tampak sebagian jemaat yang terharu diam-diam menitikkan air mata sedih.

Tiba di Bukit Golgota, para algojo kemudian menggantungkan Yesus di Kayu Salib dengan cara tangan dan kaki dipaku. Lambung Yesus juga ditikam dengan tombak hingga mengeluarkan darah hingga akhirnya wafat.

Seluruh Jemaat Sektor Lahairoi usai perayaan malam Paskah, Minggu dinihari (5/4/2026). (Foto By Oni)

Ketua Badan Koordinasi Pelayanan (Bakopel) Sektor Lahairoi Diaken Nova Wattimena/S ungkapkan prosesi Jalan Salib ini melambangkan pengorbanan Yesus yang menanggung dosa manusia.

“Via Dolorosa bukan sekadar rute geografis, melainkan penghayatan akan kasih Allah yang menderita bagi umat-Nya. Maknanya mencakup refleksi kasih Allah yang rela berkorban, ketaatan, pertobatan dosa, serta solidaritas terhadap sesama yang menderita. Ini merupakan ajakan untuk memikul salib kehidupan sendiri dan menemukan harapan kebangkitan,” jelas Nova.

Ia beberkan Jalan Salib yang berujung wafatnya Tuhan Yesus Kristus merupakan puncak kasih dan pengorbanan kepada manusia.

“Jalan Salib menegaskan bahwa Yesus, sebagai Anak Domba Allah, rela menderita dan wafat demi menebus dosa manusia. Ini adalah wujud cinta tertinggi Allah kepada manusia,” ujarnya.

Menurutnya, mengikuti Jalan Salib bukan sekadar tradisi, melainkan perjalanan rohani untuk belajar bersabar, taat, dan setia dalam menghadapi tantangan hidup, meneladani Yesus agar seluruh umat semakin mendapat keteguhan iman.

Lewat prosesi via Dolorosa, Diaken Nova yang berprofesi sebagai tenaga pendidik ini katakan merupakan harapan kebangkitan.

“Jalan salib tidak berakhir pada kematian, melainkan bermuara pada harapan akan kebangkitan, yang mengajarkan umat untuk menemukan makna di balik setiap derita,” pungkasnya.

Usai prosesi Via Dolorosa, kegiatan dilanjutkan dengan puji-pujian sambil menunggu waktu hingga kubur terbuka yang menandakan kebangkitan Yesus Kristus.

Dan sebelum kegiatan diakhiri dengan doa syukur, panitia membagi hadiah kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya. (ELLA)

Pos terkait