Realitanya dalam memahami dan melaksanakan perintah Allah yang wajib hukumnya ini kaum Muslimah berbeda beda peringkatnya. Ada yang memahami kewajiban berjilbab lalu melaksanakannya dengan baik sebagaimana di perintahkan. Ada pula yang memahaminya, tetapi melaksanakannya setengah setengah atau pilih pilih tempat.
Dan, ada pula yang memahaminya, tetapi malas atau enggan melaksanakannya karena beberapa alasan seperti merasa malu, tertekan atau susah berjilbab karena tidak biasa sejak kecil dan seterusnya. Padahal, kewajiban menutup aurat ini sama dengan kewajiban kewajiban lainnya dalam ajaran Islam seperti shalat, puasa dan haji.
Hukum wajib itu artinya harus atau mesti di laksanakan dan tidak boleh di tinggalkan, dan bagi yang melaksanakannya akan di beri pujian dan pahala oleh Allah. Sementara orang yang meninggalkannya akan mendapat celaan dan dosa.
Namun, perlu di jelaskan pula bahwa dalam ajaran Islam, hal hal yang di wajibkan itu meskipun sama sama berdosa jika di tinggalkan, tetapi dosa dosa itu juga berperingkat peringkat.
Misalnya, Muslimah yang tidak mau berjilbab karena malas atau enggan dosanya tidak sama dengan dosa Muslimah yang tidak mau sholat lima waktu karena malas atau enggan misalnya.
Contoh lain, Muslimah yang menampakkan sebagian kecil auratnya tentu dosanya berbeda dengan Muslimah yang menampakkan sebagian besar aurat lebih berat di banding menampakkan sebagian kecilnya.
Yang jelas, melihat realita yang ada di dalam masyarakat kita ternyata berbeda dengan perintah Allah dan Rasul-Nya tersebut, maka sudah menjadi kewajiban kita semua untuk beramar makhruf nahi-mungkar.
Hal ini tentu seharusnya di mulai dari diri kita sendiri dan keluarga kita masing masing. Hendaknya kita mendidikkan perintah Allah dan Rasul-Nya dalam masalah menutup aurat ini kepada anak istri dan perempuan perempuan yang menjadi tanggungan kita.
Lalu kaum wanita yang satu dakwah dan pergerakan dengan kita. Lalu, barulah masyarakat luas yang ada di sekililing kita.
Semoga dengan demikian ajaran menutup aurat yang mulia dan memuliakan kaum wanita ini di laksanakan oleh kaum muslimat dengan penuh kerelaan dan kesadaran yang tinggi. Aamiin. Wallahua’lam. [Shofa Mardhiyya/SEBI]





